The Treasure Part 5

23 Aug

Minyul, yulhan, kai yoona. ff

Author Note : Mianhae, updatenya lama..🙂. lagi sibuk sekolah, jdi kdang gk pnya wktu internetan.
dann… di part ini kayanya agak gaje+aneh+gk masuk akal.
tpi walaupun gtu jngan bosen2 ya jdi reader di sini😀
o,ia.. di sini anggep aja yuri sama yoona wajahnya sama persis. Ok! terserah deh mau bayanginnya gimana. yg pasti mereka persis.
Happy Reading… jangan lpa tnggalkan jejak yaaaaa… !*teriakpaketoa

Ternyata itu bukan uang seperti yg yuri pikirkan. itu memang kertas tipis yg dilipat kecil seperti uang, tapi ukurannya sebenarnya, besar seperti buku gambar dengan ukuran 4A. gambarnya adalah, gambar jalan2 seperti yg ada pada peta harta karun bedanya di sini tak ada tulisan atau petunjuk2 lain seperti pohon atau yg lainnya, di kertas ini hanya ada gambar jalan2 yg tak jelas saja.
di ujung kiri kertas ada sebuah gambar pohon kecil. Dan juga ada sebuah tulisan kecil yg ada di bawah bagian kanan kertas.
Pohon mati tak tertebang
Menjadi meja menjadi mati
Adalah satu dan tetap Satu
Tak ingin mati
Tapi aku ingin hidup

“apa maksudnya?” yuri mengerutkan keningnya bingung dengan kata2 yg tertulis di sana
Kai mengambil kertas itu dari tangan yuri dan membaca ulang kata2 yg ada di sana dengan suara keras sehingga Minho dan yoona juga dapat mendengarnya.
Dan mereka semua sama2 bingung.
“pohon mati tak tertebang… berarti pohon itu mati karena di racuni” ucap kai ngasal
“menjadi meja menjadi mati… tentu saja pohon harus mati kalau mau di jadikan meja. Tak mungkin kan pohon yg masih tumbuh di jadikan meja” lanjut kai dengan pemikirannya yg gila
“adalah satu dan tetap satu… yaahh.. pohon dan meja memang sama-sama 1 yaitu kayu”
“tak ingin mati, tapi aku ingin hidup… “ kai terdiam, berpikir beberapa detik lalu melanjutkan
“mungkin pohon itu tak mau jadi meja..” kai semakin asal menebak-nebak kata2 yg seperti kuis itu
“kai-ah… hipotesa mu terdengar bodoh” ucap Minho, lalu mengambil kertas tadi dari tangan kai.
Kai memberikan cengirannya lalu berjalan ke dapur untuk mengambil minum.
Yuri memijit-mijit kepalanya, sedangkan yoona bersandar pada bahunya sama2 tak mengerti dengan kata2 itu.
“Minho-ah.. apa kau mengerti?” Tanya yuri yg menangkap ekspresi bingung di wajah Minho saat membaca kata2 yg tertulis di kertas itu.
“entahlah.. yg aku tangkap di sini. Si pohon ingin tetap hidup, dan menjadi satu, dan…. Huft.. aku tak tau..” Minho menyerah dan mengembalikan kertas itu pada yuri.
kai sudah kembali dari dapur dan menyalakan TV.
Yuri berdiri, dia berjalan pelan ke dapur untu meminum air. Dia sangat haus.
Yuri membuka kulkas dan mengeluarkan jus jeruk kotak besar dari sana. Dia menuangkan jus jeruk itu ke dalam gelas lalu duduk di meja makan sambil meminum jusnya.
Yuri memandangi kertas itu lagi. Dan dia masih tetap tak mengerti.
Tanpa sengaja yuri memperhatikan ukiran2 yg ada di meja makan, setelah memperhatikan dengan teliti ada yg aneh di sana.
Ada sebuah gambar
Yuri melihat sebuah ukiran kata2 di sana. Sangat singkat tapi mampu membuat yuri mengerti apa arti kata2 yg ada di kertas tadi
Dua, selanjutnya satu
Kehidupan ada di tangan ku
Aku ingin hidup
Yuri berteriak kesenangan. Sekarang dia mengerti apa yg di maksud oleh kata2 itu.
Mendengar teriakan yuri Minho, kai , dan yoona langsung berlari ke dapur dan melihat yuri yg tersenyum manis kepada mereka.
“aku tau.. sekarang aku tau” kata yuri kesenangan
“apa yg kau tau?” Tanya kai
“kata2 ini, yg ada di gambar.”
“jadi bagaimana?”
“Pohon mati tak tertebang
Menjadi meja menjadi mati
Adalah satu dan tetap Satu
Tak ingin mati
Tapi aku ingin hidup”
yuri membacakan kata2 itu lagi dengan keras
“coba kita ke bagian paling akhir dulu.. tak ingin mati, tapi aku ingin hidup.. nah.. di dua kalimat pertama kan ada kata mati coba di ganti dengan kata hidup. Karena di kalimat terakhir di bilang dia tak ingin mati, dia inginnya hidup.
Jadi kalimat itu berubah menjadi
Pohon hidup tak tertebang
Menjadi meja menjadi hidup
Selanjutnya adalah kalimat Adalah satu dan tetap Satu
Benar kata kai tadi, mereka sama2 kayu, kertaskan dari kayu itu berarti mereka satu, lagi pula coba kalian baca tulisan yg ada di meja ini.
Dua, selanjutnya satu
Kehidupan ada di tangan ku
Aku ingin hidup.
jadi mungkin intinya, jika kertas dan meja ini kita satukan mereka bisa hidup” jelas yuri panjang lebar.
Kai mengerutkan keningnya, lalu mengambil kertas yg ada di tangan yuri, dan meletakkannya di atas meja.
“kok nggak hidup??” Tanya kai bodoh
Pletaakk…
Satu jitakan mendarat dengan mulus di kening kai.
“ya!! Maksudnya di sini hidup itu mungkin bisa di gunakan atau bisa di mengerti dengan jelas begitu” yuri menatap kai kesal
“tapi kenapa kau harus menjitak keningku?” kai mengelus-elus keningnya yg di jitak yuri
“itu karena kemampuan berpikir otakmu terlalu lemah” yuri memalingkan pandangannya dari kai dan memperhatikan meja dengan teliti.
Dia meraba-raba meja itu dan memperhatikan dengan serius , sampai2 dahinya berkerut.
Di ujung kiri meja yuri melihat ukiran gambar pohon yg sama dengan yg ada di kertas. Dia mulai mencocokkan kertas itu dengan meja.
Sementara Minho, kai, dan yoona, hanya melihat saja, tanpa membantu apa pun. Karena mereka juga tak tau harus membantu apa.
Telunjuk yuri menelusuri meja dengan teliti, wajahnya hanya berjarak beberapa senti saja dari meja. Sesekali dia melihat kertas yg dia pegang lalu kembali meneliti meja lagi. Tanpa sadar keringat membasahi dahi yuri, sangkin seriusnya dia melakukan kesibukannya itu.
Kai mengambil tisu lalu mengelap dahi yuri.
“gomawo” ucap yuri masih sambil melihat ke meja.
“kau berterimakasih pada meja?” Tanya kai
Tapi yuri tak memperdulikannya. Dia masih berkutat dengan meja, sementara Minho, kai ,dan yoona, masih setia memperhatikannya.
Setelah kira2 hampir 1 jam, yuri terduduk di kursi meja makan, dia menghembuskan napasnya lalu membaringkan kepalanya di atas meja dan menutup mata. Dia lelah dari tadi menunduk meneliti meja ini, lehernya pegal.
“bisa tolong ambilkan aku minuman dingin?” Tanya yuri dengan mata tertutup
Minho berjalan ke kulkas dan menuangkan jus jeruk ke dalam gelas, dia duduk di sebelah yuri.
“ini” dia meketakkan gelas itu di atas meja. Yuri membuka matanya lalu meminum habis jus itu.
“baiklah. Aku mengerti semuanya sekarang” yuri berdiri
“yoona .. kau punya pensil?” Tanya yuri
“ada” yoona berlari kecil ke kamarnya mengambil pensil.
“ini” yoona kembali dengan pensil di tangannya
Yuri mengambil pensil itu lalu menggambar sesuatu di atas kertas berukuran 4A tadi. Cukup lama dia menggambar hingga akhirnya selesai. Yuri tersenyum puas melihat gambar yg ada di tangannya.
Minho mengambil kertas yg ada di tangan yuri.
Sekarang di kertas itu tak hanya ada gambar jalan2 setapak yg tak jelas saja. Sekarang Di gambar itu ada penjelasannya juga. Ada petunjuk pohon2, batu-batu yg agak besar dan juga gambar sebuah rumah di dekat rumah itu ada pohon yg bentuknya aneh. Dan Tepat di ujung jalan yg ada di ujung kiri kertas, tepat di samping pohon kecil yg tergambar di sana, ada sebuah kotak.
“bagaimana bisa kau menggambar ini. dan sangat rapi juga?” Tanya Minho tak habis pikir
“lihat lah.. kertas dan meja ini saling berhubungan. Di kertas hanya ada gambar jalannya saja. Sedangkan di meja hanya ada gambar petunjuk2 dan letak kotak itu.” Minho melihat ke meja, lalu mengangguk tanda mengerti, kali ini dia benar2 mengerti
“tapi apa yg di inginkan si hyoyeon itu, jika dia hanya mendapatkan kertas yg ada di boneka itu saja tanpa melihat meja ini. percuma saja kan?? Dia tak akan mengerti” yoona bersuara
“mungkin dia pikir di kertas itu sudah tergambar dengan jelas semua nya” tebak yuri
“hmm… tapi apa inti dari gambar ini?” Tanya yoona, dia berdiri di sebelah kiri Minho sambil memperhatikan kertas yg Minho pegang
“mungkin peta harta karun. Mungkin appa mu menimbun sesuatu yg berharga di sana” tebak kai yg sudah berdiri di sebelah kanan Minho
“apa?? Uang??” Tanya yoona
”sepertinya tidak mungkin. Mungkin emas atau permata. Atau sesuatu yg berharga lainnya” Minho yg dari tadi diam bersuara
“apa kau tau ini tepatnya di mana?”
“seoul. Di sini ada tulisannya” yuri menunjuk meja tadi yg tepat di tengah2 ada tulisan kecil2 ‘S.E.O.U.L’ “
“apa kita akan pergi ke sana untuk mengambilnya” Tanya yoona dengan mata berbinar-binar. Jujur saja, dia ingin sekali ke korea. Sudah lama dia hanya terkurung di sini sendirian. Karena ajjhuma yg dulu menemaninya sudah meninggal.
“tepatnya hanya aku, Minho , dan kai” ucap yuri
“yuri-ah..tapi aku ingin ikut. Aku tak mau terkurung lagi di sini sendirian” yoona berkata sedih, sambil menatap lantai. Tangannya bertaut memainkan jari2 nya.
“kundae.. yoona-ya.. aku takut sesuatu terjadi padamu” yuri merangkul yoona
“tak akan ada yg terjadi padaku jika ada kau di sampingku. Yuri-ah.. jebal, aku tak mau sendirian”
“huft.. arrasseo..arrasseo.. sekarang tolong jangan memasang tampang sedih seperti itu. Aku akan mengajakmu” yuri mengalah
“jinjja??” yoona menatap yuri tak percaya
“nde, nae dongshaeng..” yuri tesenyum
“yeeessss…” teriak yoona kesenangan lalu berlari ke kamarnya
“apa kau serius??” Tanya Minho
“ya” jawab yuri yakin
“kai-ah.. tolong urus hotel tempat kita pertama tiba dulu. DanTolong ambil Iphone ku yg ada di sana.” Yuri memberikan kartu kreditnya pada kai. kai mengangguk lalu pergi dengan menggunakan mobil yuri.
“kita harus ke rumah ku sebentar” Minho memegang tangan yuri, menyuruh yuri untuk mengikutinya
“untuk apa?”
“nanti ku beri tahu. Yoona-ya!! Aku pergi sebentar dengan yuri. Mungkin kai akan lebih dulu tiba di sini nanti” teriak Minho, lalu pergi bersama yuri.
Minho berjalan menuju apertemennya, dia memngetik password dengan terburu-buru lalu masuk ke dalam, yuri mengikuti di belakangnya.
Yuri sedikit melirik pintu apertemen luhan baru masuk ke apertemen Minho.
Minho berjalan menuju kamarnya, yuri mengikuti. Minho mengambil sebuah kotak yg ada di bawah kolong tempat tidurnya.
Yuri ternganga begitu Minho membuka kotak itu dan memperlihatkan isinya. Di sana ada sekitar 6pistol laras pendek, dengan peluru yg banyak di bawahnya.
“banyak sekali. Dari mana kau mendapatkannya?” Tanya yuri dia membelalakan matanya
“kau ingat waktu aku bilang, appa mu datang dan memberikan aku sekoper besar uang. Nah di koper itu juga ada banyak senjata seperti ini. ada juga ini baru sebagian saja. Masih ada lagi di korea. Aku simpam di apertemen ku” jelas Minho. dia mengambil semua pistol itu dan memasukkannya ke dalam tas punggung nya.
Tokk..tokk..tokk..
Ada yg mengetuk pintu apertemen Minho, membuat Minho dan yuri membeku seketika
“nugu?” Tanya yuri. Minho hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
Yuri berjalan ke pintu dan mengintip dari lubang kecil yg ada di pintu apertemen Minho, dan terlonjak kaget, karena orang yg mengetuk itu adalah luhan.
“Minho-ah..” panggil luhan sambil mengetuk pintu
“ndee..” teriak Minho dari dalam. Dia menyerahkan tas punggungnya pada yuri, dan mengisyaratkan supaya yuri masuk ke dalam kamarnya, supaya luhan tak melihatnya.
“ada apa?” setelah membuka pintu
“hanya ingin main ke apertemenmu” jawab luhan lalu masuk ke dalam padahal Minho belum mempersilahkannya
“apa itu kamarmu?” luhan menunjuk pintu kamar luhan yg tertutup
“nde” jawab Minho singkat.
Luhan tersenyum, lalu berjalan menuju kamar Minho.
“mau apa kau?” Tanya Minho. tapi luhan tak menjawabnya dan terus berjalan menuju kamar Minho
“ya.. kau tidak boleh masuk. Ini privasi” ujar Minho lalu merentangkan tangannya di depan luhan, karena luhan sekarang sudah berada tepat di depan pintu kamarnya
“apa ada yeojachingu mu di dalam??? Apa kau habis melakukan sesuatu dengan yeoja mu??” goda luhan
“ah, aniyo” Minho menggelengkan kepalanya
“kalau begitu biar aku masuk, aku hanya ingin melihat saja” luhan menggeser tubuh Minho yg menutupi pintu, lalu membuka pintu kamar dan masuk ke dalamnya
“tak ada apa2 kan” Minho berkata di belakang luhan dengan wajah khawatir
“hmm…” luhan berjalan mengitari kamar Minho, dia berhenti di lemari besar Minho, lalu membukanya. Minho sudah jentungan. Taku kalau yuri bersembunyi di sana. Tapi untungnya tak ada apa2. Luhan berjalan ke kamar mandi luhan, dan masuk ke dalamnya.
Langsung saja kesempatan itu di gunakan yuri untuk keluar dari tempat persembunyiannya di bawah kolong tempat tidur dan berlari keluar dari apertemen Minho, dan masuk ke dalam mobil Minho yg ada di parkiran. Jantungnya masih berdetak sangat cepat.
Sementara di apertemen, Minho mengikuti luhan dari belakang, dia lega karena yuri sekarang sudah pergu dari sini.
Luhan keluar dari kamar Minho, lalu mengitari apertemen Minho.
“apa kau mencari sesuatu?” Tanya Minho curiga
Luhan memutar tubuhnya menghadap Minho
“aniyo. Hanya saja, tadi aku seperti melihat seorang yeoja masuk bersamamu” jawabnya
“yeoja??” Tanya Minho gugup
“nde.. rambutnya hitam panjang.. dia mirip seseorang yg ku kenal” jelas luhan
“ah.. mungkin itu hanya perasaan mu saja, karena tak ada sama sekali yeoja yg masuk ke apertemen ku” bohong Minho
“apa kau hanya ingin menannya kan itu?? Aku ingin pergi sekarang. Apa kau bisa keluar? Maaf” Minho mendekati luhan
“nde? Tentu saja. Aku akan keluar, maaf mengganggumu. Aku hanya penasaran saja” luhan berjalan keluar.
“akhirnya…” Minho bernafas lega ketika luhan sudah tak ada. Dia buru2 keluar untuk menemui yuri yg dia yakin sekarang sedang di mobil.
“Minho-ah.. bagaimana??”
“semua beres” Minho tersenyum lalu melajukan mobilnya
~~~~~~~~~~~~
Yuri berjalan sambil menunduk, dia menggunakan jaket yg sebatas paha dan kacamata hitam dan topi untuk menutupi wajahnya agar tak terlihat orang, Minho dan kai berjalan mengapitnya, sedangkan yoona berjalan sekitar 1 meter di samping Minho. yap..yoona sekarang sedang bepura-pura menjadi yuri. Karena tak mungkin jika mereka sama2 memperlihatkan wajah mereka. Karena yuri yakin bahwa pasti akan ada mata2 hyoyeon yg melihat mereka.
Yoona juga berjalan agak jauh dari yuri dkk. Karena kata yuri supaya orang2 hyoyeon yg melihat mereka-jika melihat, akan menyangka kalau dia hanya sendirian.
Awalnya yuri ingin supaya yoona saja yg menutupi wajahnya untuk menyamar. Tapi yoona tak mau. Jadi mau tak mau harus yuri yg menyamar.
Mereka semua masuk ke pesawat yg akan membawa mereka ke seoul, tanpa sadar jika mereka diikuti seseorang.
Selama di pesawat mereka semua hanya diam, hingga mereka mendarat di korea, yuri membuka suaranya.
“Minho-ah, kita ke apertemen mu saja”
“oke!” jawab Minho
“kenapa tak ke rumah ku??” Tanya kai
“rumah mu jauh. Lebih dekat ke apertemen Minho. nanti saja jika keadaan darurat kita akan ke rumah mu”
“Yuri-ah!!!!!” teriak seseorang pada yoona yg sedang berjalan sekitar 1meter di samping kai sekarang. Yuri terlonjak kaget, dia sangat mengenali suara ini.
Ini suara luhan, mantan tunangannya. Yuri melirik yoona yg kebingungan menatapnya.
“jahat” yuri menggunakan bahasa isyarat melalui bibirnya pada yoona. Yoona berbalik menghadapi luhan
“wae?” Tanya yoona
“mianhae..”
“tak ada kata mianhae.. aku harus pergi” yoona berjalan cepat menjauhi luhan.
“yuri-ah.. kumohon maafkan aku, aku benar2 tak bermaksud. Jebal maafkan aku” luhan menarik tangan yoona
“ya!! Lepaskan aku” yoona berjalan menjauh, dia melirik yuri yg juga sedang meliriknya sambil menunduk
“pergi” yuri menggunakan bahasa isyaratnya lagi. Lalu dia, Minho, dan kai naik ke sebuah taxi.
“yuri-ah.. jebal” luhan memasang tampang memohon, membuat yoona sedikit iba padanya. Yoona tak tau siapa namja ini, tapi berhubung tadi yuri berkata “jahat” itu berarti dia tak boleh dekat2 dengan namja ini.
“mianhae, aku harus pergi” yoona menyetop taxi dan langsung masuk ke dalamnya, dia menutup pintu, lalu menyuruh taxi itu mengikuti taxi yuri yg tak jauh dari nya.
Setelah tiba di depan gedung apertemen. Minho,yuri,dan kai turun dari taxi dan berjalan cepat menuju apertemen Minho.
Lalu sepuluh menit kemudian yoona menyusul, untuk masuk ke dalam gedung apertemen itu.
Begitu masuk ke dalam yoona bingung dia harus kearah mana. Untung nya kai datang dan langsung menarik tangannya. Dia mengetikkan password dan masuk ke dalam apertemen Minho.
Apertemen Minho luas, lebih luas dari pada apertemen Minho yg di jepang. Ada bar mini dengan berbagai macam minuman dan gelas2 cantik, di dalamnya hanya ada 2 kamar. 1 kamar terletak pas sekali di sebelah bar mini . sedangkan 1 kamar lagi-kamar Minho, itu terdapat di luar tanpa di tutupi dinding. jadi, ketika kita masuk ke dalam apertemennya, kita tinggal berjalan masuk beberapa langkah, maka akan langsung terlihat kasur berukuran kingsize tempat Minho tidur, lalu sekitar 5 meter di kiri kamar Minho terdapat ruang tamu, sedangkan 5 meter di sebelah kanannya terletak bar mini, kamar Minho tak di tutupi dinding, tak seperti kamar yg 1 lagi, jadi jika Minho tertidur, dan kita duduk di bar mini. Kita akan langsung bisa melihatnya.
jika kita ingin naik ke tempat tidur Minho, kita harus menaiki kira-kira, 3 anak tangga keramik. Ruangan di sini bernuansa biru, karena lampu2 yg kebanyakan biru, dapurnya luas, dan setiap kamar di lengkapi dengan 1 kamar mandi dan 1 TV.
“yoona dan yuri.. kalian tidur di kamar yg ada di sana saja.” Minho menunjuk kamar yg ada di saping bar mini.
“aku dan kai, di sana” telunjuk Minho beralih ke tempat tidurnya
Yuri mengangguk lalu mengambil kopernya dan masuk ke kamar dengan yoona
“aku lelah” yoona langsung menidurkan dirinya di kasur. Yuri duduk di pinggir kasur
“ini belum seberapa” ucap yuri sambil melamun
“yuri-ah.. namja tadi, yg di bandara, dia siapa?” yoona tiba2 sudah duduk di samping yuri sambil memandanginya yg sedang melamun
“mwo?” yuri mengerutkan keningnya
“itu, yg tadi kau bilang orang jahat” jelas yoona
“ah.. dia mantan tunangan ku” sekarang gantian yuri yg tiduran
“jadi dia luhan?? Terus kenapa kau bilang dia jahat?? Bukankah dia mencintaimu?” yoona menatap yuri bingung, dia membaringkan lagi tubuhnya di kasur
“dia penipu. Dia bohong. Dia sebenarnya adalah orang suruhan hyoyeon” yoona menatap yuri kasihan, dia teringat ketika dulu yuri sangat bersemangat untuk menceritakan tentang tunangannya. Dan sekarang dia harus menerima kenyataan bahwa tunangannya ternyata orang suruhan hyoyeon.
“pantas saja hyoyeon tau semuanya. Pasti luhan yg kasih tau kalau kau sangat menyukai boneka beruang itu melebihi apapun, makanya hyoyeon tau kalau ada sesuatu yg di simpan di situ” yoona menyipitkan matanya
“tenang yuri. Namja tak hanya dia saja. Kau bisa mencari namja lain yg lebih baik darinya” yoona memeluk saudara kembarnya dengan posisi tertidur
“saranghae nae eonnie.. you’re the best of me” bisik yoona, yg membuat yuri tersenyum

Sementara di jepang.
“mwo kau tadi melihat luhan?” Tanya hyoyeon kepada anak buahnya yg tadi melihat luhan di bandara
“nde. Dan aku juga melihat yuri di sana?”
“yuri??” hyoyeon mengetuk-ngetukkan jarinya di meja
“nde. Dia jalan sendiri di bandara. Luhan berjalan lumayan jauh di belakangnya. Sepertinya luhan mengikutinya” jawab anak buah hyoyeon sambil menunduk menatap lantai
“kau tau dia ke mana?”
“korea.”
“oke. Kalau begitu ya sudah. Kau bisa pergi” pria itu mengangguk lalu berjalan keluar dari ruangan hyoyeon.
“hallo… pesankan aku tiket untuk ke Korea. 4 tiket. Besok pagi” perintah hyoyeon di telepon lalu langsung menutup teleponnya, dan tersenyum menyeramkan.
~~~~~~~~~~
yuri sudah terbangun dari tidurnya, dia langsung berjalan keluar dari kamar, dan tanpa sengaja dia melihat kai dan Minho yg sedang tertidur.
Yuri berjalan mendekat dengan sangat perlahan, kai dan Minho tidur dengan sangat nyenyak.
Yuri berjongkok di samping tempat tidur, mensejajarkan wajahnya dengan kai yg masih menutup matanya.
“bagaimana bisa dia terlihat sangat tenang. Berbeda sekali gengan dia yg biasanya” ucap yuri dalam hati sambil memandangi wajah kai.
Dia berdiri perlahan dan melakukan hal yg sama di samping tempat tidur Minho.

17 Responses to “The Treasure Part 5”

  1. salsabila azditama August 25, 2013 at 12:55 pm #

    Annyeong!!
    New readers imnida
    Mian baru comment dipart ini biar sekalian baca hehehe
    Ohiya di ff ini nnti ada sehun kanya?
    Ditunggu part 6nyaa!!

    • christinaminhee August 26, 2013 at 9:50 pm #

      Di ff ini gk ada sehun🙂
      oke, nnti psti post part 6. tnggu aja yaaaa🙂
      readers baru?? hmm slmt dtg d blog ku n smg suka sm smw FF ku

  2. Azizah YulHan shipper August 26, 2013 at 9:07 am #

    Udahn the END???
    Apa masih Part ????
    DAEBAK!

  3. Azizah YulHan shipper August 26, 2013 at 9:45 am #

    next eon! fighting!

  4. rizkia aulia tifanny August 29, 2013 at 8:58 am #

    lanjut…lanjut ..lanjut eonnie. sumpah ni ff daebak…daebak…daebak…

    • christinaminhee September 1, 2013 at 1:35 am #

      hehehe.. ok!
      uda update part 6 kok.. bca yaaa..🙂

  5. Baek Lina is Yurisistable August 30, 2013 at 2:31 am #

    Anyeong thor… mian br komen d paRt ney. Ffx br nemu neh. aq idolain bgt minyul couple. ceritax seru… ada adgan romantisx ga??? dtungg capter slanjtx y… ^^

    • christinaminhee September 1, 2013 at 1:37 am #

      ok..ok..
      adegan romantis?? gak tau deh.. liat aja nanti … hehehe
      aku uda ada part 6. bca ajaa…😀

  6. Pinkping Yurisistable September 1, 2013 at 2:49 am #

    Aduh eon ff nya bgus banget🙂
    Sering” post ff yul yah eon😀

    • christinaminhee September 1, 2013 at 4:12 am #

      Semuanya FF yuri, disini..🙂
      mksih utk pujiannya hehehe

  7. Devi Angeline September 1, 2013 at 5:29 am #

    Kkkkyyaaaa!!! Yuleon jangan mandangin minho lama2 nanti kalo dia bangun terus nyium eonni gimana??
    Minho:bagus dong !!!😀
    Yuri:ya gak tau jugalah kan yang buat kelanjutannya authornya
    Ngacir ke part-6😀

  8. Tetta Andira December 1, 2013 at 4:44 am #

    Ahh ,, gak tau hruz komen apa lg ..
    Daebak ! Daebak ! Neomu daebak !!🙂
    Poor Lulu oppa , bt ituh konsekwensi’x😦
    duhh ,, Yul-eonn ngapain tuhh ?
    ngeliatin Kai sama Minho lg tdr ? ?
    Awas ntar jatuhcinta lhoo .. Hha~
    selallu , saeng ! Hwaiting ^-^)9

  9. liliknisa October 10, 2014 at 9:22 am #

    Kasian luhan tapi dia jahat sih
    ditunggu kelanjutannya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: