The Treasure Part 6

1 Sep

Minyul, yulhan, kai yoona. ff

Mianhae.. lama baru update…

lagi pekan ulangan soalnya.. hehehe..

happy reading.. typo bertebaran dimana-mana..🙂

“hmm. Dia seperti seorang bayi… damai sekali wajahnya” yuri tersenyum. Lalu berdiri dan berjalan pelan menuju dapur. Dia tak sadar jika Minho dari tadi terbangun, dan bisa merasakan kehadirannya ketika dia ada di dekat Minho.
Setelah yuri pergi Minho tersenyum masih sambil menutup matanya.


Yuri melihat jam yg ada di dinding dapur. Dan kaget ketika mengetahui sekarang ternyata sudah jam 9. Dia kira tadi dia bangun sangat pagi. Cahaya lampu yg remang2-karena banyak yg di matiin, yg membuat yuri merasa sekarang masih pagi. Di tambah lagi Minho, kai , dan yoona yg masih tertidur pulas. Membuat yuri merasa bahwa dia bangun sangat pagi.
“aku harus bangunkan Minho dulu, untuk menyuruhnya mengambil salah 1 mobil ku yg ada di rumah lama ku” gumam yuri lalu berjalan kembali lagi menuju tempat tidur Minho dan kai.
“Minho-ah.. ireona..” yuri mengguncang tubuh Minho pelan. Tapi Minho hanya menggeliat sedikit dan tak membuka matanya.
“ya!! Choi Minho… ireona” yuri menarik selimut yg menutupi tubuh Minho, dan menjatuhkannya di lantai. Dan hanya bisa menggeleng ketika Minho tak juga bangun.
“aishh jinjja.. bagaimana cara membangunkan namja satu ini” yuri mendekatkan wajahnya ke telinga Minho, berniat untuk berteriak di sana agar Minho bangun.
Tapi tiba2 saja Minho sudah memegang tangannya yg dia letakkan di pinggir kasur dan menariknya cepat sehingga tubuh yuri terjatuh tepat di atas tubuh Minho. dan mata Minho terbuka, dia tersenyum.
Yuri terpaku selama beberapa saat , dia terdiam sambil menatap mata Minho yg hitam dengan jarak yg sangat dekat.
Sementara di samping mereka , kai menggeliat lalu membuka matanya perlahan. Dan langsung memelototkan matanya ketika melihat yuri ada di sampingnya bersama Minho dengan posisi yg seperti itu.
“ya!! Kwon Yuri.. apa yg kau lakukan??!!!!” teriak kai lalu duduk , dan menarik yuri kepadanya
Minho tersenyum dan menjawab kai
“dia hanya terjatuh ketika ingin membangunkan ku”
“jinjja?? Kenapa kau membangunkannya?? Kenapa kau tak membangunkan aku saja??” Tanya kai pada yuri yg di sampingnya
“aku ingin suruh Minho ambil mobil di rumah ku yg dulu”
“apa yg kalian lakukan bertiga??” yoona keluar sambil memandangi kai, yuri dan Minho bergantian. Karena mereka bertiga masih di atas kasur. Terduduk.
“berdiskusi” Minho menjawab pertanyaan yoona.
Yoona mengangguk , walaupun dia masih bingung.
Kai dan Minho turun dari tempat tidur dan mandi bergiliran. Yoona menyiapkan sarapan, sedangkan yuri duduk sendiri di kursi bar mini yg ada di samping kamar nya sambil memikirkan apa yg akan mereka lakukan.
“apa rencana mu?” Tanya Minho yg sudah duduk di sampingnya, sambil mengeringkan rambutnya yg masih basah dengan handuk yg ada di tangannya.
“kau dan kai ambil 2 mobil dari rumah lamaku, di sana masih ada pembantu2 karena kadang aku pulang ke sana. Tapi aku masih belum tau pasti di mana letak harta karun ini” yuri menggerakan telunjuknya di atas gambar kotak harta yg ada di kertas yg saat ini sedang dia lihat.
“coba pikirkan tempat yg paling sering appa mu kunjungi. Mungkin di sana” usul Minho
“kantor?? Tak mungkin. Appa tak mungkin menyimpannya di kantor. Terlalu berisiko. Lagi pula di kertas ini ada gambar pohon. Jadi tak mungkin di kantor”
“pohon.. hmmm.. kalau tempat wisata appamu?? Atau villa milik appa mu??”
“tidak ada… dia tak pernah berwisata. Dia selalu sibuk dengan kantornya.”
“kalian sedang apa??” Tanya kai sambil melakukan hal yg sama dengan Minho. mengeringkan rambut.
“aku belum tau pasti dimana letak ini” ujar yuri frustasi. Kai mengambil kertas yg ada di tangan yuri lalu melihatnya.
“tidakkah menurutmu bentuk pohon ini aneh.. hmm ani.. ini pasti bukan hanya pohon. Ini mirip rumah pohon, ia kan??” kai menunjukkan pada yuri yg melihatnya sambil mengerutkan kening
“dan ini rumah kecil. Masa kau tak ingat??” lanjut kai
“aku tau. Ini rumah pohon yg appa nya buatkan untuk yuri dulu sekali” Minho berkata dengan semangat
“ah.. ya.. bukankah ini rumah pohon itu?? Ya .. ini rumah pohon itu. Aku yakin ini pasti rumah pohon itu. Kai kau jenius!!!” yuri berteriak di akhir kalimat nya dan turun dari kursi lalu memeluk kai kegirangan. Dan berlari menuju kamar nya.
Kai senyum2 sendiri setelah kepergian yuri, dia melompat girang. Tak peduli dengan tatapan Minho yg menatapnya jijik.
Setelah mereka semua sarapan Minho dan kai pergi untuk mengambil mobil. 1 jam kemudian mereka sudah kembali dengan membawa 2 mobil yg ukurannya besar, dan sama persis.
Minho dan kai masuk ke apertemen
“yuri..yoona..” panggil kai
“nde” jawab yuri dan yoona bersamaan lalu keluar dari kamar
Minho dan kai hanya bisa terbengong-bengong, tak bisa membedakan mana yuri dan mana yoona.
Biasanya mereka bisa dengan gampang membedakan yuri dan yoona, karena rambut yoona lurus sedangkan rambut yuri agak bergelombang. Tapi sekarang rambut mereka berdua sama2 lurus. Panjangnya pun sama. Dan mereka memakai baju yg sama , aksesoris yg sama dan sama2 tak memakai make up.
“yuri .. yg mana??” Tanya kai sambil menggaruk-garuk kepalanya
“aku yuri” jawab yoona dan yuri berbarengan , lalu tertawa bersama
“tidak. Dia bohong. Aku yuri” ucap yoona sambil menujuk dirinya sendiri
“ani.. aku yuri” yuri tersenyum
“aku pusing” kai menatap yoona dan yuri bergantian, tidak bisa membedakan sama sekali, begitu juga dengan Minho. yg ada di sebelahnya.
“kenapa kalian harus memakai pakaian yg sama, rambut yg sama , suara yg sama dan semuanya sama?” Tanya Minho
“ingin saja.. sudah lama kami tak seperti ini” jawab yuri
“kami tak bisa membedakan kalian. Sekarang serius yuri yg mana??” Minho menggaruk kepalanya yg tak gatal
“aku yuri” ujar yuri
“ya!! Sejak kapan yoona berubah jadi yuri. Aku yuri. Dia memang suka bercanda” yoona tersenyum manis di akhir kalimatnya
“ya!! Yoona-ya.. kau membuat mereka bingung”
Yoona hanya nyengir sambil memperhatikan kai dan Minho yg terlihat super bingung.
“baiklah… aku yoona” ujar yoona akhirnya
“oke, kalau begitu bisa kah salah 1 dari kalian memakai jepit atau bando atau apa lah, supaya kami bisa membedakan” usul Minho
Yoona dengan terpaksa memakai jepit kecil di rambutnya. Padahal dia masih ingin mengerjai Minho dan kai.
“tenang. kapan2 bisa kita lakukan lagi” bisik yuri di telinga yoona, membuat yoona tersenyum lebar.
“jadi. Apa yg akan kita lakukan sekarang?? Kami sudah mengambil 2 mobil.” Ucap kai lalu masuk ke dalam, bar mini itu dan menuangkan soju sedikit anggur ke dalamnya.
“kenapa kalian ambil 2 mobil?? Satu saja sudah cukup” yuri duduk di kursi bar dan mengambil gelas lalu mennyodorkannya pada kai. kai mengisi gelas yuri lalu menjawab
“ingin saja. Siapa tau nanti ada keadaan darurat”
Minho ikut duduk di samping yuri, dia mengambil gelas yg ada di atas meja dan menyodorkannya pada kai. tapi kai tak memedulikannya, membuat Minho harus berdiri dan menuangkan anggurnya sendiri.
“yoona-ya!! Teriak yuri pada yoona yg sedang menonton di ruang tamu?”
“wae?” Tanya yoona sambil menoleh ke yuri
“kenapa kau menyendiri di sana?”
“hanya ingin menonton. Kalian lanjut diskusi saja. Jangan pedulikan aku” yoona mengalihkan pandangannya ke layar TV lagi
“kan masih lama. Bagaimana kalau kita jalan2 dulu ke Myeongdong?? Aku sudah lama tak ke sana” usul kai, sambil mengetuk2 kan jari telunjuknya di gelas yg sedang dia pegang
“aku mauuu…!!!” teriak yoona tiba2 dan berlari dengan semangat ke tempat yuri
“ayo eonnie… kita ke myeongdong” yoona menarik-narik lengan yuri
“kenapa kau bisa dengar ? padahal kan jarak mu lumayan jauh?”
“aku pasti dengar kalau uda ngomongin jalan2. Kita pergi ya. Aku ingin ke sana. Sudah lamaaaa sekali aku tak ke sana” yoona menunjukkan aegyo nya ke yuri
“no!”
Satu jawaban singkat dari yuri, membuat yoona memasang tampang cemberutnya dan tak mau menatap yuri lagi.
“ayolah, aku bersama mu dan Minho bisa bersama yoona” bujuk kai
“nde.. aku ingin sekali ke sana. Kita bisa pergi berdua-berdua. Aku sama kai aja. Kau sama Minho” yoona mengutarakan pendapatnya sambil menunduk, menatap lantai
“ayolah… nde eonnie..” yoona memasang tampang memelasnya.
yuri menggeleng, yoona sampai memanggilnya eonnie karena sangkin inginnya pergi ke myeongdong, padahal biasanya yoona tak pernah mau memanggilnya eonnie.
“arrasseo. Kau ingin pergi dengan siapa?” Tanya yuri
“aku ingin dengan kai. kau dengan Minho saja” yoona menggandeng lengan kai. sebenarnya kai lebih ingin pergi dengan yuri. Tapi mau gimana lagi. Yoona sudah memilihnya,tapi taka pa toh yuri dan yoona kembar. Kai bisa menganggap yoona itu yuri kan.
Akhirnya mereka semua pergi ke myeongdong, Minho dengan yuri, sedangkan kai dengan yoona.
“kita berpencar ya…” ujar yuri ketika sudah turun dari mobil,
“oke!” sahut yoona lalu pergi bersama kai kearah kiri. Sedangkan Minho dan yuri, berjalan ke arah kanan. Berlawanan arah dengan kai dan yoona.
Pertma-tama yuri langsung berjalan membeli beberapa makanan. Dia membawanya di tangan dan menggigitnya hingga mulutnya penuh.
Minho yg melihat hanya bisa menggelengkan kepala
“kau lapar? Atau rakus?” sindir Minho
“hua-hua..nha..”(dua2 nya) yuri menjawab dengan mulut penuh
“aku tak mengerti bahasamu” Minho berjalan mendahului yuri yg masih memakan cemilannya.
Yuri sedang berjalan mengikuti Minho dari belakang, ketika ada tangan yg menahan bahunya. Yuri menoleh dan lagi2 mendapati luhan ada di sana. Dia sedang tersenyum , seolah tak ada apa2 yg terjadi di antara mereka.
Yuri menatap luhan sinis, dia menelan semua makanan yg ada di mulutnya, dan membuang makanan yg ada di tangannya lalu menjatuhkan tangan luhan dari atas bahunya.
“jangan sentuh aku” ucap yuri lalu berjalan mengikuti Minho yg masih berjalan tanpa menoleh ke belakang.
“kau masih tunangan ku” teriak luhan, membuat Minho dan yuri menoleh bersamaan. Yuri menatap tajam pada luhan lalu menghampirinya.
“apa kau tak sadar eoh?? Tepatnya kau mantan tunangan ku. aku sudah membuang cincin pertunangan waktu itu. Sehingga tak ada ikatan apapun di antara kita sekarang. Arrasseo?”
Luhan menggeleng, dan mempertahan kan bahwa dia masih tunangan yuri. Membuat yuri kesal dan menggandeng tangan Minho.
“Minho?” Tanya luhan, dia bingung kenapa Minho ada di sini.
“dia namjachinguku. Jadi jangan ganggu aku” yuri menekankan pada kata namjachingu
“mwo??” luhan memelototkan matanya tak percaya
“jangan bohong”
“untuk apa aku bohong. Jadi sekarang jangan ganggu aku lagi. Aku muak dengan mu” yuri berbalik, masih sambil menggandeng tangan Minho. Minho hanya bisa diam diperlakukan seperti itu oleh yuri.
“tunggu… Minho-ah.. kau benar namjachingu yuri?” luhan masih tak percaya.
Minho berbalik, dan menganggukkan kepalanya
“ne” jawaban singkat Minho, membuat luhan menatapnya sinis. Tapi Minho tak perduli, dia berbalik dan pergi dengan yuri yg masih menggandeng tangannya.
Setelah cukup jauh, yuri melepaskan gandengan tangannya. Dia mengumpat kenapa luhan selalu ada ke mana dia pergi. Kemarin di bandara dan sekarang di sini.
Kejadian tadi tak membuat yuri kehilangan selera makannya, dia mengumpat lagi ketika ingat bahwa dia membuang makanannya tadi.
Karena malas untuk membeli, jadi yuri menyuruh Minho untuk membelikan untuk nya. Awalnya Minho menolak, tapi akhirnya dia mau juga karena yuri terus memaksanya.
“ini” Minho menyerahkan banyak makanan ke tangan yuri
“whhooaaa.. gomawo Minho-ah.. kau memang baik sekali” yuri menerima semuanya sambil tersenyum manis, mereka berdua sedang terduduk di atas sebuah kursi berdua, orang2 berlalu-lalang melewati kursi mereka.
Yuri makan, sedangkan Minho sibuk dengan ponselnya
“sekarang jam berapa?” Tanya yuri di sela2 makannya
“jam 4 lewat. kenapa??”
“sebaiknya kita makan malam dulu. Nanti malam kan kita gak makan lagi”
“mwo?? Makan kata mu?? Aku pikir kau tak akan makan malam lagi, mengingat banyaknya cemilan yg sudah kau makan dari tadi” Minho menggeleng-geleng tak percaya
“Itu kan hanya cemilan. Cepat sms atau telepon yoona dan kai. suruh mereka ke restoran ‘The Moon’ karena kita akan makan malam di sana”
Selama beberapa saat Minho berkutat dengan ponselnya
“sudah. Sekarang kita bisa pergi lebih dulu. Ngomong2 apa kai tau di mana tempatnya?” Minho berdiri dan mengeluarkan kunci mobil dari saku celananya
“dia tau. Aku pernah makan di sana bersamanya”
Minho mengangguk, dia berjalan pelan menuju mobilnya, yuri ada di sampingnya.
“yuri-ah..” panggil Minho tanpa menatap yuri
“nde?”
“apa kau pernah menyukai seseorang?” kali ini Minho menatap yuri sambil berjalan
“tentu saja pernah.” Jawab yuri singkat
“siapa??”
yuri balas menatap Minho yg sepertinya sangat ingin tau
“Xi Luhan. Tapi rasa suka ku berubah menjadi rasa benci sekarang. Aku tak mau melihat wajahnya” yuri menatap lurus ke depan, sedangkan Minho memainkan kunci mobil yg ada ditangannya
“tak pernah suka orang lain?”
“pernah.. kau..”
Minho menatap yuri tak percaya, dia lihat yuri sedang tersenyum. Hampir saja Minho akan berteriak kesenangan. Ketika yuri tertawa keras.
“aku hanya bercanda..” yuri menghentikan tawanya lalu masuk ke dalam mobil, masih sambil senyum2.
Minho memasang wajah kecewa. Untung saja tadi dia belum sempat berteriak kesenangan.

Yuri dan Minho masuk ke dalam restoran, mereka duduk dan memesan makanan.
Lalu beberapa menit kemudian yoona dan kai datang. Mereka menghampir Minho dan yuri.
Kai megambil tempat duduk berhadapan dengan yuri.
“ku rasa lebih baik aku dan kai duduk di sana saja. Siapa tau ada anak buah hyoyeon atau luhan yg melihat” yoona menunjuk meja yg ada di ujung.
“ujung-ujung?? Jauh sekali” komentar kai
“malah bagus. Ayo kita di sana saja. Nanti makanannya biar yuri yg bayar semuanya” yoona menarik tangan kai, membawanya menjauh dari yuri dan Minho. kai memasang tampang tidak sukanya, dia ingin duduk semeja dengan yuri. Tapi yoona selalu mengganggunya. Menyebalkan.
Yuri hanya bisa tersenyum, melihat tampang masam kai. kai terlihat sangat tidak suka di tarik oleh yoona seperti itu.
Minho menatap nya aneh. Bingung yuri senyum2 sendiri. Tapi yuri tak berusaha menjelaskan apa pun. Dia biarkan Minho berpikir bahwa dia sedikit gila.
Yuri melihat sekelilingnya sambil mengunyah makanannya.tanpa sengaja dia melihat seorang namja mencurigakan yg selalu mencuri pandang ke arahnya.

Yuri mengirim sms pada yoona, supaya dia jangan menoleh ke belakang, supaya orang itu tidak melihatnya. Karena sekarang yoona duduk membelakangi orang itu.
Yuri dan Minho memang duduk di daerah depan, tidak seperti yoona, jadi ketika ada pelanggan yg baru masuk, langsung bisa melihat mereka.
“ada yg mengawasi kita” yuri menusuk garpunya pada potongan steak terakhirnya. Minho mengerutkan kening lalu melihat sekeliling. Dia melihat namja mencurigakan itu.
“itu pasti anak buah hyoyeon, dan luhan pasti yg memberitahunya”
Yuri membuka Iphonenya. Jam 6 lewat. yuri mengirim pesan ke yoona supaya ke Toilet. Begitu yuri masuk ke dalam toilet, yoona sudah menunggu di sana.
“ini untuk bayar makanan mu nanti. Aku pergi duluan dengan Minho. ada yg mengawasi ku dari tadi. Kau jangan pulang dulu.”
Yoona mengangguk, dia mengambil uang yg di berikan yuri, dan kembali ke tempat duduknya sambil menunduk.
Yuri kembali ke tempat duduknya, dia memanggil pelayan, dan membayar semua makanannya. Lalu dia menarik tangan Minho supaya pergi dari sana.
Yuri dan Minho berjalan cepat, yuri meminta kunci mobil, dan dia yg menyetir.
Yuri ngebut sampai tiba di gedung apertemen. Dia memarkirkan mobil lalu berjalan bersama Minho dan masuk ke dalam apertemen.
Begitu masuk ke dalam, yuri langsung membaringkan tubuhnya di sofa. Dia mengambil IPhone dari sakunya dan menyuruh yoona supaya pulang.
Yuri memikirkan namja tadi, dia berjalan ke jendela, dan mendapati namja tadi berdiri di sana. Memandangi gedung apertemen ini. yuri tersenyum.
Apa yg akan dia lakukan jika melihat yoona. Mungkin dia akan kaget. Pikir yuri “kenapa kau suka sekali senyum2 sendiri. Suasana jadi horror kau tau?” tiba2 Minho bersuara dan sudah berdiri di sampingnya
“tak apa , aku hanya ingin melihat tampangnya ketika melihat yoona nanti. Nah itu yoona” yuri menunjuk mobil yoona.
Kai pertama turun, lalu yoona turun dan masuk ke dalam gedung.
Yuri tertawa terbahak-bahak, ketika melihat namja tadi bingung setengah mati. Sementara Minho di sampingnya hanya tersenyum melihat namja tadi memegang tengkuknya ngeri
“astaga,.. mukanya ..hahahhaa..” yuri tertawa makin keras ketika melihat namja tadi seperti takut melihat yoona, yg berjalan melewatinya.
Yuri berjalan dan duduk di sofa sambil tertawa, bahkan ketika yoona sudah datang dia masih tertawa.
“kau kenapa?” Tanya yoona melihat yuri yg masih tertawa walaupun tak terlalu keras seperti tadi
“namja tadi. Yg di bawah, lucu sekali mukanya. Sepertinya dia takut. Mungkin dia kira dia tadi mengikuti hantu. Tidakkah kau melihat tatapannya pada mu. Seperti melihat hantu. Lucu sekali” lagi2 yuri tertawa. Yoona hanya bisa mengerutkan keningnya bingung. Menurutnya tak ada yg lucu.
“oke. Yuri, bisakah kau berhenti tertawa” Minho mulai kesal.
“oke.oke. aku berhenti” yuri tersenyum dia menahan tawanya
“kita pergi jam berapa?” Minho duduk di samping yoona
“jam 11 saja” usul yuri yg ada di depannya
“o,ia yuri-ah.. kau tak lupa membawa pistol waktu itu kan?” Minho menatap yuri.
Plakkk… Yuri menepuk keningnya, dan memasang cengirannya
“aku lupa”
“aiisshhh… kau ini. untung aku masih punya.” Minho berjalan ke dapur, menurunkan lukisan yg ada di dinding dapur, menampakkan sebuah brankas di sana.
Minho membuka brankas itu, dan mengambil 5 pistol laras pendek dan 1 pisau tajam kecil dari sana.
“bantu aku bawa” Minho menyerahkan 2 pistol pada yuri yg dari tadi mengikutinya.
Mereka berdua kembali lagi ke ruang tamu. Kai dan yoona menganga melihat apa yg di bawa yuri dan kai
“wow… ini pistol beneran?? hmm.. aku sering bermain tembak2an, tapi tidak dengan pistol asli seperti ini. tapi aku cukup jagi jika soal tembak-menembak. Aku selalu menag jika tembak2an di Game” kai meminta 1 pistol yg di pegang Minho.
Yoona mengambil pistol yg ada di tangan yuri, dan tak terbiasa sama sekali. Dia belum pernah sama sekali melihat pisol asli seperti ini. dia hanya sering melihatnya di drama2 yg biasa dia tonton.
“pistol ini tak akan bersuara jika di tembakkan” ucap Minho
“jinjja?? Kalau pistol yg biasa aku gunakan suaranya keras sekali. aku jadi ingin mencobanya” yuri memutar pistol di tangannya
“kau akan segera mencobanya nanti” Minho berdiri dia berjalan menuju kasurnya dan berbaring di sana
“bangunkan aku jika sudah mau pergi” minho menutup matanya
“aku juga mau tidur. Bangunkan jika sudah mau pergi” yoona pergi ke kamar
Sekarang tinggal yuri dan kai yg diruang tamu. Kai berdiri
“awas, kalau kau bilang kau ingin tidur juga” ancam yuri. Membuat kai yg ingin pergi tidur duduk lagi.
“Bagaimana kalau kita berdua tidur juga. Kita pasang alaram jam 10.30. otte?”
Yuri terlihat berpikir beberapa saat
“oke. Aku juga ngantuk” yuri setuju, dia menyiapkan alaram dan tidur di sofa. Sedangkan kai, dia juga menghidupkan alaram, tapi dia tidur di kasur bersama Minho.
Minho bangun ketika kai tiba2 melompat ke kasur. Dia duduk, melihat kai yg melebarkan kakinya. Seolah-olah yg tidur di kasur ini hanya dia sendiri.
Minho berdiri, dia tak mau di ganggu kai, jadi dia berjalan ke ruang tamu dan tidur di sofa yg satu lagi yg berhadapan dengan sofa tempat yuri sedang tertidur.
“yeppeo..” ucap Minho tanpa sadar, saat memandangi wajah yuri yg sedang tertidur di depannya.

Yuri membuka matanya, suara alaram sangat keras terdengar. Dia duduk dan merenggangkan ototnya.
Dia agak kaget ketika melihat Minho tidur di sofa. Dia pikir tadi Minho tidur di kasur nya.
“Minho-ah.. ireona..” kata minhee sambil mengguncang tubuh Minho, membuat Minho membuka matanya sedikit. Dia menutup matanya dengan kedua tangannya.
“ kita harus pergi” yuri berjalan ke tampat tidur kai, ketika Minho sudah terduduk dan mengucek-ucek matanya.
“kai-ah… ireona!!!!!” teriak yuri tepat di telinga kai, membuat kai langsung terduduk dengan mata tertutup, dia membuka sedikit matanya, lalu menjatuhkan dirinya ke kasur lagi
“ya!! Kai.. kalau kau seperti ini, aku kan meninggalkan ku. cepat bangun” yuri duduk di samping tempat tidur.
Mendengar kata2 yuri, kai langsung duduk lagi dan membuka matanya. Dia berjalan seperi orang mabuk ke kamar mandi.
Yuri berjalan ke kamarnya, dan melihat yoona sudah duduk di tepi kasur sambil mengotak-atik ponselnya
“ku kira kau belum bangun. Cepat basuh muka. Lalu kita bisa siap2 dan pergi”
Yuri menarik tangan yoona dan mereka sama2 membasuh muka di kamar mandi yg ada di dalam kamar.

“aku masih ngantuk..” yoona berkata manja, menepuk-nepuk pipinya, sambil menatap cermin besar yg ada di depannya.
“kau bisa melanjutkan tidurmu. Dan aku, Minho dan kai yg akan pergi” yuri membuka keran wastafel dan membasuh mukanya dengan air.
“andwae!! Aku ikut!!” yoona hampir berteriak mengucapkannya.
Setelah selesai membasuh muka , mereka berkumpul lagi di ruang tamu.
Minho membagikan pistol. Masing2 mendapat 1 pistol, kecuali Minho dia memegang dua pistol.
“kita pergi.” Minho memakai jaketnya, dia bersama yuri sedangkan kai bersama yoona.
Awalnya kai ingin menolak, tapi yuri menatapnya seolah menyuruhnya untuk menutup mulut, jadi dia tak bisa apa2.
Selama di perjalanan mereka semua hanya diam. Yoona diam dan menatap ke luar jendela yg tertutup. Ini pertama kalinya dia melakukan hal seperti ini. biasanya dia hanya duduk diam di rumah dan melakukan pekerjaan yg membosankan.

14 Responses to “The Treasure Part 6”

  1. friendshidae September 1, 2013 at 12:44 pm #

    Lanjut author
    Tmbh seru ceritanya
    Next part lbh keren nih. Udah mulai tegang

    • christinaminhee September 1, 2013 at 10:29 pm #

      mungkin agak lama bru bsa lanjut..
      author lgi sibuk tugas sekolah nih..🙂
      sejak klas 11 Tgas tmbh bnyak hikksshikkss*curhat
      hehehe

  2. Devi Angeline September 1, 2013 at 2:30 pm #

    Lanjut thor!!!! Makin seru😀 jangan lama2 ya thor😉 masih ada typo tuh thor..🙂

    • christinaminhee September 1, 2013 at 10:30 pm #

      nnti dlnjut kok.. agak lama tapi, hehehe.. soalnya author lg kebanjiran tugas dri skolah ni🙂
      typo?? maklumlah, soalnya nulis ff nya sambil nutup mata kemaren*ngaco
      hehehe

  3. rizkia aulia tifanny September 1, 2013 at 3:10 pm #

    lanjut…lanjut…lanjut aduh makin penasaran nih.lanjut segera chingu.

    • christinaminhee September 1, 2013 at 10:31 pm #

      oke.. nnti dilanjut.. kalo uda ada waktu yaaaaa… *soksibuk

  4. Azizah YulHan shipper September 3, 2013 at 8:35 am #

    lanjuttt!!!! Next!!!
    daebak!!!!! lanjut….jangan lama-lama….. pleasse ya?

    • christinaminhee September 3, 2013 at 9:33 pm #

      aku usahain deh..🙂 bner2 sbuk soalnya😀

      • Azizah YulHan shipper September 6, 2013 at 9:25 am #

        ya eon…. oh ya… kapan nih di share? besok bisa?? lagi boring nih eon…. thanks before

      • christinaminhee September 6, 2013 at 10:09 pm #

        mungkin minggu bru bisa..:)

  5. Tetta Andira December 1, 2013 at 5:04 am #

    Wallaaahh ,, waaalllaaaahh .. *gelenggeleng
    ituh si Kai kasian jg yee ??
    Mau’x bareng” sama Yul-eonn ,,
    bt gak prnh brhasil krna Yoong-eonn sllu mnta bareng ..
    Yoong-eonn ky’x demen sama Kai😄
    Keren dehh pkok’x , saeng ..
    Kocak’x dapet , action’x dapet , sistercomplex’x dapet ..
    bt blum dapet sweet moment’x nihh .. Hhe~
    Ttap semangat , okkeh ??

  6. jiyyurin June 17, 2014 at 12:05 am #

    seruu banget ceritanya thor.:)

    • christinaminhee June 21, 2014 at 4:58 am #

      amasaaa?? ciuss?? miapah?? *ditabokreaders.
      hehehe makasii yaaa uda bilang critanya seru

  7. liliknisa October 10, 2014 at 9:36 am #

    Ditunggu kelanjutannya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: