I’am Sorry part 3

4 Nov

yulhunhan, yulhun, yulhan, fanfiction

 

“hai Yuri-ah!!” teriak Sehun, ketika aku masuk dan melihat banyak kuda yg di kandangin(?) . Sehun berdiri sekitar 5 meter dari sebuah kuda coklat yg cantik.

“Sehun-na.. kenapa kau jauh sekali berdirinya? Kau tak mau menyentuhnya” aku menunjuk kuda coklat itu

“aku takut” ucap Sehun malu yg membuat ku tertawa

“memang kau tidak takut?”

“kenapa harus takut? Bukankah mereka sangat manis?” aku tersenyum

dan berjalan perlahan ke samping Sehun, Luhan mengikutiku dari belakang.

“lihat ini” ucapku pada Sehun, lalu secara pelan tapi pasti aku berjalan mendekati kuda itu. Aku menjulurkan tangan ku perlahan dan ketika sudah tepat berada di depan kuda itu aku menyentuh bagian kepala kuda itu aku mengelusnya, dan kuda itu tak menunjukkan tanda2 bahwa dia tidak senang dengan tindakan ku itu.

“whooaaaaa…” ucap Sehun bertepuktangan

“sini..” ajakku pada Sehun dan Luhan

“aku takut” kata Sehun , sedangkan Luhan menggeleng-gelengkan kepalanya tak mau.

“ayolah.. tak apa..” aku berjalan ke arah Sehun dan Luhan lalu menggenggam tangan mereka berdua untuk menikuti aku.

“sentuh wajahnya.. tak akan kenapa2 kok..” kataku

Sehun menjulurkan tangannya, ku lihat tangannya gemeteran membuatku tertawa kencang. Sehun menatapku kesal, dan perlahan tangannya menyentuh kepala kuda itu dan mengelusnya

“whooaa.. dia baik” ucap Sehun kekanakkan. Aku tersenyum mendengarnya

“Luhan-na.. pegang saja” kataku, tapi Luhan menggelengkan kepalanya

“ayo hyung, tidak papa kok” bujuk Sehun yg sekarang  mengelus-elus kepala kuda coklat itu tanpa rasa takut tak seperti tadi gemeteran.

Tapi Luhan menggeleng-gelengkan kepalanya lagi.

Aku memegang pergelangan tangan Luhan dan menuntun tangannya supaya menyentuh kepala kuda itu. Aku masih memegang pergelangan tangannya untuk mengelus kepala kuda itu. Setelah ku rasa Luhan sudah cukup berani aku melepaskan pegangan tanganku dan tersenyum menatapnya

“tidak apa2 kan” kata ku

“hehehe.. ia” dia nyengir dan mereka berdua , Luhan dan Sehun asik mengelus kuda itu.

Akhirnya kami keluar dari tempat menunggang kuda itu dengan membawa 2 kuda, 1 kuda coklat tadi yg ternyata namanya adalah Rio dan 1 lagi Ari kuda cantik berwarna putih yg aku pilih. Awalnya tadi seorang pekerja disitu menawarkan untuk mengajarkan kami bertiga berkuda, tapi ku bilang aku sudah pintar berkuda. Dia juga menawarkan kami untuk berlatih di tempat menunggang yg sudah di siapkan di sana, tapi aku menolaknya karena aku lebih suka menunggang kuda di padang rumput yg luas ini.

aku naik ke punggung Rio, lalu aku menyuruh Sehun untuk ikut naik dan duduk di belakang ku. aku akan mengajarkan dia menunggang kuda.

Sehun naik ke punggung kuda dengan canggung duduk di belakangku. “perhatikan aku” kataku lalu memegang tali kekang kuda,aku sedikit menyentaknya, dan Rio berjalan pelan.

“jika kau ingin menyuruhnya berhenti kau tinggal menarik tali kekangnya saja” kataku

“arrasseo.. kelihatannya gampang” jawab Sehun

“ingat, kau harus konsentrasi.. dan jangan bercanda atau terlalu heboh, kuda sangat sensitif dengan perubahan tali kekang. Kuda itu mudah terkejut, dan jika mereka terkejut, mereka akan berlari kencang. Jika itu terjadi kau harus menahan tali kekang dan kaki mu harus terus mengapit kuda untuk mempertahankan keseimbangan tubuhmu arrasseo?” jelasku lalu menoleh ke Sehun yg duduk di belakang ku. jarak kami berdua sangat dekat.

“arrasseo!!” dia menganggukkan kepalanya cepat

“kalau begitu aku turun dulu, aku juga mau mengajarkan Luhan, lihat dari tadi dia Cuma mengelus kuda itu saja, dia tak berani menaikinya” ucapku lalu turun dari Rio

“o’ia.. jangan lupa ajak Rio berbicara sambil berjalan, karena kuda sangat senang bila di ajak bicara mereka akan merespon dengan gerakan kepala, ekor, dan leher dan kelihatan kalau mereka menikmati jalan2 nya.” Kataku pada Sehun lalu berlari ke arah Luhan

“kenapa tak naik?” Tanya ku begitu sudah berada di samping Luhan

“tak apa..”

“kau mau menaikinya,? Aku bisa mengajarkan mu. Lihatlah si Sehun itu , kelihatannya dia senang sekali”

Luhan menoleh ke Sehun terlihat sedang asyik berbicara dengan Rio.

“arrasseo” katanya lalu tersenyum manis ke arahku

 

Luhan Pov

Aku menatap cemburu ke arah Sehun dan Yuri yg sedang menunggang kuda. Aku hanya diam saja sambil mengelus-elus kepala Ari.

Lalu Yuri datang ke arah ku dan mengajakku menunggang kuda bersama. Aku menunggunya untuk naik duluan seperti Sehun tadi.

“kau naik duluan” kata Yuri

“hah? Bukannya tadi kau yg naik duluan pas sama Sehun?” tanyaku

“ikuti saja” balasnya, lalu aku mengangguk dan naik, aku agak takut dengan Ari , karena ini pertama kalinya aku menunggang kuda

“jangan takut.. rileks saja” Yuri menenangkan ku

“arrasseo” aku menganggukkan kepalaku dan mencoba untuk rileks

“hahahha.. jangan gemetaran.. tidak akan kenapa2 kok” Yuri terkekeh di belakang ku, karena sekarang aku gemeteran

“hehehe..ia” jawab ku

Lalu dia memegang tali kekang kuda, posisi kami sangat dekat, dia seakan memelukku dan aku cukup gugup karena itu

yuri menyentak tali kekang pelan, sehingga Ari berjalan pelan. Aku melihat ke bawah, aku berada cukup tinggi dari tanah. Aku langsung memegang leher Ari takut akan jatuh.

“jangan liat ke bawah, liat ke depan aja” instruksi Yuri

“nde?”

“ia, jangan liat ke bawah, kalo liat ke bawah yg ada kau semakin takut”

Aku pun menatap kea rah lain, aku merasakan angin membelai wajahku lembut. Nyaman sekali.

“coba sekarang kau yg memegang tali kekangnya” ucap Yuri

“mwo?” Tanya ku kaget, aku masih belum berani

“jangan bilang kau tak berani… cepat pegang, kau yg mengendalikan kudanya sekarang” Yuri memberikan tali kekang kuda padaku. Aku mengambilnya dan menyentaknya sedikit seperti yg Yuri lakukan tadi. Tapi mungkin karena aku takut, aku malah menyentaknya terlalu keras membuat kuda itu berlari kencang.

“ya!ya!ya! eottokkhae??” teriakku, sementara Yuri yg kaget langsung memeluk pinggang ku erat. Ari berlari kencang sekarang, dan aku tidak bisa berbuat apa2 selain memegang kuda itu erat.

“tarik talinya!!” yuri berteriak, sementara kami berdua sudah melewati Sehun yg sedang berjalan pelan dengan Rio

“hyung..!! waeyo??” ku dengar sehun berteriak di belakangku.

Aku, dengan gemetaran berusaha menarik tali kekang dengan kuat. Aku melakukannya sambil menutup mataku, takut.

aku tak merasakan angin lagi di wajahku, Aku membuka mata. Ari sudah diam sekarang. Sementara yuri entah sejak kapan sudah turun dari punggung ari.

Aku melompat turun dari punggung ari. Kakiku gemetaran, keringat mengucur di keningku.

Yuri tertawa melihat ekspresiku.

“hyung, gwaenchana?” Tanya sehun lalu turun dari kuda nya. Aku mengangguk. Mungkin aku tak akan mau naik kuda lagi setelah ini.

“kau sepertinya senang sekali” sehun menunjuk wajah yuri yg terlihat menahan tawa

“apa kau lihat ekspresi luhan tadi. Dia lucu sekali”  yuri tertawa, Diikuti sehun.

Aku berdeham “aku hanya panic”

*******

Yuri Pov

Sekarang sudah 1 minggu sejak Hyuna menarikku ke belakang sekolah. Dan aku sama sekali belum melihatnya lagi sampai sekarang. Aku sudah bertanya pada wali kelas ku dan dia bilang Hyuna ijin pergi mengunjungi saudaranya ke Paris.

Aku masih tak mengerti, karena setauku, Hyuna sama sekali tidak mempunyai saudara di Paris. Saudaranya kebanyakan ada di jepang dan di Swiss, bukan Paris.

“kau tak ikut kami?” Tanya sehun memastikan, sebelum masuk ke dalam mobil mengikuti luhan. Aku menggeleng sebagai jawaban

“sebenarnya kau mau ke mana?” luhan bertanya lalu menghidupkan mesin mobilnya

“ke suatu tempat. Itu supirku, aku pergi ya.. bye” aku berlari meninggalkan mereka di parkiran sekolah. Aku masuk ke dalam mobil ku. dan menyuruh supir ku untuk pergi ke rumah Hyuna. Supirku sudah hafal dengan jalan menuju rumah Hyuna. Itu pasti, mengingat seberapa seringnya aku ke rumah Hyuna dulu.

Seorang satpam membukakan pintu pagar , ketika aku datang . aku tersenyum ramah pada satpam itu lalu supirku menjalan kan mobilku masuk ke dalam.

Aku melihat rumah mewah berwarna putih dengan gaya elegant. Pilar2 besar di sana menunjukkan seberapa kokohnya bangunan cantik itu.

Sudah cukup lama aku tak kesini. Dan cukup rindu dengan rumah ini, bisa di bilang ini rumah ke 3 ku setelah rumahku dan sekolah tentunya.

aku turun dari mobil lalu membunyikan bell, tak berapa lama seorang wanita paruh baya keluar. Dia adalah kepala pembantu di rumah Hyuna ini. dia tersenyum padaku dan menanyakan kenapa aku tak pernah lagi kesana akhir2 ini.

aku memberi alasan bahwa aku cukup sibuk akhir2 ini dan menanyakan keberadaan Hyuna padanya. saat aku menanyakan itu raut wajahnya berubah menjadi sendu.

*******

Aku duduk dikursi, dekat jendela, menatap sendu keluar. Matahari mulai tenggelam di ufuk barat, memancarkan cahaya orange yg menghangatkan.

“2 minggu yg lalu, Taeyeon, eonnie nya hyuna,  bunuh diri di apertemennya, karena namjachingu nya meninggalkannya dengan yeoja lain. Sebelumnya kata dokter yg memeriksa Taeyeon sebelum meninggal, taeyeon  juga sudah mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan meminum minuman keras. aku tidak pernah tau itu, karena dia tak pernah menghubungi ku sama sekali, bahkan hyuna sebagai orang yg paling dekat dengannya pun tidak dia berikan kabar sama sekali. aku pikir dia baik2 saja, dan semuanya berjalan lancar. Tapi itu salah karena beberapa hari kemudian, temannya menghubungi kami dan memberitahukan bahwa taeyeon meninggal.

Hyuna sangat terpukul, mengingat dia sangat-sangat menyayangi eonnienya itu, dia menangis sangat banyak di pemakaman taeyeon.

Sejak saat itu, Hyuna berubah. Dia sering keluar rumah dan pulang larut, bahkan tak pulang sama sekali. aku sudah berusaha menghubungi Nyonya, tapi nyonya sama sekali tak bisa dihubungi. Aku juga sudah menasihati hyuna, tapi itu membuat dia semakin marah dan memperparah apa yg dia lakukan.

Pembantu2 di rumah ini juga banyak yg di marahi olehnya dengan alas an tak jelas. Wajahnya selalu pucat, seperti orang tak punya harapan hidup.”

Aku masih teringat dengan penjelasan wanita itu. Bagaimanapun aku harus menghentikan hyuna yg seperti itu. Aku harus mengembalikan hyuna yg dulu.

aku mengambil ponsel ku dimeja belajar lalu duduk kembali ke tempat semula. Aku mencari nomor hyuna lalu memncet tombol call. Tapi ponselnya tidak aktif.

Aku merasa bersalah padanya. aku pikir ini terjadi karena aku. Aku memutar-mutar ponsel di tanganku. Bahkan sekarang aku tak tau hyuna ada dimana.

Aku berdiri lalu berjalan ke balkon rumahku, dari sana aku bisa melihat luhan dan sehun yg sedang bermain basket di halaman depan rumah mereka.

“yuri-ah..!!” sehun berteriak sambil melambaikan tangannya pada yuri. Yuri tersenyum menatapnya.lalu…

Bukkk….

Bola basket yg luhan lempar masuk ke dalam ring lalu mengenai wajah sehun yg tepat berada di bawah ring.

Sehun terhuyung sedikit, lalu mengelus-elus kepalanya.

Luhan nyengir dengan polos kepadanya.

“ya!! Hyung!!!. Gak mau tau ,, pokonya baleessssss!!!” sehun berteriak lalu mengambil bola basket yg jatuh tidak terlalu jauh darinya

“ya!! Aku kan tidak sengaja” luhan berteriak berusaha membuat adiknya itu mengerti. Tapi sehun tak perduli, bola basket sudah ada di tangannya. Dia melemparkan bola itu ke kepala luhan, tapi luhan menghindar lalu tertawa mengejekknya.

Sehun berlari mengambil bola basket itu lagi, lalu mengejar luhan sambil memasang ancang2 untuk melemmpar bola.

Bukkkk…!!

Luhan terjatuh, sehun berhasil mendaratkan bola basketnya ke kepala luhan. Dia tertawa puas, lalu berjalan mendekati luhan yg masih dengan posisinya. Tengkurap.

Sementara dari balkon rumahnya , yuri melihat luhan khawatir karena luhan tak bangun2. yuri mengerutkan keningnya. Sudah beberapa menit berlalu dan luhan masih tetap dalam posisinya, tidak bergerak sama sekali. sehun mulai bingung.

Yuri berlari turun dari balkon dan pergi ke rumah luhan. Tapi begitu dia tiba di halaman rumah luhan. Dia tak melihat siapapun di situ, yuri berjalan ke pintu dan membukanya, tidak dikunci. Dia berjalan masuk perlahan.

“luhan!! Sehun!!” panggilnya. Tak ada jawaba. Yuri semakin mausk ke dalam rumah. Sebelumnya dia sudah pernah ke rumah ini , tapi waktu itu suasana ramai. Ada banyak pelayan di rumah.

Yuri tiba di kolam renang yg ada di belakang rumah. Dia masih mencari luhan dan sehun, tapi dia sama sekali tidak melihat orang di rumah ini.

“dooooorrrrrrr….!!!!!” Luhan dan sehun menepuk pundak yuri keras. Membuat gadis itu terlonjak sangat kaget.

Yuri memegang dada nya, jantungnya berdetak kencang sekali, seakan ingin keluar dari tempatnya.

“Yaaaaa…..!!!! Luhaaaaannnn!!!!sehuuuuunnnn!!!!!” yuri berteriak sangat keras, sampai2 luhan dan sehun yg ada di dekatnya menutup telinga mereka masing2

“kalian ingin bikin aku mati jantungan eohh??” yuri bertanya marah. Dia cukup kesal hari ini.

“mianhae. Sepertinya kau kepanasan” luhan berkata tanpa rasa bersalah. Tidak memperdulikan yuri yg sepertinya akan meledak karena marah.

Sehun mengangguk, menyetujui ucapan luhan. Dia memegang lengan kiri yuri, sedangkan luhan memegang lengan kanan yuri. Mereka tersenyum bersamaan lalu membawa yuri ke pinggir kolam dan mendorongnya hingga tercebur ke dalam kolam. mereka berdua tertawa puas.

“yaaaaa!!!! Aku akan membunuh kalian berdua!!!!!” yuri berteriak dari dalam kolam.

“mianhae yuri” ucap luhan.

Yuri berenang ke pinggir kolam.

“luhan, sehun, aku ingin memberitahukan sesuatu..” ucap yuri dengan tampang serius

“apa?” Tanya sehun dan luhan bersamaan.

Yuri menggerakkan telapak tangannya , menyuruh sehun dan luhan mendekat, mereka berjongkok di pinggir kolam di dekat yuri.

Mereka mencondongkan kepala mereka ke yuri. Yuri tersenyum, dia melingkarkan kedua tangannya di depan mulutnya lalu berbisik.

“aku akan menceburkan kalian”

Luhan dan sehun berpandangan selama 3 detik. Lalu

Byurrrr…

Mereka bertiga masuk ke dalam kolam. Yuri tertawa lepas. Dia cukup puas dengan itu. Sehun terbatuk-batuk.

“yuri-ah.. kau curang” ucap sehun. hidungnya merah karena kemasukkan air.

“kalian yg lebih dulu mencari masalah denganku” yuri naik ke pinggir kolam, lalu duduk di sana. Kakinya dia masukkan ke dalam air.

Luhan ikut naik, dia mengambil handuk putih yg tergeletak di kursi santai di dekat sana lalu menutup tubuh yuri dengan handuk itu.

“ada apa? Wajahmu murung sekali tadi” kata luhan. Dia duduk di samping yuri dan memasukkan kakinya ke dalam air. Yuri menatap sehun yg sedang berenang

“hyuna. Dia berubah” jawab yuri.

Luhan menatapnya bingung

“maksudmu?”

Yuri menarik napasnya, sekarang sehun sudah keluar dari kolam dan mengambil handuk lalu duduk di sampingnya. Yuri mulai bercerita tentang hyuna.

 

“terlalu parah” komentar luhan setelah yuri selesai bercerita. Yuri menatap lurus ke depan, di sampingnya sehun menunduk seperti memikirkan sesuatu yg entah apa.

9 Responses to “I’am Sorry part 3”

  1. nabila tauhida November 5, 2013 at 10:35 am #

    uwaaaaaaaa suka banget ff yulhunhannya,,
    kasian ya hyunanya,, pasti yulhunhan lg nyri cara buat nyari hyuna
    cepetan di post dong eon chap 4 nya gak sabar

  2. faiz November 8, 2013 at 6:49 am #

    capter 4 nya mana nih ??

    • christinaminhee November 11, 2013 at 9:49 am #

      Masih di laptop.. nunggu ada wktu dlu bru d post #soksibuk. Wkk

  3. Tetta Andira November 17, 2013 at 12:02 am #

    Huwwaaa ,, makin keren !!
    Lhoo ?? Taeyeon eonnie’x Hyuna ?
    bkn’x diawal Taeyeon ituh eomma’x HunHan ?
    Atau aku yg slh baca yaa ??
    Yesungdahlah ,, yg pnting konflik muncul🙂
    Sneng , dsni diceritain kllo Lulu oppa cmbokur a.k.a cemburu sama Sehunnie😄
    Ahh ,, jd pngen cpet liat part-4 ..
    aku lgsg baca ne ?

    • christinaminhee November 17, 2013 at 2:07 am #

      oia, hahaha.. aku lgi suka taeyeon jdi taeyeon ada dimana2 wkkk..
      jdi harap dimaklumii..
      mksih untuk comment yg pnjang ini.. wkkk

  4. Azizah YulHan shipper November 30, 2013 at 9:30 am #

    nexttt!! gk sabar!! jgn lama2 yaa!!

  5. Riska Dewi November 30, 2013 at 12:13 pm #

    Aku next ya Thor….penasaran nih….😀

  6. liliknisa February 23, 2014 at 6:35 pm #

    bagus🙂
    lanjut🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: