The Treasure Part 7 / END

10 Sep

ff Minyul, yoona, kai, kyungsooAuhtor note : yey!! ini paart terakhir dari ff the treasure… semoaga reader pada seneng ya , ama endingnya , walaupun gaje.. *hehehe

tinggalkan jejak klian ya. biar tmbah smngt b’t ff  I’m Sorry YulHunHan..

Happy Reading!!!

*******

Setelah sekitar 30 menit. Mereka sampai. Minho memarkirkan mobilnya tepat di depan pondok kecil di sana.
Sedangkan kai. yuri menyuruhnya untuk memarkir mobil sedikit jauh dari sana karena di tempat yg agak jauh itu mobil kai akan tertutup langsung dengan pepohonan sehingga todak terlihat.
Jadi kai dan yoona harus berjalan sebentar untuk menghampiri yuri dan Minho.
Mereka semua memegang senter di tangan mereka. Yuri mengarahkan senternya pada kertas yg dia bawa.
Dan menunjuk tempat di mana ada gambar kotak harta karun itu.
“tunggu…tunggu.. kotak itu pasti di tanam kan?? Terus gimana cara kita ngambilnya??” kai mengerutkan keningnya
“seingatku ada sekop dalam pondok ini” yuri menunjuk pondok kecil yg ada di depan mereka. Dia memberikan kertas yg dia pegang pada kai, dan berjalan ke pondok itu.
Dia mendorong pintu pondok yg tidak tertutup lalu mengarahkan senternya ke sana. Yuri masuk, dan dia langsung mengibaskan tangan nya di depan wajahnya karena bau di dalam pondok sangat apek.
Yuri mengambil sekop yg tergeletak di sana. Dan membawa 2 sekop keluar.
“masih bagus?? Tidak karatan?? Bagus sekali mutunya” puji Minho sambil mengangkat sekop itu ke depan matanya
“hmm.. di pondok ini banyak barang seperti itu. Appa ku yg menaruhnya di sini” ujar yuri , dia mengambil kertas tadi pada kai, lalu berjalan menjauh dari sana. Dia memperhatikan kertas dengan teliti, sambil sesekali melihat sekitarnya.
Minho, yoona, dan kai mengikutinya dari belakang dalam diam. Minho dan kai sama2 memegang sekop di tangan kanan mereka.
“aku rasa ini tempatnya” yuri bersuara, dia menunjuk tempatnya sedang berdiri.
“kau yakin? Aku tak mau menggali 2 kali” kai meletakkan sekopnya di tanah
“yakin 100%. Kalau di lihat dari petunjuknya aku yakin sudah benar”
Kai dan Minho sama2 memakai kaos tangan dan Tanpa berkata apa2 , Minho dan kai mulai menggali. Mereka menggali dengan cepat. hingga sekop Minho seperti berbenturan dengan sesuatu yg keras.
Minho berjongkok, dia menyingkirkan tanah yg menutupi sebuah kotak besar di sana. Kai ikut berjongkok di samping Minho
“besar sekali kotaknya” ujar kai cukup keras sehingga bisa di dengar yuri.
Yuri dan yoona melongok ke dalam, dan melihat kai dan Minho sedang sibuk menyingkirkan tanah dari atas sebuah kotak.
“ini terlalu besar. Kita tak bisa mengangkatnya naik. Walaupun ber-4, tetap tak akan bisa” Minho berdiri menatap yuri
”kalau begitu buka di situ saja. Biar isinya saja yg kita pindahkan” yuri berpendapat.
Minho mengangguk, dia gunakan sekopnya untuk membuka gembok yg ada dikotak itu, butuh waktu cukup lama untuk membuat gembok itu terbuka.
Minho dan kai mengangkat tutup j=kotak itu, dan mereka semua terbengong-bengong dengan apa yg mereka lihat.
Di sana ada emas batangan, sangat banyak, dan ada juga berlian, dan permata. Tapi hampir semuanya adalah emas. Emas murni. Minho mengambil satu batang emas, dengam mulut menganga. Sedangkan kai masih dalam posisinya-berjongkok sambil menatap isi kotak itu tak percaya.
“kalian bisa lanjut mengangguminya nanti. Sekarang kita harus membawa itu semua ke mobil.” Yuri menyadarkan kai dan Minho.
Minho dan kai sama2 menatap yuri lalu menganggukkan kepala.
Yuri mengambil 4 ransel yg dia bawa dimobilnya, dan melemparkan nya pada kai dan Minho yg ada di bawah.
Dengan cepat mereka berdua mengisi ransel itu. Yuri menyeret dua ransel, sedangkan kai dan yoona membawa 1 mereka membawa ransel itu ke mobil kai. mereka semua menumpahkan semuanya di sana, dan kembali lagi ke tempat Minho menunggu dengan membawa ransel kosong. Minho mengisinya lagi, dan begitu seterusnya hingga mereka memindahkan semuanya dari sana.
Sangkin seriusnya, mereka sampai tak sadar jika sudah ada yg mengawasi mereka.
Dooorrrrrr……!!!!!
Yuri terlonjak kaget ketika mendengar suara tembakan. Yoona yg ada tak jauh darinya terjatuh.
“yoona-ya!!!!” teriak yuri lalu berlari menghampiri yoona. Minho dan kai sudah bersembunyi di belakang pohon.
Dooorrrr…
Sekali lagi suara pistol terdengar, dan hampir saja mengenai yuri.
Yuri memapah yoona yg pincang. Kakinya tertembak tadi. Dia menangis.
Yuri mendudukkan yoona di belakang sebuah pohon besar.
“yoona-ya.. gwaenchana??” Tanya yuri khawatir
“gwaencaha..” jawab yoona sambil menangis , menahan sakit di betisnya
Yuri melepaskan jaketnya, lalu merobeknya, dia mengikatkan robekannya ke betis yoona, berusaha mencegah darah semakin banyak keluar.
Suara tembakan semakin banyak tersengar, yuri menyipitkan matanya.
“pergilah. Bantu kai dan Minho” ujar yoona pelan
“kau yakin?? Kalau begitu apa kau masih sanggup berjalan ke mobil yg tadi kau naiki bersama kai?? kau pasti akan aman di sana. Tempat nya tersembunyi” yuri berkata sambil mengintip ke balik pohon
“aku bisa. Kau bantu mereka. Aku akan baik2 saja”
Yuri menatap yoona yg terlihat pucat.
“Tutup senter dengan baju atau jaketmu. Supaya cahayanya tidak terlalu terang. Kau harus hati2, aku tak akan memaafkan diriku jika kau terluka” yuri memeluk yoona sebentar lalu pergi dari sana.
Dengan susah payah yoona berdiri dan beranjak dari sana.
Sedangkan yuri , dia berjalan dengan waspada. Matanya tajam menjelajahi hutan. Dia melihat seseorang sedang membidikkan senapan pada , entahlah mungkin Minho atau kai.
yuri mengambil pistol yg ada di pinggangnya, lalu dengan gerakan cepat dia menarik pelatuk dan sukes mengenai leher orang itu. Membuatnya langsung terkapar.
“bagus sekali” yuri memuji pistol nya yg tidak bersuara. Dia berjalan pelan. Dia lihat Minho sedang berdiri di belakang sebuah pohon , dia menembak seseorang. Tapi sepertinya sasarannya meleset. Jadi yuri membantunya, dengan melesatkan 1 tembakan pada orang itu. Dan hanya dalam 1 kali tembakam. Orang itu jatuh.
“dari mana kau belajar menembak??” Tanya Minho bingung
“dari luhan” jawab yuri singkat lalu berjalan ke depan. Dia menghabiskan banyak orang di sana.
Sampai dia mendengar suara teriakkan
“yoona” gumamnya, dia berlari berusaha mencari asal suara itu.
Minho mengikutinya dari belakang.
“yuri.. aku hanya ingin meminta kertas itu. Kenapa kau tak memberikkannya??”
yuri sangat mengenali suara itu. Itu suara hyoyeon dan dia mengira yoona adalah yuri.
“aku harus menemuinya” yuri ingin berlari menuju yoona, ketika Minho menarik pergelangan tangannya
“jangan” cegah Minho, dan menarik yuri bersembunyi lagi
“aku harus menyelamatkan yoona” yuri mencoba melepaskan genggaman Minho. tapi Minho tak mau melepaskannya.
Hyoyeon menjambak rambut yoona , membuat dia menangis.
“hahaha.. mana yuri yg dulu?? Kenapa kau cengeng sekali yuri-sshi?? Apa karna luhan” hyoyeon melepaskan jambakannya lalu menginjak luka tembakan di betis yoona dengan kakinya.
Yoona berteriak keras sekali.. membuat yuri menutup telinganya karena tak tahan mendengar teriakkan memilukan yoona
“mianhae” gumam yuri sambil menatap yoona dari kejauhan.
Yuri menyiapkan pistolnya, dia ingin menembak hyoyeon, dia tak tahan melihat yoona di siksa seperti itu.
“jangan” cegah Minho lagi
“ada 3orang anak buah hyoyeon di sana dan mereka semua memegang pistol. Mereka bisa langsung membunuh yoona jika kau gegabah. Lagian belum tentu sasaran mu tepat. Bagaimana jika nanti kau malah mengenai yoona eoh??” Minho menarik tangan yuri lagi.
Yuri hanya bisa diam. Dia pikir omongan Minho ada benarnya juga, tapi dia tak tahan melihat yoona di sana. Yoona Terlihat sangat ketakutan.
Hyoyeon tertawa jahat, dia memandang kasihan pada yoona yg duduk tak berdaya di hadapannya
“sepertinya, aku harus membunuhmu” hyoyeon membuka tangan kanannya, dan anak buahnya meletakkan sebuah pistol di sana.
“waktunya untuk say goodbye. Yuri” hyoyeon tertawa. Dia hampir menarik pelatuknya ketika seseorang berteriak kepadanya.
“jangan!!!!” teriak yuri lalu berlari dari persembunyiannya sebelum sempat di cegah oleh Minho.
Hyoyeon melihat yuri dengan cahaya yg seadanya, dia bergantian melihat yuri dan yoona.
“jangan sakiti yoona. Urusanmu dengan ku” teriak yuri, jaraknya sekitar 5 meter di depan hyoyeon.
Hyoyeon mengangguk menyadari sesuatu. Dia tertawa lepas lalu melepaskan tembakannya di kaki yoona.
Membuat yoona berteriak lebih kecang dari pada tadi, dan langsung lemas, tejatuh di tanah.
“ANDWAEEEEE!!!!!” teriak yuri lalu menembak hyoyeon di sekitar perutnya, membuat hyoyeon terjatuh berlutut. Tapi dia masih sedikit sadar. Sedangkan anak buahnya sudah terkapar, karena begitu dia berteriak tadi. Minho dan kai langsung menembaki anak buah hyoyeon yg berdiri di belakangnya tadi.
yuri berjalan sambil menangis menghampiri yoona, dia tak peduli dengan hyoyeon yg meneriakkan namanya sambil menodongkan pistol ke arahnya.
Doorrr…!!!
1 tembakan dari anak buah hyoyeon mengenai tubuh yuri , tapi yuri masih bisa berdiri, dia masih sadar. Dia terus berjalan hingga tiba di dekat yoona. Yuri terduduk. Dan menangis
“yoona-ya..” panggil yuri. dia membawa yoona ke dalam pelukannya
Doorrrr……
Hyoyeon melepaskan tembakannya ke tubuh yuri. Yuri kaget, dan dia lelah. sehingga dia langsung terjatuh, dengan posisi masih memeluk yoona.
Minho berteriak menyaksikan kejadian di depannya. dia mengambil pistolnya dengan amarah, lalu menembakkan peluru terakhirnya pada hyoyeon. Dia menatap hyoyeon jijik lalu menghampiri yuri dan yoona.
“yuri-ah.. “ panggil Minho khawatir. Tapi tentu sana dia tak mendapat kan jawaban. Yuri sudah tak sadarkan diri.
Dia menggendong yuri dengan tangannya yg kekar, sedangkan kai menggendong yoona. Dia tak memperdulikan hyoyeon tergeletak di atas tanah dengan mengenaskan.
Setelah meletakkan yuri ke dalam mobil, Minho kembali lagi ke dalam hutan. Dia menyusuri tempat2 yg tadi dilalui dengan cepat. Memastikan supaya tak ada satupun barang mereka yg tertinggal. Suapaya polisi tak tau jika mereka yg melakukan ini. setelah dia yakin sudah aman. Minho kembali ke mobil.
Mereka menggunakan mobil2 yg mereka bawa masing2. Sekarang baru jam 2:30. Waktu berjalan lambat hari ini.
Mereka pergi ke rumah yuri yg dulu. Seorang dokter kenalan appa yuri di panggil oleh kepala pelayan untuk mengobati yuri dan yoona.
Sementara di dalam mobil yg Minho pakai tadi. Minho dan kai mengumpulkan pistol mereka dan barang2 lain yg kira2 bisa membahayakan mereka.
Minho menyuruh kai untuk membuangnya sejauh mungkin, supaya tidak bisa di temukan.
“kenapa di buang. Kenapa tidak kita hapus saja sidik jarinya, lalu simpan di dalam brankas mu lagi. Toh tak akan ada yg tau” usul kai.
Minho menepuk keningnya, benar juga apa yg dikatakan kai.
Setelah selesai dengan pekerjaan mereka, minho dan kai masuk ke kamar , dimana yuri dan yoona sedang tidak sadarkan diri.
“kapan dia akan bangun?” Tanya kai pada dokter di sana, sambil menunjuk yuri
“entahlah, mungkin besok, atau lusa.. dia kelelahan” jawab dokter itu, lalu berjalan ke tempat tidur yoona, karena yoona dan yuri tidur berdampingan
“kalau dia besok sudah bisa sadar , tapi kaki nya tidak terlalu berfungsi dengan baik karena tembakan yg mengenai kaki” dokter itu menunjuk kaki yoona yg di perban
Minho, dan kai mengangguk, setidaknya yuri dan yoona masih bisa bangun.
“apa mereka berdua bisa sembuh total?” Tanya minho
“bisa. Untuk yuri akan cepat. Tapi untuk yoona mungkin butuh waktu”
“berapa lama?” Tanya kai
“mungkin 3 bulan, 4bulan, 6 bulan. Atau bahkan bertahun-tahun. Kalau begitu aku permisi dulu. Besok aku akan ke sini lagi untuk memeriksa keadaan mereka berdua” dokter itu berpamitan.
Minho dan kai membungkuk hormat sebentar, dib alas oleh dokter itu lalu pergi.
Minho turun ke lantai bawah, dia mengambil minum di kulkas lalu menuangkan ke dalam gelas. Dia meneguk air itu sampai habis.
Sementara kai, dia duduk di tepi tempat tidur yuri, menatap yuri yg sedang menutup matanya.
“semoga kau cepat pulih yuri” ucap kai, dia mengambil ponselnya, menghubungi kyungsoo supaya datang ke rumah yuri. Dia mengirimkan alamat yuri pada kyungsoo.
Minho baru saja terbangun dari tidur nya di sofa, ketika bell rumah berbunyi, dia berjalan ke pintu dan membukanya
“annyeong haseyo..” sapa seorang namja di sana ramah. Minho mengerutkan keningnya, dia tidak kenal dengan namja ini.

“siapa?” Tanya minho dengan tampang datar
“kyungsoo. Aku mencari kai. dia menyuruhku untuk ke sini”
Minho mengangguk, dia menyilahkan kyungsoo masuk lalu menyuruhnya untuk didik di sofa karena dia akan memanggilkan kai.
Minho berjalan ke lantai atas, dia masuk ke kamar kai, tapi tidak melihatnya di sana, dia menuju kamar yuri & yoona. Dan ternyata kai sedang di sana, tertidur di sofa.
“kai , ada namja namanya kyungsoo mencarimu” ucap minho pelan ketika sudah berada di dekat kai. tapi kai tidak mendengarnya , dia masih terlelap di dalam mimpinya.
Minho menggelengkan kepala, jika saja kai tidak tidur di kamar yuri & yoona, mungkin dia sudah berteriak sekencang-kencangnya sekarang.
Minho memegang tangan kai, menariknya hingga terjatuh dari sofa
Buukkk…
“aw..” rintih kai, dia menggeliat di atas lantai, lalu mengucek-ngucek matanya.
“ya! Kenapa kau menjatuhkan aku??” teriak kai, yg langsung menutup mulutnya lupa bahwa dia sedang di kamar yuri&yoona.
“kyungsoo mencarimu bodoh. Kau di bangunin dari tadi, malah tidak bangun2” minho berjongkok, menarik tangan kai supaya berdiri dan menyuruhnya untuk pergi ke ruang tamu karena kyungsoo menunggu di sana.

~~~~~~~~~~
6 bulan kemudian.

“kenapa siaran TV tak ada yg bagus??” Tanya yuri. Dia sedang sibuk menggonta-ganti chanel di TV
“coba tanyakan sama TV nya” usul Minho, yg langsung mendapatkan timpukan bantal dari yuri.
“kai-ah.. apa sih yg kau lakukan di kamar??” yuri berteriak
“tak ada..” jawab kai dari kamar , sambil berteriak juga.
“pinjam Ipad mu dong. Aku ingin main game” teriak yuri.
Beberapa menit kemudian kai datang.
“kenapa pinjam punya ku?? punya mu kan ada” kai memberikan Ipadnya pada yuri
“aku malas ngambil di lantai atas” jawab yuri lalu mencari game yg ingin dia mainkan
“yoona kemana??” Tanya kai, lalu duduk di antara yuri dan Minho. Minho menatap kai tidak senang. Tapi kai pura2 tak melihat dan tetap duduk di antara Minho dan yuri.
“dia ada terapi hari ini. mungkin sebentar lagi dia pulang”
“dia sama Kyungsoo?” Tanya kai lagi
“ya. Kan memang selalu kyungsoo yg menemaninya” jawab yuri
Kai mengangguk, sekarang gentian dia yg menggonta-ganti chanel TV.
Minho sibuk dengan laptopnya sedangkan yuri sibuk dengan Ipad kai.

Saat ini yuri dan kawan2 tinggal di New York. Dia membeli rumah di sana dan ingin hidup dengan tenang sebagai orang normal. Tak perlu takut akan di kejar2.
Awalnya dia hanya ingin pergi berdua dengan yoona, tapi Minho dan kai ikut. Selanjutnya kyungsoo juga ikut karena katanya dia tak mau tinggal sendiri di rumah yg jauh dari kota.
Yuri tak bisa menolak, bagaimana pun kai dan Minho sudah menyelamatkan hidupnya. Entah apa yg terjadi jika waktu itu dia tak membawa Minho dan kai. mungkin dia akan mati dengan mengenaskan di sana.
Hyoyeon sudah meninggal, sehingga yuri bisa sangat bebas sekarang. Tak ada lagi yg perlu dia takuti.
Sedangkan luhan. Dia sudah pindah entah ke mana, dia tak sempat bertemu yuri, dia hanya bertemu Minho dan menitipkan salamnya pada yuri lewat Minho.
Sekarang yoona harus menjalan kan terapi untuk kaki nya supaya bisa berjalan. Karena waktu itu kakinya tertembak 2 kali. Jadi selama 6 bulan ini yoona masih mengenakan kursi roda, kyungsoo yg selalu menemaninya. Sepertinya kyungsoo menyukai yoona.
Rumah yuri di seoul masih ada. Dia tak menjualnya, dia biarkan hanya pembantunya yg tinggal di sana. Dia juga selalu mengirim uang kepada kepala pelayan supaya mengurus rumah nya.

Mereka di New York hanya bersantai. Untuk apa mereka bekerja? Toh mereka sudah memiliki banyak sekali harta yg sepertinya tak akan pernah habis.
Mereka bisa membali apa pun yg mereka mau dan jalan2 ke mana pun tanpa harus khawatir dengan biaya.
“jadi kau ingin jalan2 kemana kali ini??” Tanya yuri pada kai, masih sambil bermain game
“Hawaii.. aku ingin ke Hawaii..” kai berteriak seperti anak kecil
“aku juga mau!!!” teriak yoona yg baru datang, dengan kyungsoo.
“ya!! Yoona-ya.. kau ini. sakit masih saja bisa teriak2” yuri mengalihkan pandangannya dari Ipad ke yoona yg sedang nyengir ke arahnya
“kan yg sakit kaki ku, bukan mulut ku. o,ia.. aku punya kabar gembira” yoona bersemangat. Membuat semuanya yg ada di situ menatapnya penasaran. Kecuali kyungsoo tentunya. Dia pasti sudah tau.
Yoona memegang kursi rodanya, dan mencoba berdiri. Dengan perlahan dia turun dari kursi roda dan berjalan dengan kaku, lalu duduk di sofa di dekat Minho.
“whoa.. kau bisa jalan.. chukkae” yuri langsung tak memedulikan Ipad nya lagi. Dia memandangi kaki yoona yg keadaannya semakin membaik.
“kalau begitu kita ke hawaii ne.. semuanya..” yoona tersenyum penuh harap pada yuri. Karena memang yuri yg memegang semua uang. Jadi kalau mereka ingin menggunakan uang , mereka harus meminta izin dulu pada yuri.
“arrasseo” yuri mengangguk. Kai yg ada di sampingnya langsung berdiri dan loncat2 gak jelas. Kesenangan.
“aku akan menyiapkan bajuku” ucapnya lalu berlari ke kamar nya di lantai atas
“aku juga” Minho berdiri dan berjalan menuju kamar nya. Dia memang sekamar dengan kai.
Yuri membantu yoona berjalan ke kamar mereka di lantai bawah.
“dan kita juga harus bersiap-siap” ucap yuri, dia meletakkan yoona di sofa yg ada di kamar. lalu mulai membereskan baju2 yg akan mereka bawa.
Kyungsoo juga melakukan hal yg sama, dia masuk ke kamarnya yg berada tepat di samping kamar yuri dan yoona dan mulai berkemas.

~~~~~~~~~~
“yuri-ah..” panggil Minho ketika mereka berdua sedang berada di pinggir pantai berdua. Dia menatap mata hitam yuri
“wae?” Tanya yuri. rambutnya yg hitam panjang berantakan tertiup angin
“ani” ucap Minho gugup lalu menatap ke pantai lagi
“katakan lah… kau sudah memanggilku tadi. Dan kau harus mengatakan apa yg ingin kau katakan padaku” yuri berjalan sambil menunduk, topi putih yg dia pakai terbang terbawa angin dan jatuh beberapa meter di depannya.
“aku…” Minho menggigit bibir bawahnya. memikirkan kata2 yg tepat
“aku menyukaimu” ucap Minho pelan. Tapi yuri sudah tak ada di samping nya, yuri sedang berlari di depannya sedang mengambil topinya yg terjatuh.
Yuri berbalik dan menghampiri Minho lagi, dia menenteng topi putihnya di tangan kanan nya
“apa kata mu tadi? Aku tak mendengarnya.” Bohong yuri. Padahal tadi dia sudah sempat mendengar apa yg dikatakan Minho.
“ani, lupakan saja” Minho menunduk malu
“cepat katakan” yuri memaksa, sambil menatap mata minho
“aku menyukaimu” bisik Minho sangat pelan
“apa?? Aku tak mendengar nya” yuri mendekatkan telinganya bibir Minho berpura2 tak mendengar
“aku menyukai mu” Minho mengulangi kata2nya. Dia sangat gugup. Sungguh.
“apa kau tak bisa mengatakan lebih keras?? Aku tak terlalu mendengarnya”
“AKU MENYUKAIMU… NONA KWON YURI!!!!!!” teriak Minho sambil menghadap ke pantai.
Yuri tersenyum, dan mendekat padanya.
“apa kau mau menerimaku?” Tanya Minho menatap mata yuri
“menerimamu untuk??” yuri menggoda Minho
“untuk menjadi namjachingumu.. mungkin..” Minho menghembuskan napasnya berat
“bagaimana ya… aku tak tau” jawab yuri yg membuat jantung Minho berdebar keras. Dia takut yuri tak menerimanya.
Cup…
Tiba2 Yuri mengecup pipi kiri Minho singkat, lalu berlari dari sana
“kau menerima ku yuri??” Tanya Minho tak percaya.
Yuri menghentikan larinya dan berbalik menatap Minho dari jauh. Dia tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
Minho tersenyum, lalu berlari menghampiri yuri yg masih tersenyum manis.
“gomawo” Minho menarik yuri ke dalam pelukannya

~~~~~END~~~~~

15 Responses to “The Treasure Part 7 / END”

  1. Rizkia aulia tifanny September 11, 2013 at 1:25 pm #

    Yeeaahhh happy ending and minyul pula :D:D. Wah enak yah mereaka harta nya buanyak banget jadi kalau mau kmana-mana gmpang banget.
    Oh iya eonnie nnti buatin ff minyul lgi dong yg genre nya school life , romance .

    • christinaminhee September 12, 2013 at 8:56 pm #

      ia.. aku jarang bikin FF sad ending..
      minyul lagi?? nnti deh ya.. aku pikir2 dulu.🙂

      • Rizkia aulia tifanny September 13, 2013 at 5:30 am #

        Buatin dung eonnie ..
        Soalnya aku minyul ship.
        Hehehe please#puppy eyes

  2. nabila September 11, 2013 at 2:45 pm #

    di tunggu ff i’am sorrynya

  3. Azizah YulHan shipper September 12, 2013 at 10:53 am #

    Nasib kai and yoona and kyungsoo??
    sequelnya thor..
    daebak!!

    • christinaminhee September 12, 2013 at 8:58 pm #

      lagi gk kepikiran buat bikin sequel yoona , kai & kyungsoo..
      sibuk sama banyak FF nih,🙂

  4. salsabila azditama September 12, 2013 at 3:37 pm #

    New readers imnida
    Aku baca dri part yg pertma tapi tnggung jdi di part ini aja komennya?gk papa kan ?hehehehe
    Keren bikin ff chanyeol yuri dongg hehehe
    Keep writing and fighting!^^

    • christinaminhee September 12, 2013 at 8:59 pm #

      chanyeol yuri?? hmm.. oke deh, tpi nnti yaaaa🙂
      kalo uda dpt ide🙂

  5. citra September 22, 2013 at 2:49 am #

    thor bikinin kaiyul dong

    • christinaminhee September 22, 2013 at 3:14 am #

      Udah ada kok ff kaiyul baca deh..
      Judul.a someone special klo gk slah..
      Genre.a oneshoot..:)

  6. Baek Lina is Yurisistable October 1, 2013 at 1:59 am #

    Ceritax bgus thor, tg minyul kurang romantis. hehehe…

  7. Tetta Andira December 1, 2013 at 5:21 am #

    Hha~ akhir’x ,, sweetmoment’x ada ..
    yaa ,, meskipun radarada gak so sweet *plakk
    Lucu iyaa , masa’ ngomong suka ajah susah banget ? Minhoo .. Minhoo .. *gelenggeleng
    ahh ,, Lulu oppa’x udh pergi😦
    MinYul jjang ! Bt , Yoong-eonn’x gmna ?
    ywdh dehh , yg penting ending’x happy🙂
    Skrg tggl nunggu I’m sorry part 5 muncul ..
    Saeng , ttap smangat ! & cepetan dipublish ne ff slanjut’x ..

  8. liliknisa October 10, 2014 at 9:46 am #

    Happy ending

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: