The Teasure Part 3

15 Aug

ff Minyul, yoona, kai, kyungsoo

Sementara kai dari tadi hanya melihat mereka berdua dengan tampang bodohnya.
“ba…bagaimana??” Tanya kai terbata-bata . terlihat bodoh sambil menunjuk wajah yuri dan yeoja tadi
“apanya yg bagaimana?” Tanya yuri
“itu…wajah.. kok sama?” Tanya kai masih terbata2 semakin terlihat bodoh.


yuri tertawa melihat tampang bodoh kai
“kenalkan… dia saudara kembar ku..” kata yuri akhirnya, setelah tawanya selesai
“Yonna imnida” kata yeoja tadi yg ternyata adalah yoona. Dia mengulurkan tangannya
“oh.. pantas wajah kalian sama persis… aku kai” kata kai lalu menjabat tangan yoona
“yuri-ah.. kenapa kau lama sekali tak pernah ke sini?” Tanya yoona
“ya! Yoona-ya!! Tak bisakah kau panggil aku dengan sebutan eonnie? Bagaimana pun aku yg duluan lahir dari pada kau. Tentang pertanyaan mu, aku sibuk.”
“hmm.. kita hanya berbeda 15 menit lahirnya.. jadi tak apa lah, aku memanggilmu yuri saja. Aku tidak terlalu suka dengan kata eonnie” jawab yoona
“hmm, sudahlah..ayo makan” ajak yuri.
Lalu mereka bertiga makan sambil mengobrol. Yoona terlihat sangat senang melihat yuri. Dia sangat bersemangat mendengar cerita yuri.

Kai keluar sebentar untuk mengambil boneka yuri di mobil, yuri memberitahu password pintu dan kai berjalan pergi. Lalu beberapa menit kemudian kai datang dengan boneka beruang di tangannya.
“lihatlah.. boneka pemberianmu masih bagus kan?? Ini.. aku titip dengan mu yaa… jangan sampai lecet sedikit pun” kata yuri berlebihan
“cih.. arrasseo…arrasseo..” yoona tersenyum lalu mengambil boneka yg ada di tangan yuri. Boneka itu adalah kado ulang tahun darinya dulu sekali, sekitar 4tahun yg lalu, dan boneka itu masih utuh sampai sekarang? Itu berarti yuri sangat sayang dengan boneka ini.
#skip
Saat ini yuri dan yoona sedang di kamar. Mereka sedang berbaring dan sibuk dengan pikiran masing2.
“yoona-ya” panggil yuri pelan. Matanya menatap langit2 kamar
“wae?” Tanya yoona yg ikut menatap langit2 kamar seperti yuri
“apa kau suka tinggal di sini?”
“tentu saja aku suka, rumah ini adalah istana ku” jawab yoona
“apa kau tak ingin pergi dan tinggal di luar seperti orang biasa..?? tak harus bersembunyi seperti sekarang ini”
“tidak… aku tidak mau.. aku takut.. jika aku tinggal seperti orang biasa, para pembunuh itu pasti akan tau keberadaan ku dan membunuhku. Kau kan tau, aku itu lemah. Tidak seperti mu. Melihat darah saja aku sudah mau pingsan”
“hmm… untung saja para pembunuh itu tak tau, kalau aku punya kembaran. Kalau sampai mereka tau, mereka pasti akan mengejar kita berdua. Untungnya yg mereka tau hanya aku, jadi hanya aku yg dikejar2 mereka.”
“kau pasti lelah” kata yoona, lalu memandangi wajah yuri yg masih menatap ke langit2
“aku tak apa, jika kau aman. Lebih baik aku yg terluka dari pada kau. Aku kan kuat sedangkan kau. Ck..ck..ck.. lemah” canda yuri sambil menggelengkan kepalanya
“ya!! Aku tak selemah itu” yoona tak terima, dia mengerucutkan bibirnya terlihat imut.
“aigoo kyeopta..” yuri menoleh ke yoona lalu mencubit pipi yoona yg mengembung
“sakittt” yoona melepaskan tangan yuri dan memegang pipinya yg memerah karena di cubit yuri.
Kwon Yoona. Dia adalah saudara kembar yuri, dia lahir hanya berbeda 15menit dari yuri. Yuri dan yoona adalah kembar identik. Hanya eomma mereka saja yg bisa membedakan mereka berdua. Tak jarang ketika mereka masih kecil dan besekolah dulu, yuri dan yoona bertukar posisi, dan tak ada 1 orang pun yg tau.
Dari dulu yuri memang sangat aktif, dan jarang takut dengan apa pun. Berbeda dengan yoona yg penakut dan manja. Makanya, ketika eomma dan appa mereka pergi bekerja ke korea, yuri selalu di beri kepercayaan untuk menjaga yoona di jepang.
Ketika SMA yuri dan yoona harus terpisah. Karena yuri di suruh ke korea untuk tinggal dan sekolah di sana bersama eomma dan appa nya.
Appa nya menolak ketika yoona ingin ikut, tanpa membarikan alasan yg masuk akal. Sebenarnya yuri tak mau pisah dengan saudara kembar nya, tapi appanya selalu memaksa nya untuk pergi ke korea.
Ketika yuri pergi, yoona menangis seharian, bahkan ajjhuma yg menemaninya sampai kewalahan di buatnya.
Tapi lama-kelamaan yoona mulai terbiasa, dan ketika dia merindukan yuri dia hanya bisa menelponnya.
Ketika liburan, yoona tak di bolehkan untuk berlibur ke korea. Appanya bilang, yoona bisa meminta libur ke mana saja, asal jangan ke korea. Tapi yg yoona mau hanya ke korea bertemu dengan saudara nya.
Karena yoona tak di bolehkan, jadi yuri yg sering pergi mengunjungi yoona ke jepang ketika liburan.
Pernah sekali yuri datang ke jepang dan menggantikan posisi yoona. Jadi yoona yg pergi ke korea sebagai yuri. Appanya tak mengetahui hal itu dan menganggap yoona adalah yuri. Tapi eomma mereka tau, dan meminta penjelasan yoona. Yoona menjelaskan kepada eommanya, dan eommanya hanya bisa menggelengkan kepala dengan kenekatan yuri.
Tapi yoona di korea hanya 2 bulan, setelah itu dia kembali lagi ke jepang dan bertukar posisi lagi dengan yuri.
Dan selalu seperti itu jika yoona ingin sekali pergi ke korea, yuri akan datang ke jepang dan bertukar posisi dengan nya.
Ketika appa dan eomma mereka meninggal yuri mendapatkan 70% dari harta mereka, sedangkan yoona hanya mendapatkan 30% sisanya.
Tapi yoona tak iri. Apa lagi begitu tau yuri sering di kejar2 oleh pembunuh. Dia jadi tau semua alasan kenapa dari dulu dia selalu di tinggalkan di jepang.

~~~~~~~~~~
“aku mau pergi… kalau aku masih bisa selamat nanti.. aku pasti akan menemui mu lagi” kata yuri lalu memeluk yoona erat dan naik ke tangga menuju pintu yg ada di atas. Kai menjabat tangan yoona
“semoga kita bisa ketemu lagi” kata kai lalu tersenyum. Yoona membalas senyumannya
“annyeong. Aku tunggu kalian” kata yoona.
Yuri membuka pintu baja itu dengan password, dan keluar dari sana, diikuti kai.
“where will we go now?” Tanya kai dengan bahasa inggrisnya yg payah
Yuri tak menjawab pertanyaan kai, dia meminjan ponsel kai, dan menelpon luhan dia tak menggunakan Iphonenya karena dia tinggal di hotel.
“yeobseyo?” suara luhan terdengar di ujung sana
“yeobseyo, Luhan-na.. kau di mana?”
“Luhan?? Nugu??” Tanya kai, tapi yuri mengangkat jari telunjuknya di mulut, menyuruh kai diam.
“yuri-ah.. kau dimana??”
“aku di jepang”
“tepatnya di mana ? biar aku menjemput mu?”
“tak usah. Beri tahu saja alamat mu dan passwordnya , supaya aku bisa masuk”
“aku kirimkan melalui sms. Password apertemen ku adalah tanggal lahirmu”
“arrasseo.. tunggu aku”
“kai-ah.. sepertinya kau disini dulu aja sama yoona. Aku mau menemui seseorang”
“hah?? Nugu??”
“tunangan ku.. cepat turun, aku buru2” kata yuri, mendorong kai supaya keluar dari mobil
“huft.. arrasseo” kai keluar dari mobil, dan melihat sampai mobil yuri hilang dari pandangan. Kai masuk ke dalam rumah, memencet tombol, lalu mengetikkan passwordnya. Dan masuk lagi ke dalam.
” ‘Twins’ password yg bagus, “ pikir kai. dia berjalan dan melihat yoona sedang menonton TV. Kai duduk di sofa yg ada di sebelah yoona
“kenapa kembali lagi? Apa ada yg ketinggalan?” Tanya yoona
“aniyo.. aku di usir oleh yuri. Dia mau menemui tunangannya katanya. Jadi dia tak mau aku mengganggunyaa. Eh,, ngomong2 apa kau tau tentang tunangannya?”
“aku tau. yuri sering cerita padaku jika di telepon. Tapi aku belum pernah secara langsung bertemu dengan tunangannya itu”
“oh..”

Sementara di tempat lain. Yuri sedang ingin mengetikkan password di sebuah apertemen, ketika ada yg menepuk pundaknya.
Yuri menoleh, dna melihat seorang namja tampan berdiri di sana.
“Minho??” Tanya yuri bingung
“ternyata kau masih mengenaliku” ucap namja yg bernama Minho itu , tersenyum.
“kau belum mati?” tanya yuri bodoh. Karena yg dia tau waktu itu, Minho menyelamatkannya dan dia di tahan oleh banyak orang. Tak mungkin Minho bisa selamat dari orang2 itu.
“tentu saja.. buktinya aku masih di sini sekarang.. kau terlalu meremehkan ku yuri-ah” Minho tersenyum
“mau apa kau ke sini? Kenapa kau bisa di jepang?” Tanya yuri, dan berhenti memasang tampang kagetnya
“itu adalah apertemen ku” Minho menunjuk pintu apertemen yg ada persis di depan apertemen Luhan. Ternyata Minho dan luhan sama2 mempunyai apertemen di situ. Bahkan apertemen mereka saling berhadapan.
“aku mau menemui seseorang” kata yuri, lalu dia berbalik dan menghadap ke pintu apertemen Minho lagi. Dia ingin mengetikkan password ketika tangan Minho menggenggam pergelangan tangan kanannya. Mencegah dia untuk mengetikkan password di sana. Dari jauh terdengar langkah kaki yg ramai. Minho semakin mengeratkan tangannya di pergelangan tangan yuri
“Lepaskan tangan ku!!” bentak yuri. Tapi Minho tak melepaskannya dan malah membawa yuri masuk ke dalam apertemen miliknya.
“ya!! Choi Minho!! Waeyo??” teriak yuri ketika tangannya sudah di lepaskan oleh Minho
“ssstttt…” Minho mengangkat telunjuknya ke depan bibirnya, menyuruh yuri diam.
Minho mengintip dari lubang kecil yg ada di pintu apertemennya. Dari sana kelihatan pintu apertemen luhan. Langkah kaki tadi semakin dekat, Minho melihat ada sekitar 5 orang masuk ke dalam apertemen luhan.
“lihat itu.. bukankah itu pembunuh, yg berusaha membunuhmu? Kenapa mereka masuk ke dalam apertemen itu?” Tanya Minho. Yuri menggeser tubuh Minho, dan sekarang gantian dia yg mengintip dari lubang kecil itu. Dia melihat orang2 bersetelan rapi dengan jas hitam masuk ke apertemen luhan.
“Orang yg tingggal di apertemen itu. Aku baru melihatnya sekitar 1 minggu yg lalu menempati apertemen itu. Dan kadang aku lihat, para pembunuh yg mencoba untuk membunuh kita waktu itu masuk ke dalam sana. Apa namja imut itu yg menyuruh orang2 itu membunuh mu?” Tanya Minho , yg membuat yuri menatapnya tajam
“jaga mulut mu. Itu tak mungkin. Luhan. Dia adalah tunangan ku. mana mungkin dia berusaha untuk membunuhku” ucap yuri dingin
“tapi, kalau begitu untuk apa para pembunuh itu datang ke rumah si luhan itu?” Tanya Minho, yg yakin bahwa ada yg tak beres dengan luhan tunangan yuri itu.
“ mungkin kau salah lihat” yuri membela luhan
“tapi kau lihat sendiri tadi.. orang2 itu masuk ke apertemen luhan. Coba bayangkan jika tadi aku tak menarik mu. Kau pasti sudah menjadi mangsa empuk orang2 itu.”
“Luhan akan membantuku” yuri menatap Minho tajam
“bagaimana kalau ternyata luhan yg memanggil mereka ke sana?” Minho balas menatap yuri tajam.
“diaammmmmm!!!!!! Tutup mulutmu Choi Minho!!!” teriak yuri, yg masih tetap mempercayai luhan. Dia tak percaya dengan apa yg Minho katakan.
Minho diam, Tapi dia merasa sangat yakin kalau luhan bukan orang baik.
Yuri membuka kunci apertemen Minho, dan berlari keluar dari sana.
Dia menuju mobilnya, tapi sialnya kuncinya tak tau ada dimana. Yuri menghembuska napas berat
“kau mencari ini?” ucap Minho yg tiba2 saja sudah berada di belakangnya sambil memegang kunci mobil. Minho memegang kunci mobil itu di antara jari telunjuk dan jempolnya, dan mengangkatnya tepat di depan wajah yuri.
Yuri bergerak cepat , berusaha mengambil kunci itu dari tangan Minho. Tapi sayangnya Minho lebih cepat
“tak segampang itu.. “ ejek Minho , dia berjalan, menggeser tubuh yuri lalu membuka pintu mobil. Minho masuk ke dalam. Duduk di belakang kemudi. Dia menutup pintu, dan membuka jendela hingga setengah terbuka.
“ayo masuk” ajak Minho
“shireo” ucap yuri ketus
“ayolah.. ngomong2 kau harus berterimakasih pada ku” Minho menatap ke depan, sambil tersenyum
“untuk??”
“masuk saja, nanti aku ceritakan”
Yuri memutar matanya lalu berjalan dan duduk di samping Minho. Minho tersenyum dan melajukan mobil yuri.
Minho membawa yuri ke sebuah restoran, dia memesan tempt khusus, supaya bisa mengobrol berduaan saja dengan yuri.
Salah satu pelayan restoran itu menunjukkan sebuah ruangan kepada mereka, di ruangan itu hanya ada sebuah meja panjang, dan tak ada kursi,
Hanya ada sebuah alas kain tebal, sebagai pengganti kursi. Meja panjang yg ada di sana pun pendek, dan di meja itu sudah tertata rapi berbagai makanan jepang kesukaan yuri.
Yuri melongo, melihat makanan yg tersaji di sana. Sedangkan Minho sudah duduk dengan rapi sambil tersenyum manis.
“ neo! Bagaimana kau tau semua makanan ini?” Tanya yuri heran, lalu duduk tepat di hadapan Minho.
“ini semua makanan kesukaan ku. Ayo makan” ajak Minho. Tapi yuri malah diam.
“kenapa tak makan? Apa tak suka. Kalau begitu aku bisa memesankan yg baru untukmu” tawar Minho sambil makan
“tak usah. Jadi untuk apa aku harus berterima kasih padamu?” Tanya yuri to the point.
“bukankah aku sudah menyelamatkan mu waktu itu?” Minho berhenti makan dan menatap yuri
“itu sudah kewajiban mu. Lagi pula , aku kan membayarmu untuk itu”
“aku hampir mati”
“tapi kau masih hidup sampai sekarang”
“setidaknya ucapkan terimakasih laah..”
“shireo..” yuri berdiri , ingin meninggalkan Minho, dia sudah membuka setengah pintu ketika Minho bersuara lagi
“aku melindungi adikmu” ucap Minho.
Mendengar kata ‘adik’ yuri berbalik dan menatap Minho datar, dia mengerutkan sedikit alisnya.
“aku tak punya adik” ucap yuri lalu berbalik lagi ingin pergi
“Maksudku kembaran” ralat Minho, dia sedikit menarik sedikit ujung bibirnya, menciptakan senyuman kecil di sana. Yuri menoleh dan menatapnya tajam.
“Ya! Choi Minho! Aku tak punya adik apalagi kembaran. Jadi berhenti mengucapkan omong kosong mu itu” bentak yuri
“jangan mengelak kwon yuri. Aku tau hampir semuanya tentang mu. Aku tau Kwon yoona , dan aku juga tau di mana dia tinggal”
“apa maksudmu?” yuri menyipitkan matanya
“duduk saja dulu” ajak Minho. Yuri menatap tajam Minho sebentar lalu duduk dengan terpaksa. Sebenarnya dia ingin pergi dari sana. Tapi rasa penasarannya terlalu besar untuk menyuruhnya tetap tinggal.
“appa mu yg menceritakan semuanya pada ku” ucap Minho, lalu memasukkan sepotong daging ke dalam mulutnya.
“bagaimana bisa?” Tanya yuri tak percaya
“apakah kau tak mengingat ku sama sekali?” Tanya Minho. yuri menggeleng
“kita pernah bertemu dulu sekali, ketika kita berdua sama2 berumur 6 tahun. Kita bertemu di seoul di rumah appa mu. Kita menjadi teman, walau pun Cuma 1 hari Karena besoknya kau kembali lagi ke jepang” Minho mengambil gelas di atas meja lalu meneguk airnya.
“selama bertahun2 aku tinggal di rumah appa mu. Lalu saat kau pindah ke korea, aku juga pindah ke apertemen yg appa mu belikan untuk ku. selama tinggal dengan appa mu. Aku di sekolahkan, dan setiap pulang sekolah aku di ajarkan, cara untuk bertahan dan melindungi, oleh orang2 appa mu. Sebelum appa mu meninggal, dia datang menemui ku dan
Memberikan banyak sekali uang yg dia taruh di dalam koper yg besar sekali. Dia juga memberikan apertemen untukku di jepang dan di seoul.
Dia menceritakan semuanya pada ku. dia menyuruhku untuk melindungi mu dan yoona. Dia memintaku untuk lebih mengawasi yoona karena dia bilang yoona lemah sedangkan kau sangat kuat.” Cerita Minho. dia memasukkan lagi makanan ke dalam mulutnya
“waktu itu, kenapa kau malah menjadi bodyguard ku? bukankah seharusnya kau mengawasi yoona?” Tanya yuri
“waktu itu, karena tak ada orang yg tau tentang yoona, jadi aku pikir tidak akan kenapa2 kalau aku meninggalkan yoona sebentar dan pergi mengawasimu”
“bagaimana cara mu melindungi yoona?”
“aku mengawasi rumah itu, dan memasang kamera kecil di dalamnya. Apa kau tak menyadarinya? Aku juga memasang beberapa kamera di pohon2 yg ada di depan, samping , dan belakang rumah. Hanya untuk jaga2 saja. Dan ketika dia keluar rumah kadang aku mengikutinya jauh dari belakang. Selama ini tak ada yg mencurigakan. Tak ada sama sekali yg tau kalau kau memiliki saudara kembar”
“memang tak ada yg tau. Dan tak akan pernah ada yg tau. Kau. tutup mulutmu dan jangan beri tahu siapapun” yuri memberi tekanan pada kata ‘tutup mulutmu’
“bagaimana jika aku tidak menutup mulutku?”
“aku akan membunuhmu.” Ancam yuri
“hahahaha… kau tau yuri? Dulu ketika kita bertemu kau menangis di hadapan ku. tapi sekarang kau bahkan mengancam akan membunuhku. Sekarang aku percaya kau adalah gadis yg kuat”
Minho mengelap bibirnya dengan tisu lalu berdiri
“ayo pergi. Aku antarkan kau ke rumah yoona” ajaknya
“tak perlu. Boleh aku pinjam ponsel mu?” Tanya yuri
“untuk?”
“pinjam saja”
Minho memberikan ponselnya pada yuri. Yuri mengetikkan nomor ponsel luhan, lalu menelponnya.
“yeobseyo” suara luhan tersengar di ujung sana
“luhan-na.. ini aku yuri, bisa kita ketemu”
“yuri-ah, kau ini. aku sudah menunggu mu di rumah dari tadi kenapa kau tak datang2?”
“mianhae, aku ada sedikit urusan. Jadi apa kita bisa bertemu? Tapi jangan di rumah mu.”
“ok! Sms saja tempatnya” kata luhan
“arrasseo” lalu yuri menutup telepon, dia menulis alamat café tempat dia akan menemui luhan dan mengirimkannya ke luhan.
“ya! Kenapa kau ingin bertemu dengannya?” Minho menatap yuri tak suka, lalu merampas ponselnya dari tangan yuri
“sudah ku bilang. Dia kan tunangan ku, tentu saja aku ingin bertemu dengannya.” Yuri berjalan pergi
“kau melupakan kunci mu yuri” Minho berjalan di samping yuri
“aku tak lupa, aku memang ingin kau yg menjadi sopir ku. jadi tolong antarkan aku ke café yg ada di dekat apertemen mu itu”
“kenapa harus aku yg nyetir?” Tanya Minho, ketika sudah berada persis di depan mobil
“kalau gak mau ya sudah.. bawa sini kunci mobilnya biar aku pergi sendiri?” yuri mengulurkan tangannya
“tak usah, biar aku saja yg nyetir” Minho membuka pintu mobil dan duduk dibelakang kemudi, sedangkan yuri duduk di sampingnya
Ketika sampai di café, yuri turun, dia suruh Minho untuk tetap di mobil saja, tapi Minho tak mau dan akhirnya Minho ikut masuk ke dalam café. Tapi dia duduk jauh dari yuri. Karena itu perintah yuri tadi. Dia boleh masuk, tapi jaraknya tak boleh terlalu dekat dengan yuri
Yuri duduk dan memesan minuman, dia menunggu luhan datang.
Tak berapa lama, luhan datang dengan senyum manis yg terukir di bibirnya
“bogoshipeo..” ucap luhan lalu duduk di samping yuri dan memeluknya
“kenapa kau selalu pergi?” Tanya yuri tiba2. Membuat luhan melepaskan pelukannya dan menatap yuri
“maksudmu?”
“ani. Lupakan saja. O,ia.. aku merasa ada yg aneh” yuri mengaduk-aduk minumannya dengan sedotan. Matanya terlihat menerawang
“apa?” Tanya luhan
“apa kau ingat waktu kita tinggal di Itali dulu? Waktu itu kita sudah tinggal di daerah pedesaan, dan kita juga tak meninggalkan sedikitpun tanda2 bahwa kita akan pergi ke itali waktu itu. Seharusnya, kita sudah aman di sana. Di desa kecil yg tenang. Tapi kenapa para pembunuh itu bisa tau kalau kau dan aku tinggal di sana. Dan membakar rumah sederhana milik kita ketika kita sedang tidur.dan..”
“tapi aku sudah menyelamatkan mu waktu itu “ potong luhan dan tersenyum. Karena memang waktu kebakaran itu terjadi, luhan yg menyelamatkan yuri dari kobaran api, jika saja luhan tidak masuk lagi ke dalam rumah yg dipenuhi api, mungkin yuri sudah tak berada di dunia ini lagi.
“aku masih tak habis pikir, bagaimana , orang2 itu bisa tau kita tinggal di sana?”
“mereka kan punya alat2 yg canggih untuk melacak keberadaan mu”
“tapi itu mustahil oppa.. aku sudah meninggalkan semua barang2 ku di korea. Semuanya. Jadi bagaimana bisa mereka menemukanku?” Tanya yuri lalu menatap mata luhan dalam2
“kenapa kau menatapku seperti itu? Apa kau mencurigai aku?”
“ani.. aku selalu memercayaimu oppa… aku tak mungkin mencurigaimu. Bagaimana pun, kau sudah beberapa kali menyelamatkan hidupku”
Di akhir kalimatnya yuri tersenyum, dan memeluk luhan
“oppa , aku selalu mempercayaimu. Aku percaya kau adalah namja terbaik yg pernah aku temui”
Sementara tak jauh dari situ, Minho menatap yuri dan luhan dengan pandangan tak suka.
“kenapa dia tak bisa bersikap seperti itu jika bersama ku” ucap Minho lalu meminum, minumannya sampai habis
“lihat saja yuri. Aku akan buktikan dia bukan orang yg baik untuk mu” ucap Minho lagi setelah selesai meneguk habis minumannya

8 Responses to “The Teasure Part 3”

  1. Devi Angeline August 16, 2013 at 8:31 am #

    Yeeee!!!!! Dugaanku benar itu yoona..😀
    Iya aku juga rada curiga sama luhan..😕
    Tapi masa luhan jahat sama yuri sih😦 jangan dong thor.. Buat YulHan bersatu ya thor.. Please.. *puppy eyes
    Ya thor ya ya ya ??? Aku tunggu part selanjutnya😉

  2. friendshidae August 18, 2013 at 5:18 am #

    Minyul minyul minyul*bawabannerminyul
    yulhan n yulkai jg gpp sih
    Tp luhan dsni jahat kyknya.
    Suka sm si kembar, yoona lemah toh
    Lanjut baca

    • christinaminhee August 18, 2013 at 10:15 pm #

      Luhan gk jahat kok..
      dia dimanfaatin*kayaknya🙂
      yoona gak lemah sih, tapi dia gak bisa apa2 untuk buat pertahanan atau nyerang kaya yuri , dan yoona itu manja.🙂
      ok!

  3. Azizah YulHan shipper August 26, 2013 at 8:35 am #

    Akhirnya Yuri sm Luhan kan??
    yaey!!!!

  4. rizkia aulia tifanny August 29, 2013 at 8:15 am #

    ehh kyk nya luhan nih yg kerja sama dng pembunuh2 nya

  5. Tetta Andira December 1, 2013 at 4:06 am #

    Tuhh kan ,, bener Yoong-eonn🙂
    saeng keren ! Aku suka banget kllo udh ada YoonYul moment ..
    berasa banget ‘twins’nya >< suka banget !!
    Hmm ,, Kai ditinggalin sama Yoong-eonn ..
    bisabisa cinlok tuhh ! Hha~ YoonKai ? Blh jg ..
    Wahh ,, ky'x Lulu oppa emng ada kaitan'x ..
    Hihhi~ si Minho demen yaa sama Yul-eonn ?
    dy jealous liat YulHan😄 ahhaaayydee' ..
    Lanjut baca dehh saeng ,, hwaiting ^^

  6. liliknisa October 10, 2014 at 8:52 am #

    Wah makin seru
    lanjut ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: