I’am Sorry part 5

15 Dec

ImageAuthor Nite : hai readersss!!!*tereak. mian ya baru bisa update skrg:( kmren author lg sibuk bljr buat uas mkanya gk buka laptop sm skli..-_-

o,ia.. sebenernya di chap 5 ini author masih maunambahin beberapa konflik n bkin yuri tetep sakit. tapi berhubung waktu yg auhor punya cm sdkit, jdi males jg mo mikir buat slnjutnya. jdi author bkin yuri smbuh di sini. mian klo misalnya konfliknya kurang:). Happy Reading…!!!

Jadi dia lebih memilih duduk di sofanya sambil memegang sebuah buku. Tapi walaupun begitu, buku itu sama sekali tidak dia baca. Dia lebih banyak melamun sambil memandangi buku yg terbuka di tangannya.

Sebenarnya tadi, luhan dan sehun pergi ke sorum , untuk membeli sebuah mobil untuk luhan. Dan ketika ingin pulang luhan mendapatkan pesan kalau saudara mereka Siwan, datang berkunjung ke rumah, dan menyuruh luhan atau sehun membelikan kopi untuknya, di café tempat mereka bertiga pernah berkumpul dulu sekali.

Jadi luhan dan sehun berlomba. Siapa yg sampai di rumah duluan dengan membawa kopi, dia pemenangnya. Dan pemenang boleh meminta apa pun dari yg kalah. Mereka berdua sama2 berusaha menjadi pemenang, luhan tiba duluan dan membeli 2 kopi, sedangkan sehun datang berikutnya.

Tapi ketika ingin kembali ke mobil masing2. Mereka berdua malah melihat kejadian paling mengerikan yg pernah mereka lihat.

Mereka melihat yuri, orang yg sama2 mereka sayang tertabrak oleh sebuah mobil.

Tiba2 pintu kamar luhan terbuka, menampakan sehun yg terlihat sangat mengerikan dengan darah kering dikemejanya. Luhan melihat kea rah sehun. sehun memasang wajah sendunya lalu duduk di samping luhan, bau amis darah tercium oleh hidung luhan, yg membuatnya ingin muntah, tapi dia menahannya.

“dia baik2 saja” ucap sehun tanpa menatap mata luhan. Membuat luhan merasa bahwa sehun mengatakan hal sebaliknya.

“dia masih hidup. Dia pasti akan sehat” sehun menutup matanya, dia memegang kepalanya dengan kedua tangan, dia merasa cukup pusing dengan kejadian yg dia alami hari ini.

“lebih baik bersihkan dirimu, lalu nanti kita akan mengunjungi yuri” luhan menepuk bahu sehun, berusaha menenangkan saudaranya itu.

Sehun menganggukm dia berjalan perlahan menuju kamarnya, lalu membersihkan diri.

Luhan menghembuskan napas berat. Dia berdiri lalu membersihkan diri juga.

 

********

Hyuna berjalan melewati lorong perlahan, hingga dia tiba di depan sebuah pintu. Hyuna membuka pintu itu perlahan. Yuri terbaring di sana. Menutup matanya. Sudah 1 bulan sejak yuri kecelakaan. Dan dia masih saja coma. Sementara hyuna, dia perlahan-lahan sudah kembali menjadi hyuna yg dulu lagi.

Walaupun dia masih perlu melakukan beberapa pengobatan, karena waktu itu dia sudah terlanjur memakai obat-obatan terlarang.

Eomma yuri yg ada di situ menoleh melihat hyuna, matanya menatap hyuna sendu lalu tersenyum sedih.

“bicaralah dengannya” kata eomma yuri lalu berjalan keluar dari sana.

Hyuna  berjalan mendekati yuri, dia meletakkan bunga dan sebuah boneka Mickey Mouse kecil di atas meja yg ada di samping tempat tidur yuri.

Lalu hyuna duduk di kursi yg ada di samping tempat tidur. Raut sedih terpancar di wajahnya, matanya sendu menatap yuri yg menutup matanya. Dia menarik napas berat, lalu menggenggam tangan kanan yuri dengan kedua tangannya.

“yuri-ah.. mianhae.. jeongmal mianhae..” ucap hyuna dengan penuh penyesalan. Dia merasa sangat bersalah, dia selalu menyalahkan dirinya sebagai penyebab yuri coma. Padahal sama sekali tidak ada yg menyalahkannya.

“yuri-ah.. bangun..ne.. jebal.. kita bisa bersahabat seperti dulu lagi. Aku merindukanmu yuri. Aku janji akan berubah menjadi hyuna yg dulu lagi. Jadi tolong bangunlah.. aku akan memberikan apa pun yg kau mau jika kau bangun nanti..” hyuna berkata lirih, matanya sudah berkaca-kaca, tapi dia menahan air mata itu turun dari kedua matanya

“aku akan menemanimu kemanapun kau pergi. Aku akan membelikan apa pun yg kau mau, dan aku juga akan melakukan apa pun yg kau suruh.. kumohon bangun. Kau sahabat terbaikku. Aku tak mau kehilanganmu.kumohon…

 Maaf kan aku yg pernah membencimu. Maafkan aku yg tak mendengarkan kata2 mu, dan maafkan aku yg sudah membuatmu menjadi seperti ini.kau pasti membenciku . aku tidak akan berharap kau akan memaafkan ku, tapi kumohon bangun.. bangun, dan katakan bahwa kau membenciku, maka aku akan pergi dan tak akan mengganggumu lagi”

Hyuna menghentikan kata2 nya. Selama beberapa menit dia hanya diam , tanpa berkata apa pun.

Hyuna menatap keluar, pada jendela yg terbuka, cahaya matahari sore yg hangat masuk dari sana. Hyuna tersenyum, seolah cahaya itu memberikan sebuah harapan baru padanya,

“aku percaya kau akan bangun yuri, kita akan melihat matahari itu lagi nanti”

Hyuna tersenyum membiarkan sebuah kenangan terputar di otaknya.

 

#flashback

“dimana ini?” Tanya hyuna dengan mata yg ditutup oleh sapu tangan, yuri berjalan di sampingnya sambil menggandeng tangannya. Matanya sudah ditutup sejak dari rumah tadi oleh yuri, katanya yuri ingin menunjukkan sesuatu pada hyuna.

“nanti juga kau tau. Sekarang duduk” suruh yuri, lalu menarik hyuna supaya duduk, dengan kikuk hyuna duduk perlahan, merasakan sebuah alas kain lembut di bawahnya.

Dia benar2 tidak tau dimana mereka sekarang, dan apa yg akan mereka lakukan.

“boleh aku buka?” hyuna menggerakkan tangannya ingin membuka penutup matanya, tapi yuri mencegahnya. Membuat hyuna menurunkan lagi tangannya.

secara perlahan yuri yg membuka penutup mata hyuna, dia tersenyum puas, ketika melihat hyuna sangat takjub dengan apa yg baru saja di lihatnnya.

Mereka sedang duduk di dekat danau, dengan matahari sore yg hampir tenggelam dengan warna orange yg sangat indah.

“waaw..” hyuna memandangi danau yg terkena pantulan dari matahari, benar2 cantik.

“otte?? Kau suka??” Tanya yuri

“sangat. Ini cantik sekali” ucap hyuna tanpa mengalihkan pandangannya

“kapan2 kita akan kesini lagi. Biasanya aku selalu sendiri jika kesini. Lebih menyenangkan kalau punya teman”

Hyuna menatap yuri, lalu mengangguk

“janji. Kau harus mengajakku ke sini lagi untuk melihat matahari terbenam”

“aku janji. Aku akan mengajakmu” yuri tersenyum, dia menatap lurus ke depan sementara hyuna juga melakukan hal yg sama.

 

Flashback end

 

“bukankah kau seharusnya sudah kembali?” Tanya luhan yg tiba2 saja sudah berdiri di samping hyuna.

Hyuna mendongak menatap luhan, lalu mengangguk, dia memang harus pergi.

“aku pergi” ucapnya lalu meninggalkan luhan dengan yuri di sana.

“Morning..” sapa luhan pelan, lalu meletakkan bunga yg dia bawa ke meja yg ada di samping tempat tidur yuri bersama dengan milik hyuna.

Lalu dia duduk di kursi, dan memandangi wajah yuri yg sedang menutup matanya dengan selang oksigen yg menutup hidungnya.

“halo yuri.. how are you?? Kau pasti baik2 saja bukan?? Kapan kau akan kembali ke sini?? Kau tidak merindukanku?? Kau tidak ingin menunggang kuda bersama lagi??” luhan terdiam sebentar, lalu terkekeh pelan, dia tidak percaya , dia benar2 melakukan ini.

“Kau tau? Aku sangat merindukanmu. Aku merindukanmu yg dulu yuri.. aku merindukan mu yg ceria dan suka tersenyum. Aku merindukan teriakkan mu, aku merindukan suaramu, dan… aku juga merindukan senyumanmu.. aku sangat merindukan itu semua.” Luhan menarik napasnya, dia berdiri lalu mendekati wajah yuri

“cepatlah bangun, dan aku akan mengajakmu ke china nanti” bisik luhan di telinga yuri, lalu keluar dari sana.

Setelah luhan keluar, sehun masuk, dia tidak membawa apa2, tidak seperti hyuna dan luhan, dia datang dengan tangan kosong.

sehun berjalan lalu menatap yuri yg terlihat seperti sedang tertidur. dia tidak tau ingin mengatakan apa.

Dia hanya duduk di sana, sambil menatap wajah yuri, hanya itu. Hingga 1 jam berlalu. Dia tidak melakukan hal lain, dan tetap memandangi wajah yuri.

Dia menghembuskan nafas berat, lalu berdiri

“bangunlah yuri… semua orang akan tersenyum jika kau membuka matamu. Kami semua meridukanmu” ucap sehun, lalu berjalan keluar dari ruangan itu.

******

Hyuna, luhan dan sehun, berdiri di samping tempat tidur yuri, tak berapa lama eomma yuri membuka pintu lalu ikut berdiri di sana. Melihat yuri yg sama sekali belum membuka matanya.

“yuri-ah.. bangunlah.. eomma tak mau kehilanganmu” ucap tiffani sambil menangis. Hyuna mengeluarkan sapu tangannya lallu memberikannya pada tiffany

“yuri, bangunlah, kami merindukanmu” ucap hyuna kemudian

“yuri, apa kau tak lelah tertidur? Cepatlah bangun” Luhan bersuara

Sehun menelan ludahnya, matanya menatap sendu pada yuri.

“yuri.. kami semua menyayangimu” ucap sehun yg membuat semua orang yg ada di sana menatapnya.

“jari2 yuri bergerak” kata sehun lumayan keras, membuat semua mata mengalihkan pandangan darinya dan kembali melihat yuri

“yuri-ah..” panggil tiffany begitu melihat jari2 putrinya bergerak perlahan. Hyuna berlari keluar, dengan semangat dia memanggil dokter, pikirannya sudah di penuhi oleh harapan bahwa yuri akan kembali lagi.

Sementara di dalam ruangan tadi, yuri membuka matanya perlahan dia beebrapa kali mengerjapkan matanya, membiasakan diri dengan cahaya yg terang.

Tiffany menangis terharu, dia sangat senang yuri bisa sadar lagi.

“yuri-ah..” panggil tiffany. Yuri membuka mulutnya, tapi suara tidak keluar dari sana dia sedikit terganggu dengan selang oksigen yg terpasang disana hidungnya.

Yuri melepas selang oksigennya dia tersenyum melihat eomma nya

“eomma..” ucapnya sangat pelan, tapi masih mampu didengar oleh eommanya

“bogoshipeo..” tiffany memeluk putrinya erat, seolah tidak ingin melepaskannya lagi.

Yuri tersenyum, dia menatap luhan dan sehun secara bergantian, sambil memeluk eommanya.

Lalu dokter datang, hyuna mengekor di belakangnya. Hyuna menatap yuri dengan rasa bersalah, tapi yuri memberikan senyuman manis padanya, membuat hyuna juga tersenyum.

 

“kau tau? Kau sudah lama sekali tidak bangun” ucap hyuna sambil mendorong kursi roda yg yuri duduki. Tadi dokter bilang, yuri sudah bisa di bawa jalan2 walaupun dia baru saja sadar dari koma. Tak ada yg bisa menjelaskan kenapa yuri masih bisa bangun, setelah masa coma yg cukup panjang itu, mungkin itu yg biasa  di bilang ‘keajaiban’

“aku tau. Aku merindukan kalian” yuri tersenyum lalu melihat ke kiri dan kanannya, di mana luhan dan sehun mengikuti meraka berdua.

“bagaimana perasaanmu?” Tanya sehun, dia memasukkan tangannya ke saku celananya lalu memandang yuri.

“aku tidak tau” jawab yuri singkat. Sehun mengangguk

“hmm.. selama aku coma, aku bisa mendengar semua yg kalian katakan padaku. Terimakasih, karena itu yg membuatku bisa bangun lagi seperti sekarang ini” ucap yuri tiba2. Hyuna langsung berhenti mendorong kursi roda, dia berjalan dan berhenti tepat di depan yuri, dia menunduk mensejajarkan wajahnya dengan wajah yuri.

“kau serius??” Tanya hyuna. Yuri hanya mengangguk sebagai jawaban.

“kau berhutang padaku. Kau janji akan melakukan apa saja untukku bukan?” Tanya yuri kesenangan.

Hyuna berdiri tegak, dia menggigit bibir bawahnya, tidak mungkin dia mengatakan tidak dan berbohong. Akhirnya dia mengangguk.

“kau harus menepatinya, arrasseo? Dan luhan, kau juga berhutang padaku. Kau harus mengajakku ke china, dan menunggang kuda di sana”

“aku akan menepatinya. Pasti” ucap luhan

yuri tersenyum dengan penuh kemenangaan.

“dan sehun…” yuri menghentikan kalimatnya. Berfikir.dia tidak mengingat bahwa sehun pernah mengucapkan janji seperti hyuna dan luhan. Jadi dia tidak bisa meminta apa2.

“aku tidak menjanjikan apa pun padamu noona” kata  sehun. dia tertawa girang sambil melihat wajah hyuna dan luhan yg sepertinya tidak terima.

“tapi kau harus mau ikut dengan kami. Kalau tidak , aku akan menjadi musuhmu” ancam yuri, dia menyipitkan matanya, melihat ekspresi sehun yg berubah.

“arrasseo” sehun memasang tampang kecewanya. Membuat luhan, yuri, dan hyuna tertawa dibuatnya.

 

********

luhan, sehun, yuri , dan hyuna duduk di sebuah café yg ada di bandara Incheon. Mereka masing2 memiliki cappucino di atas meja mereka.

Yuri mengaduk-aduk cappucinonya, lalu mengerucutkan bibir.

“jam berapa sekarang?” Tanya yuri dengan tampang bosan

“masih 20 menit lagi untuk take off. Sabar saja” jawab hyuna.

Sehun meminum habis cappucinonya, lalu meletakkan gelas kosong ke atas meja

“sepertinya kau tidak sabar sekali ingin ke china”

“wajar saja. Aku kan dari dulu ingin sekali ke china sehun” kata yuri, dia menggeser cappucinonya ke tengah meja, sama sekali tidak berniat untuk meminumnya. Sehun menggelengkan kepala

“kau tidak mau?? Aku habiskan yaaa..” sehun mengambil gelas cappuccino yuri lalu meniupnya sedikit dan mulai menyeruputnya sedikit demi sedikit.

Luhan menatap prihatin pada dongshaengnya itu, seperti orang yg tidak pernah minum cappuccino.

Jadi dia lebih memilih duduk di sofanya sambil memegang sebuah buku. Tapi walaupun begitu, buku itu sama sekali tidak dia baca. Dia lebih banyak melamun sambil memandangi buku yg terbuka di tangannya.

Sebenarnya tadi, luhan dan sehun pergi ke sorum , untuk membeli sebuah mobil untuk luhan. Dan ketika ingin pulang luhan mendapatkan pesan kalau saudara mereka Siwan, datang berkunjung ke rumah, dan menyuruh luhan atau sehun membelikan kopi untuknya, di café tempat mereka bertiga pernah berkumpul dulu sekali.

Jadi luhan dan sehun berlomba. Siapa yg sampai di rumah duluan dengan membawa kopi, dia pemenangnya. Dan pemenang boleh meminta apa pun dari yg kalah. Mereka berdua sama2 berusaha menjadi pemenang, luhan tiba duluan dan membeli 2 kopi, sedangkan sehun datang berikutnya.

Tapi ketika ingin kembali ke mobil masing2. Mereka berdua malah melihat kejadian paling mengerikan yg pernah mereka lihat.

Mereka melihat yuri, orang yg sama2 mereka sayang tertabrak oleh sebuah mobil.

Tiba2 pintu kamar luhan terbuka, menampakan sehun yg terlihat sangat mengerikan dengan darah kering dikemejanya. Luhan melihat kea rah sehun. sehun memasang wajah sendunya lalu duduk di samping luhan, bau amis darah tercium oleh hidung luhan, yg membuatnya ingin muntah, tapi dia menahannya.

“dia baik2 saja” ucap sehun tanpa menatap mata luhan. Membuat luhan merasa bahwa sehun mengatakan hal sebaliknya.

“dia masih hidup. Dia pasti akan sehat” sehun menutup matanya, dia memegang kepalanya dengan kedua tangan, dia merasa cukup pusing dengan kejadian yg dia alami hari ini.

“lebih baik bersihkan dirimu, lalu nanti kita akan mengunjungi yuri” luhan menepuk bahu sehun, berusaha menenangkan saudaranya itu.

Sehun menganggukm dia berjalan perlahan menuju kamarnya, lalu membersihkan diri.

Luhan menghembuskan napas berat. Dia berdiri lalu membersihkan diri juga.

 

********

Hyuna berjalan melewati lorong perlahan, hingga dia tiba di depan sebuah pintu. Hyuna membuka pintu itu perlahan. Yuri terbaring di sana. Menutup matanya. Sudah 1 bulan sejak yuri kecelakaan. Dan dia masih saja coma. Sementara hyuna, dia perlahan-lahan sudah kembali menjadi hyuna yg dulu lagi.

Walaupun dia masih perlu melakukan beberapa pengobatan, karena waktu itu dia sudah terlanjur memakai obat-obatan terlarang.

Eomma yuri yg ada di situ menoleh melihat hyuna, matanya menatap hyuna sendu lalu tersenyum sedih.

“bicaralah dengannya” kata eomma yuri lalu berjalan keluar dari sana.

Hyuna  berjalan mendekati yuri, dia meletakkan bunga dan sebuah boneka Mickey Mouse kecil di atas meja yg ada di samping tempat tidur yuri.

Lalu hyuna duduk di kursi yg ada di samping tempat tidur. Raut sedih terpancar di wajahnya, matanya sendu menatap yuri yg menutup matanya. Dia menarik napas berat, lalu menggenggam tangan kanan yuri dengan kedua tangannya.

“yuri-ah.. mianhae.. jeongmal mianhae..” ucap hyuna dengan penuh penyesalan. Dia merasa sangat bersalah, dia selalu menyalahkan dirinya sebagai penyebab yuri coma. Padahal sama sekali tidak ada yg menyalahkannya.

“yuri-ah.. bangun..ne.. jebal.. kita bisa bersahabat seperti dulu lagi. Aku merindukanmu yuri. Aku janji akan berubah menjadi hyuna yg dulu lagi. Jadi tolong bangunlah.. aku akan memberikan apa pun yg kau mau jika kau bangun nanti..” hyuna berkata lirih, matanya sudah berkaca-kaca, tapi dia menahan air mata itu turun dari kedua matanya

“aku akan menemanimu kemanapun kau pergi. Aku akan membelikan apa pun yg kau mau, dan aku juga akan melakukan apa pun yg kau suruh.. kumohon bangun. Kau sahabat terbaikku. Aku tak mau kehilanganmu.kumohon…

 Maaf kan aku yg pernah membencimu. Maafkan aku yg tak mendengarkan kata2 mu, dan maafkan aku yg sudah membuatmu menjadi seperti ini.kau pasti membenciku . aku tidak akan berharap kau akan memaafkan ku, tapi kumohon bangun.. bangun, dan katakan bahwa kau membenciku, maka aku akan pergi dan tak akan mengganggumu lagi”

Hyuna menghentikan kata2 nya. Selama beberapa menit dia hanya diam , tanpa berkata apa pun.

Hyuna menatap keluar, pada jendela yg terbuka, cahaya matahari sore yg hangat masuk dari sana. Hyuna tersenyum, seolah cahaya itu memberikan sebuah harapan baru padanya,

“aku percaya kau akan bangun yuri, kita akan melihat matahari itu lagi nanti”

Hyuna tersenyum membiarkan sebuah kenangan terputar di otaknya.

 

#flashback

“dimana ini?” Tanya hyuna dengan mata yg ditutup oleh sapu tangan, yuri berjalan di sampingnya sambil menggandeng tangannya. Matanya sudah ditutup sejak dari rumah tadi oleh yuri, katanya yuri ingin menunjukkan sesuatu pada hyuna.

“nanti juga kau tau. Sekarang duduk” suruh yuri, lalu menarik hyuna supaya duduk, dengan kikuk hyuna duduk perlahan, merasakan sebuah alas kain lembut di bawahnya.

Dia benar2 tidak tau dimana mereka sekarang, dan apa yg akan mereka lakukan.

“boleh aku buka?” hyuna menggerakkan tangannya ingin membuka penutup matanya, tapi yuri mencegahnya. Membuat hyuna menurunkan lagi tangannya.

secara perlahan yuri yg membuka penutup mata hyuna, dia tersenyum puas, ketika melihat hyuna sangat takjub dengan apa yg baru saja di lihatnnya.

Mereka sedang duduk di dekat danau, dengan matahari sore yg hampir tenggelam dengan warna orange yg sangat indah.

“waaw..” hyuna memandangi danau yg terkena pantulan dari matahari, benar2 cantik.

“otte?? Kau suka??” Tanya yuri

“sangat. Ini cantik sekali” ucap hyuna tanpa mengalihkan pandangannya

“kapan2 kita akan kesini lagi. Biasanya aku selalu sendiri jika kesini. Lebih menyenangkan kalau punya teman”

Hyuna menatap yuri, lalu mengangguk

“janji. Kau harus mengajakku ke sini lagi untuk melihat matahari terbenam”

“aku janji. Aku akan mengajakmu” yuri tersenyum, dia menatap lurus ke depan sementara hyuna juga melakukan hal yg sama.

 

Flashback end

 

“bukankah kau seharusnya sudah kembali?” Tanya luhan yg tiba2 saja sudah berdiri di samping hyuna.

Hyuna mendongak menatap luhan, lalu mengangguk, dia memang harus pergi.

“aku pergi” ucapnya lalu meninggalkan luhan dengan yuri di sana.

“Morning..” sapa luhan pelan, lalu meletakkan bunga yg dia bawa ke meja yg ada di samping tempat tidur yuri bersama dengan milik hyuna.

Lalu dia duduk di kursi, dan memandangi wajah yuri yg sedang menutup matanya dengan selang oksigen yg menutup hidungnya.

“halo yuri.. how are you?? Kau pasti baik2 saja bukan?? Kapan kau akan kembali ke sini?? Kau tidak merindukanku?? Kau tidak ingin menunggang kuda bersama lagi??” luhan terdiam sebentar, lalu terkekeh pelan, dia tidak percaya , dia benar2 melakukan ini.

“Kau tau? Aku sangat merindukanmu. Aku merindukanmu yg dulu yuri.. aku merindukan mu yg ceria dan suka tersenyum. Aku merindukan teriakkan mu, aku merindukan suaramu, dan… aku juga merindukan senyumanmu.. aku sangat merindukan itu semua.” Luhan menarik napasnya, dia berdiri lalu mendekati wajah yuri

“cepatlah bangun, dan aku akan mengajakmu ke china nanti” bisik luhan di telinga yuri, lalu keluar dari sana.

Setelah luhan keluar, sehun masuk, dia tidak membawa apa2, tidak seperti hyuna dan luhan, dia datang dengan tangan kosong.

sehun berjalan lalu menatap yuri yg terlihat seperti sedang tertidur. dia tidak tau ingin mengatakan apa.

Dia hanya duduk di sana, sambil menatap wajah yuri, hanya itu. Hingga 1 jam berlalu. Dia tidak melakukan hal lain, dan tetap memandangi wajah yuri.

Dia menghembuskan nafas berat, lalu berdiri

“bangunlah yuri… semua orang akan tersenyum jika kau membuka matamu. Kami semua meridukanmu” ucap sehun, lalu berjalan keluar dari ruangan itu.

******

Hyuna, luhan dan sehun, berdiri di samping tempat tidur yuri, tak berapa lama eomma yuri membuka pintu lalu ikut berdiri di sana. Melihat yuri yg sama sekali belum membuka matanya.

“yuri-ah.. bangunlah.. eomma tak mau kehilanganmu” ucap tiffani sambil menangis. Hyuna mengeluarkan sapu tangannya lallu memberikannya pada tiffany

“yuri, bangunlah, kami merindukanmu” ucap hyuna kemudian

“yuri, apa kau tak lelah tertidur? Cepatlah bangun” Luhan bersuara

Sehun menelan ludahnya, matanya menatap sendu pada yuri.

“yuri.. kami semua menyayangimu” ucap sehun yg membuat semua orang yg ada di sana menatapnya.

“jari2 yuri bergerak” kata sehun lumayan keras, membuat semua mata mengalihkan pandangan darinya dan kembali melihat yuri

“yuri-ah..” panggil tiffany begitu melihat jari2 putrinya bergerak perlahan. Hyuna berlari keluar, dengan semangat dia memanggil dokter, pikirannya sudah di penuhi oleh harapan bahwa yuri akan kembali lagi.

Sementara di dalam ruangan tadi, yuri membuka matanya perlahan dia beebrapa kali mengerjapkan matanya, membiasakan diri dengan cahaya yg terang.

Tiffany menangis terharu, dia sangat senang yuri bisa sadar lagi.

“yuri-ah..” panggil tiffany. Yuri membuka mulutnya, tapi suara tidak keluar dari sana dia sedikit terganggu dengan selang oksigen yg terpasang disana hidungnya.

Yuri melepas selang oksigennya dia tersenyum melihat eomma nya

“eomma..” ucapnya sangat pelan, tapi masih mampu didengar oleh eommanya

“bogoshipeo..” tiffany memeluk putrinya erat, seolah tidak ingin melepaskannya lagi.

Yuri tersenyum, dia menatap luhan dan sehun secara bergantian, sambil memeluk eommanya.

Lalu dokter datang, hyuna mengekor di belakangnya. Hyuna menatap yuri dengan rasa bersalah, tapi yuri memberikan senyuman manis padanya, membuat hyuna juga tersenyum.

 

“kau tau? Kau sudah lama sekali tidak bangun” ucap hyuna sambil mendorong kursi roda yg yuri duduki. Tadi dokter bilang, yuri sudah bisa di bawa jalan2 walaupun dia baru saja sadar dari koma. Tak ada yg bisa menjelaskan kenapa yuri masih bisa bangun, setelah masa coma yg cukup panjang itu, mungkin itu yg biasa  di bilang ‘keajaiban’

“aku tau. Aku merindukan kalian” yuri tersenyum lalu melihat ke kiri dan kanannya, di mana luhan dan sehun mengikuti meraka berdua.

“bagaimana perasaanmu?” Tanya sehun, dia memasukkan tangannya ke saku celananya lalu memandang yuri.

“aku tidak tau” jawab yuri singkat. Sehun mengangguk

“hmm.. selama aku coma, aku bisa mendengar semua yg kalian katakan padaku. Terimakasih, karena itu yg membuatku bisa bangun lagi seperti sekarang ini” ucap yuri tiba2. Hyuna langsung berhenti mendorong kursi roda, dia berjalan dan berhenti tepat di depan yuri, dia menunduk mensejajarkan wajahnya dengan wajah yuri.

“kau serius??” Tanya hyuna. Yuri hanya mengangguk sebagai jawaban.

“kau berhutang padaku. Kau janji akan melakukan apa saja untukku bukan?” Tanya yuri kesenangan.

Hyuna berdiri tegak, dia menggigit bibir bawahnya, tidak mungkin dia mengatakan tidak dan berbohong. Akhirnya dia mengangguk.

“kau harus menepatinya, arrasseo? Dan luhan, kau juga berhutang padaku. Kau harus mengajakku ke china, dan menunggang kuda di sana”

“aku akan menepatinya. Pasti” ucap luhan

yuri tersenyum dengan penuh kemenangaan.

“dan sehun…” yuri menghentikan kalimatnya. Berfikir.dia tidak mengingat bahwa sehun pernah mengucapkan janji seperti hyuna dan luhan. Jadi dia tidak bisa meminta apa2.

“aku tidak menjanjikan apa pun padamu noona” kata  sehun. dia tertawa girang sambil melihat wajah hyuna dan luhan yg sepertinya tidak terima.

“tapi kau harus mau ikut dengan kami. Kalau tidak , aku akan menjadi musuhmu” ancam yuri, dia menyipitkan matanya, melihat ekspresi sehun yg berubah.

“arrasseo” sehun memasang tampang kecewanya. Membuat luhan, yuri, dan hyuna tertawa dibuatnya.

 

********

luhan, sehun, yuri , dan hyuna duduk di sebuah café yg ada di bandara Incheon. Mereka masing2 memiliki cappucino di atas meja mereka.

Yuri mengaduk-aduk cappucinonya, lalu mengerucutkan bibir.

“jam berapa sekarang?” Tanya yuri dengan tampang bosan

“masih 20 menit lagi untuk take off. Sabar saja” jawab hyuna.

Sehun meminum habis cappucinonya, lalu meletakkan gelas kosong ke atas meja

“sepertinya kau tidak sabar sekali ingin ke china”

“wajar saja. Aku kan dari dulu ingin sekali ke china sehun” kata yuri, dia menggeser cappucinonya ke tengah meja, sama sekali tidak berniat untuk meminumnya. Sehun menggelengkan kepala

“kau tidak mau?? Aku habiskan yaaa..” sehun mengambil gelas cappuccino yuri lalu meniupnya sedikit dan mulai menyeruputnya sedikit demi sedikit.

Luhan menatap prihatin pada dongshaengnya itu, seperti orang yg tidak pernah minum cappuccino.

 “ayo, kita harus masuk ke pesawat.” Ucap hyuna, dia membereskan barang2 nya lalu berdiri.

“tunggu-tunggu… aku habiskan ini dulu” ucap sehun sambil terburu-buru menghabiskan cappuccino yg seharusnya menjadi jatah yuri

“tinggalkan saja dia” ucap luhan tega lalu menarik hyuna dan yuri dengan kedua tangannya.

“ya!! Tunggu aku!!” teriak sehun lalu berlari keluar café dengan terburu-buru, beberapa orang yg ada di dalam café melihatnya seperti melihat orang gila.

Mereka semua berjalan briringan menuju pesawat yg akan membawa mereka ke china. Saat ini mereka sedang liburan sekolah, dan sepakat bahwa mereka semua akan berlibur ke china.

“dasar rakus..” sindir hyuna pada sehun

“biarin..” jawab sehun kekanakan lalu menjulurkan lidahnya pada hyuna. Yuri memutar matanya, lalu seorang pramugari mengantarkan mereka ke tempat duduk.

Mereka semua langsung duduk dengan santa. Hyuna dan sehun tertidur, sementara luhan dan yuri masing2 sibuk dengan pekerjaan mereka.

Yuri sibuk baca novel harry potternya, luhan sibuk main game.

“aaaaaaa!!!!!” teriak luhan sambil memiringkan tabletnya.

Semua orang yg ada di dekatnya langsung saja menatapnya dengan tatapan aneh. Luhan menutup mulutnya lalu tersenyum malu.

Yuri menggelengkan kepalanya, dia merebut tablet luhan , lalu menggantinya dengan buku harry potternya di tangan luhan.

15 Responses to “I’am Sorry part 5”

  1. nabila tauhida December 15, 2013 at 2:22 am #

    kekekeke,, gak sabar nunggu kelanjutannya,, klo bsa cptan ya, hehe soalnya kmrn terlalu lama

    • christina xoxo May 10, 2014 at 9:33 am #

      maafkan aku yang tidak pernah melanjutkannyaaaaaa~~~~~
      hati ini sedang lelah/? wkwkwk

  2. Tetta Andira December 15, 2013 at 4:20 am #

    Waaaa ,, saengie !! Akhir’x ,, muncul jg nihh part 5’x🙂
    Gpp koqq rada lama jg , ngerti dehh sama kewajiban anak skolah😉
    ff’x agak kecepetan nihh , part’x dikit banget . Mlah ada bagian yg keulang😦 bt , overall daebak koqq ..
    Yul-eonn akhir’x sadar🙂 bahagia ..
    Widihh ,, mreka ber-4 mau liburan ke China ? Aduhh ,, gak sabar nihh nunggu kelanjutan’x ..
    Apa ajah yg bkal trjdi di China ? Gak kebayang . Sypa tau bkal ada sweet moment YulHan or YulHun ? *ngarep*plakk
    saeng , ditunggu sllu yaa kelanjutan’x ? Keep spirit ne ..

  3. exoyul December 24, 2013 at 7:32 am #

    seru eon tapi gantung banget TBC nya lanjutin nya cepetan ya eon!!

  4. Azizah YulHan shipper December 24, 2013 at 10:37 am #

    Kok ada yg ke Ulang sih Thor???
    Gpp..deh…
    yg Penting LANJUTTTT!!!
    Hwaiting!!!
    Ayo Eon!!Liburann nih.. FF blom pada di share…. Bosen..
    Share dong eon!

    • christina xoxo May 10, 2014 at 9:35 am #

      MAAAAAAAAPPPPPPPP!!!!!! BELOOOMM SEMPEEETTT *ALIBI
      EHEHEHEHE SEBENRNYA SIH MALESS BUKA BLOG SEKARANG …
      INI AJA GA TAU ADA ANGIN APA TIBA2 PENGEN BUKAAAA~~~😀

  5. Tetta Andira January 2, 2014 at 10:21 pm #

    Wahh ,, koqq komen eonnie blom ada ?
    ahh ,, mian saeng ! Pdhl wktu itu udh dikomen😦
    Hehh ? Ada part yg keulang yaa ??
    Wahh ,, mreka mau ke China ?
    Brhrp akan ada sweet moment YulHan-YulHun xD *maruk*dijedotin
    saengie ,, jgn lama” publish’x ne ? Keep spirit ^-^)9

    • christina xoxo May 10, 2014 at 9:37 am #

      akan di usahakannnn moment nya.. tapi tidak saat ini/? wkwkwk lagi males menulis kelanjutan nih.. jadi sekarang mau update ff oneshott saja sepertinyaaaaa…. mhuehehehehe😀

  6. Riska Dewi February 8, 2014 at 1:43 pm #

    Nextnya cepetan ya Thor…trus juga banyakin YulHunHan mommentnya Thor.. ^^😉

    • christina xoxo May 10, 2014 at 9:37 am #

      DI USAHAIINNN YAAA.. TAPI NTARAN OKE!! TUNGGU AJEEEEE

  7. liliknisa February 23, 2014 at 6:59 pm #

    ditunggu kelanjutannya🙂

  8. Yurisistable December 20, 2014 at 6:28 am #

    Anyeong cingu… ini ffx uda lm bgt aq malah br nemu. ceritax bgus. ini uda end ato msh ad lnjtnx?? br pertm kali bc yuri sm hyuna jd shbat. ap lg mrk dblng mrip. pdhal kn enggak. crtax bgus bgt, tp gantung. yurix sm sapa? aq cey maux yulhun couple. :))

    • yurikwonfanfic January 17, 2015 at 2:50 pm #

      hahaha,, sebenernya waktu itu bikinnya yoona bukan hyuna, tp yoona uda keseringan, dan berhubung hyuna pernah maen breng yuri di IY season 1 jadi aku ganti jadi hyuna deeh.. belum selesai cyiinn ceritanyaaa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: