The Treasure Part 1 “Kwon Yuri Fanfiction”

2 Aug

ff Minyul, yoona, kai,luhan, kyungsoo

Title : The Treasure

Author : Christina Minhee
Main Cast :
– Kwon Yuri
– Xi Luhan
– Choi Minho
– Im Yoona
– Kai
– D.O


Genre : action, friendship maybe, Romance, yg lainnya cari sendiri ^-^
Length : Chaptered
Rating : T
Author Note : semua cast milik orang tua mereka masing2, kecuali luhan, Dia milik ku*plaakkk..
Bagi yg gak suka sama cast cewenya, kalian bisa ganti sama nama kalian, atau artis cewe yg kalian suka.

sebenernya tadi ini mau di jadiin couple Yulhun, tapi ku rubah jadi Minyul. semoga suka ya.

yulhunnya nyusul di FF berikutnya
Jangan lupa RCL Ok!

Yuri Pov

Aku berjalan menyusuri taman di dekat rumah yg sedang ku tinggali saat ini
“neo! Waeyo?” ku dengar seseorang berteriak di belakang ku
Aku menoleh dan mendapati luhan sedang menatap ku bingung
“aniyo..” jawabku lalu duduk di sebuah kursi taman. Luhan ikut duduk di samping ku
“Minho. Dia dimana?” luhan menatapku
“nan molla.. mungkin dia sudah mati” ujarku santai
“mworago??” luhan melotot ke arah ku. aku menghembuskan napas berat
“kemarin dia menyelamatkan ku, tapi malah dia yg di tahan, jadi aku tinggalkan saja dia”
“mwo?? Kau meninggalkan dia?? “
“nde.. dari pada aku yg di tahan” aku menatapnya
“aisshh jinjja… kau ini, apa kau tau sudah berapa orang yg mati karena mu?”
“aku tak perduli, toh aku membayar mereka untuk melindungiku dan harus siap dengan segala konsekuensi nya.”
“tapi tetap saja, sikap mu itu keterlaluan”
“terserah” ucapku ketus lalu meninggalkannya sendirian.
Xi Luhan, dia adalah seorang namja cute yg sangat mengerti aku, setiap aku membutuhkan pertolongan , aku hanya punya dia untuk membantuku, dan dia sama sekali tak pernah meninggalkan ku. dia selalu ada kapan pun aku membutuhkannya.
sejak aku sering di kejar2 oleh para pembunuh bayaran itu, hanya dia yg setia dan ikut berlari bersama ku, teman2 ku yg lain??? Cih! Mereka hanya membutuhkan uangku saja.. di saat aku membutuhkan bantuan mereka, mereka akan langsung menggelengkan kepala dan meninggalkan ku, mereka memang sangat menyebalkan.
Aku menyayangi luhan, dia memang namjachingu yg sangat baik untukku, aku bisa merasakan cintanya padaku. Terkadang aku merasa bahwa aku tak pantas bersama nya, dia.. namja yg sangat baik itu harus ikut berlari bersama ku ketika para pembunuh sialan itu mengejar-ngejar aku.

Aku masuk ke dalam rumah yg sudah ku sewa untuk beberapa hari , dan masuk ke kamar ku, aku hanya sendirian, appa dan eomma ku sudah meninggal dunia, 2 tahun yg lalu, karena sebuah kecelakaan mobil. Tapi aku tak yakin jika itu benar2 kecelakaan.
saat ini aku selalu di kejar2 oleh orang2 tak dikenal yg sepertinya ingin sekali membunuhku, aku tak tau apa salah ku atau salah eomma dan appa ku sehingga, orang2 itu ingin membunuhku. Untungnya appa dan eomma meninggalkan banyak harta mereka yg 70%nya di wariskan kepadaku, sehingga aku tak perlu pusing memikirkan semua biaya yg aku butuhkan.
Ketika masih hidup eomma dan appa ku sama2 bekerja di sebuah perkantoran, aku tak tau pasti itu perkantoran jenis apa, tapi yg pasti mereka berdua mendapatkan banyak uang karena bekerja di kantor itu.
Aku menelentangkan tubuhku di kasur empuk berukuran kingsize ini, 3 hari lagi aku akan pergi ke luar kota dengan luhan, karena kata luhan mungkin jika kami tinggal di luar kota para pembunuh bayaran sialan itu tak bisa menemukan kami, dan aku setuju karena aku selalu mempercayakan semuanya pada luhan.
“selamat tidur nona kwon!!” teriak luhan di depan pintu kamarku yg tertutup. Aku tersenyum mendengarnya
“ya.. selamat tidur juga tuan Xi” teriakku dari dalam, lalu ku dengar suara kaki yg ringan melangkah menjauh dari depan pintu kamar ku.
>>>>>>>>>>
“huft… aku selalu ingin seperti ini” ucapku, lalu memandang keluar dari jendela rumah baruku yg aku tempati bersama luhan. Dia hanya tersenyum simpul sambil mengikuti arah padangku
“apa kau tak senang?” Tanya ku yg merasa ada yg aneh dengan ekspresinya
“aniyo… tentu saja aku senang.” Dia tersenyum, kali ini senyumannya terlihat lebih murni(?), dan itu membuat aku ikut tersenyum.
“kau mau buah?” tanyanya sambil melingkarkan tangannya di pinggangku
“untuk apa?? Kan di kulkas masih ada apel” tolakku
“tinggal sedikit, mungkin Cuma ada 3 buah lagi, biar aku ke supermarket dulu, aku juga ada sedikit urusan”
“arrasseo, kalau begitu pergi saja, aku akan menunggumu” luhan melepaskan tangannya yg melingkari pinggangku dan pergi ke garasi mengambil mobil, beberapa menit kemudian dia keluar dari garasi dan mulai menjauh meninggalkan rumah.
Setelah kepergian luhan, aku berjalan menuju dapur dan membuka kulkas, ku ambil sebuah apel dan langsung mengigitnya, lalu aku berjalan kembali ke sofa dan duduk manis di sana.
Lalu ku dengar Iphone ku berbunyi dari lantai atas kamar ku, aku memang menyetel nada deringnya keras2 supaya gampang terdengar ketika ada panggilan atau sms masuk, walaupun Iphoneya ada di lantai atas. Aku berlari ke lantai atas dan mengambil Iphone ku, ternyata ada sms dari Luhan
‘Chagi, mianhae sepertinya aku akan pulang agak sore’ isi sms dari luhan, aku hanya mengangguk membacanya lalu ku balas
‘arrasseo, hati2 di jalan ne chagi’.

Sudah 6 jam sejak luhan pergi, dan sekarang sudah pukul 11 KST.
Ke mana namja ini, aku mengkhawatirkannya lama sekali dia tak pulang2, aku sudah menelponnya beberapa kali tapi Ponselnya mati. Pikiran ku sudah memikirkan yg tidak2, bagaimana kalau pembunuh bayaran itu menangkap luhan dan membunuhnya, aku buru2 menggelengkan kepala ku keras dan menepis bayangan itu.
Aku sudah mematikan semua lampu rumah, sehingga sekarang yg hidup hanya lampu tidur di kamarku saja. Itu sudah menjadi kebiasaan ku jika ingin tidur. Tapi sekarang aku masih belum bisa tidur karena luhan tak juga pulang, aku sangat mengkhawatirkannya.
Uhuukk..uhuukk.. *anggap suara batuk
Tenggorokan ku kering sekali, mungkin karena aku belum minum sama sekali sejak tadi, jadi aku turun ke lantai bawah dengan perlahan tanpa menghidupkan lampu, aku sudah biasa dengan suasana yg gelap seperti ini, lagian aku juga sudah lumayan hapal dengan rumah ini sehingga mudah saja bagiku untuk berjalan dengan gelap di dalamnya.
Aku membuka kulkas dan langsung membuka botol air dan menumpahkannya(?) di mulut ku, lega sekali rasanya tenggorokan ku. setelah selesai aku menutup kulkas dan berjalan menaiki tangga, tapi baru 5 anak tangga yg ku naiki, aku mendengar sesuatu, sepertinya suara orang berbisik2 di depan pintu rumahku.
Aku yakin pasti itu bukan luhan, aku berjalan mendekat ke pintu dan semakin jelas ku dengar orang2 berbisik di sana, semuanya laki2 dan jumlahnya mungkin sekitar 4 sampai 5 orang. Aku mendengar suara kunci yg di masukkan ke dalam lubang kunci pintu ini.
Aku menganga kaget, bagaimana bisa orang2 di luar itu mendapatkan kunci rumahku, dengan kesadaran penuh aku langsung berlari tanpa suara ke kamar ku. aku menghidupkan senter dan membawa tas yg ku isi dengan sebuah boneka beruang kesayanganku, aku buru2 mengambil Iphone ku dan berjalan ke pintu kamar, ku tempelkan telingaku di sana, aku bisa mendengar ada suara langkah kaki yg mulai mendekat ke pintu kamar ku.
Aku mengambil tali tebal yg sudah ku persiapkan untuk jaga2 sejak aku baru pindah, dan melemparkannya ke bawah, ujung tali nya ku ikat di tiang kasurku, setelah ku rasa cukup kuat aku mulai turun ke bawah. Hingga tiba di bawah dan aku melompat turun menapakkan kaki ku di tanah.
“sial…!!!” umpat ku, ketika sadar aku di kepung oleh 3 orang dari mereka,
aku memasang kuda2 , bersiap. Mata ku menjelajah ke masing2 tangan mereka. Mereka membawa pisau di tangan kanan mereka. Aku maju, ku layangkan tendangan tepat ke wajah salah satu dari mereka yg tepat berada di depan ku, salah seorang dari mereka mendorong ku tanpa sadar, membuatku terjatuh, mereka bertiga langsung saja berusaha untuk menikamkan pisau di tangan mereka ke leher ku. aku tak tinggal diam, dengan gerakan cepat aku menendang kaki salah satu dari mereka membuat dia terjengkang tapi satu orang yg ada di belakang ku berhasil menggoreskan pisaunya di lengan ku membuat ku sedikit meringis di buatnya. Tapi itu tak menghalangi gerakan ku lalu dengan gerakan cepat pula aku berdiri dan memelintir tangan salah 1 dari mereka, membuat pisau yg di pegang terjatuh, tapi sebelum pisau itu jatuh menyentuh tanah, aku menangkapnya. Aku masih memelintir tangan orang tadi dengan tangan kanan ku, sementara tangan kiri ku, tepat berada di lehernya dengan pisau tajam yg seolah akan menusuk lehernya.
Aku tersenyum sinis kearah teman2 nya, yg tak berani mendekat melihat salah satu temannya di tanganku.
Aku berjalan mundur perlahan, mereka berusaha mendekati ku sambil menodongkan pisau di tangan mereka, aku memutar mataku lalu menggoreskan sedikit pisauku ke leher pria yg ada di tangan ku ini membuat luka goresan kecil terukir di sana. Darah segar mengalir, pria di depan ku menatap teman2 nya dengan takut
“turunkan senjata kalian!!!!” teriakku, tapi mereka tak bergerak sama sekali, membuatku harus membuat gerakan seolah ingin memperdalam ukiran di leher pria di depan ku ini.
Gerakan ku itu, sukses membuat mereka menjatuhkan pisau dari tangan mereka.
“jangan ikuti aku, atau dia mati di tanganku” ucapku sinis lalu aku berjalan mundur perlahan, semakin lama jalan ku semakin cepat, mereka tak ada yg berani mengikuti ku, sebagai gantinya mereka hanya menatapku tajam dengan penuh kebencian, membuatku ingin tertawa.
Sekarang aku sudah lumayan jauh dari rumah, aku dapat melihat teman2 mereka yg tadi masuk ke dalam kamarku keluar menggunakan tali yg tadi ku gunakan.
“maaf” ucap ku, lalu memukul kepala pria di depan ku ini, pukulan ku yg sangat keras membuat dia tak sadarkan diri.
Lalu aku berlari sekuat mungkin menjauh dari sana, begitu tiba di jalan raya, aku bingung. Aku tak begitu mengenal tempat ini, apa yg harus ku lakukan. Aku pusing, aku melihat lengan ku, di sana sudah ada luka goresan panjang yg di buat oleh salah satu pembunuh tadi, rasa nya perih, luka itu cukup dalam, tiba2 saja kepala ku terasa sakit sekali dan semuanya menjadi gelap.

Author Pov
Yuri membuka matanya perlahan, cahaya matahari yg masuk membuat dia silau, dia mengerjap-ngerjapkan matanya lalu setelah terbiasa dengan sinar matahari yg masuk dia duduk dan memperhatikan sekelilingnya. Dia melihat lengannya yg terasa agak perih. Ternyata sudah ada perban di sana. Tangannya sudah di perban dengan rapi.
Sekarang dia berada di sebuah kamar yg sangat luas terdapat sofa berwarna crem tak jauh dari sana, yuri melihat kepala menjembul dari sana.
“nugu?” Tanya yuri dalam hati sambil berjalan pelan kearah orang itu.
Merasa ada langkah kaki luhan yg sedang terduduk di sofa menoleh ke belakang
“kau sudah bangun ?” Tanya luhan lalu berdiri menghampiri yuri, yuri terdiam lalu tiba2 memeluk luhan erat
“aku khawatir sekali dengan mu” ucap yuri
“hahaha.. seharusnya kau khawatirkan dirimu sendiri.. luka di lengan mu itu cukup dalam”
Luhan memegang tangan yuri mengelus perban putih yg membalut lukanya lembut
“apa kau baik2 saja?” yuri melepaskan tangan luhan lalu menatap luhan dari ujung kaki sampai ujung rambut
“hey.. tentu saja aku baik2 saja.. apa aku terlihat selemah itu sampai2 kau begitu mengkhawatirkan ku” luhan tersenyum manis ke yuri
“kenapa kemarin kau lama sekali? Dan ini rumah siapa?” Tanya yuri lalu duduk di sofa yg tadi luhan duduki
Luhan terdiam cukup lama sebelum akhirnya menjawab pertanyaan yuri
“aku ada urusan dengan teman ku, dan ini bukan rumah siapa2. Aku hanya menyewanya untuk beberapa hari”
“untung saja kemarin malam , aku terjaga .. coba kalau aku tertidur mungkin aku sudah tak berada di dunia ini lagi.
Ngomong2 bagaimana bisa kau menemukan ku?” Tanya yuri lalu menyeruput kopi yg tergeletak begitu saja di meja
“kau lupa Iphone mu memiliki alat GPS?” luhan ikut duduk di samping yuri dia melingkarkan tangannya di leher yuri
“heheh aku lupa” yuri terkekeh pelan
“setelah aku pikir2, tinggal di luar kota ternyata sama saja bahaya nya. Malah lebih berbahaya karena kau tak mengenal tempat itu sama sekali” ucap luhan tanpa menatap yuri
“aku rasa juga begitu. Bagaimana kalau kemarin tidak menemukan ku, aku benar2 akan mati. Karena tak mengenal tempat itu sama sekali”
“hmm.. untuk sementara kita akan menginap di sini… 3 hari lagi kita akan kembali ke seoul”
“arrasseo.. ngomong2 ini di daerah mana?”
“aku jelaskan juga kau tak akan tau. Tapi tempat initidak terlalu jauh
Dari rumah yg kemarin kita tempati “
“oh.. arrasseo..”
~~~~~~~~~~
Hari ini tepat hari ke dua yuri tinggal di rumah ini, luhan barusan pergi keluar, katanya dia ingin menemui temannya.
Yuri duduk sendiri sambil mengganti-ganti chanel TV. Sekarang sudah jam 8 malam, dan dia merasa sangat ngantuk. Jadi dia mematikan lampu dan naik ke tempat tidurnya lalu menutup mata.
Yuri terbangun oleh sebuah suara. Padahal suara itu tak cukup besar, hanya suara kecil telapak kaki seseorang yg menginjak sesuatu mungkin plastic. Terdengar suara bisik2 lagi, sangat pelan sehingga yuri hampir tak bisa mendengarnya.
dengan suara itu yuri sepenuhnya terjaga, dia turun dari tempat tidurnya, dan mengambil Iphone dari meja di samping tempat tidurnya.
Ada 1 pesan masuk dari luhan
‘Mianhae.. aku tak bisa pulang ‘ isi pesan singkat dari luhan
“Lagi2 tak bisa pulang. kenapa dia tak bisa pulang di saat seperti ini.. aisshh.. lagi2 aku harus menghadapi mereka sendiri. “ pikir yuri
Yuri menutup matanya dan menarik napas berat.
“Kenapa ini harus terjadi pada ku, kenapa harus aku yg di kejar2 oleh pembunuh itu? “ Tanya yuri dalam hati
Yuri membuka matanya, dia pakai jaket lalu dia memasukkan Iphone nya ke dalam saku jaket.
Lampu kamar yuri masih menyala sehingga dia tak perlu repot2 mencari dalam gelap,.
yuri sedang sibuk mencari boneka beruang kesayangannya, ketika dia mencium bau asap yg membuatnya sedikit terbatuk. yuri berlari ke jendela kamarnya, dari sana dia dapat melihat langsung ke luar rumah. Di sana dia melihat beberapa orang memasuki mobil sambil tertawa pelan, yuri yakin orang itu adalah orang suruhan seseorang yg ingin membunuhnya. Tapi yuri merasa ada yg aneh.
Kenapa orang itu langsung pergi, biasanya mereka datang ke kamar yuri dan berusaha untuk membunuhnya dengan senjata yg mereka punya, yah walau pun itu selalu gagal.
Yuri langsung membuka pintu kamar nya , dan benar saja asap sudah penuh di sana, di lantai bawah sudah berkobar api yg besar, mungkin sebentar lagi akan menjalar ke lantai atas. Yuri panic, apalagi dia belum menemukan boneka beruang itu. Jadi dia masuk ke kamar luhan yg ada di lantai bawah dan mencari di sana. Sementara api berkobar semakin besar, membuat dia sulit bernapas dan beberapa kali terbatuk. Tapi yuri tak perduli, dia harus menemukan boneka itu dulu, atau dia tak akan keluar sama sekali dari rumah itu, tak perduli bahwa dia bisa mati jika tak segera keluar dari sana.
Yuri mencari boneka itu di kamar luhan, dan menemukannya di atas kasur besar di sana.
Yuri langsung membawa boneka itu ke dalam pelukannya, dan berlari keluar dari kamar, tapi kobaran api sudah semakin besar, yuri bingung harus melakukan apa. Akhirnya dengan penuh kesadaran yuri masuk lagi ke dalam kamar luhan, dan mengambil selimut yg tertata rapi di atas kasur empuk. Yuri mengambil selimut itu dan menyeretnya ke kamar mandi yg ada di kamar luhan.
Yuri membuka pintu kamar mandi, lalu menyiram selimut yg dia pegang dengan air, dia menyiram dengan tergesa-gesa. Semakin lama dia bergerak, api akan semakin besar, dan jika itu terjadi, kemungkinannya kecil dia bisa selamat.
Setelah membasahi selimut, cukup banyak. Walaupun tak semuanya basah, yuri melilitkan selimut itu ke seluruh tubuhnya, membuat tubuhnya tertutupi oleh selimut itu. Dengan susah payah karena selimut yg lumayan berat , yuri berhasil keluar dari kamar luhan. Dia terbatuk hebat oleh asap yg luar biasa banyak di dalam rumah, api sudah benar2 besar sekarang, yuri menguatkan mentalnya dan berlari sekuat tenaga menuju pintu, dia berteriak ketika ada tiang kayu yg jatuh di belakangnya, dan melompat ketika ada api di bawah kakinya.
Dengan susah payah yuri tiba di depan pintu, tapi malangnya dia tak membawa kunci, kuncinya tertinggal di kamarnya di lantai atas, sedangkan untuk naik ke lantai atas lagi itu tak mungkin. Yuri terdiam, otaknya berpikir lebih cepat dari biasanya. Akhirnya dia memutuskan untuk melewati jendela besar yg ada di samping pintu. Yuri menendang jendela kaca dengan lututnya beberapa kali dengan keras, hingga kaca itu pecah dia membersihkan pecahan kaca jendela yg masih menancap tajam di pinggir jendela, dan langsung melompat ke luar.
Begitu sudah tiba di luar, yuri menarik napas lega. Sekali lagi dia berhasil tak terbunuh.
Yuri membuka selimut yg membalut tubuhnya. Selimut itu sudah sangat jelek. Bolong dimana2 dan sangat kotor.
Yuri meletakkan selimut itu asal lalu berjalan menjauh dari rumah yg apinya sudah menjalar sampai ke lantai atas, tapi yuri tak perduli, toh yg penting sekarang dia sudah selamat dari itu.
Yuri berjalan pincang, darah segar mengalir di sana, membuat jejak langkah yuri. ternyata ketika dia melompat keluar tadi kakinya menginjak pecahan kaca jendela, sehingga kulit kakinya terluka cukup dalam
Yuri meringis menahan sakit di telapak kakinya, apalagi dia tak mengenakan sandal, jadi dia hanya bisa menahannya.
Yuri menoleh ke sekelilingnya. Gelap. Tak ada orang sama sekali, di mana dia sebenarnya. Kenapa dia baru sadar kalau di sini hanya ada 1 rumah saja, dan itu rumah yg dia tempati. Dia tak punya tetangga, pantas saja tak ada yg berteriak atau berusaha memadamkan api. Ternyata hanya ada dia sendiri di sini. Yuri bingung harus ke mana, dia tak tau apa2 di sini. Ini bukan tempat yg dia kenal.
Akhirnya, setelah beberapa saat terdiam, yuri berjalan.menjauh dari rumah yg sudah termakan oleh api. Dia tak perduli jika , bisa saja api yg membakar rumah itu menjalar dan membakar pepohonan yg ada di dekatnya.
Yuri berjalan pincang, sambil memeluk boneka beruangnya. Dia terus berjalan walau tak tau arah. Iphone nya dia gunakan untuk menerangi jalan. Tadi dia sudah menghubungi Luhan, tapi lagi2 ponsel luhan mati. Jadi yuri hanya bisa pasrah dan melanjutkan berjalan.
Entah sudah berapa lama yuri berjalan, telapak kakinya masih terasa sangat perih, dia tak sadar jika di sepanjang perjalanan kakinya mengeluarkan darah.
Sekitar 8meter darinya di sebelah kiri jalan, yuri melihat cahaya. Seperti cahaya lampu. Dia jalan dengan cepat dengan menyeret kaki kirinya menuju cahaya itu.
Ternyata cahaya tadi berasal dari, sebuah pondok kecil, begitu yuri sudah berada sekitar 2 meter lagi dari pondok itu, yuri berjalan pelan ke kiri, dia harus tetap waspada oleh apa dan siapapun yg di temuinya. Dia mendekat ke pondok itu melalui semak2, dia tak langsung datang dari depan, karena dia sadar ada orang di sana. Di seberang pondok itu juga ada sebuah mobil, yg yuri tahu, itu mobil orang yg tadi membakar rumahnya.
“shit!! Kenapa mereka tak langsung pergi saja.. aishh..jinjja, kenapa juga mereka harus menunggu disini..” umpat yuri dalam hati. Dia berjalan masuk ke dalam semak2, dan menyembunyikan diri di sana. Setidaknya ada sinar di sana, sehingga dia bisa sedikit istirahat. Walaupun sangat tidak nyaman, karena rumput yg menusuk-nusuk kulit mulusnya.
Yuri mematikan Iphonenya, supaya besok bisa di nyalakan untuk menghubungi luhan.

11 Responses to “The Treasure Part 1 “Kwon Yuri Fanfiction””

  1. YulHunHan shipper August 3, 2013 at 5:20 am #

    Good job i like it (?) #gejekumat
    Lanjutkan thor! Fighting😀

    • christinaminhee August 3, 2013 at 6:14 am #

      tunggu aja ya kelanjutannya..
      mksih uda mau coment..🙂

  2. friendshidae August 18, 2013 at 3:59 am #

    Annyeong readers baru dtg
    Aku bru nemu blog ini
    Ceritanya seru, aku kok agak curiga sm luhan ya??
    Okedeh, aku baca next partnya dlu🙂

    • christinaminhee August 18, 2013 at 10:20 pm #

      selamat datang di blog aku…
      smga gk prnah bosen untuk jd readers di sini😀

  3. nabila August 18, 2013 at 11:33 am #

    please jangan ganti YulHan jadi MinYul

    • christinaminhee August 18, 2013 at 10:11 pm #

      Aku uda ganti..🙂
      tpi stlah ini ad YulHunHan. tenang aja..🙂
      mksih uda comment

  4. Azizah YulHan shipper August 25, 2013 at 3:47 pm #

    aku seneng2 sendiri eon… waktu ada FF ini…

  5. Tetta Andira December 1, 2013 at 1:59 am #

    Wahh ,, wahh ,, daebakk !!
    ff action rupa’x🙂
    Kejarkejaran sama pembunuh bayaran ?
    Ommo ! Yul-eonn kasian amatt ..
    bt , Lulu oppa koqq bgtu yaa ? ?
    Suka ngilang & gak bisa dihubungi pas Yul-eonn mau diserang ..
    apa mgqn Lulu oppa ituh .. ??
    Ywdh , drpd penasaran mending next ke part 2 ne , saeng ..

  6. liliknisa October 10, 2014 at 7:53 am #

    Penasaran deh
    kenpa luhan selalu ga ada saat yul susah. Ditunggu kelanjutannya ^^

  7. Yurisistable December 20, 2014 at 2:31 pm #

    Ini pasti luhan yg jahat. Aq suka minyul couple cingu… critax daebak.

    • yurikwonfanfic January 17, 2015 at 2:51 pm #

      aku juga suka minyul wkakk daebak? makasii yaaa /bow cantik/
      sering2 berkunjung bebsss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: