The Treasure Part 4

18 Aug

Minyul, yulhan, kai yoona. ff

Author Note : Dari sekian banyk yg baca FF ku, yg Tinggalin jejak cuma 1 atau 2 orang doang…
hohoho..*nangisdarah.#lebay
jadi gak semangat ngepost FF nih. nggak ada yg dukung. kebanyakan pada nggak ngehargain aku susah2 bikin FF.
mohon utk para reader. di harap tinggalkan jejak kalian ok! kritik/saran , aku terima. asal jangan bash FF ku aja.
😀

********

Tok..tok..tok..
Minho mengetuk pintu apertemen luhan. Tak berapa lama terdengar langkah kaki mendekat dan pintu apertemen terbuka.
Minho tersenyum
“permisi. Apa aku bisa masuk sebentar”
“untuk apa?” Tanya luhan curiga
“ada yeoja yg ingin marah2 padaku. Tolong usir dia untukku. jebal” Minho memasang tampang memelasnya, lalu nyelonong masuk ke dalam apertemen luhan.
Luhan keluar dari apertemennya dan melihat ada yeoja yg baru datang dan menggedor2 pintu tetangganya itu.
“ya!! Namja pabo!! Keluar!!” teriak yeoja itu
Luhan menarik ujung bibirnya sedikit, melihat yeoja yg mengamuk itu
“orangnya baru saja pergi” ucap luhan pada yeoja itu
Yeoja itu berbalik lalu melihat luhan
“ke mana?”
“keluar tadi, katanya dia mau ke café latte”
Tanpa berkata apa2 lagi yeoja itu pergi dengan tergesa2.
Luhan tersenyum lebar, lalu masuk ke dalam apertemennya. Dia lihat Minho sedang duduk di sofa nya.
“sudah aman. Kau bisa kembali ke apertemen mu sekarang” luhan ikut duduk di sofa
“oh, kamsahamnida. Aku berutang pada mu” Minho berdiri, membungkukkan badannya sedikit lalu berjalan menuju pintu.
Dia keluar dari apertemen luhan , dengan seringaian lebar di bibirnya. Dia merasa puas sekali.
Di dalam apertemennya, Minho menelpon seseorang
“gomawo, kau sangat membantuku. Besok akan ku transfer uang mu ke dalam rekening mu. Oke! Gomawo ne” lalu Minho menutup telopnnya.
Ternyata yg dia telepon itu adalah yeoja yg tadi dia suruh berakting untuk marah2 di di depan apertemennya. Supaya dia bisa masuk ke dalam apertemen luhan tanpa harus di curigai.
Minho berjalan menuju ruang rahasianya di dalam apertemen itu. Ruangan itu di terangi oleh lampu berwarna biru. Di sana terdapat banyak computer dan alat2 lain yg tidak di ketahui apa fungsinya.
Minho duduk di sebuah computer. Dia memasangkan earphone di telinganya lalu mengotak-atik computer yg ada di hadapannya sebentar.
Setelah itu dia duduk mematung, mendengarkan dalam diam suasana di apertemen luhan. Sepi, hanya itu. Tak ada suara sama sekali.

Minho terbangun ketika mendengar suara di telingnya. Dia menguap, ternyata tadi dia ketiduran.
Minho duduk diam, dia mendengarkan percakapan luhan, yg mungkin sedang menelpon seseorang.
“aku tak tau. Tidak. Kenapa? bukan! besok Di mana??. Star Hotel? Oke. Jam 5 sore. Kamar 235”
Hanya itu yg bisa Minho dengar, sayang sekali dia tak mendengar dari awal percakapan luhan dengan orang yg ditelponnya itu
Tapi dia masih mengingat dengan jelas kata2 luhan tadi. Minho mengucek matanya, dan melihat jam tangannya.
Jam 1 malam. Minho menguap dia menggaruk tengkuknya lalu berdiri, dia matikan semua lampu di ruangan itu, lalu berjalan ke kamarnya.
Setelah tiba di kamarnya, Minho langsung membanting tubuhnya ke kasur lalu terlelap.

~~~~~~~~~~
“yuri-ah, ada yg mengirim ini ke ponselku. Mungkin dia kira ini nomor mu. Ini baca” kata kai lalu memberikan ponselnya pada yuri.
Yuri membuka celemeknya, lalu mencuci tangan , dia usapkan tangannya pada celananya, lalu mengambil ponsel kai
‘yuri! Keluar! Aku di depan’
“Aku mau ganti baju. Kau, bantu yoona menyusun makanan di meja.” Suruh yuri lalu berjalan ke kamar, dan berganti pakaian.
Beberapa menit kemudian, yuri keluar dengan mengenakan T-shirt biru tua dengan celana jeans dan ikat pinggang putih milik yoona.

“ayo makan” ajak kai begitu yuri sudah tiba di dapur lagi dengan pakaian yg berbeda. Yuri mengangguk, duduk dan mulai makan.
“aku mau keluar” ucap yuri setelah selesai makan
“apa aku di tinggal lagi?” Tanya kai, dia mengelap mulutnya dengan tisu
“terserah.”
“kalau begitu aku ikut ne..ne..ne…” kai mengerjap-ngerjapkan matanya gaje
“sudah ku bilang, terserah. Mobil aku tinggalkan di sini. Aku pergi bersama teman ku”
“nugu?” Tanya yoona yg baru saja selesai makan
“nanti aku kasih tau, aku mau keluar dulu. Kai kau mau ikut?”
“nde” kai mengangguk semangat, lalu mengikuti langkah yuri keluar
“hati-hati!!!” teriak yoona dari dapur, sementara yuri dan kai sudah berada di tangga paling atas, tinggal mengetikkan password dan mereka keluar.
Minho tersenyum , ketika melihat yuri keluar dari dalam rumah, tapi senyumnya hilang ketika melihat ada seorang namja di belakang yuri.
“siapa lagi dia?” Tanya Minho ke yuri begitu yuri sudah ada di hadapannya
“dia…” belum sempat yuri meperkenalkan kai, kai sudah memotongnya
“aku kai. sahabat yuri” kai tersenyum lalu merangkul bahu yuri sok akrab. Yuri sendiri hanya bisa maklum dengan ke-PD an namja yg ada di sampingnya ini.
Minho hampir saja muntah melihat tingkah kai yg menurutnya menjijikkan.
“memang kapan aku pernah bilang kalau aku mau bersahabat dengannya” pikir yuri, dia memutar bola matanya
“ayo pergi” ajaknya
Minho masuk ke mobilnya dan duduk di kursi kemudi, kai membuka pintu dan ingin duduk di samping Minho ketika Minho melarangnya duduk di sana. Jadi dia pindah ke belakang dan yuri duduk di depan.
“mau ke mana sore2 begini?” Tanya yuri
“bertemu luhan” jawab Minho singkat
“mwo?”
“aku akan buktikan dia bukan namja yg baik seperti yg ada di pikirnamu” Minho berkata yakin
“dengar ya. Dia itu namja terbaik yg pernah aku temui”
Minho diam, dan melajukan mobilnya menuju star hotel. Ketika sampai di hotel, jam menunjukkan pukul 5:30.
“Ayo masuk” ajak Minho. lalu mereka bertiga keluar, Minho memesan kamar tepat no 234.
Mereka bertiga masuk ke kamar
“untuk apa kita ke sini?” Tanya yuri sambil mengelilingi kamar hotel
“luhan. Dia ada di kamar di samping kita. Dia bersama pembunuh2 itu” yuri tak berkata apa2 lagi
Minho memanggil seorang pelayan namja masuk kamar.
Awalnya yuri bingung kenapa Minho memanggil pelayan hotel itu. Tapi dia mengerti, setelah Minho memukul tengkuk orang itu keras, sehingga pelayan itu pingsan.
“kai bawa dia ke kamar mandi, dan ganti baju mu dengan baju pelayan hotel itu” suruh Minho
“kenapa harus aku?” Tanya kai sambil memandangi pelayan yg sedang tak sadarkan diri di lantai
“karena Cuma kau yg tak pernah di lihat luhan. Kalau aku yg ke sana yg ada nanti ketauan”
“kenapa aku harus memakai baju itu. Aku tak mau”
Yuri menatap kai tajam, seolah menyuruh kai melakukan apa yg di suruh kepadanya. Minho juga menatap kai sama tajam nya, membuat kai tak bisa berkutik, dan menarik pelayan tadi ke kamar mandi. Dan menukar baju.
“kau cukup tempelkan ini di dekat2 sana saja” Minho memberikan alat penyadap tipis pada kai.
Kai keluar dan mengetuk pintu kamar sebelahnya
“service room” kata kai, lalu masuk ke dalam
“tak perlu. Kau lebih baik keluar saja” kata seseorang yg ada di sana kepada kai.
Kai tersenyum, padahal sebenarnya dia takut, dengan cepat dia menempelkan alat penyadap tadi ke lukisan yg ada di ruangan itu. Yg berada dekat dengan orang2 yg sepertinya, sedang berdiskusi distu.
Kai melihat seorang namja , mukanya terlihat sangat kusut. Dari semua orang yg ada di sana. Hanya namja itu yg terlihat seperti orang baik.
‘mungkin dia yg namanya luhan’ pikir kai , lalu keluar dari ruangan itu karena dia sudah di usir.
Kai kembali lagi ke kamar hotel tempat Minho dan yuri. Dia tak melihat Minho dan yuri lagi di sana. Poselnya bergetar. Ternyata ada sms masuk dari Minho.
‘aku dan yuri di mobil’
“aissshhh… jinjja.. mereka menginggalkan ku..ck..” kai berjalan ke kamar mandi dan melihat pelayan itu masih tergeletak tak sadarkan diri di sana.
Kai berganti baju lagi, lalu keluar dari sana dan menyusul Minho dan yuri. Kai masuk ke dalam mobil dan melihat yuri dan Minho sedang serius mendengarkan sesuatu.
“Hanya ingin memberitahu, mereka hanya berjumlah 4 orang, salah satunya seorang yeoja.”
“hmm..” balas yuri dan Minho serempak.
Kai menghela napas, dia duduk di depan sendirian, karena yuri dan Minho sama2 di belakang, mereka memakai masing2 satu earphone di telinga. Minho mengotak-atik sesuatu di laptopnya agar terhubung dengan penyadap ruangan yg sudah kai pasang.
Lalu suasana menjadi sangat hening. Minho dan yuri sama2 mendengarkan percakapan di sana dengan serius.
“kenapa kemarin dia tak datang?” Tanya seseorang dengan suara berat kepada luhan. Saat ini luhan sedang di introgasi
“aku tak tau” jawab luhan
“apa kau menemuinya kemarin di tempat lain?”
“tidak” jawab luhan lemah
“jangan bohong!!!!” teriak orang itu. Di susul dengan suara luhan yg berteriak menahan sakit
“luhan..” bisik yuri membuat Minho sedikit menoleh ke arahnnya
‘Luhan-sshi.. kau harus sadar dengan posisi mu” kali ini seorang yeoja bersuara dengan lembut
“kau harus di hukum..” lanjut yeoja itu sambil membelai pipi luhan dengan tangannya.
Yeoja itu mundur, dan 2 orang pengawalnya mulai memukuli luhan
“aku hanya memintamu memberitahuku di mana gadis itu” yeoja itu duduk di sebuah kursi dengan senyuman sinis terukir di bibirnya
“pukul sampai dia mau bicara” perintah yeoja itu pada anak buahnya.
Anak buah yeoja itu memukul dan menendangi luhan.
“Luhann!!!!” teriak yuri dari dalam mobil, dia tak kuat mendengar teriakan kesakitan luhan. Dia membuka pintu dan berlari untuk masuk ke dalam kamar hotel luhan.
“YURI-AH!!!!” teriak Minho. tapi yuri tak memedulikannya.
“kai. ikuti yuri” perintah Minho. sementara dia masih duduk dan mendengarkan percakapan di sana.
”jangan buat kami terlalu lama menunggu. Dari awal aku sudah bilang. Jangan jatuh cinta padanya. Kau ceroboh luhan-sshi..”
“apa maksudnya?” Minho menyipitkan matanya
“aku tau” suara luhan terdengar lirih
‘luhan-sshi.. kau harus ingat. Aku yg telah membuat mu menjadi sekarang ini. memiliki segalanya dan apa pun yg kau mau bisa kau dapatkan.
Sekarang aku hanya ingin kau bantu aku menemukan yuri dan mendapatkan apa yg aku inginkan. Jika aku tak bisa menangkapnya hidup2. Yah, mati juga tak apa”
“Hyoyeon-sshi.. tak bisakah kau biarkan dia hidup setelah kau mendapatkan apa yg kau mau darinya?”
“bisa saja” jawab yeoja yg ternyata bernama hyoyeon itu berbohong. Dia tertawa keras.
Lalu selanjutnya Minho hanya mendengar teriakan luhan.
Minho melepaskan earphonenya dan keluar dari mobil.dia memakai topi dan jaket hitamnya.

Yuri menggedor-gedor pintu kamar hotel
“buka pintunya!!!!!” teriak yuri dari luar, kai mengikuti tak jauh di belakangnya
“yuri” gumam luhan yg kini sudah babak belur,bibir dan hidungnya berdarah. Pipi dan matanya lebam, dan seluruh badannya sakit, akibat di tendang tadi.
Hyoyeon menoleh ke luhan lalu tersenyum penuh kemenangan
“lihatlah.. siapa yg datang?? Dia datang sendiri. Bukankah itu bagus luhan-sshi” hyoyeon berjalan lalu membuka pintu.
Yuri masuk dan melihat luhan yg sedang terbaring tak berdaya dengan wajahnya yg babak belur di lantai.
“luhan-ah..” yuri berlari dan memeluk luhan yg lemas
“kau memang hebat luhan-sshi..” hyoyeon tersenyum manis
“apa maksudmu?” Tanya yuri. Dia benci melihat luhan seperti ini dan menatap tajam pada hyoyeon
“urusanmu padaku, bukan pada luhan! Jika kau ingin membunuh aku, bunuh saja aku. Jangan sakiti luhan”
“hahahaha… kau dengar luhan-sshi?? Bukankah ini lucu?? Dia menyuruhku untuk tidak menyakiti mu.” Hyoyeon melihat luhan dan tersenyum, dia berjalan dan berdiri di depan semua anak buahnya yg sedang melihat yuri dengan seringai jahat.
“Yuri-sshi.. kau bodoh sekali. Luhan. Dia itu salah satu anak buah ku. bahkan dia yg membunuh kedua orang tua mu”.
Yuri menatap luhan,
“mianhae” bisik luhan pelan dengan penuh penyesalan.
“ani.. kau tak mungkin melakukan itu kan?? Kau pasti di paksa kan?? Luhan-ah.. kau di paksa kan?” yuri yak percaya
“yuri-sshi.. tidak kah kau merasa aneh. Ketika di itali dulu?? Dia yg memberitahu ku posisi mu, sehingga aku bisa mengetahui keberadaan mu. Tapi sayangnya waktu itu dia menyelamatkan mu, dengan alasan, Kalau aku membunuhmu , aku tak akan bisa mendapatkan apa yg aku ingin kan” hyoyeon melipat tangannya di dada.
Yuri melihat luhan dengan jijik lalu melepaskan pelukannya dan mendorong luhan sehingga badannya berbenturan dengan lantai. Membuat luhan meringis
“luhan-sshi.. aku tak pernah menyangka.. kau menjijikkan!!!” yuri berkata dengan penuh emosi
Hyoyeon tertawa keras. Dia memberikan kode untuk anak buahnya supaya membawa yuri.
Yuri memberontak ketika 2 orang anak buah hyoyeon memegang tangannya secara paksa.
“lepaskan aku” teriak yuri, luhan yg tergeletak di lantai hanya bisa menatap yuri sedih. Dia tak bisa berbuat apa2, dia terlalu lemah.
Kedua pria tadi mengepung yuri dari depan dan belakang.
Yuri menyipit menatap pria yg ada di depannya, lalu menendang selangkangan pria itu, membuat dia terjatuh sambil meringkuk menahan sakit. Yuri tersenyum sedikit dan langsung berputar ke pria yg ada di belakangnya, pria itu melayangkan tinju nya tepat ke wajah yuri, untung nya yuri sempat menghindar dengan menundukkan kepalanya, yuri meninju perut pria itu dengan sekuat tenaganya, membuat pria itu sedikit berteriak, yuri melanjutkan dengan memukul tengkuk pria itu dengan sangat keras seperti yg Minho lakukan tadi, dan berhasil membuat pria itu pingsan seketika.
“yuri awas..” gumam luhan sangat pelan, tapi yuri masih bisa mendengarnya. Yuri menatap luhan jijik, lalu berbalik.
Tapi sebelum dia sempat berbalik, hyoyeon menutup mulutnya dengan sapu tangan yg sudah di semprotkan dengan obat bius.
Awalnya yuri memberontak, tapi dia melemas di setiap detiknya lalu tak sadarkan diri.

~~~~~~~~~~
Yuri membuka matanya perlahan, dia sedikit mengerjap ketika, melihat cahaya lampu yg ada tepat di atas kepalanya.
Ruangan itu gelap, hanya ada 1 lampu yg menyala , yaitu lampu yg ada tepat di atas kepala yuri.
Yuri melihat tubuhnya, yg sedang terduduk di sebuah kursi kayu, tangan dan kakinya nya terikat pada kursi kayu itu.
“sudah bangun dari mimpi indah mu yuri-sshi??” tiba2 suasana menjadi sangat terang, karena semua lampu yg ada di ruangan itu dinyalakan.
Yuri menutup matanya, lalu setelah dia sudah terbiasa dengan sinar lampu yg sangat terang, dia memperhatikan sekelilingnya.
Ternyata dia sekarang sedang berada di sebuah gudang, yg mungkin sudah lama tak terpakai. Ada sarang laba-laba di mana2. Dan baunya sangat tak enak.
Yuri melihat hyoyeon yg berjalan mendekat ke arahnya. Dia hanya di temani oleh seorang pria kurus dengan senyum yg sangat menyebalkan.
“apa mau mu” Tanya yuri to the point
“berikan aku boneka beruang, yg selalu kau bawa ke mana2 itu” jawab hyoyeon sambil berjalan memutari kursi yuri perlahan, sementara pria kurus itu berdiri menyandar di pintu yg tertutup.
“untuk apa?? Tak ada yg istimewa di boneka itu”
“kau pikir begitu?? Kalau begitu berikan saja boneka itu pada ku jike menurut mu tak ada yg istimewa”
“tentu saja aku tak akan memberikannya.. itu pemberian dari a__” hampir saja yuri mengucapkan kata ‘adikku’
“a??” hyoyeon memiringkan kepalanya sedikit dia sekarang sudah berdiri dengan sempurna tepat di hadapan yuri
“appa ku..” jawab yuri dia menatap lantai putih kotor yg ada di bawahnya
“kalau begitu aku pinjam sebentar.. nanti akan ku kembalikkan pada mu jika sudah selesai”
Yuri memasang senyum sinis nya
“dan kau akan langsung membunuhku”
“hahaha.. kau pintar sekali yuri-sshi..” hyoyeon membelai wajah yuri yg tengah menunduk dengan pisau lipat kecilnya
“berikan saja boneka itu padaku, maka aku akan membuat mu mati dengan cepat. Jika kau terus mempertahan kan boneka itu. Yaah…” hyoyeon menghentikan kalimatnya, dia mengangkat wajah yuri yg menunduk hingga menatap matanya yg hitam
“aku akan membunuhmu dengan perlahan, supaya kau bisa merasakan sakit yg sangat-sangat…” hyoyeon memandang yuri kasihan lalu tertawa, dia berjalan menjauh dari yuri lalu berbalik
“kau juga tak tau apa fungsi dari boneka itu kan yuri-sshi.. lebih baik kau berikan saja pada ku. aku akan memberimu waktu sampai besok. Jika kau masih tak mau mengatakannya, dengan terpaksa aku akan melakukan sesuatu padamu” hyoyeon menyunggingkan senyum menyebalkannya dia mematikan semua lampu
“hanya untuk kenang-kenangan” ucapnya
“aarrggghhh…!!!!” teriak yuri ketika hyoyeon tiba2 sudah di depannya dan menggoreskan pisau lipatnya dari lengan yuri sampai ke pergelangan tangannya. Tusukannya tak terlalu dalam tapi cukup dalam untuk membuat darah segar mengalir deras di sana
“kau. jaga dia di depan” perintah hyoyeon pada pria kurus tadi. lalu Dia dan pria kurus tadi keluar dari ruangan itu dan menguncinya.
Pria itu mengangguk, lalu berdiri di depan pintu di luar ruangan, menuruti perintah hyoyeon.
Yuri mendengar suara langkah kaki menjauh, pasti itu hyoyeon. Yuri memutar otaknya , memikirkan bagaimana cara dia keluar dari sini. tapi otak nya sama sekali tak bisa berfikir.
Dia malah memikirkan luhan. Dia masih tak menyangka ternyata luhan adalah musuhnya.
Yuri menggelengkan kepalanya, berusaha menghilangkan bayangan luhan di otaknya yg sangat mengganggu. Lalu yuri mendengar sebuah teriakkan, dan ada bunyi seperti kursi di tarik lalu bunyi yg sangat keras.
Yuri mengerutkan keningnya, dia penasaran dengan apa yg terjadi di depan pintu sana. Tapi dia tak bisa keluar, bahkan berpindah tempat 1cm saja sulit untuknya.
Yuri mendengar suara kunci terbuka dan masuk seseorang dengan paras tinggi dan kurus. Dia memasuki ruangan. yuri tak bisa melihatnya dengan jelas karena lampu nya mati. Tapi pria itu menghidupkan semua lampu , dan yuri langsung mengenali orang itu.
Dia adalah Minho.
“Minho-ah.. apa yg kau lakukan di sini?” Tanya yuri bingung
“tentu saja aku menyelamatkan mu” Minho memutar matanya lalu berjongkok di belakang kursi yuri, mencoba melepaskan tali yg terikat kuat di sana.
Minho mengambil pisau lipat dari jaket dan mulai memotong tali yg mengikat tangan yuri lalu berlanjut ke kakinya.
“ayo pergi” ajak Minho lalu menarik pergelangan tangan yuri
“pelan2.. kakiku masih gemetar karena terlalu lama di ikat dalam posisi duduk”
“masalahnya , kalau kita tak cepat2 pergi dari sini kita akan tertangkap” kata Minho, lalu dia berlari sambil menarik pergelangan tangan yuri.
Di depan pintu yuri bisa melihat pria kurus yg bersama hyoyeon tadi sudah tak sadarkan diri, dengan kursi yg hancur di dekatnya.
Yuri ikut berlari dengan terengah-engah. Minho masih menggenggam pergelangan tangannya dengan erat. Mereka melewati sebuah ruangan besar yg kondisinya sama menyedihkannya dengan ruangan tempat yuri di sekap tadi. Yuri melihat ada sekitar 9orang yg tergeletak tak sadarkan diri selama dia berlari bersama Minho.
“apa kau yg membuat mereka semua terkapar seperti itu?” Tanya yuri ketika Minho mulai melambat, mereka sudah berada di luar sekarang dan suasanya sangat gelap.
“kau pikir?” Minho berhenti dan menaikkan sebelah alisnya
“sekarang kita ke mana? Memang kau tau kawasan ini?”
Di akhir kalimat yuri tiba2 terdengar suara mobil mendekat, yuri menarik tangan Minho supaya berlari, tapi Minho malah diam.
Hingga mobil itu berhenti tepat di depan mereka.
“kai!?!!” pekik yuri
“cepat masuk..” perintah kai. langsung saja yuri dan Minho masuk ke kursi belakang. Yuri menarik napasnya lega lalu bersender pada kursi mobil.
Dia sangat lelah hari ini. badannya terasa sakit semua.
“yuri-ah.. gwaenchana??” Tanya kai khawatir
“nde.. gwaenchana” jawab yuri lemas, lelu menutup matanya. Dia lelah.
Minho menatap ke luar jendela. Sekarang mereka sedang di pejalanan menuju rumah yoona.
Dia sedikit kaget, ketika tiba2 kepala yuri bersandar di bahunya. Minho melihat yuri. Ternyata yuri tertidur. Minho tersenyum, dan menghirup aroma rambut yuri yg harum.
Sementara dari depan, kai melihat Minho dari kaca dengan pandangan tak suka.
~~~~~~~~~~
Yuri terbangun di kamar, dia melihat jam ternyata sekarang jam 4 sore. Yuri duduk di kasurnya. Badannya terasa sakit semua seperti akan patah menjadi beberapa bagian.
Yuri turun dari tempat tidur, dengan susah payah dia berjalan keluar. Dia melihat lengannya. Sekarang ada 2 ukiran di sana dan dua-dua nya adalah ukuran dari benda yg sama. Pisau.
Yuri keluar dari kamar dan melihat Minho, kai, dan yoona sedang duduk dalam diam. Tak ada satu pun dari mereka yg terlihat ingin berbicara.
Yuri berjalan pelan lalu duduk di samping yoona , sedangkan Minho dan kai duduk bersebelahan.
“kenapa sunyi sekali?” yuri berbicara memecah keheningan
“tak ada yg tau, ingin membicarakan apa” jawab kai.
Yuri memperhatikan Minho dari dekat, dan baru melihat ternyata Minho lumayan banyak terluka di bandingkan dia.
Lengan kirinya di perban, ada memar dan beberapa goresan kecil di wajah mulusnya. Di kakinya ada banyak sekali luka2 kecil dan lebam2.
“kau tak apa Minho-ah??” Tanya yuri khawatir
“gwaenchana” jawab Minho dia menatap ke lantai.
Yuri teringat ketika dia di sekap, hyoyeon menginginkan bonekanya. Tapi untuk apa.
“yoona-ya.. tolong ambilkan boneka beruangku”
Yoona berjalan pergi, beberapa menit kemudian dia datang lagi dengan boneka beruang di tangannya. Yuri mengambil boneka itu, lalu membalik-balikkan nya. Berusaha mencari sesuatu yg kira2 di inginkan oleh hyoyeon.
Tapi dia tak menemukan apa pun.
“kau mencari apa?” Tanya Minho yg dari tadi memperhatikan kesibukan yuri
“hyoyeon,, yeoja itu menginginkan boneka ini.. tapi aku tak tau untuk apa” jawab yuri
“mungkin ada sesuatu di dalam nya” kata kai
“bagaimana bisa?” yuri menatap kai yg duduk di depannya
“boneka ini kan yoona berikan 2 tahun yg lalu. Sebelum orang tua mu meninggal. Siapa tau saja eomma atau appa mu, menaruh sesuatu di sana. Mengingat kau sangat menyukai semua barang yg yoona berikan padamu, kau pasti akan sangat menjaga boneka ini” jelas kai
“dari mana kau tau aku memberikan ini 2 tahun lalu sebelum eomma dan appa ku meninggal??” Tanya yoona sambil melihat ke arah kai
“yuri menceritakannya pada ku, ketika dia menginap di rumahku. Tapi waktu itu dia hanya bilang boneka itu dari saudara nya. Jadi aku belum tau kalau ternyata dia punya kembaran sampai kemarin aku tiba di sini dan melihatmu.”
“Minho-ah… boleh pinjam pisau lipat mu sebentar”
Minho merogoh kentong celananya dan mengeluarkan pisau lipat dari sana. Minho memberikan pada yuri tanpa berkata apa-apa. Dia hanya terus memperhatikan yuri.
Yuri menyobek boneka itu perlahan melalui garis benang di punggung boneka itu.
Ketika sudah kira2 8cm yg dia robek, yuri mengembalikan pisau lipat pada Minho, dan memasukkan tangan kanannya ke dalam tubuh boneka itu. Yuri merasakan busa lembut boneka itu menyentuh tangannya.
Yuri menjelajahi tubuh boneka beruang itu dan setelah beberapa menit, tangannya memegang sesuatu. Seperti uang. Yuri membawa kertas itu keluar dengan perlahan.

12 Responses to “The Treasure Part 4”

  1. friendshidae August 18, 2013 at 6:00 am #

    Itu isinya apaan sih?
    Klo uang psti ga sbrp lah, msa iya smpe mau bunuh orang.
    Cek kah?
    Di tggu lanjutannya.
    Memang kadang siders bikin kesel, tp klo kata aku jgn trlalu di pikirin.
    Jgn jd brhnti cm gara2 siders.
    Buat karya2 yg bgs nanti jg sidersnya sadar sndri.
    Kadang jg mereka mau komen tp ga tau caranya,
    Semangat buat lanjutin ff nya🙂

    • christinaminhee August 18, 2013 at 10:14 pm #

      penasaran yaaaa???
      nggak sesimpel itu kok. kan gak mungkin dikejar2 ampe mau di bunuh cuma gara2 uang 1 lembar.
      cek?? kayanya bukan deh..
      oke! mksih yaa..

  2. nabila August 18, 2013 at 11:32 am #

    yuri tetep ama luhan ya, thor
    please

    • christinaminhee August 18, 2013 at 10:10 pm #

      sayangnya gak bisa..🙂
      aku uda bikin Minyul.
      tpi setelah FF the Treasure Bakal ada FF YulHunHan kok..😀
      kamu bayangin aja kalo minho itu luhan dan luhan itu minho🙂
      mksih uda komen

      • KrisYulHunHanTao August 19, 2013 at 1:23 pm #

        ok,, tnang aja yang penting ada YulHunHan
        ntar buat ff YulTao juga ya klo bisa

      • christinaminhee August 19, 2013 at 9:33 pm #

        oke..oke..😀

  3. Devi Angeline August 19, 2013 at 9:18 am #

    Oh ini ff pairing MinYul ya?? Aku kira YulHan😛
    Sabar ya thor siders memang tidak bisa menghargai orang lain !!!!!
    Tetep semangat dong thor..😀 aku bakalan kasih semangat terus ko ke author😉
    SEMANGAT !!!!🙂;-):-D

  4. rizkia aulia tifanny August 29, 2013 at 8:38 am #

    yeah minyul … huh ksian luhan oppa . sini luhan oppa aku obatin.

    • christinaminhee September 1, 2013 at 1:46 am #

      Luhan uda aku obatin kok..
      jadi gk usa repot2 ngobatin dia*ngarep,.. hehehe🙂

  5. Tetta Andira December 1, 2013 at 4:28 am #

    OMG !! Jd Lulu oppa yg mmbunuh ortu’x Yul-eonn ?
    bt , dr apa yg terdengar .. Lulu oppa trnyata beneran jatuhcinta sama Yul-eonn ..
    Huuuffftt ,, jd galau ! Kirakira MinYul apa YulHan yaa ?
    bt , si Kai jg ky’x suka sama Yul-eonn yaa ? Ckckk ..
    Kai sama twin’x Yul-eonn ajah ..😀
    paling suka pas adegan laga’x , saeng . Kereenn !! ><
    Keep spirit & hwaiting ! !

  6. liliknisa October 10, 2014 at 9:08 am #

    Apa isinya?
    Makin penasaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: