The Dream Part 2/End

15 Oct

yuri suho fanfiction

Suho menenteskan air mata, melihat keadaan itu.

“aniyo..andwae” gumam Suho, dia berlari keluar dari rumah sakit.

“aniyo, dia tidak kecelakaan. Tadi pagi dia masih bersama ku. dia melingkarkan tanggal 19 untukku. itu nyata, itu pasti dia.” Racau Suho tak jelas masih sambil berlari. Entah dia sudah sampai dimana.

Brakkkk…!!!

Suho menabrak seseorang

“mianhae..” ucap Suho tanpa menatap orang itu

“Suho-ah… waeyo?” Tanya orang itu yg ternyata myungsoo

“myungsoo-ah… yuri.. ada yg aneh”

“sebaiknya aku membawa mu ke apertemen mu” myungsoo sudah tau kalau yuri kecelakaan, dia ingin menenangkan Suho.

Myungsoo membawa Suho ke apertemennya.

“myungsoo-ah.. ada yg aneh” Suho mengulang kata2 nya tadi

“wae?”

Suho menarik tangan myungsoo ke depan tanggalan yg ada di apertemennya.

“lihat tanggal 19 ini. yuri yg melingkarkan ini untukku tadi pagi. dan dia juga memberikan jam tangan padaku”

“kalau begitu mana jam tangannya??” Tanya myungsoo. Prihatin dengan sahabatnya itu

“entahlah.. hilang.tapi dia masih baik2 saja tadi pagi. Bagaimana bisa aku percaya kalau dia kecelakaan kemarin malam” Suho ngotot sambil mengguncang bahu myungsoo dengan kedua tangannya. Berusaha meyakinkan sahabatnya itu supaya percaya padanya

Myungsoo menarik tangan Suho untuk duduk di sofa.

“kau! Jangan berfikir yg aneh2 seperti itu. Mungkin itu hanya halusinasimu” myungsoo menatap Suho

“kau tak percaya padaku?” Suho balas menatap myungsoo

“dengar. Dia  mengalami kecelakaan itu karena mu. Aku melihat nya sendiri saat dia kecelakaan. Aku sengaja tak memberitahumu. Waktu itu kau sendri kan yg ingin meninggalkannya?? Kenapa sekarang kau malah seperti ini?” Tanya Suho

“kau melihatnya kecelakaan?? Andwae. Itu tak mungkin”

“itu mungkin. Aku melihatnya saat pulang dari rumahmu. Dia menggunakan motornya, saat itu hujan deras aku sedang berteduh si sebuah toko. Dan aku melihat dengan jelas semuanya”

#Flashback

“ponselnya di matikan” yuri mengerutkan keningnya. Dia sudah menunggu selama 2jam seperti orang bodoh di café, dan Suho sama sekali tak menghubunginya.

“mungkin dia sibuk” yuri menghibur dirinya sendiri lalu keluar dari café

“aku harus memberikan jam ini. mungkin aku harus ke rumahnya” yuri mengangguk lalu duduk di atas motornya. Dia menghidupkan mesin motor dan meninggalkan café itu.

Baru kira2 setengah perjalanan, terdengar bunyi petir. Yuri kaget, dia memelankan motornya .

“apa mau hujan??” tanyanya pada diri sendiri.

“kalau begitu aku harus lebih cepat”

Yuri menjalankan motornya ngebut menuju apertemen Suho. Tapi belum juga dia tiba di apertemen Suho. hujan turun dengan deras. Yuri ingin berteduh, dia menyebrang ke sebuah toko, tapi suara petir yg sangat keras mengagetkannya membuatnya tak seimbang dan tak melihat sebuah mobil berjalan cepat ke arahnya.

Yuri menyipitkan matanya oleh sinar lampu mobil, dia tak sempat melakukan apa2. Bahkan berteriakpun tidak. lalu dia tak sadarkan diri.

#flashback end

“katakan itu bohong!!!” Suho berteriak , dia memegang kerah baju myungsoo geram.

“bukankah ini yg kau mau??? Bukankah kau ingin meninggalkannya?? Kau seharusnya bersyukur dia kecelakaan!!” teriak myungsoo yg langsung mendapatkan tonjokkan di wajahnya dari Suho.

Myungsoo tersenyum kecut.

“lihatlah dirimu. Kau menyedihkan” ucap myungsoo lalu berjalan pergi dari apertemen. Niatnya ingin menghibur Suho. Tapi melihat Suho seperti itu malah membuatnya kesal.

Suho menangis, dia menjambak rambutnya lalu berjalan menatap keluar jendela. Dia melihat motor itu di sana. Motor yg tadi pagi yuri tunjuk. Suho mengelap air matanya kasar lalu berlari ke bawah.

“ini motor yuri” ucap Suho, dia mendekati motor itu. Tapi seorang yeoja menaikinya.

“apa itu motormu?” Tanya Suho

“nde, ini motorku. Wae?” Tanya yeoja itu

“aniyo” Suho menggelengkan kepalanya.

dia kembali ke apertemennya lalu tertidur dengan perasaan yg gelisah, dia selalu memikirkan yuri.

***

Suho membuka matanya perlahan, cahaya matahari masuk dari jendelanya.

“yuri-ah” ucapnya , melihat yuri yg duduk di samping tempat tidur sambil memandanginya, dia langsung duduk dan memeluk yuri.

“wae? Kau terlihat aneh” yuri melepaskan pelukan Suho

“aku mimpi. Kau kecelakaan. Lega sekali rasanya itu hanya mimpi”

“kau mimpi aku kecelakaan? Hmm buruk sekali” yuri tersenyum ceria

“jadi… apa yg akan kita lakukan untuk hari ke 1000 kita?” Tanya yuri semangat

“kita bisa melakukan suatu perjalanan mungkin, katamu kau sangat ingin ke jeju. Kita bisa pergi bersama ke jeju. otte??” Suho menjawab dengan semangat

Yuri menatap Suho, merasa aneh dengan reaksi Suho yg lain dari biasanya.

“apa yg terjadi padamu?” yuri mengerutkan keningnya

“ayolah, kita harus merayakan hari ke 1000 dengan meriah”

“bagaimana dengan Amerika, kau kan pergi hari ini”

Suho menundukkan kepalanya

“ahh.. itu, aku tidak perlu pergi ke sana. Sebenarnya… aku berbohong”

“bohong?? Kenapa kau bohong?” yuri bingung, dia sedikit mengerutkan keningnya

“hm, sebaiknya kau telepon Suzy, dia sangat mengkhawatirkan mu. Dia menangis sangat banyak kemarin.”

“benarkah??”

Drrt…drrt..drrt..drrt…

Ponsel Suho bergetar

“lihatlah, mungkin itu suzy, dia bahkan sudah menelpon ku. dia pasti ingin bicara denganmu. Angkat ini” Suho menyodorkan ponselnya ke yuri.

Tapi yuri hanya menatap ponsel itu lalu tersenyum sedih ke Suho. Dia berdiri, berjalan ke jendela besar yg ada di samping tempat tidur Suho, dan menatap keluar jendela pada cahaya matahari pagi. Dia tak perduli dengan ponsel Suho yg terus bergetar.

“indah sekali” ucap yuri sambil tersenyum

“ada apa?” Tanya Suho. Yuri menatapnya sebentar, tanpa senyum cerianya. Dia memegang pinggiran jendela.

“wae geurae?” Tanya Suho lagi. Tapi cahaya matahari di jendela membuat tubuh yuri semakin menghilang. Cahaya itu menyelimuti yuri dengan sangat terang. Membuat Suho harus menyipitkan matanya.

“yuri-ah!!!” teriak Suho.

Drrtt..drrt..drrt..drrt..

Suho terbangun lalu mengambil ponselnya. Dia hanya bermimpi.

“yeobseyo appa”

“Suho-ah. Semuanya sudah appa siapkan.kau tak perlu membawa barang apa2. Kau hanya perlu pergi ke bandara hari ini jam 11 pagi. Sudah ada adikmu di sana”

“appa.. aku tak ingin pergi”

“wae?”

“yuri.. dia kecelakaan. Aku ingin menemaninya. Mianhae appa”

“arrasseo. Kan appa sudah bilang appa tak akan memaksa mu. Sabar lah. Dan berdoa untuk dia supaya sembuh”

“gomawo appa”

Suho mematikan ponselnya lalu bersiap2 pergi ke rumah sakit. dia ingin menjenguk yuri, tapi sebelumnya dia pergi ke kantor polisi dulu.

Suho meminta seorang polisi untuk menunjukkan motor yuri padanya. dan menganga kaget ketika melihat motor itu tak berbentuk.

Bannya penyok, rantai lepas, setang yg sebagian hancur, dan banyak lagi. Sehingga sulit untuk melihat itu dulunya adalah motor.

“dia. Yg menabrak yuri. Dia harus ditangkap” ucap Suho pada polisi itu yg mengangguk setuju.

Suho berjalan ke rumah sakit, dia langsung melihat Suzy berdiri di depan pintu kamar yuri. Menatapnya sendu. Yuri dan Suzy memang hanya tinggal berdua. Appa mereka sudah meninggal 2 tahun lalu  karena penyakit dan eomma mereka meninggal ketika melahirkan mereka.

Suho berjalan mendekat ke Suzy, lalu seorang dokter keluar dari kamar yuri.

Dia menyuruh Suzy dan Suho mengikutinya untuk memberitahukan kondisi yuri.

“aku takut kalian harus menerima situasi ini” dokter membuka suara

“apa?” Tanya Suho

“aku benci mengatakannya, tetapi tidak ada yg bisa lepas dari kematian otak”

“biar kami menunggu lagi. Siapa tau ada perkembangan”

“itu keputusan mudah untuk mu. Tapi yuri. Dia mungkin lelah harus menderita dan diam seperti itu. Mungkin dia tersiksa”

“andwae. Dia segalanya bagiku. Aku hanya punya dia disini” Suzy terisak. Suho memeluknya berusaha menenangkan Suzy.

Suho berjalan gontai menuju kamar yuri. Dia duduk di sebelah tempat tidur yuri lalu menggenggam tangannya.

“kenapa kau disini?? Apa kau sedang balas dendam pada ku, karena tak memperdulikanmu waktu itu??” suara Suho bergetar dia meremas tangan yuri

“ku mohon bicaralah. Katakan sesuatu sekali saja. Jebal” Suho menangis , airmatanya menetes di jari2 yuri yg sedang dia genggam.

“jebal. Apa kau tak mau merayakan hari ke 1500 kita?? Aku akan bersamamu. Aku tak akan meninggalkan mu. Kita harus melakukan sesuatu yg spesial. Jebal… bangunlah” air mata Suho mengalir semakin deras

“maafkan aku yg tak memperdulikan mu. Maafkan aku yg tak baik padamu.ini semua  salah ku, jika saja waktu itu aku menepati janjiku untuk datang ke café itu. Ini semua tak akan terjadi. Kau tak akan kecelakaan”

“jangan bicara begitu. Itu bukan kesalahanmu. Itu bukan salah siapa2. Itu hanya takdir” tiba2 appa Suho sudah berdiri di samping Suho

“appa..” panggil Suho.

Appanya tersenyum lalu memeluk putranya itu

“appa ikut sedih untuk mu.”

“appa.. apa kau percaya roh?? Yuri. Dia datang padaku” Suho melepaskan pelukannya dan menatap appanya sendu

“aku sudah mendengar nya dari myungsoo. Itu terjadi karena kau sangat merindukannya nak”

“terlihat sangat nyata dengan senyum cerianya, sampai2 ku pikir dia sungguhan”

“seseorang yg sangat dicintai bisa mengalami hal seperti itu. Dia pasti sangat mencintaimu” appa Suho menatap wajah yuri yg penuh luka.

“aku sangat sedih atas dia” suara Suho membesar. Dia menangis lagi.

“jangan khawatir. Semuanya akan baik2 saja” appanya menenangkan sambil menepuk pundak putranya itu.

Suho mengangguk, walau air mata terus tumpah dari matanya

“appa harus pergi lagi. Kau kembalilah ke apertemenmu dan istirahat”

Suho mengangguk, mereka berdua sama2 keluar dari rumah sakit

“hati2” pesan appa Suho sambil menepuk bahu putranya itu. Berusaha memberikan kekuatan padanya.

Suho mengangguk lalu masuk ke dalam mobilnya. Sekarang malam dan Hujan turun dengan deras. Mengingatkan Suho ketika dulu dia dan yuri sama2 naik mobil ini  ketika hujan. Yuri tertidur dengan lelap di sampingnya.

Suho menggelengkan kepalanya. dia sangat tersiksa.

Setelah tiba Suho masuk ke apertemennya. Dan mengganti bajunya yg basah terkena sedikit air hujan tadi.

Suho tak sengaja menjatuhkan ponsel dari saku celananya. Dia menunduk dan mengambil ponsel di bawah lemari kecil yg ada di samping tempat tidurnya.

Tapi tangan nya memegang seseuatu selain ponsel. Kertas. Suho mengambil kertas itu.

“ayo bertemu. Kamus Jepang?”

“kamus jepang?” Suho langsung berlari ke rak buku  dan mencari dengan teliti dimana dia menaruh kamus jepang nya. Dia mendapatkannya di rak paling bawah tersembunyi di antara buku2 lain, karena memang sudah lama dia tak menggunakan kamus itu. Suho meniup kamus yg berdebu itu lalu membuka lembarannya. Ada sebuah kertas lagi. Suho langsung membukanya.

“jam berapa kita bertemu?? Ingin tau waktunya? Lihat gitar itu”

Suho melihat gitar yg ada di samping rak sepatu dan menggoyangkannya, membuat sebuah kertas terjatuh di lantai.

“tanggal 19. Itu adalah hari ke 1500 sejak kita pertama kali bertemu. Jam 12. Tempat??  Coba periksa jaket hitam mu”

Suho berjalan ke lemari tergesa-gesa, dia mengobrak-abrik semua jaket yg ada di sana tapi tak menemukan kertas terakhir.

Suho menjatuhkan semua jaket di lantai, dia memeriksa semua tempat, berusaha mencari kertas terakhirnya. Tapi tetap tak ketemu.

“dimana?? Aku harus bisa menemukannya” Suho hampir berteriak sambil mencari kertas itu di semua tempat.

Hingga akhirnya dia terduduk di samping tempat tidurnya. Sebuah foto terjatuh di antara buku2 yg sudah dia obrak-abrik. Itu foto yuri. Sedang tersenyum. Dia mengambilnya ketika mereka merayakan 1000 hari mereka.

Suho mengelus foto itu. Dia menangis mengingat begitu banyak kenangan yg sudah mereka lalui bersama.

“yuri-ah. Tak bisa kah kau kembali lagi? Aku ingin bersama mu. Aku ingin minta maaf. Tak seharusnya aku ingin meninggalkanmu. Jebal yuri-ah” Suho terisak

“kau jahat yuri-ah” ucap Suho beberapa saat kemudian lalu memeluk foto itu

The Dream

Tok..tok..tok…

Suho membuka pintu , sekarang sudah pagi. Tanggal 19 ,tepat hari ke 1000 sejak Suho dan yuri pertama kali bertemu.

“aku mengantarkan ini karena kau tak pernah mengambilnya” seorang pria memberikan baju2 yg dilaundry waktu itu ke tangan Suho

“ah, kamsahamnida” Suho membungkuk hormat  lalu meletakkan baju2 nya asal di tempat tidur.

“jaket hitam” ucap Suho tiba2 lalu memeriksa jaket yg baru di laundry itu, dan benar saja. Kertas terakhir itu ada disana.

“datanglah ketempat di mana kita pertama kali bertemu. Aku akan menunggumu di sana”

Suho melihat jam dindingnya. Jam 11. Dan di kertas kemarin tertulis jamnya adalah jam 12. Masih ada cukup waktu untuk datang ke sana.

Suho buru2 berlari keluar dan masuk ke dalam mobilnya. Dia mengendarai mobilnya sangat kencang menuju tempat dimana dia dan yuri pertama kali bertemu.

Yuri dan Suho pertama kali bertemu di sebuah padang rumput yg sangat hijau. Waktu itu yuri pergi sendiri untuk jalan2 karena dia memang suka pergi melihat alam, sedangkan Suho bersama myungsoo untuk memotret keindahan di sana.

Kebetulan mereka bertemu. Yuri kehabisan minumnya, dan Suho memberikan sebotol minum pada yuri karena dia lihat yuri kehausan.

Setelah tiba Suho mengerem mobilnya membuat bunyi berdecit terdengar di sana.

Suho turun dari mobil dan berjalan ke tengah2 padang rumput itu sambil meneriakkan nama yuri.

“yuri-ah..!!”

“yuri-ah..” teriak Suho sambil berlari mencari yuri

“aku disini” suara yuri terdengar dari belakangnya.

Suho berbalik dan mendapati yuri sedang tersenyum kepadanya. Dia mengenakan dress putih polos selutut . sangat cantik.

“yuri-ah..” Suho berlari dan langsung membawa yuri ke dalam pelukannya, yuri membalas pelukan Suho lalu tersenyum

“yuri-ah.. apa ini benar2 kau?” Tanya Suho tak percaya

“ini aku. Terimakasih kau datang” ucap yuri

“mianhae. Jeongmal mianhae” Suho mengeratkan pelukannya

“ayo pergi, tidak banyak waktu. Kau harus kembali” Suho melepaskan pelukannya dan menarik pergelangan tangan yuri

“aniya. Aku tak bisa ikut denganmu”

“waeyo?”

Yuri tak menjawabnya, dia hanya menatap padang rumput yg ada di hadapan mereka .

“kau tau? kita memiliki kesempatan untuk berpisah selama beberapa kali. Tapi kita masih bisa bertahan, hingga kini hari yg ke 1500. Ini semua karena mu. Mungkin ini saatnya mengucapkan selamat tinggal” ucap yuri tiba2, yg membuat Suho langsung menatapnya sedih

“aniya.. aku minta maaf. Jebal jangan tinggalkan aku” Suho memeluk yuri lagi

“kau selalu menjagaku. Aku sangat mencintaimu melebihi kau mencintaiku sebelumnya. Kau tidak berubah. Tapi aku berubah. Jika waktu itu aku datang. Kau tak akan kecelakaan. Mianhae. Jeongmal mianhae” airmata mengalir di mata Suho.

“aniya. Itu bukan kesalahanmu. Itu hanyalah sebuah… takdir. Uljima” yuri mengangkat tangan kanannnya menghapus airmata yg mengalir dipipi Suho.

“aku tidak bisa membayangkan . tidak bisa bertemu dengan mu lagi”

Yuri tersenyum, senyum lembut khasnya.

“kajja.. kita pergi bersama” ajak Suho lagi

“mianhae, aku tak bisa” ujar yuri sedih

“andwae. Kita harus pergi. Palli” Suho menarik tangan yuri. Tapi yuri tersenyum padanya dan menatapnya lembut.

“aku tak bisa”

“andwae!!” teriak Suho

“Suho-ah.. namjachingu ku. aku bahagia karena mu. Itu sudah cukup dalam hidupku. Aku sudah puas. Gomawo. Aku ingin melihat senyummu”

Yuri mengangkat kedua tangannya menarik ujung bibir Suho dengan jari telunjuknya

“tersenyum lah” ucap yuri sambil tersenyum, membuat Suho menarik kedua ujung bibirnya. Tersenyum. Walaupun airmata tetap mengalir deras dipipinya.

“kajima!!” Suho menggenggam tangan yuri

“ku mohon tersenyum lah. Uljima. Tersenyumlah untukku.”

Suho mengelap airmata nya lalu tersenyum seperti yg diminta yuri.

“aku tak akan pernah melupakanmu. Aku akan selalu mengingat segalanya. Senyummu, Aromamu, suaramu, matamu, bibirmu dan segalanya yg ada padamu.

Karena mu aku tak pernah merasa kesepian. Kau membuatku tersenyum setiap saat. Aku harus pergi” yuri meneteskan air mata. Sangat sulit ketika kita harus mengatakan selamat tinggal pada orang yg kita sayang.

“andwae!! Kajima!! Jebal kajima!!”

“mianhae. Aku harus pergi. Sampai jumpa” yuri tersenyum , terpancar kesedihan di sana.

“yuri-ah..!!yuri-ah!!!” teriak Suho

“sampa jumpa nae namjachingu. Saranghae!!” yuri menangis sambil mengucapkan kata2 nya

Suho masih menggenggam tangan kanan yuri, tapi semakin lama tangan yuri  semakin lepas dari genggamannya.

“yuri-ah.. kajima!” teriak Suho

“jebal yuri-ah.. kajima!!” Suho berusaha menggapai tangan yuri, tapi tangan yuri sudah terlepas dari genggamannya. Yuri semakin jauh.

“yuri-ah!!!!” teriak Suho pilu. Berusaha mengejar yuri. Air matanya mengalir sangat deras sekali.

“bebahagialah. Aku bahagia jika kau bahagia” yuri tersenyum

“yuri-ah!!!! Saranghae!!!”

“aku akan selalu bersamamu” yuri mengucapkan kata2 teakhirnya

“Kajima!!” teriak Suho, tapi yuri sudah menghilang

“KAJIMA!!!!!” teriak Suho sangat keras sambil mengulurkan tangan kanannya.

Keringat mengucur deras di keningnya, pipinya basah oleh air mata.

******

Suho berlari kencang ditengah padang rumput yg sangat hijau, tangannya mengayun dengan semangat dan senyuman tak lepas dari bibir nya.

Dia berlari hingga tiba di mana seorang yeoja cantik sedang memainkan layangannya. Tangannya menarik-narik benang layangan dengan semangat membuat layangan semakin terbang tinggi. Angin yg berhembus memainkan dress putih selutut dan rambut hitam lurusnya.

“chagi..” panggil suho, dia memeluk yeoja itu dari belakang dan meletakkkan dagunya pada bahu yeoja itu

“wae..?”

“kau pintar sekali bermain laying-layang..”

Yeoja itu tersenyum “ terimakasih pujiannya..”

Tetapi selang beberapa detik setelah yeoja itu mengatakannya , tali layangannya putus, membuat layangan yg ada di ujungnya terbang semakin jauh hingga tak terlihat lagi. Yeoja itu memasang tampang cemberut

“ini karena mu” dia berbalik menghadap suho lalu menunjuk hidungnya

“wae?? Kan yang dari tadi main kau. aku sama sekali tidak mengganggu mu”

“ia.. tapi sejak tadi aku main layangannya baik2 saja.. setelah kau datang malah langsung putus”

“yasudah itu kan hanya sebuah layangan.. aku bisa membelikan yg baru untuk mu nanti”

“tapikan ..”

Suho meletakkan telunjukknya di bibir yeoja itu. Lalu menariknya menuju sebuah tempat di bawah pohon besar yg rindang. Di sana sudah ada karpet biru tipis dan beberapa cemilan serta minuman

“kapan kau menyiapkan ini?” Tanya yeoja itu

“tadi saat seorang kwon yuri sedang sibuk bermain layangan” jelas suho sambil sedikit menyindir tunangannya itu yg terlalu sibuk dengan layangannya tadi.

Mereka berdua duduk di atas karpet biru itu, yuri menyenderkan kepalanya pada bahu suho. Angin yg berhembus benar2 membuat suasana menjadi sejuk.

Suho mencium puncak kepala yuri dengan sayang lalu menatap lurus kedepan

“yuri-ah.. kau tau.. mungkin aku akan seperti layangan tadi jika kau benar2 pergi dari hidupku..tidak tau arah  dan terus terbang hingga terjatuh.. layangan itu tidak akan bisa terbang lagi jika dia sendiri, harus ada seseorang yg mengambilnya dan menerbangkannya lagi. “ suho menarik napasnya

“dan jika aku terjatuh, hanya kau yg bisa membuatku terbang lagi, aku tidak akan bisa terbang jika bukan kau yg menerbangkan ku. itu karena aku sangat mencintaimu yuri”

Yuri tersenyum mendengar kata2 tunangannya itu. Sejak hari itu, hari dimana suho berkata bahwa dia bermimpi sangat buruk. Suho berubaha. Dia menjadi suho yg dulu lagi, suho yg sangat menyayanginya.

“aku berterimakasih pada Tuhan karena sudah membuat mu  bermimpi buruk waktu itu. Dan menyadari nilai aku dalam hidupmu”

Mereka berdua sama2 tersenyum, memandang lurus kedepan , pada hamparan padang rumput yang seakan tidak ada habisnya.

# Flashback

Tok..tok..tok..tok..

Suho menghapus air matanya, sekarang sudah pagi.

Suho berjalan dan membuka  pintu, dan dia melihat yuri di sana, membawa serangkai bunga lalu masuk ke dalam apertemennya. Suho diam beberapa saat.

“yuri-ah” panggil Suho lalu memeluk yuri erat. Yuri yg kaget langsung menjatuhkan rangkaian bunga ke lantai.

“waeyo?”Tanya yuri bingung

“aku tak mau kehilanganmu”

“memang siapa yg mau meninggalkanmu. Cepat lepaskan pelukanmu. Aku mau mengganti bunga ini” yuri mengambil bunga yg jatuh lalu menyusunnya di vas.

“kenapa kemarin malam kau tak datang?”

“aku . mianhae, aku disini bersama myungsoo” jujur Suho sambil memainkan jari2nya

“gwaenchana. Aku bisa mengerti . mungkin kau ingin melewati hari2 terakhir bersamanya. Kan kau akan pindah ke Amerika.”

Suho memandangi wajah yuri. Itu semua hanya mimpi? Yg dia alami itu? Yuri kecelakaan hanya mimpi?? Suho menggelengkan kepalanya

“oia, oppa aku membelikan sesuatu untukmu” ucap yuri lalu merogoh tasnya

“jam tangan kah?” Tanya Suho

“bagaimana kau tau?” yuri bingung

“firasat saja”

“ini untuk mu sebagai kenang2an karena kau akan peri ke amerika” yuri tersenyum ceria

“yuri-ah, apa yg akan kita lakukan untuk perayaan ke 1500?”

“mwo?? Apa katamu? Apa aku tak salah dengar?? Ku pikir kau tak mau mendengar nya lagi. Lagi pula kau sudah tak disini ketika hari ke 1500 itu tiba”

“aniyo. Aku disini, aku tak akan pindah ke amerika. Aku ingin bersamamu. Jadi bagaimana kalau kita ke jeju??”

“hwaa.. jinjja??” Tanya yuri tak percaya dengan apa yg baru saja dia dengar

“nde. Kita akan pergi bersama ke sana”

Yuri tersenyum lalu mengangguk.

“ Aku tak tau apa yg terjadi denganmu selama 1 malam. Tapi menunggumu selama 2 jam di café sepertinya tak sia2 karena sikapmu berubah lagi menjadi Suho yg dulu”

Suho tersenyum.

“kau tak tau. Aku baru saja mengalami mimpi buruk yg terasa sangat panjang, sampai2 ku kira itu kenyataan. Aku tidak akan pernah melepaskan mu yuri. Aku akan selalu bersamamu.” ucap Suho dalam hati

~~~~END~~~~

Prok..prok..prok.. *tepuk tangan buat diri sendiri.

Bener2 rekor. Aku nulis FF ini Cuma dalam waktu beberapa jam doang..

Yah walaupun ngeposnya lama banget. Maklum aku sibuk banget sama sekolah.

Makasih yg uda mau baca. Jebal tinggalkan jejak kalian😀 supaya aku semangat bikin FF baru. Bagi yg mau request ff , kalian bisa tulis di kolom komentar, kalo sempet pasti nanti aku bikini.

19 Responses to “The Dream Part 2/End”

  1. nabila October 15, 2013 at 7:08 am #

    kalo bnr” sih,, emang suho jahat banget,, yuri udh kayak cwe bego yg nunggu orang yg gak prnh nganggep dia,, tpi yah bgslah klo cma mimpi,, keren kok eon
    ff i’m sorry nya di tggu eon

    • christina xoxo May 10, 2014 at 9:51 am #

      makasii yooo untuk komennta.. aku mencintai kalian reader yg mau menyemangati diri ini/?

  2. yuri rahma October 18, 2013 at 5:52 am #

    hua
    Abis nangis baca ff
    Bagus ceritanya

    • christina xoxo May 10, 2014 at 9:50 am #

      nangis?? sriusan>> makasi yaa uda nangis/? *eh wkwkwkwk

  3. Azizah Cayank Dya October 20, 2013 at 2:08 am #

    hhuuaa…. bgus2… dikira aku bneran kcelakaannya… sequel thor… yg di pulau jeju nya.

    • christinaminhee October 22, 2013 at 11:08 pm #

      Nggak doong aku paling gk suka sma sad ending…
      Sequel?? Ntr dulu deh, dpkir2 dlu. Lgi sbuk soalnya:)

  4. Rizkia aulia tifanny October 25, 2013 at 8:39 am #

    Yah udh end😦

  5. Ayana November 2, 2013 at 1:14 pm #

    Telat baca..😦
    Ternyata cuma mimpi? untung Yuri gk papa, Suho nya udah kelabakan tuh..
    suka sama happy ending tapi rasanya kurang.. bisa minta sequel kah?

    • christinaminhee November 4, 2013 at 9:32 pm #

      kurang apa nih? kurang greget kah?? wkk. untuk sequel belum tau. aku lagi sibuk soalnya..:)

  6. Tetta Andira December 1, 2013 at 1:34 am #

    Owhh ,, kmu msh sekolah ?
    bolehkah aku manggil saeng ajah ?🙂
    Biar kerasa akrab . Hha~ *plakk
    Ff kmu beneran bagus banget !
    sedih , pait , manis , bahagia’x dapet ..
    Akhir yg sngat bahagia ..
    Dikemas sama kalimat” yg enak dibaca ..
    aku nunggu banget I’m Sorry part 5’x lhoo ..
    Keep spirit & hwaiting ^^

    • christinaminhee May 10, 2014 at 9:43 am #

      masii donggg.. kelas 11 IPA 2. kelas ku ada di lantai 2/? *eh
      wkwkwk aduh jadi terharu.. hiks hiks..
      tunggu dlu ya eon aku mau terbang dulu nih gra2 pujiannya wkk
      komen eonnie bkin aku pengen ngelanjutin ff lagi. soalnya kmren2 smpet ga mood sma skli bkin ff. karena kurangnya penyemangat/? hehehehe

  7. 한늘앟 ~ December 31, 2013 at 5:05 am #

    ceritanya bagus, aku ampe nangis loh hehe..
    Untung happy ending, fiyuh-_-”

    • christina xoxo May 10, 2014 at 9:49 am #

      so pasti happy ending.. aku kan pencinta happy ending.. wlaupun ada sedih2 nya jga…

  8. BlackDeer YulHan Couple January 8, 2014 at 1:09 pm #

    T,T
    untung hanya mimpi klu beneran gw bakalan benci ma tuh cowok seumur hidup
    thor keren abis ffnya. Gw aja ampe nagis tersedu-sedu mbacanya.
    Keren abis thor >> CAP JEMPOL 1000 <<

    • christina xoxo May 10, 2014 at 9:48 am #

      hadoohhh jadi terharu.. aku kira critanya ga sedih2 amet gtu smpe bkin nangis.. kalo reader ada yang nangis gini kan aku jdi bersemngat bkin ff sedih lagiiiii

  9. Yan Yan June 29, 2014 at 12:52 pm #

    Aigoo, daebak !!! Dah down duluan pas ngira yuri unnie beneran dead >_< OMO !
    #Happy End😄 #

    • christinaminhee July 5, 2014 at 2:29 am #

      jangan down ah, kan aku jadi down juga kalo kamu down/? *eaaa
      wkkss author kan pecinta happy endinggg

  10. dhean kwon September 29, 2015 at 7:39 pm #

    meskipun gk sama ma versi aslinx tpi q suka, klo di humming si cwek bneran mninggal dan dsini cma mimpi..
    sneng jg karna happy ending

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: