I’am Sorry part 4

16 Nov

yuri,hyuna,sehun,luhan,ff,yulhunhan

Author Note : halohaaa…*tereakpaketoa.. author balik lagi ni, bawa chapter ke 4 dari ff iam sorry.. mian ya klo misalnya author lama banget baru update.. banyak kesibukan soalnya..


happy reading. tinggalkan jejak kalian , biar author semangat ngelanjutin ff. klo kalian gak tinggalin jejak ntar author makin lama ngupdate nya.

 

 

“hyung kau ingin membeli apa sih?” Tanya sehun. dia sedang menemani luhan pergi ke sebuah mall untuk membeli sepatu.

Tapi luhan masih saja berputar-putar di dalam mall, padahal dia sudah mendapatkan sepatu yg dia cari.

Luhan tidak menjawab, dia terus berjalan. Saat melewati sebuah toko aksesoris, luhan tidak sengaja melihat sebuah benda yg menarik perhatiannya.

“hyung, aku mau ke toilet dulu” ucap sehun lalu berlari mencari toilet. Luhan tidak memperdulikannya, dia mengambil sebuah aksesoris cantik di tangannya lalu tersenyum puas. Persis seperti apa yg dia inginkan.

“aku mau yg ini” ucap luhan pada yeoja yg menjaga aksesoris itu. Yeoja itu tersenyum lalu memasukkan aksesoris itu ke dalam sebuah kotak dan menaruhnya ke dalam  plastic putih. Luhan membayarnya lalu mengambil plastic itu dan pergi ke parkiran, dia berniat menunggu sehun di mobil saja.

Sehun kembali ke tempat aksesoris tadi dan tidak melihat luhan lagi di sana.

“permisi. Apa kau melihat namja yg tadi berdiri disini?” Tanya sehun pada penjaga toko aksesoris di depannya

“dia sudah pergi” jawab yeoja itu. Sehun tersenyum, dia menunduk sopan sedikit lalu ingin berlari. Tapi matanya menangkap sesuatu yg menarik perhatiannya.

Dia tak jadi berlari, sebaliknya dia malah berjalan dan mengambil aksesoris tadi. Tanpa banyak berkata2 dia membeli aksesoris itu lalu berlari ke parkiran.

“lama sekali.. kau ngapain sih?” Tanya luhan yg sudah duduk di belakang kemudi

“siapa suruh kau meninggalkan ku” sehun mengerucutkan bibirnya.

Luhan menghidupkan mesin lalu pergi dari sana.

 

*******

Yuri masuk ke kelasnya, hari ini hyuna tak masuk lagi. Yuri memutar otaknya berusaha memikirkan kemana kira2 hyuna pergi.

Dorrr!!!!

Yuri terlonjak kaget, dia memegangi dadanya, lalu mendongak melihat orang yg baru saja hampir membuatnya jantungan. Dan melihat sehun disana. Tersenyum manis tanpa ada rasa bersalah.

“sekali lagi kau mengagetkan ku seperti tadi, aku benar2 akan membunuhmu” ancam yuri dia berdiri di depan sehun lalu mengepalkan tangan kanannya di depan wajah sehun dengan ekspresi mengancam

Sehun tertawa, lalu menggelengkan kepalanya . dia menarik tangan yuri yg sedang mengepal di depan wajahnya dan menariknya ke perpustakaan.

“untuk apa ke sini?” Tanya yuri heran. Dia masuk ke dalam perpustakaan. Hanya ada seorang penjaga saja di sana. Sehun tidak menjawab dia menarik tangan yuri dan membawanya ke bagian paling belakang. Di pojokan. Dia menyuruh yuri duduk disana.

“wae?” yuri bingung, Tapi dia tetap duduk, bersandar pada sebuah rak buku. Sehun duduk di depannya lalu tersenyum manis.

Dia mengambil sesuatu dari saku seragamnya, lalu mengepalkan tangannya di depan yuri.

Yuri memegang tangan sehun dan membuka kepalan tangan sehun. dia melihat sebuah gelang perak cantik dengan beberapa mickey mouse kecil bergantung menghiasi gelang itu.

“Whoooaaa… cantik sekali” yuri menatap gelang yg ada di tangan sehun itu

“untukmu” sehun menggenggam tangan kanan yuri, lalu memasang gelang itu disana

“jinjja?? Gomawo” yuri menggoyang-goyangkan tangan kirinya, gelang itu sudah melingkar cantik disana

“dari mana kau tau aku suka mickey mouse?” Tanya yuri, dia mengerutkan keningnya sambil menatap sehun

“itu..itu..dan itu…” jawab sehun sambil menunjuk jaket putih dengan gambar mickey mouse di tubuh yuri, anting mickey mouse mungil yg yuri pakai dan jepit mickey mouse kecil di rambut yuri.

“ahh..” yuri nyegir, lalu menggaruk kepalanya yg tak gatal

“mana luhan?” Tanya yuri.

“kenapa kau menanyakan dia saat bersamaku?” Tanya sehun dengan ekspresi tidak suka

“memang kenapa?”

“tak apa. Dia sedang di kantin tadi. Kau mau menemuinya?”

Drrtt…drrtt…

“kau dimana?”

“siapa?” Tanya sehun.

“luhan. Dia Tanya aku dimana” jawab yuri sambil mengetik balasan untuk luhan.

Sehun berdiri, lalu berjalan menuju keluar

“mau kemana?” Tanya yuri

“pergi”

“denganku saja, ke kantin” yuri menarik lengan sehun, tapi sehun melepaskannya perlahan lalu berjalan ke kelasnya.

Yuri mengangkat bahunya lalu berlari ke kantin. Di sana sudah ada luhan sedang menunggunya.

“kau dari mana sih?” Tanya luhan begitu yuri duduk di hadapannya

“perpus” jawab yuri singkat, lalu menambil 1 kotak susu yg belum di buka milik luhan dan meminumnya

“tumben sekali, oia.. aku ada sesuatu untukmu.”

“kenapa ini? padahal aku tidak ulang tahun hari ini” yuri menggaruk-garuk kepalanya, bingung.

“ini” luhan memegang sebuah kalung di antara talunjuk dan jempolnya lalu menggoyang-goyangkannya di depan wajah yuri.

Yuri memegang tangan luhan supaya berhenti bergoyang, lalu melihat kalung itu. Kalung perak itu sangat simple dan cantik, dengan bandul mickey mouse kecil berwarna sama, dengan mata dari Kristal kecil berwarna putih yg sangat cantik.

“untukku?” Tanya yuri kesenangan. Luhan mengangguk lalu dia berdiri dan memakaikan kalung itu di leher yuri.

“gomawo” yuri tersenyum manis lalu memegang bandul mickey mouse nya. Cantik.

“yuri-ah!!” panggil sehun lalu berlari menghampiri yuri dan luhan.

“wae? Tadi katanya kau  mau pergi” yuri menatap sehun. sehun tak menjawab, dia duduk di samping luhan, dan melihat tangan yuri yg masih memegang kalung yg ada di lehernya.

“sepertinya kelihatan sekali kalau aku pencinta mickey mouse” ucap yuri lalu meminum lagi susunya.

“tapi..” yuri memegang kalung nya dengan tangan kanannya, lalu dia memperhatikan gelang yg dia pakai.

“seperti 1 set, padahal dari orang yg berbeda. Kalian beli di toko yg sama?” Tanya yuri sambil menatap luhan dan sehun bergantian

“aniyo” jawab sehun dan luhan serempak dengan gugup.

“hmm.. “ yuri mengagguk “tapi sekali lagi, gomawo. Ini cantik sekali”lanjut  yuri

“aku hanya perlu membeli anting dan cincinnya . lalu aku akan punya 1 set koleksi lagi” yuri berkata senang.

Luhan dan sehun saling berpandangan  lalu sama2 nyengir.

 

********

Yuri masuk ke mobilnya, di dalam mobil supirnya sudah menunggu sambil menyunggingkan senyum ke arahnya. Sekarang dia sudah tidak pernah lagi memakai sepedanya. Mungkin karena tertular virus malas sehun.

“pulang” ucap yuri singkat lalu menatap ke luar jendela.

Supir itu menangguk lalu menjalankan mobil.

Drrtt..drrt..

Yuri mengambil ponselnya dan membaca pesan singkat yg masuk. Dari luhan.

“dimana?”

“jalan2” balas yuri lalu memasukkan lagi ponselnya ke dalam tas. Lalu kembali menatap keluar jendela.

Hujan turun rintik2, mobil sedang berhenti di sebuah lampu merah. Yuri melihat seseorang. Seseorang yg dia kenal, dia mengerutkan keningnya, tidak terlalu yakin karena yg dia lihat hanya bagian belakang tubuh yeoja itu saja.

Tapi yeoja itu kemudian berbalik, membuat yuri bisa dengan jelas melihat wajah nya yg sangat pucat.

Refleks. Yuri membuka pintu dan berlari menuju yeoja itu, tidak memperdulikan supir yg berteriak kepadannya.

Yuri berlari, menuju yeoja itu yg ternyata adalah hyuna. Setelah cukup dekat dia memelan. Lalu berjalan perlahan mendekati hyuna yg entah sedang apa. Dia hanya menatap kosong ke sekelilingnnya tanpa berkata apa2.

“hyuna-ya..” panggil yuri lalu berdiri di samping hyuna. Hyuna menatapnya. Lalu tertawa

“hai.. yuri-ah..” ucap hyuna, yuri bisa mencium bau alcohol dari mulut hyuna

“kau minum” yuri memegang kedua bahu hyuna , dan menatapnya.

Hyuna tidak menjawab, dia hanya tertawa tak jelas. Lalu menangis. Air mata keluar dari kedua matanya.

Dia menatap dengan rasa benci beberapa detik, lalu berjalan pergi.

“hyuna-ya!!” yuri berusaha menahannya, dia memegang lengan hyuna.

“lepaskaaaannn!!!” teriak hyuna, lalu mencakar tangan yuri yg ada di lengan nya dengan kukunya yg panjang dan tajam.

Yuri meringis sedikit, dia melepaskan tangannya dari lengan hyuna. Hyuna berbalik lalu berjalan dengan langkah gontai. Entah kemana dia akan pergi.

“hyuna-ya!!!” panggil yuri lagi, dia berjalan mendekati hyuna

“jangan panggil namaku” hyuna berkata sambil terus berjalan, kadang dia terjatuh karena sebuah batu kecil yg menghalangi jalannya.

Yuri menuduk. Hyuna benar2 berubah. Dia tidak seperti hyuna sama sekali, hyuna yg dia kenal tidak seperti itu.

Yuri menegakkan kepalanya. hyuna masih terlihat , walaupun sudah lumayan jauh.

Yuri berlari, mengikuti hyuna dari belakang dengan jarak kira2 10meter, hingga hyuna masuk ke dalam sebuah gang.

“ya..hyuna-ya!!” teriak seorang namja kurus, tinggi, dengan banyak tato di tangannya. Hyuna berjalan ke arah namja itu lalu memeluknya.

Namja itu tertawa, lalu beberapa temannya muncul, ada sekitar 5 orang, 2 yeoja dan 3 namja. Mereka sama2 terlihat pucat, dan 2orang dari mereka membawa bir kaleng di tangan mereka. Lalu namja kurus tadi mengambil sesuatu dari saku celana panjang lusuhnya, dan memberikannnya pada hyuna. Hyuna menerimanya. Obat-obatan itu.

Yuri memperhatikan mereka dari jauh. Dia ingin sekali berlari ke sana dan mengambil obat2an yg ada di tangan hyuna lalu membuangnya. Tapi dia tak bisa. Teman hyuna di sana sangat banyak, dia tidak akan meaning melawan mereka.

Akhirnya yuri pergi, dia tidak sanggup melihat hyuna lebih lama di sana.

*******

“Mau ikut kami besok?? Mau jalan2” ajak sehun. kami sekarang sedang di kantin. yuri menggeleng. sehun mengerucutkan bibirnya, tidak suka dengan jawaban yuri.

“kau kenapa?? Apa karena hyuna?? Apa kau mau kami mencarikan hyuna untukmu?” tawar luhan, dia memandangi yuri yg sibuk menusuk2 makanan di piringnya.

Yuri menggeleng lagi, dia sama sekali tidak mood sekarang, dia selalu memikirkan hyuna.

“kami sahabatmu. Kau seharusnya berbagi dengan kami” ucap luhan, dia menatap kasihan pada yuri yg memendam masalahnya sendiri. Sehun mengangguk setuju di sampingnya.

Yuri hanya diam, dia menggeser piringnya lalu menatap luhan dan sehun yg sedang menatapnya. Dia tersenyum

“tak usah khawatir denganku” ucap yuri lalu berdiri dan pergi dari sana. Yuri berjalan menuju kelas dia menarik napas berat lalu duduk di kursinya. Hyuna sama sekali tak pernah masuk sekolah sekarang.

Bukannya dia tidak mau jalan2 bersama luhan dan sehun, tapi dia ingin menemui hyuna. Dia ingin melihat hyuna. Dia sangat merindukan hyuna.

Jadi, karena besok hari libur , dia ingin mencari hyuna. Pembantu hyuna tak pernah menelponnya untuk memberitahukan tentang hyuna, entah karena memang tak ada yg perlu diberitahu padaku, atau karena hyuna yg menyuruhnya untuk tidak menghubungiku.

 

“dia tidak mau” ucap luhan, lalu menopang dagunya dengan kedua tangannya di atas meja kantin.

“yaahh… walaupun dia tidak mau, kita harus tetap pergi.” ucap sehun, dia memasang earphone yg menggantung di lehernya, lalu memutar music.

“aku pergi” sehun berjalan pergi menuju kelasnya, meninggalkan luhan yg duduk sendiri.

 

********

Yuri berdiri sendiri di jalan, tempat waktu itu dia melihat hyuna, dia menyuruh supirnya pulang begitu selesai mengantarnya ke tempat itu.

Yuri berdiri sendiri. Dia tidak tau mau kemana, dia hanya berjalan di pinggir jalan selama beberapa menit.

1 jam berlalu. 2 jam berlalu. Dan dia tidak melihat hyuna sama sekal. Tapi walaupun begitu dia tidak berniat pergi, dia masih ingin di sana menunggu dengan tidak pasti.

Dia bukannya tidak bosan. Justru dia sangat bosan, hanya mondar-mandor di pinggir jalan sendirian. Hanya saja dia tidak ingin pergi. Seolah ada yg menahannya untuk pergi dari sana.

Hingga 4 jam berlalu. Sekarang sudah jam 5 sore. Dan yuri sudah benar2 lelah.kakinya pegal karena terlalu banyak berdiri dan berjalan mondar-mandir.

Yuru menyerah, dia menelpon supirnya untuk segera menjemputnya.

Tiin..tiin..

Bunyi klakson dari mobilnya. Dia membuka pintu lalu masuk ke dalam, lega sekali rasanya setelah sekian lama berdiri, akhirnya dia bisa duduk di kursi empuk mobilnya .

Mobil yuri berhenti di lampu merah. Lalu matanya secaara tidak sengaja melihat hyuna di sana. Di pinggir jalan dengan wajah yg sangat pucat. Lebih pucat dari pada terakhir kali dia melihatnya.

Dan terlihat sekali kalau hyuna sedang sangat di pengaruhi obat-obatan. Dia berjalan seperti orang mabuk, ingin menyebrang jalan.

Yuri melihat lampu merah, sebentar lagi lampu akan berubah menjadi hijau, dan hyuna masih di tengah2 jalan.

“andwae..” yuri turun dari mobil tanpa permisi, lalu berlari ke depan, lampu sudah berubah menjadi hijau, beberapa mobil memang menghindari hyuna, yuri berjalan berusaha menyebrang di antara banyak mobil.

“hyuna-ya!! Awas!!” teriak yuri ketika ada mobil yg hampir menabrak hyuna. Untungnya hyuna bisa mengindar , walaupun dengan langkah yg terlihat rapuh.

Yuri memfokuskan matanya pada hyuna, hingga hyuna tiba di seberang dengan selamat. Yuri bernapas lega, bersyukur tidak ada mobil yg menabrak temannya. Dia tidak sadar bahwa dari tadi dia masih di tengah jalan. Dia tidak memperhatikan ada mobil yg melaju kencang ke arahnya, yuri tidak sempat berteriak bahkan memasang tampang syok pun dia tidak. Dia hanya memasang wajah datarnya

“Yuuuriiiiiiii!!!!!!!”

Yuri masih sampat mendengar suara seorang yeoja yg begitu familiar meneriakkan namanya dengan suara melengking. Itu suara hyuna , dia yakin.  lalu dia tidak melihat apa2 lagi. Semuanya gelap.

Luhan gemetaran, dia baru saja menyaksikan kejadian yg sangat menyeramkan didepan matanya. Dua cangkir kopi yg dia pegang jatuh ke jalan. Dia berdiri diam. Orang2 sudah ramai mengelilingi yuri tanpa ada yg membawanya pergi dari sana. Luhan terlalu syok, dia tidak bisa melakukan apapun.

Sehun yg ada di seberang  jalan yg berbeda dengan luhan juga menyaksikan itu, dua cangkir kopi yg ada di tangannya langsung dia buang, lalu berlari ke tempat yuri. Dia mengangkat yuri dan menggendong yuri ke dalam mobil nya. Jantungnya berdetak sangat kencang. Dia takut sesuatu terjadi pada yuri.

Sehun sangat ngebut, menuju ke rumah sakit, setelah tiba di depan rumah sakit, dia memarkir mobilnya asal, lalu dengan buru2 menggendong tubuh yuri yg lemas dan pucat karena kehilangan banyak darah ke dalam rumah sakit.

Lalu beberapa suster dan seorang dokter mengambil alih. Mereka membawa yuri ke UGD. Tanpa sadar, dari tadi air mata sudah membasahi pipi sehun. tubuhnya gemetaran, jantungnya berdetak sangat kencang. Kemeja putih yg dia pakai sudah sangat lusuh, darah yuri memenuhi hampir seluruh bagian depan kemejanya. Rambut dan keningnya basah oleh keringat, napasnya tak teratur. Dia takut terjadi sesuatu yg serius dengan yuri.

Tadi itu adalah kejadian paling menyeramkan yg pernah dia lihat. Bagaimana tubuh yuri tertabrak oleh sebuah mobil dengan kecepatan yg tidak bisa di bilang pelan.

Sementara di tempat lain. Di pinggir jalan raya luhan melihat hyuna. Berjongkok di sudut jalan sambil memegangi lututnya dia membenamkan wajahnya di dalam lututnya.

“hyuna-ya..” panggil luhan lembut, dia sudah mulai bisa mengatasi keadaan sekarang.

Hyuna mengangkat wajahnya lalu menatap luhan dengan takut.

“yuri..dia..yuri…” hyuna berkata terbata-bata lalu dia menangis. Airmata keluar dengan deras dari kedua  matanya.

“aku tau. Aku melihatnya” ucap luhan dia menarik hyuna berdiri lalu memeluknya. Berusaha menenangkan gadis itu.

“karena aku.. dia… hikkss..hikss…mianhae..jebal..hikss” hyuna bergumam tak jelas di pelukan luhan. Sebenarnya luhan masih terguncang, tapi hyuna jauh lebih terguncang dan merasa bersalah dari pada dia.

“dia sangat menyayangimu sebagai sahabatnya. Dia tidak meninggalkanmu. Tapi kami yg merebutnya darimu.” Ucap luhan. Hyuna masih menangis dengan deras di dalam pelukannya.

 

Luhan mengantar hyuna ke rumahnya, lalu pulang ke rumah, dia duduk di sofa yg ada di dalam kamarnya. Sehun belum pulang, sedangkan dia tidak berani menelfon sehun untuk bertanya, mengingat bagaimana tubuh yuri tadi terlihat sangat lemas seakan tak bernyawa.

Luhan takut ketika dia menelfon sehun nanti, dia akan mendapatkan jawaban yg sangat tidak dia inginkan.

10 Responses to “I’am Sorry part 4”

  1. Tetta Andira November 17, 2013 at 12:18 am #

    Huwwwaa !! huwwaaa !! *teriaksambilnangis*
    Yul-eonn ,, bertahanlah !!
    pdhl dsni udh kebaca kllo si HunHan ituh pnya prasaan ‘lebih’ sama Yul-eonn ..
    Yaa ,, wlaupun Yul-eonn sndiri msh klytn cuek & ky’ gak pnya prasaan khusus sma slh1 diantara mreka ..
    Author-nim , bisakah nextpart’x jgn lamalama ? *puppyeyes*
    Makin seru , menarik , & always daebak ^^
    Keep spirit & hwaiting ne , thor .. Truslah brkarya🙂

    • christinaminhee November 17, 2013 at 2:08 am #

      makasih buat semangat nya yuaaahhh….*seneng
      coba reader yg lain pda ninggalin jejak kya km. psti aku bkal ngepost ff cpet2 deh, gak selama biasanya.
      ^^

      • Tetta Andira November 24, 2013 at 9:24 pm #

        Hhe~ samasama author-nim🙂
        bt , aku jg mnta maav krna komen”x telat😦
        Hbiz , nemu blog’x jg baru .. *bow
        Ff kmu smua’x daebak !! & aku suka banget sma ff yg ini ..
        Jd , bisakah nextpart’x cpet dimunculin ? ;))

  2. nabila tauhida November 18, 2013 at 10:24 am #

    huwwwwwaaaaa kerennn,, yuleon baik banget yuleon gak pa” kan,,, hyuna eonni wae?? luluppa juga npa diam aja sih,, hunnie yuleon gak pa” kan? jgn aja yuleon amnesia ato cacat kan kasian

  3. kwonyuca November 21, 2013 at 4:00 pm #

    Kyaa!~ Daebak eoni..^^
    Ditunggu next chap nya.. Hurry up eon terlalu kepo soalnya..
    Fighting!~^^

  4. kwonyuca November 25, 2013 at 3:54 pm #

    Eon, kalau boleh tanya judul lagu yang eoni pake buat blog ini. Judulnya apa? Bagus banget lagunya..

  5. Azizah YulHan shipper November 30, 2013 at 9:42 am #

    nexttt!!! seruuu!!!

  6. Riska Dewi November 30, 2013 at 12:33 pm #

    Nextnya cepetan ya Thor….aku penasaran banget nih sama kelanjutannya….😀

  7. sherlie wijaya December 9, 2013 at 9:46 am #

    Annyeong wah ceritanya daebak banget , kasian ya yul eonni nya , jadi penasaran gimna kelanjutannya
    Ditunggu ya eonni part selanjutnya
    Keep writing
    Gomawo eonni
    Fighting

  8. liliknisa February 23, 2014 at 6:47 pm #

    ayo ayo seruuuuuu ^^
    lanjut🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: