I’m Sorry Part 2

28 Sep

 yulhunhan, yulhun, yulhan, fanfiction

Author mote : kyaaaaaaa… mianhae, update nya kelamaan … hehehehe…

lagi gak mood nulis soalnya

tpi berhubung mood ku udah kembali sekarang . aku bawa lanjutan ff iam sorry sama ada 1 ff lagi …

Happy reading…

tinggalkan jejak kalian ok! biar aku tambah mood nulis ff nya..

“kau juga sekolah di sini?” aku menunjuk seragamnya yg sama dengan seragam ku. oke. Aku memang bodoh, sudah jelas2 dia memakai seragam yg sama dengan ku  tapi aku masih bertanya.

“nde” jawab Sehun lalu menyomot roti di tangan ku yg baru sedikit ku makan

“ya! Siapa yg menyuruh mu makan roti ku?” aku menyipitkan mata ku menatapnya

“heheh.. mian.. aku lapar” sekarang Sehun malah mengambil semua roti yg ada di tanganku dan melahap nya.

Aku hanya menghembuskan napas ku kesal

“ya! Luhan.. tolong ajarkan dongsaeng mu ini, supaya lebih sopan sedikit” aku menatap Luhan, dia hanya tersenyum dan memperhatikan Sehun yg sedang memakan rotiku.

“hahaha.. Yuri-ah.. nanti aku ganti deh roti mu ini..” Sehun berbicara di sela-sela makannya

“hmm” aku mengerucutkan bibirku lalu membuka cemilan lain yg ku beli tadi.

Aku melirik Luhan , sekarang dia sedang memainkan sedotan jus di bibirnya, ya Tuhan.. namja satu ini.. kenapa dia bisa terlihat sangat cute.

Aishh.. aku menggeleng-gelengkan kepala ku pelan

“Yuri-ah.. kenapa kau naik sepeda ke sekolah?” Sehun bertanya ketika dia sudah menelan habis roti nya

“sekalian olahraga..” jawab ku, lalu berdiri

“mau ke mana?” Tanya Luhan yg dari tadi lebih banyak diam

“beli jus.. aku haus” aku berjalan untuk membeli jus ku.

Sehun Pov

“ya!Sehun.. kenapa kau tidak memanggil Yuri dengan noona?? Kau tak sopan sekali” kata Luhan hyung ketika Yuri sudah pergi

“dia sendiri yg bilang, aku boleh memanggilnya Yuri, tanpa kata ‘noona’ ”  jawabku

“jinjja?” Luhan menatapku dengan tatapan tak percaya

“aisshh, hyung tidak percaya sekali dengan ku.. apa perlu aku yg menanyakan dengannya nanti ketika dia sudah datang ke sini?” aku melihat Luhan hyung sebal

“arrasseo.. aku percaya” Luhan lanjut meminum jusnya. Aku heran dari tadi jusnya kok tidak habis2 ya.

Beberapa menit kemudian, Yuri bergabung lagi dengan kami, dengan membawa 2 kotak jus orange.

“ini, untuk mu.. aku tak mau nanti tiba2 kau meminum jusku” Yuri memberikan satu kotak jus pada ku

“gomawo” aku tersenyum manis

“besok kita berangkat bareng aja” aku mengusulkan. Ku lihat Yuri sedang menusukkan sedotan ke jusnya lalu menatapku

“mwo?? Kalian mau naik sepeda?” Yuri menyedot jusnya

“aniyo.. kau berangkatnya bareng kami aja.. Luhan hyung bawa mobil” aku juga menyedot jus ku

“kenapa kita bertiga tidak naik sepeda aja?” usul Yuri yg membuatku hampir menyemprotkan minumanku

“mwo? Naik sepeda, kan capek, ntar kalo sampai sekolah terus keringetan kan gak enak” aku memberikan alas an dan mengambil tisu yg Yuri bawa untuk mengelap mulutku

“ya! Kau itu namja.. aku aja yg yeoja tidak apa2..” yuri memutar matanya

“shireo.. kau ikut kami aja.. ne..ne..ne..” aku memasang tampang memelas.

Dia menatap ku selama beberap saat

“emang Luhan mengijinkan?” Yuri menaikkan sebelah alisnya , lalu menatap Luhan dengan tatapan yg dapat ku artikan seperti

‘jangan ijinkan Sehun atau aku akan membunuhmu’

“boleh..boleh..” Luhan hyung tersenyum manis pada ku, aku membalas senyumannya. Sementara Yuri menatap kami berdua kesal yg membuat kami berdua terkekeh pelan.

********

Yuri Pov

“silahkan..” Sehun tersenyum padaku lalu membuka mobil sport putih milik Luhan, tanpa berkata-kata aku langsung masuk ke dalam, Luhan membuka tutup atas mobilnya sehingga cahaya matahari pagi langsung menyinari kami. Sehun duduk disebelah Luhan dan menoleh kearah ku yg duduk di kursi belakang.

“kenapa wajahmu keliatan tak senang sekali.. tapi kau cukup cute seperti itu” Sehun menggoda ku

“ya! Diam!!” aku memukul kepalanya dengan bukuku

“appo..” dia mengerucutkan bibirnya sambil mengelus kepalanya. Omo kalau dia sedang seperti itu, dia terlihat benar2 mirip dengan Luhan, sangat cute.

“ayo turun.. apa perlu aku yg menggendong mu?” Luhan menatap ku sambil memasang cengiran di wajah cutenya setelah tiba di sekolah

“eh.. ia..” aku buru2 keluar dari mobil dan berjalan di antara Luhan dan Sehun.

Ku lihat beberapa yeoja menatap ku dengan tatapan iri. Ah, aku memang baruntung di apit oleh dua namja tampan.

Tanpa sadar aku tersenyum sendiri

“Yuri-ah.. kau kenapa?” Luhan menatap ku sambil mengerutkan kening nya

“eh? Ani” aku tersenyum malu

“bye, hyung.. Yuri.. aku ke kelas.. nanti istirahat awas aja kalo aku tidak di ajak ke kantin” Sehun tersenyum manis lalu berjalan dengan gaya cool nya menuju kelas

“sikapnya kok begitu ya?” Tanya ku ketika baru duduk di kursi ku

“nan molla… dia memang suka sok cool gitu, kadang2” jawab Luhan

Aku hanya mengangguk-anggukkan kepala ku.

********

Sekarang aku sudah sangat dekat dengan kedua kakak adik, Luhan dan Sehun. kami bertiga bahkan tak bisa terpisahkan. Di mana ada aku di sana pasti ada Luhan dan Sehun.

“Yuri-ah.. ikut aku” Hyuna tiba2 menarik tangan ku, ketika aku sedang di kantin bersama Luhan dan Sehun

“wae?” Tanya ku

“ayo ikut saja..” Hyuna mencengkrang tanganku keras  membuat ku sedikit meringis.

Luhan dan Sehun menatap ku khawatir lalu mereka menjatuhkan tatapan tajam ke hyuna yg masih tak melepaskan tangannya dari pergelangan tangan ku.

“lepaskan..” ucap Luhan pelan lalu memegang tangan Hyuna barusaha untuk melepaskan tangannya dari tanganku. Tapi Hyuna tak mau melepas tangan ku. Sehun menatap hyuna tajam, dan hyuna membalasnya dengan senyuman sinis, lalu dia menarikku ke belakang sekolah, Sehun berdiri dan mencengkram lengan hyuna yg sedang mencengkram pergelangan tanganku, tapi tindakan itu malah membuat hyuna semakin kuat mencengkram ku, yg membuat ku meringis lagi. Sehun menatap ku cemas

“Yuri-ah.. gwaenchana?” dia bertanya khawatir

“gwaenchana.. sebaiknya kau di sini saja, sepertinya Hyuna ingin berbicara pada ku” aku barusaha tersenyum walau pergelangan tangan ku sangat sakit.

Sehun kembali duduk, lalu Hyuna menarikku pergi, aku menoleh ke belakang melihat tatapan khawatir dari Luhan dan Sehun.

Aku tak pernah menyangka Hyuna akan tega mencengkram tangan ku sekuat ini, sangat sakit. Begitu tiba di belakang sekolah Hyuna menghempaskan tangan ku membuat ku tersentak, dan hampir jatuh tapi untung nya aku bisa menyeimbangkan tubuhku sehingga aku tak jadi jatuh

“Hyuna-ya.. waeyo??” aku menatapnya memegang pergelangan tangan ku yg sakit lalu memperhatikan wajah hyuna. Tunggu.. kenapa wajah hyuna pucat sekali. apa dia sakit?

“kau jahat Yuri-ah” dia menatap ku

“wae? Apa salah ku pada mu?” aku bertanya dan mulai berjalan mendekat kepadanya, berusaha melihat wajahnya lbih dekat

“kau melupakan ku!!!!” dia berteriak, membuat ku berhenti.

“aku tidak melupakan mu Hyuna-ya” ucap ku lembut, dan berjalan mendekatinya

“jangan mendekat!!!” dia berteriak lagi

“wae?? Aku masih sahabat mu, sahabat terbaik mu”

“andwae!! Kau bukan sahabat ku” matanya mulai berkaca-kaca

“apa maksud mu?? Tentu saja aku sahabat mu” aku tersenyum tapi tak berani melangkah lebih dekat padanya

“kau menjauhi ku!! kau tak peduli lagi dengan ku?? kau tak pernah lagi mau bersama ku. kau.. kau… kau melupakan ku.. bahkan di sekolah kau tak pernah lagi mau menyapa ku” butir2 bening mengalir dari mata indah Hyuna, membuat ku ingin segera mendekatinya dan menghapus air matanya itu, bagaimana pun dia adalah sahabat ku.

Sejak ada Luhan dan Sehun, aku memang tak pernah lagi bersama Hyuna padahal dulu kami sama sekali tak bisa di pisahkan. Aku juga tak pernah menyapanya, mungkin karena aku sama sekali tak peduli dengan sekelilingku jika sudah berada dengan Sehun atau Luhan, karena aku akan di sibukkan oleh obrolan yg tak pernah habis di antara kami.

“mianhae Hyuna-ya.. aku sama sekali tak bermaksud begitu”

“kau menyebalkan Yuri-ah.. aku membencimu!” teriak Hyuna

Deg.. apa dia bilang? Dia membenci ku? aku tau aku memang salah, tapi apakah kesalahan ku sebesar itu, sampai2 dia membenciku?

Dadaku sesak, aku dapat merasakan mataku yg mulai berkaca2.

“mianhae Hyuna-ya.. kundae.. aku..”

“kau bilang kau sahabat ku, tapi apa kau tau apa masalah ku? kau bahkan tak tau dan ku rasa sekarang kau juga tak akan perduli”

“kau punya masalah Hyuna.. katakan saja aku pasti mendengarkan mu”

“ani.. lupakan saja, karena mulai sekarang kau bukan sahabat ku lagi.. aku membenci mu kwon Yuri. Kau sangat menyebalkan” Hyuna lari sambil mengusap air matanya

“Hyuna-ya..!! Mianhae!!!” teriakku pada Hyuna yg mulai menjauh.

“kau kenapa?” Tanya Luhan ketika aku baru duduk di kursi kelas, sebelumnya aku pergi ke toilet dulu untuk membasuh wajah ku agar tak ketahuan bahwa aku baru saja menangis.

“tak apa” jawab ku singkat. Selama pelajaran hingga pulang aku hanya diam saja, sangat tidak mood untuk memulai pembicaraan apa pun, padahal biasanya aku akan nyerocos panjang lebar dengan Sehun.

“Yuri-ah.. kau kenapa sih? Dari tadi diam terus?” Sehun bertanya menoleh kan wajahnya ke belakang

“aku sedang malas Sehun-na” jawabku pendek

Setelah itu suasana di dalam mobil jadi sepi, tak ada yg berbicara sama sekali tapi aku tak peduli.

Author Pov

“hyung , Yuri kenapa?” Tanya sehun ketika mereka masuk ke rumah

“nan mollaseo, dia begitu setelah tadi pas istirahat di bawa sama Hyuna”

“apa mereka bertengkar?” Sehun mengerutkan keningnya seperti berpikir

“tapi mereka kan tak dekat” lanjut Sehun kemudian

“siapa bilang mereka tak dekat. Orang waktu itu aja pas aku baru masuk kelas, Yuri duduknya sama Hyuna” Luhan membuka pintu kamarnya

“ah jinjja?? Tapi aku tak pernah melihat mereka akrab” Sehun juga membuka pintu kamarnya yg tepat berada di samping kamar Luhan

“mungkin Yuri jadi jarang bersama Hyuna karena, kita selalu sama Yuri” ucap Luhan hyung lalu masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu, sehun juga melakukan hal yg sama.

sehun melempar tas nya asal, lalu berganti baju dan pergi kamar Luhan, dia sedang duduk di sofa yg ada di kamarnya. membaca.

“hyung.. besok jalan2 yuk..” ajak sehun

Tapi Luhan hyung masih sibuk membaca bukunya, mungkin dia tak mendengar sehun, dia itu kalau uda membaca tak akan perduli dengan apa yg terjadi di sekitarnya

“hyung…” sehun mengguncang2 tubuh luhan pelan

“wae?” Tanya luhan tanpa mengalihkan pandangan dari bukunya, membuat sehun, mengerucutkan bibirnya kesal

“hyuuuunnnggg…!!!” sehun teriak persis di teling luhan, membuat luhan terlonjak kaget dan langsung melempar buku yg sedang dia baca

“kau ini mengganggu sekali” luhan mengambil bukunya yg tadi jatuh

“hahaha.. mianhae, habis aku tak di gubris sama sekali dari tadi”

“makanya jangan ganggu aku kalo lagi baca… ada apa?”

“ehm.. besok jalan2 yuk”

“kemana?” Luhan menaruh bukunya di meja

“kemana aja lah.. kita ajak Yuri jadi bertiga, otte??”

“oke. Tapi aku tak tau apa2 disini. Kau tau tempat yg bagus?”

Sehun mengerutkan keningnya. berpikir selama beberapa saat

“aku tau hyung”

“dimana?”

Hm, aku tak tau tepatnya dimana, aku hanya tau jalannya saja, dulu suzy pernah memberitahukan tempat itu padaku”

“oh, arrasseo..terserah kau saja lah.. sekarang kau keluar karna aku mau lanjut membaca bukuku” Luhan mengusir sehun, dia mendorong tubuh sehun dari sofa.

Sehun berjalan keluar dari kamar luhan lalu masuk ke kamarnya, dan mengambil Ponselnya lalu berjalan ke balkon rumah. dia melirik rumah Yuri, dan tak melihat siapa2 di balkon rumahnya.

Sehun  membuka ponsel nya dan mengirimi yuri sms

“ yuri-ah.. ke balkon rumah mu gih, aku juga lagi di balkon rumah ku nih”

Beberapa menit kemudian Yuri sudah berjalan dan duduk di kursi yg ada di balkon rumahnya

“wae?” Tanya yuri pada sehun pelan, jarak rumah mereka memang sangat dekat jadi tak perlu berteriak untuk mengobrol dengan jika kami sedang sama2 di balkon

“jalan2 yuk, besok” jawabku

“kemana?” tanyanya malas

“yah, kemana aja, yg penting jalan2, sekalian refreshing, kan kita belom pernah jalan sama2”

“aku malas”

“ayoolaahh… aku sudah ajak Luhan hyung dan dia mau, sekarang kalau kau tidak mau berarti batal dong”

“kalian kan bisa pergi berdua”

“tidak seru” aku memberi alas an

“ikut aja yah.. jebal..” aku memasang tampang memelas yg selalu bisa ku andalkan. Yuri menatapku selama beberapa saat

“arrasseo” ucapnya akhirnya yg membuatku tersenyum senang

“gomawo… besok aku dan Luhan hyung bakal menjemputmu” kata ku lalu berlari masuk ke dalam rumah.

********

Yuri Pov

“Yuri-ah..Yuri-ah,,,Yuri..Yuri” ku dengar seseorang memanggil2 namaku

“aish pasti itu Sehun, tak bisakah dia hanya memanggil namaku satu kali saja. Berisik sekali” gumamku.

Aku berlari ke depan pintu dan membukanya, di sana berdiri dengan rapi Luhan dan Sehun.

“ya! Sehun-na.. kau berisik sekali, seharusnya kau hanya memanggilku 1 kali saja itu sudah cukup” aku mendelik ke Sehun.

“hahaha… mian, aku lagi suka teriak2 soalnya” Sehun nyengir zebra(?)

“Luhan-na.. mobilmu mana?” Tanya ku yg tak melihat ada mobil di halaman rumahku

“di rumahku aku dan Luhan datang ke sini jalan kaki” jawabnya

“aiisshh.. kenapa tidak naik mobil aja, kan bisa langsung pergi”

“kan deket sih, emang jalan beberapa langkah ke rumah ku kaki mu bisa patah? Atau kau mau ku gendong?” Sehun menggodaku

“ya sudah jangan banyak omong, mendingan  aja jalan bertiga” ajak Luhan. Lalu mereka berdua mengapitku dan kami bertiga bergandengan.

Begitu sampai di rumah Luhan, ku lihat mobilnya sudah siap di halaman rumahnya. Sehun berjalan mendahului ku lalu membukakan pintu mobil

“silahkan..nona..” dia tersenyum dan menyilahkan ku seakan aku ini seorang putri, aku hanya tersenyum simpul mendengarnya. Lalu Sehun duduk di belakang kemudi sedangkan Luhan duduk di sampingnya

“kau yg nyetir?” Tanya ku ke sehun

Sehun menoleh ke belakang menatapku, lalu mengangguk

“emmang kau bisa nyetir?”

“bisa dooonnnggg”  Sehun nyombong

“arrasseo.. tapi hati2 ya… aku tak percaya denganmu”

“aiisshh,.. kau tenang saja” Sehun mengemudikan mobil dan perlahan mobil berjalan meninggalkan rumahnya.

Aku membuka jendela mobil dan menutup mataku merasakan angin yg membelai-belai wajahku. Lalu tiba2 aku merasakan cahaya matahari, aku membuka mataku dan benar saja, ternyata Sehun membuka tutup atas mobilnya sehingga cahaya matahari pagi menyinari kami bertiga, ku lihat Sehun membuka dashbor mobilnya dan mengambil sebuah

kacamata hitam dari sana lalu memakainya. Aku melihatnya dari kaca dan dia cukup keren.

“Yuri-ah.. kau ada masalah ya sama Hyuna?” tiba2 Luhan bertanya padaku

“aniyo” aku berbohong

“oh” kata Luhan dan dia tak bertanya apa2 lagi. Itu bagus karena aku memang sedang tak ingin cerita apa2 tentang masalahku dengan yuri

#skip time

Akhirnya aku tiba di sebuah tempat yg kurasa padang rumput, sangat luas dan hijau. Angin yg berhembus membuat rambutku sedikit berantakan tapi aku tak berusaha merapikannya , toh percuma saja nanti juga akan berantakan lagi mengingat disini banyak sekali angin.

Aku  turun dari mobil dan berjalan agak jauh. aku tersenyum, ini pemandangan yg sangat indah. aku menutup mataku, sungguh damai disini.

“Yuri-ah..!!” Luhan memanggilku dari jauh. Aku membuka mataku dan menoleh ke arahnya

“sini..” Luhan menggerakkan tangannya menyuruhku intuk menghampirinya

“wae?” Tanya ku begitu sudah ada di dekatnya

“tak apa” jawabnya yg membuatku sedikit kesal, kalo tau begitu mendingan aku di tempat semula aja

“mana Sehun?” tanyaku

“di sana” Luhan menunjuk sebuah tempat tak jauh dari situ

“kuda… dia mau naik kuda?” Tanya ku yg sadar bahwa itu adalah tempat menunggang kuda

“hahaha.. dia mana berani naik kuda. Yg ada langsung jatuh gara2 gemetaran” Luhan tertawa. Dia sungguh sangat tampan jika sedang tertawa membuatku tersenyum menatapnya

”lalu untuk apa dia ke sana?” Tanya ku mengalihkan tatapan ku dari Luhan ke tempat penunggangan kuda itu

“mollaseo.. mungkin dia hanya ingin melihat, kau mau ke sana?”

“mau..mau.. aku ingin sekali menunggang kuda. Sudah lama aku tak melakukannya” aku tersenyun manis

“kau bisa?” dia menaikkan sebelah alisnya

“nde.. apa kau juga tak bisa?”

Luhan menggelengkan kepalanya lalu tersenyum malu

“hahahaha.. kau sama saja dengan adikmu.. ya udah nanti aku ajarin” aku menarik tangan nya dan kami berdua berlari bersama menuju tempat itu

7 Responses to “I’m Sorry Part 2”

  1. nabila September 28, 2013 at 9:36 am #

    keren eon jadi gak sabar nunggu kelanjutanya tpi ntar jgn dikit” ya,, and hyuna knapa sih?? next

    • christinaminhee September 28, 2013 at 10:34 pm #

      Mksih.
      Hyuna?? Ada deh. Klo ku ksih tau gk seru dooong.
      Tngu aja part slnjutnya…🙂

  2. Riska Dewi October 3, 2013 at 8:21 am #

    Ku tunggu part selanjutnya ya Thor……..😀

  3. Azizah Cayank Dya October 20, 2013 at 1:28 am #

    Next Eon cpetan… gk sbar nih…

  4. Tetta Andira November 16, 2013 at 11:45 pm #

    Wahh !! Konflik sama Hyuna’x udh muncul ..
    apa yg trjadi sama Hyuna sbnr’x yaa ??
    Bt , HanHun’x blom ada tanda” pnya prsaan khusus sama Yul-eonn ..😀
    Kllo gtuh ngelanjut ke part-3 ne ? Hwaiting ^^

  5. liliknisa February 23, 2014 at 6:23 pm #

    bagus🙂
    ditunggu kelanjutannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: