The Treasure Part 2

3 Aug

“nona..” panggil seorang namja, sambil mengguncang2 tubuh yuri. Tapi yuri tak meresponnya. Dia masih tertidur. Kebakaran kemarin membuat tubuhnya sangat lelah , sehingga sangat nyenyak tidur walaupun kemarin malam dia hanya berbaring di semak2. Dan dia juga tak sadar , kalau dia sudah di pindahkan oleh seorang namja yg menemukannya tergeletak, pucat. Dengan kaki kiri yg di lumuri darah kering. “nona…ireona…” panggil namja itu lagi, masih sambil mengguncang tubuh yuri, kali ini lebih kencang. Membuat yuri membuka matanya perlahan. “mwo?” Tanya yuri yg masih setengah sadar. Tangan kanannya memegang leher dan menggerakkan lehernya ke kiri dan kanan, membuat bunyi seperti tulang patah di sana. “kau harus bangun, makan, dan minum obat.. kau terlihat sangat pucat” ucap namja itu “nuguseyo?” Tanya yuri, dia mengerjap-ngerjapkan matanya “naneun Kai imnida” jawab namja yg bernama kai itu.

Yuri langsung tersadar , dan langsung duduk dari posisi tidurnya tadi, dan menatap kai dengan tatapan curiga+was2. “kau.. apa kau ingin membunuhku?” Tanya yuri bodoh Kai sedikit bingung. Dia menggaruk kepalanya yg tak gatal lalu menjawab “aniyo.. kalau aku ingin membunuhmu, untuk apa aku membawa mu kemari?” Tanya kai balik ‘aishh, pabo.. betul juga kata bocah ini, untuk apa dia membawa ku jika dia ingin membunuhku’ pikir yuri lalu memukul kepalanya pelan. “bagaimana aku bisa di sini?” yuri melepaskan selimut dari kakinya dan berdiri, dia sedikit terhuyung, dan hampir jatuh jika saja kai tak menangkapnya. “hati-hati nona” nasehat kai “nde.. gomawo” ucap yuri kikuk lalu melepaskan diri dari kai “tentang bagaimana aku menemukanmu. Jadi , tadi pagi ketika aku baru pulang dari rumah seseorang , aku melihat ada jejak darah. Jadi aku ikuti, aku kira itu darah hewan yg terluka, ternyata setelah cukup jauh aku ikuti, darahnya berhenti di semak2. Ketika aku melihat ke semak2 , ternyata ada kau di situ. Sedang meringkuk. Aku kasihan, jadi aku menggendong mu ke rumah ku yg sederhana ini. o’ia.. apa kau pemilik villa bercat putih yg berada tak terlalu jauh dari sini itu? Villa itu sudah hancur sekarang, sama sekali tak ada yg bisa di selamatkan.” Kai menjelaskan panjang lebar. Yuri mengangguk, dia biasanya tak gampang percaya pada seseorang. Tapi entah kenapa kali ini dia langsung percaya dengan apa yg di katakan kai. Yuri berdiri, dia memperhatikan kamar tempat dia tertidur tadi. Di sini tak ada kasur empuk berukuran kingsize, seperti yg biasa dia gunakan untuk tidur. Di sini dia hanya menggunakan kain sebagai alas tidurnya, dan hanya ada satu bantal serta selimut tipis. Tak ada guling yg bisa di peluk. Mengingat tentang yg bisa di peluk, yuri jadi teringat dengan boneka beruangnya. “bonekaku??” Tanya yuri panic, lalu matanya sibuk menjelajahi ruangan kamar sempit itu , berusaha mencari tahu di mana boneka beruang kesayangannya . “oh, boneka beruang warna cokelat itu ya??? Sedang ku jemur, baru saja ku cuci, ada banyak sekali darah di boneka itu. Mungkin darah dari kakimu” jawab kai ‘”kaki ku?” Tanya yuri bingung. Lalu dia terduduk lagi di lantai kayu rumah dan melihat telapak kaki kirinya. Ternyata benar terdapat luka bekas tusukan kaca yg dalam di sana. Luka itu berbentuk horizontal dari jempol hingga ke kelingking kaki yuri. Tapi untungnya, sudah tak ada lagi darah yg keluar, membuat yuri bisa sedikit bernapas lega walaupun masih terasa perih “aku yg membersihkan luka di kaki mu itu. Tidakkah kau ingin berterima kasih pada ku?” Tanya kai sambil berjongkok ikut melihat luka yg sedang di pandangi yuri “hah? Nde? Oh.. kamsahamnida” kata yuri dengan terbata2, entah apa yg membuatnya seperti itu. “tak usah terlalu formal dengan ku. hmm, tunggu sebentar” kata kai lalu beranjak, dari kamar. Beberapa menit kemudian, kai masuk dengan semangkuk besar bubur di tangan kirinya, sementara tangan kanannya memegang segelas besar air. Dia lihat yuri sedang duduk bersender pada dinding, menatap kosong pada tembok di sebrangnya. “ini makan. setelah itu minum obat.” ucap kai. dia meletakkan mangkuk dan gelas di depan yuri, lalu berjalan menuju lemari kecil mungkin hanya setinggi 1 meter yg ada di dekat pintu, lalu membukanya. Dia mengambil sebuah toples yg penuh berisi obat-obatan. Kai mengambil setablet obat, lalu menutup toples itu lagi. Dia memasukkan kembali toples itu ke dalam lemari lalu menutup lemari itu dan berjalan ke yuri yg masih terdiam memandangi tembok di seberangnya. Dia tak menyentuh makanan yg dibawa kai sama sekali. ”kenapa tak di makan? Apa tak enak??” Tanya kai, dia meletakkan obat tadi di samping mangkuk bubur, dan duduk di depan yuri. Yuri tersadar dari melamunnya, dia menatap kai, lalu pandangannya beralih ke mangkuk bubur. “apa perlu aku yg menyuapimu?” Tanya kai sambil nyengir jail “eh? Aniyo, aku bisa makan sendiri” yuri mengambil mangkuk itu, lalu mnyendokkan sesuap demi sesuap bubur ke mulutnya. “otte?? Apa enak?” Tanya kai sambil memandangi yuri dengan berbinar2, menanti jawaban yg dia harapkan “nde, apa kau yg memasaknya?” Tanya yuri “hahaha.. aku tau pasti akan enak. Ia aku yg memasaknya,tapi dengan instruksi hyungku. “hyung mu? Kau punya hyung?” Tanya yuri masih sambil menyuapi bubur ke mulutnya “nde. Bukan hyung kandung, eommanya adalah kakak dari eomma ku. dan kami sejak SMP sudah tinggal berdua” “orang tua kalian?” “mereka sudah pindah ke Seoul” “kenapa kau tak ikut?” “entahlah. Aku tak tau kenapa” jawab kai “oh.. hyung mu mana?” Tanya yuri, lalu merogoh-rogoh kantong jaketnya, mencari Iphone yg kemarin malam dia letakkan di sana. “habis membuatkan mu makanan tadi. Dia langsung pergi katanya ingin membeli sesuatu” Yuri mengangguk, lalu mengaktifkan Iphone nya, dia tak menemukan satu sms pun dari luhan yg membuat dia kecewa. “kenapa dia tak mengirimi ku sms sama sekali? Apa dia sudah tak perduli lagi dengan ku?” gumam yuri sambil mengotak-atik Iphone nya. Yuri terkejut ketika kai yg di depannya tiba2 menarik Iphone yg ada di tangannya. “ya!!!” teriak yuri, sambil menatap kai kesal. Kai hanya menggelengkan kepala prihatin, lalu menasihati yuri “kata hyung ku.. kalau mau makan, makan dulu, jangan melakukan yg lain2. Ntar makanan mu basi tuh. Cepat makan aja dulu, setelah itu minum obat. Baru kau boleh main Iphone mu lagi” “tap…” belum sempat yuri membela diri, kai langsung memotong ucapan nya “tak ada kata tapi.. cepat makan lalu minum obat. Semakin cepat kau makan semakin cepat juga kau mendapatkan Iphone mu” Yuri menatap kai tajam sebentar, lalu menarik napas dan mulai menyuapi lagi bubur ke dalam mulutnya. Raut wajahnya menampakan kalau dia tak suka di perlakukan seperti itu. Tapi kai tak peduli. dia tertawa melihat wajah yuri yg di tekuk, baginya ekspresi yuri saat ini sangat lucu. “apa?” Tanya yuri ketus, sambil memanfang kai yg dari tadi terus memperhatikannya makan. “tak apa” jawab kai, dia menahan tawa melihat ekspresi yuri. Yuri menatap kai kesal, lalu menyodorkan mangkuk nya yg sudah kosong, dia membuka obat dan meminumnya, setelah selesai yuri menyodorkan gelasnya kepada kai. “pintaarrr…” kai mengacak-acak rambut yuri pelan, membuat yuri merasa dia seperti bocah perempuan kecil. “ya!! Jauhkan tangan mu dari kepala ku” teriak yuri, lalu memukul tangan kai yg mengacak-acak rambutnya. Kai terkekeh pelan. Yuri menyodorkan tangan kanannya. “apa?” Tanya kai, sambil berdiri membawa mangkuk dan gelas di kedua tangannya “Iphone ku” Kai tersenyum, lalu mengambil Iphone yuri yg tadi dia letakkan di saku celananya. “ini” kai mengembalikan Iphone yuri. Dia berbalik lalu berjalan pergi keluar dari kamar. Yuri mengambil Iphone nya lalu menghubungi luhan. Tapi Ponsel luhan tidak aktif, akhirnya yuri mengirim pesan singkat untuk luhan supaya dia datang menjemput yuri. “ayo..sini..” kata luhan pelan, sambil menarik tangan kyungsoo ke kamar. “yuri-ah.. ini hyung ku..” kai menarik tangan kyungsoo, sehingga sekarang kyungsoo berdiri tepat di depan yuri “annyeong.. aku Do kyungsoo, kau bisa memanggilku kyungsoo” kyungsoo memperkenalkan diri, “oh, nde.. aku yuri.” Kata Yuri lalu tersenyum manis. ~~~~~~~~~~ Sudah 2 hari yuri tinggal di rumah kyungsoo dan kai. tapi Luhan tak juga datang untuk menjemput nya. Sedangkan ponsel luhan juga tak aktif. Drttt…drrt… Iphone yuri bergetar. Yuri buru2 mengambil Iphone nya dan membuka 1 pesan yg masuk, dari nomor tak di kenal. ‘Chagy.. mianhae, sudah meninggalkan mu sendirian..aku sekarang sedang di Jepang. Aku tak memberitahumu karena Ponsel ku hilang. Sekali lagi mianhae. Mungkin aku akan sedikit lama di Jepang. Saranghae. Luhan.’ Yuri mendengus setelah membaca pesan singkat dari luhan. “namja itu… aiishhhh jinjja” yuri mengacak-acak rambutnya. “kau kenapa?” Tanya kai, saat sedang makan malam, karena melihat wajah yuri yg di tekuk. “apa besok kau bisa mengantarkan aku ke suatu tempat?” “eodisoyeo?” “suatu tempat.. mau atau tidak?” “arrasseo, aku bisa pinjam motor hyung ku. boleh kan hyung?” kai memasang tampang penuh harap sambil menatap kyungsoo “pakai saja” ucap kyungsoo di sela2 mengunyahnya “gomawo hyung” ~~~~~~~~~~ Yuri memeluk pinggang kai erat. Saat ini mereka sedang di perjalanan menuju “suatu tempat” yg kemarin yuri katakan. Lalu beberapa jam kemudian, mereka berhenti di suatu tempat. Ada sebuah pondok di sana. Yuri turun dari motor, dan agak gemetar Karena angin kencang yg menerepanya saat di perjalanan. “kau tunggu di sini saja” ucap yuri pada kai lalu berjalan ke depan sebuah pohon besar. “kau ngapain? “ Tanya kai yg kini sudah berdiri di samping yuri sambil memandangi pohon besar itu. Yuri tak menjawab pertanyaan kai. Dia menengadahkan kepalanya. Lalu berjalan ke belakang pohon. Ada sebuah tangga kayu di sana. Yuri memanjatnya hingga tiba di atas pohon. Ternyata itu adalah rumah pohon milik yuri ketika dia masih kecil dulu. Appanya yg membuatkan itu untuknya. Dan rumah itu masih utuh sampai sekarang. Yuri mengambil kunci di dalam saku jaketnya. Dia memang selalu membawa kunci kecil itu ke mana2. Hanya untuk sekedar jaga2 saja . Yuri membuka gemboknya, lalu mendorong pintu kayu itu ke dalam, membuat bunyi berderit terdengar di sana. Ketika pintu sudah sepenuhnya terbuka, dengan agak menunduk yuri masuk ke dalam, dia duduk di depan sebuah kotak besar, sepeti kotak harta karun yg biasa ada di film bajak laut(?). Dan kotak itu memang benar2 harta karun milik yuri Dengan kunci yg sama seperti kunci yg di pakai untuk membuka pintu tadi, yuri membuka gembok yg ada pada kotak itu. “kai-ah.. pinjam Ponsel mu sebentar!!” teriak yuri dari atas “untuk apa?” Tanya kai “jangan banyak Tanya. Pinjam saja. Cepat” “ini” kai datang membawa ponsel di tangannya. Dia berdiri di depan pintu. Yuri mengambil ponsel itu dengan diam, lalu menyuruh kai menunggu di bawah lagi. Yuri menghidupkan ponsel kai, menjadikannya senter untuk melihat ke dalam kotak harta karun miliknya. Dia mengobrak-abrik, semua yg ada di dalam sana. Hingga dia menemukan apa yg dia cari. Buku Bank nya dan pasport. Dia memang menyimpan hampir semua barang berharganya di sini. Karena ini adalah tempat teramannya, untuk menyimpan barang2 berharga. Karena tak ada yg tau tempat ini , selain appanya dan dia. Kai adalah orang pertama yg tau tempat ini. Yuri berjalan, dan turun dari rumah pohonnya. “ayo kembali ke rumahmu” ucap yuri. Kai menghidupkan motornya dan pergi kembali ke rumah kai. ~~~~~~~~~~ Yuri berjalan dengan santai menuju pesawat yg akan dia naiki menuju jepang, kai berjalan di sampingnya, dia berjalan dengan gaya cool, sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jaket, kai dan yuri sama2 memakai kaca mata hitam dan jeket hitam, yg membuat mereka terlihat sangat keren. Di dalam pesawat, kai dan yuri hanya diam saja. Hingga mereka tiba di bandara jepang, dan turun dari pesawat. “kita mau ke mana?” Tanya kai “menemui seseorang” jawab yuri sambil menyetop taxi yg lewat “nugu?” Tanya kai lagi “nanti juga kau akan tau sendiri” yuri masuk ke dalam taxi. kai memasukkan tasnya dan koper yuri ke dalam bagasi taxi lalu duduk di samping yuri. Yuri tiba di hotel, dia memesan satu kamar hotel dengan 2 kasur di dalam nya. Yuri masuk ke dalam kamar, memasukkan kopernya lalu berjalan keluar. Kai ikut di belakangnya. Yuri mengambil boneka nya, lalu dia dan kai berjalan hingga tiba di luar hotel. “kita tidur 1 kamar??” Tanya kai tak percaya “tidak” jawab yuri singkat lalu merogoh2 kantong mwncari Iphonennya “tapi kamar nya tadi..” “memang siapa yg bilang kita akan menginap di sini?” Tanya yuri lalu menelpon seseorang yg entah siapa, lalu tiba2 saja, datang seseorang yg membawa mobil berhenti di depan yuri dan kai. dia keluar dari mobil dan memberikan kunci mobil pada yuri, lalu tersenyum. Yuri membalas senyumannya dan masuk ke dalam mobil dia meletakkan boneka beruangnya di kursi belakang, lalu kai masuk dan duduk di sampingnya. Rasa ingin tau kai semakin besar untuk mengatahui tentang yuri, tapi sebelum dia sempat bertanya apa2. Yuri berkata. “jangan banyak Tanya , jika itu bukan urusanmu, karena aku tak akan menjawabnya”. Membuat kai terdiam dan tak berani bertanya apa2. Dia memikirkan segala kemungkinan tentang yuri di otaknya. Yuri menyetir mobilnya ngebut. “ya! Yuri-ah.. tak bisa kah kau pelan sedikit?” “sayangnya tak bisa. Kalau kau takut kau bisa menutup matamu” jawab yuri santai, dan tertawa terbahak-bahak , ketika kai benar2 menutup matanya sambil tangannya memegang pinggiran kursi mobil dengan erat. “sudah sampai” kata yuri sambil tersenyum. Kai membuka matanya dan melihat sebuah rumah yg tak terlalu besar, dan tak bisa di bilang kecil juga di depannya. “ayo keluar” ajak yuri, dia membuka pintu mobil dan masuk ke dalam rumah. Rumah itu sudah berdebu, dan tak ada satupun barang elektronik di dalamnya, hanya ada banyak foto2 yuri dan keluarganya dipajang di dinding. Dan aneh nya ada 2 yeoja di setiap fotonya. Salah satu yeoja itu adalah yuri sedangkan yg satunya lagi entah siapa. Dan kai tidak menyadarinya. Yuri berjalan ke belakang rumah, hingga tiba di ruangan yg sepertinya adalah dapur. Yuri meraba2 dinding di samping kulkas besar dua pintu, yg mungkin sudah rusak karena tak pernah di pakai. Sampai dia menemukan sebuah tombol yg berwarna sama dengan dinding dan sangat kecil sehingga sulit di temukan, lalu memencetnya. Langsung saja kulkas besar itu bergeser, menampakan sebuah ruangan kecil yg gelap di sana. Yuri masuk ke ruang itu, diikuti kai. “pinjam Ponsel mu” kata yuri. Kai memberikan ponselnya. Yuri memegang ponsel kai, menjadikan nya senter. Yuri berjongkok, dan melihat sebuah tombol2 angka di dinding bagian bawah. Setiap orang yg ingin masuk harus menuliskan password di sana. Yuri memencet tombol2, mengisikan password yg dia ketahui. Lalu dia berdiri, hingga beberapa detik kemudian, terdengar bunyi seperti kunci terbuka. Yuri tersenyum, ternyata password nya masih belum di ganti. Perlahan pintu baja yg ada di depan mereka terbuka, terdapat sebuah tangga di sana. Yuri menuruni tangga itu perlahan hingga tiba di anak tangga terakhir. Cahaya di ruangan itu sangat redup, jadi yuri mencari saklar lampu dan menghidupkan lampu hingga suasana di sana menjadi terang. Menampakkan ruangan elegan dan mewah di sana. Yuri berjalan perlahan menuju sebuah pintu di ruangan itu. Tokk…tokk..tokk.. Yuri mengetok pintu, tapi tak ada jawaban. Jadi yuri langsung masuk, karena pintu itu tidak di kunci. Yuri melihat seorang yeoja sedang tertidur di sebuah kasur dengan ukuran kingsize. Yuri berjalan mendekat ke yeoja itu dan duduk di samping tempat tidur nya. Yuri tersenyum memandangi yeoja yg sedang tertidur itu. Tangan kanan yuri bergerak, ingin menyentuh wajah yeoja yg sedang tertidur itu. Tapi dia mengurungkan niatnya, tidak mau mengganggu yeoja itu tidur. Jadi yuri berjalan keluar menuju dapur. Dia lihat kai sedang mengamati benda2 antik yg ada di ruangan ini. ya.. di ruangan ini memang banyak ruangan antic, dan juga ada barang2 elektronik. Tak seperti ruangan yg ada di atas mereka. Yuri membuka kulkas, dan mendapati kulkas yg penuh dengan buah, sayur, minuman, dan makanan. “pasti dia baru belanja” gumam yuri “kau mau masak?” Tanya kai yg tiba2 saja sudah berdiri di samping yuri “eh? Ohh,, nde..” jawab yuri yg kaget dengan kehadiran kai “aku bantu ya… bagaimana kalau kita buat soup?” Tanya kai , sambil ikut melihat bahan2 yg ada di kulkas. Yuri tidak menjawab, tapi dia mengeluarkan sayur wortel, kentang dll untuk membuat soup. Yuri memotong-motong sayurnya, sedangkan kai menyiapkan bumbu dan lain2. “kau tadi ngeliat siapa, di kamar yg tadi itu?” Tanya kai “someone. Nanti juga kau akan melihatnya kalau dia sudah bangun” jawab yuri “orang itu tinggal di sini sendiri?” “ne.. dia memang selalu sendiri” “kasian sekali” “ya… lebih baik sendiri , dari pada di kejar2 pembunuh seperti aku” gumam yuri pelan, sehingga tidak didengar oleh kai. 1jam kemudian. Soup dan nasi sudah tertata rapi di sebuah meja makan kecil yg hanya muat untuk 4 orang, meja itu berbentuk kotak dengan ukiran cantik di meja kayunya “semuanya memiliki seni di sini” kata kai, sambil memandangi ukiran kayu rumit di meja itu “tentu saja. Appa yg membelikan ini semua. Dulu semua barang2 ini di atas tapi sekarang di pindahkan ke bawah” kata yuri, dia ikut duduk di kursi yg ada di samping kai. Mereka berdua terdiam sambil memandangi ukiran di meja yg terlihat sangat aneh. Hingga tiba2 terdengar suara yeoja terbatuk. Disusul dengan bunyi pintu yg di buka. Yeoja itu berjalan, hingga tiba di dapur. Matanya melotot ketika mendapati yuri berada di sana. Duduk diam sambil menatapnya dan tersenyum. “yuri-ah..!!!” teriak yeoja itu lalu berlari dan memeluk yuri erat. Yuri tersenyum lalu membalas pelukan yeoja itu. “jeongmal bogoshipeo” ucap yeoja itu manja setelah melepaskan pelukannya dari yuri. “nado” balas yuri. Jangan lupa RCL OK! hargain author lah. masa author uda bkin ff pnjang2, nggak ada yg comment🙂

17 Responses to “The Treasure Part 2”

  1. KrisYulHunHanTao August 4, 2013 at 4:21 am #

    luhan itu kenapa sih thor?
    lanjutt partnya ya

    • christinaminhee August 15, 2013 at 9:49 am #

      nanti juga tau sendiri.
      penasaran ya???
      hehehe
      Oke ntar aku lanjut

  2. Devi Angeline August 4, 2013 at 2:52 pm #

    Wah kayaknya aku tau deh itu siapa yoona ya eon ??! Lanjut eon penasaran banget ni !!😛

  3. YulHunHan shipper August 7, 2013 at 6:07 pm #

    Ninggalin jejak dulu…..lanjutt!!🙂

  4. Dinda_Kpopers August 9, 2013 at 8:42 am #

    Keke~ Bagus ceritanya, Thor…😀
    Itu Luhannya kayak gak perhatian gitu sama Yuri.. -,-
    Yeoja di rumah itu siapa ?
    Update terus ya ff nya thor…🙂

    • christinaminhee August 15, 2013 at 9:37 am #

      makasih.😀
      luhan bkan gk prhatian. dy cm ngerasa bersalah aja.
      yeoja di rumah itu ?? ada deh. heheh.. ntar ada di part slanjutnya..
      Mksih comentnya

  5. friendshidae August 18, 2013 at 4:21 am #

    Itu pasti yoona?
    Mereka kembar?
    Luhan mencurigakan
    Aku lanjut baca deh

  6. Azizah YulHan shipper August 25, 2013 at 4:33 pm #

    baguss…..

  7. rizkia aulia tifanny August 29, 2013 at 7:57 am #

    huh keren2 ffnya

  8. Tetta Andira December 1, 2013 at 3:46 am #

    Wahh ,, bertambah rasa penasaran !!
    saeng ,, Lulu oppa’x cma nongol lwt smz yaa di part ini ?
    Gmna bisa tuh org ky’ gtuh ? ?
    Yeojachingu’x lg dikejar” pembunuh bayaran ,,
    dy mlah trbang ke Jepang tnpa babibu ..
    Hmm ,, bkal bnyk part sama Kai jg nihh ky’x ?
    Truz , yeoja yg ditemuin Yul-eonn .. Apa mgqn ituh Yoong-eonn ??
    asiiikk lah ,, twintrooper udh ketemu🙂
    Gak ada support yg lain slain smangat trus ne saeng ..

  9. minyul generation June 10, 2014 at 7:12 am #

    Kayak a luhan a jahat ya?? Kok setiap dy pigi yuri a celaka??

  10. liliknisa October 10, 2014 at 8:26 am #

    Wah kerennya kalo ada rumah kay gitu
    lanjut penasaran siapa yang ditemui yul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: