I Love U Mom (part 1)

1 Jun

yuri,kwonyuri,ff,yultif,blackpearl

Title : I Love U Mom

Cast : – kwon Yuri

–      Tiffany and other, u can find it yourself ^^

Length : 2 Shoot

Genre : friendship, sad, family

Rating : T

Author note : haiii.. mian belum melanjutkan im sorry nya.*nyengir. Kemaren sih uda sempet ngelanjutin dikit. Tapi berhubung masih bingung mau bikin yuri sama siapa. Jadi aku gak jadi ngelanjutin deh hehehe

Dan sebagai gantinya aku bawa ff 2shoot. Komen dong kalian pengennya yuri sama siapa ntar di ff im sorry..

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian biar aku semangat lanjutin ff + bikin ff baru nya..!!

Happy reading..!!!!

*****

Yuri menggunting kuku kakinya, sesekali matanya melirik pada ponselnya yg dia letakkan di atas meja yg ada di sampingnya.

Drrtt…drrt… ponsel yuri bergetar pertanda ada pesan masuk

Yuri tersenyum senang, dia tau itu dari siapa.Dengan semangat dia mengambil ponselnya dan membaca pesan yg baru saja masuk.

“ayo jalan2. aku jemput jam 1 siang, sebentar lagi. Tunggu di depan rumahmu”

Yuri menutup ponselnya lalu buru2 berlari ke lantai atas kamarnya.Dengan semangat dia mandi dan berganti baju.Dia mengganti baju tidur nya dengan celana pendek sepaha dan kemeja putih selengan, rambutnya dia biarkan terurai.

Yuri mengambil tas selempangnya lalu berlari ke kamar eomma nya di lantai bawah. Dia membuka pintu sedikit dan melihat eomma nya sedang berbaring dengan wajah pucat seperti biasanya.

“eomma.. aku pergi neee…” teriak yuri dengan semangat dari celah pintu yg dia buka

“ne.. hati2 yuri..” balas eomma nya.

Setelah itu yuri berjalan keluar, dia menunggu sahabat2 nya dengan duduk di sofa yg ada di depan rumahnya. Tangannya sibuk mengikatkan tali sepatu kets warna coklat yg baru beberapa hari yg lalu dia beli.

Tiinn..tiiinnn…

“yuriiiii…” teriak taeyeon sambil mentlakson mobilnya. Yuri melihat pada taeyeon dan menganga takjub

“whoaaa… daebak.. kau dibelikan mobiiilll” yuri berteriak lalu berlari dan masuk ke dalam mobil taeyeon. Taeyeon tersenyum senang lalu mengangguk.

“woahh, enak sekali kau dibelikan mobil. Aku juga mau nanti kalo umurku sudah 17 tahun” yuri berkata dengan semangat

“minta saja dengan eomma mu. Pasti dia akan membelikan untuk mu. Sama seperti ku.bahkan aku memilih sendiri mobil ini. kemarin setelah kau dan teman2 yg lain pulang. Eomma dan appa mengajakku ke deller dan memilih mobil yg mana yg ku inginkan”

“whooaa.. aku juga mau seperti itu. Aku akan minta dengan eomma”

“hmm, jadi kita mau kemall nih??” Tanya taeyeon tanpa melihat pada yuri. Dia sibuk menyetir mobil.

“ne. kan besok eomma ulang tahun. Aku ingin membelikan sesuatu untuk nya”

“oke siipp.. aku juga ingin membeli sesuatu. Kau kan ultah juga besok. Enak sekali , ulang tahun mu dan eomma mu sama tanggal dan bulannya”

“hmm… tapi ngomong2 , kau tidak memakai jam tangan yg ku kado kan di hari ulang tahun mu yang ke-17 kemarin.”

“ada kok, di dashbor ambil aja. Trus pakaikan di tangan kanan ku”

Yuri membuka dashbor dan menemukan jam tangan warna putih dengan beberapa Kristal kecil yg menghiasinya. Yuri mengambil jam itu lalu memakaikannya di tangan kanan taeyeon

“gomawo” ucap taeyeon.

Selama beberapa saat mereka berdua hanya diam, sibuk dengan urusan masing2. Hingga mereka tiba di sebuah mall besar, taeyeon memarkir mobilnya, lalu turun bersama yuri. Taeyeon berjalan beriringan dengan yuri, mereka masuk ke mall dan langsung mengarah ke toko pakaian.

Yuri dan taeyeon masuk, ini adalah tempat langganan mereka kalau ingin membeli baju.Mereka menyukai tempat ini karena pelayanannya yg menyenangkan dan barang2 yg dijual semua bermerk dan berkualitas tinggi, tentu saja dengan harga yg tinggi juga.Tapi itu tidak masalah karena mereka berdua adalah orang kaya.

Taeyeon dan yuri meletakkan tas selempang mereka di atas sebuah meja, yuri langsung berjalan mencari baju yg cocok untuk eomma nya. Sedang kan taeyeon lebih memilih duduk di atas sebuah sofa empuk berwarna coklat yg sangat dia suka tangannya sibuk menari di atas ponselnya.

Seorang pelayan dengan blazer hitam dan rok di atas lutut tersenyum kea rah yuri dan membantunya memilihkan baju. Rambutnya yg di gulung rapi membuat yuri senang melihat pelayan2 yg bekerja di sini.

“ada yg perlu aku bantu?” Tanya pelayan itu ramah.

Yuri mengangguk, dia melirik sebentar pada nama pelayan itu yg ada di blazer yg dia pakai. Yuri belum pernah melihat pelayan ini sebelumnya, mungkin dia masuh baru, pikir yuri.

“oke Tiffany eonnie, aku ingin kau bantu aku mencari baju eomma ku. tidak usah terlalu glamour atau heboh. Aku hanya ingin hanya ada sedikit hiasan saja di baju nya dan tidak usah style yg terlalu ribet. Dan juga aku tidak mau warna yg terlalu mencolok, dan mengenai ukuran kau bisa melihat ukuran eomma ku di foto ini” jelas yuri, lalu memperlihatkan foto eommanya dari ponsel yg dia pegang.

“oke” tiffany tersenyum, menunjukkan eyesmilenya yg cantik pada yuri. Yuri juga balas tersenyum lalu pergi ke tempat taeyeon sedang duduk santai sambil menikmati jus nya.

”bagaimana?”

“tiffany eonnie sedang mencarikan untukku”

“tiffany?? Aku belum pernah dengar.Dia masih baru?”

“mungkin. Aku juga baru pertama kali melihatnya, dan dia cantik”

Yuri menyenderkan tubuhnya pada sofa, dia membuka-buka majalah fashion yg ada di tangannya.

“kau tidak mau beli?” yuri melirik pada taeyeon di sampingnya. Taeyeon menggeleng.

Beberapa menit kemudian tiffany datang dengan beberapa pasang baju di tangannya.

“kau bisa memilihnya sendiri ingin yg mana” tiffany membiarkan yuri memilih baju2 yg ada di tangannya.

“ini cantik” yuri mengambil baju berwarna abu2 dengan sebuah pita kecil di pinggir sebelah kirinya. Sangat simple dan ada beberapa gambar bunga berwarna putih di pinggir bagian bawah baju.dan bahannya juga terasa sangat halus serta lembut

“aku mau yg ini. tolong bungkus ya.”

Tiffany mengangguk, dia memisahkan baju yg ingin yuri beli lalu pergi untuk mengembalikan baju yg tidak yuri beli.

Tidak lama dia datang lagi dengan sebuah tas dengan label toko mereka yg berisi baju yg yuri beli. Yuri mengambil nya lalu memberikan kartu kerditnya.

Setelah selesai yuri dan taeyeon berjalan keluar, di depan pintu ada 2 orang pelayan yg sudah sangat mereka kenal , tersenyum kepada mereka dan mengucapkan salam.

 

*****

Yuri membuka matanya dengan terpaksa, cahaya matahari yg masuk begitu menyilaukan.

“happy birthday yuri-ah..” ucap eomma yuri setelah membuka gorden lebar2 sehingga membuat kamar anak kesayangannya itu menjadi sangat terang.

“eomma, aku masih ngantuk..” yuri menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya supaya tidak silau.

“happy birthday yg ke -15 yuri.. semoga apa yg kamu ingin kan di tahun ini bisa tercapai. Ayo turun.Kau tidak boleh bermalas-malasan di hari ulang tahunmu. Sekarang sudah jam 8 pagi”

Dengan berat hati yuri duduk, dia membiasakan matanya dengan sinar matahari yg masuk lalu memandang eommanya yg sekarang sudah duduk di pinggir tempat tidurnya.

“happy birthday juga eomma.. saranghae..” yuri tersenyum lalu memeluk eommanya dengan sayang

“nado yuri-ah.. sekarang mandi sana. Kau bau. Eomma menunggumu di ruang makan di bawah”

Yuri mencium bajunya dengan heran “aku tidak bau” ucapnya sambil cemberut. Eomma yuri tersenyum “jangan lama-lama ne” dia berdiri lalu berjalan keluar.

Yuri mengucek-ngucek matanya, lalu turun dari ranjang , dia mengambil baju dari lemari pakaian lalu masuk ke kamar mandi yg ada di kamarnya.

Yuri memakai celana pendek dan baju kaos nya lalu turun ke lantai bawah. Begitu sampai di meja makan, di sana sudah ada eommanya yg sedang duduk menunggunya dan taeyeon serta keluarganya.

Taeyeon dan yuri memang sudah bersahabat sejak kecil, sehingga keluarga mereka pun sudah sangat dekat. Bahkan keluarga taeyeon yg membantu menyemangati eomma yuri setelah kepergian appa yuri beberapa tahun yg lalu.

“happy birthday nona dan nyonya kwon ..” teriak mereka semua serempak dengan senyuman di bibir mereka. adik taeyeon bernama sehun yg berumur 12 tahun berlari kea rah yuri dan memeluknya.

“happy birthday noona..”

“gomawo” yuri mengacak-acak rambut sehun.

Yuri duduk di samping taeyeon , kue tart besar berwarna biru tersedia di depannya, meja makan di penuhi dengan berbagai macam makanan yg harganya tidak murah. Taeyeon menghidupkan lilin yg ada di atas kue tart yuri, dan mereka semua menyanyi untuk yuri.

“sekarang ucapkan permohonan” ucap appa taeyeon. Yuri mengangguk lalu menutup matanya.Hanya 5 detik lalu dia membuka matanya dan meniup lilin. Semua yg ada di sana bertepuk tangan. Lalu mulai makan-makan bersama.

“eomma tidak mengucapkan permohonan?” Tanya yuri sambil memandang eommanya

“sudah. Eomma sudah memohon supaya apa yg kau permohonkan bisa tercapai” jawab eomma yuri.

“ini untuk eomma.” Yuri memberikan bingkisannya pada eommanya. yuri dan eomma terlihat sangat senang mereka memang saling melengkapi dan menyayangi.

“jinjja?? Gomawo” eomma nya mengambil bingkisan itu. Yuri mengangguk lalu melanjutkan makannya.

“taeyeon.. kau mendapatkan apa dari eomma, appa mu di hari ulangtahun mu kemarin?” Tanya eomma yuri

“mobil” taeyeon menjawab dengan semangat

“chukkae ne.. kau pasti senang sekali ya”

“ya tante.. aku senang sekali, apalagi aku sendiri yg memilih mobilnya” cerita taeyeon

“benarkah, berapa kalian habiskan untuk mobil itu?” eomma yuri bertanya pada appa taeyeon

“hanya sekitar 2,4 miliar saja..”

Eomma yuri mengangguk ,lalu memandang pada putrinya yg masih asyik makan.

*****

Yuri sarapan di meja makan bersama eommanya, dia sudah memakai seragam lengkap dan terlihat cantik dengan jepitan putih kecil di rambutnya, di tangannya sudah melingkar sebuah gelang tangan perak dengan bandul mickey mouse kecil yg menghiasinya itu adalah kado dari taeyeon kemarin.

“eomma..”

“wae?”

“eomma mau tau tidak apa permohonan ku waktu meniup lilin kemarin?”

Sebelum eommanya menjawab yuri sudah melanjutkan lagi

“aku ingin waktu umurku 17 nanti, eomma membelikan ku sebuah mobil. Ya eomma…”

Eomma yuri tersenyum “lihat saja nanti” ucapnya.

“pokoknya aku hanya menginginkan itu eomma. Eomma pasti akan kabulkan itu untukku kan. Aku yakin”

“sudah. Cepat habiskan makanan mu. Nanti terlambat sekolah”

“aku sudah selesai. Aku pergi eomma” teriak yuri lalu berlari keluar pada sebuah mobil dimana supir sudah menunggunya. Yuri masuk lalu memasang earphone putih miliknya.

Yuri tersentak kedepan , ketika supirnya mengerem mobil tiba2.

“ya! Waeyo??” bentak yuri yg kesal , karena kepalanya terantuk lumayan keras dengan kursi di depannya karena tadi dia lupa memakai sabuk pengaman.

“mian, sepertinya ada orang..”

Yuri melotot lalu langsung turun, dna melihat seorang yeoja sudah terduduk dengan lutut berdarah tepat di depan mobil.

“mianhae.. kau tidak apa-apa?” Tanya yuri. Yeoja itu menoleh, tenyata dia adalah tiffany.

“gwaenchana. Bukan kah kau yuri” Tanya tiffany, dia masih mengetahui nama yuri dari karyawan lain waktu itu karena yuri adalah pelanggan tetap yang sering menghabiskan uang di toko mereka.

“oh, tiffany eonnie..” yuri membantu tiffany berdiri.

“mau kemana?” Tanya yuri

“mau ke suatu tempat. Tapi sepertinya aku akan terlambat” tiffany melirik lututnya “bukankah kau seharusnya sekolah, sana cepat”

Yuri melihat jam tangannya. Dia sudah telat 15 menit, karena kecelakaan kecil ini.dan sudah pasti dia tidak akan di perbolehkan masuk lagi ke sekolah.

“sudah sangat terlambat, aku pasti sudah tidak boleh masuk lagi, aku antarkan eonnie saja ke tempat eonnie mau pergi” tawar yuri

“tidak usah, aku bisa sendiri”

“tidak. Aku antarkan, ayo masuk ke mobil” yuri menarik tiffany dna masuk ke mobil.

“kita mau ke mana?”

“maaf nona, aku sungguh minta maaf” ucap supir yuri sambil menunduk meminta maaf pada tiffany

“gwaenchana” tiffany menyebutkan tempat dia ingin pergi, lalu supir yuri membawa mereka ke sana.

 

“kuburan?” Tanya yuri, tiffany mengangguk lalu turun dari mobil. Yuri mengikutinya, hingga tiba di sebuah makam. Tiffany mengeluarkan 2 bucket bunga dari tasnya, lalu menaruh di atas 2 buah nisan yg bersebelahann disana. Dia duduk di antara kedua buah makam itu.

“appa…eomma.. aku datang lagi. Maaf aku jarang datang ke sini.Aku sibuk belajar dan bekerja sekarang.Eomma , appa maafkan aku , untuk kesalahan ku dulu. Maafkan aku yg tidak pernah mendengarkan kalian.”

Yuri memperhatikan tiffany, yg mulai meneteskan air matanya.

“eomma , appa bogoshipeo, sudah lama sekali kalian meninggalkan ku. sebentar lagi aku akan lulus kuliah, aku sudah belajar keras seperti apa yg kalian minta dulu. Aku yakin aku akan mendapatkan nilai yg sangat baik dan membanggakan kalian nanti.”

Tiffany menangis, pipinya basah oleh airmata, dia teringat bagaimana dulu dia sangat membenci kedua orang tuanya itu, tapi setelah mereka tiada , dia malah merasa apa yg orang tua katakan kepadanya dulu itu benar. Bagaimana dia harus belajar dan menggapai cita2nya untuk menjadi dokter.

Dulu dia sangat membangkang dan menyia-nyiakan pendidikan yg di berikan padanya dengan malas belajar, tapi setelah kedua orang tuanya bangkrut dan beberapa saat kemudian meninggal dan keluarganya sama sekali tidak ada yg mau membantunya. Dia berubah, dia belajar keras dan mendapatkan beasiswa untuk kuliah dan menjadi dokter.

“sudah eonnie. Ayo pergi” ajak yuri yg tidak tahan melihat orang menangis. Tiffany menghapus air matanya lalu berdiri dan kembali ke mobil bersama tiffany.

Yuri membawa tiffany ke sebuah pantai yg sepi.Angin yg berhembus membuat rambut mereka sedikit berantakan.

“teriakkan saja apa yg eonnie ingin katakan pada eomma dan appa eonnie. Mungkin mereka akan mendengarkan” kata yuri sambil menoleh pada tiffany di sampingnya.

“Eommaaaaa!!!! Jeongmal mianhae!!!!! Appaaaaaa!!! Mianhaee!!! Mianhaeeeee!!! Mianhaaeeeeee!!! Mianhaaaaeeeee!! Mianhae” suara tiffany berangsur-angsur memelan matanya mulai berair lagi.

“eonnie jangan sedih, mereka pasti udah memaafkan eonnie, yah walaupun mungkin kesalahan eonnie sangat besar. Eonnie lakukan aja apa yg mereka pernah bilang ke eonnie. Itu pasti bikin mereka senang” hibur yuri, entah dari mana dia bisa mengucapkan kata2 seperti itu.

Tiffany menghapus air matanya lalu memeluk yuri “gomawo”.

“eonnie udah makan??”

tiffany menjawab dengan gelengan kepala.

“ckckckk.. ayo makan dulu. kalo eonnie sakit kan bahaya. ini udah siang loh. aku aja yg tadi pagi uda sarapan sekarang uda laper lagi”

“tidak usah.. aku bisa makan sendiri nanti di tempat ku”tolak tiffany

“ayo eonnie… aku mau traktir eonnie makan ditempat yg mahal.. eonnie pasti jarang kan makan , makanan yg mahal2. ayo”

yuri menarik tiffany memasuki mobil dan mereka berjalan ke sebuah restoran mewah. yuri duduk dan memesan makanan yg paling dia suka. tiffany memandang takjub dengan kemewahan restoran itu, bagaimana pelayannya berbaris sangat rapi, ramah dan profesional

“kenapa kau melakukan ini?”

“maksud eonnie??”tanya yuri lalu menutup buku menu. dia sekarang tinggal menunggu pesanan datang saja.

“iya.. kenapa kau mengajakku ke tempat semahal ini. padahal kita kita dekat dan baru pernah bertemu 2 kali”jelas tiffany

“ohh..itu karena aku merasa bersalah sudah menabrakmu tadi, dan juga karena aku menyukai mu eonnie.. kau mau kan jadi eonnie ku. aku anak satu2 nya di kekuarga ku. jadi aku hanya mendapatkan kasih sayang dari eomma ku karena appa ku sudah meninggal. aku menyukaimu karena kau terlihat baik. kau sepertinya kesepian. kau bisa menganggapku sebagai yeodongsaeng mu. pasti menyenangkan kalau punya eonnie”ucap yuri dengan semangat. tiffany tersenyum senang, dia juga menyukai yuri ini.dia memiliki sifat ceria yg bisa memeriahkan suasana.

“berarti mulai sekarang kau adalah yeodongshaeng ku. jangan nakal dan harus menurut dengan eonnie. arrasseo??”

yuri tertawa senang “arrasseo eonnie..”

“sekarang ayo makan… habis itu aku mau ke rumah eonnie. aku ingin melihat rumah eonnie”.

Yuri menganga kaget ketika tiffany membawanya masuk ke dalam rumahnya.

“duduk saja..” tiffany menyuruh yuri duduk di atas lantai kayu rumahnya

“eonnie.. bagaimana bisa eonnie tinggal di tempat sekecil ini?? rumah ini bahkan lebih kecil dari pada kamar ku”

Tiffany tersenyum “aku sudah terbiasa” ucapnya

******

taeyeon yg baru selesai mencatat lalu dia membereskan bukunya dan berdiri

“ayo ke kantin” dia merangkul yuri yang baru saja datang ke kelasnya dan berjalan bersama ke kantin.

“taeyeon , yuri, siniiii”panggil teman2 mereka yg sudah duduk di kursi kantin

“ada apa?? kalian bersemangat sekali”taeyeon dan yuri duduk di 2 kursi yg masih tersisa.

“sekarang jessica juga sudah punya mobil sendiri loh..”cerita sooyoung

“whoaa chukkae..”ucap yuri dan taeyeon bersamaan

“gomawo”balas jessica

“sekarang tinggal yuri yg belum beli mobil. kami semua sudah punya”

“aku sudah minta sama eomma. eomma pasti akan membelikan untukku”yuri berkata yakin

*******

“hai eomma.. kenapa eomma pucat sekali??” yuri duduk di pinggir kasur eommanya. Eommanya tersenyum.

“aniyo , eomma tidak apa-apa sayang” yuri menyipitkan matanya

Yuri menggenggam tangan eomma nya lalu mengelusnya sedikit,

“eomma… nanti, di ulangtahun ku yg ke 17, pokoknya aku mau mobil ya eomma.. eomma pokoknya beliin ya untuk aku”

Eomma yuri tersenyum mendengar permintaan putrinya itu. Dia tidak mengatakan apapun. Yuri mengangkat tangan kirinya bergerak menyentuh wajah eomma nya.

“panas.. aku antar ke dokter ya eomma”

“tidak usah. Eomma tadi sudah telepon dokter supaya datang.” Tolak eomma nya

“eomma sebenarnya sakit apa sih??”

“bukan sakit yg parah kok sayang. Bukan kah kau ada acara ya hari ini. pergi gih, nanti terlambat loh”

“tapi eomma..”

“eomma tidak apa apa sayang..” eomma yuri tersenyum, lalu mengelus puncak kepala anak satu-satunya itu.

“benar kan eomma.. kalau gitu aku mau ketemu tiffany eonnie ne.. Galke..” yuri melambaikan tangannya lalu berjalan keluar dari kamar itu. Setelah itu yuri pergi untuk mengunjungi tiffany. Begitu tiba di kampus tiffany, yuri turun dari mobil dan menyuruh supir untuk menunggunya. Yuri masuk ke dalam kampus dan mencari eonnienya itu. Beberapa tatapan ingin tau yuri dapatkan ketika melewati kelas demi kelas , membuat yuri merasa sedikit risih.

“tiffany eonnie..” panggil yuri lalu berjalan masuk ke dalam kelas yg hanya di isi oleh beberapa mahasiswa saja. Tiffany tersenyum melihat yuri, menampakkan eyesmile nya yg sangat manis.

“eonnie sudah tidak ada kelas lagi kan hari ini?” Tanya yuri sambil menggandeng lengan tiffany, membawanya berdiri dari tempat duduk dan berjalan keluar.

“tidak ada.”

“kalau begitu , kita kerumah eonnie saja sekarang. Eonnie waktu itu kan pernah janji mau membuat brownies bersama ku”

“tapi eonnie belum membeli bahan2 nya”

“aku sudah menyiapkannya di mobil. Ayo..” yuri menarik tiffany supaya lebih cepat berjalan.

*****

“ini bagaimana lagi?” yuri bertanya sambil mengangkat 2 butir telur dengan tangannya.

“jangan sentuh itu. Lebih baik kau berdiri dan memperhatikan ku saja. Aku tidak mau memasak berjam-jam dan akhirnya mendapat hasil yg hancur hanya karena sedikit kesalahan darimu”

Yuri sedikit cemberut , tapi menurutnya benar apa yg di katakan tiffany, jadi dia diam dan menikmati menonton tiffany yg memasak dengan lincah(?)

“tolong ambilkan coklat..” ucap tiffany, yuri mengangguk lalu dengan cepat mengambil coklat dan membarikan pada tiffany.

Drrtt..drrt….

Yuri membuka ponselnya, ada pesan masuk dari eomma nya.

“yuri jangan pulang lebih dari jam 1 siang ya sayang… eomma ingin mengajakmu ke suatu tempat..”

“arrasseo eomma” balas yuri

“sekarang kita tinggal menunggu” ucap tiffany sambil memasukkan cetakan adonan ke dalam oven.

“lama tidak??”

“tidak, hanya sebentar kok..” tiffany mengelap keringat yg membasahi keningnya.

2 jam kemudian. Tiffany sudah sudah siap dengan brownies yg sudah tertata cantik.

“ini bawa saja semuanya..” tiffany menyerahkan kotak brownies pada yuri

“eonnie nggak mau coba?”

“tidak. Aku bisa membuat sendiri nanti”

Yuri mengambil kotak itu

“oke.. gomawo ne eonnie.. aku pergi dulu. Nanti aku pasti ke sini lagi”

“ne.. hati2 di jalan..” tiffany melambai pada yuri. Yuri tersenyum lalu balas melambai dan masuk ke mobil.

ketika tiba di halaman rumah, yuri sudah melihat eommanya duduk manis di kursi yg ada di depan rumah menunggunya. Begitu mobil berhenti dia masuk ke dalam mobil dan menyuruh supir ke suatu tempat.

“ngapain kita ke gereja? Ini kan hari kamis eomma??” yuri bertanya heran ketika perlahan mobil memasuki kawasan gerja besar dan berhenti.

“ayo turun..” eomma yuri turun dari mobil, diikuti yuri. Yuri menggenggam tangan eommanya, gereja itu terlihat besar sekali. yuri sama sekali belum pernah ke sana. Lalu mereka berdua masuk. Gereja terasa sangat sepi. Tidak ada orang sama sekali di sana.

Yuri dan eommanya mengambil tempat duduk di urutan kedua dari depan.

“ayo berdoa.. minta apa saja yg menjadi keinginan mu.. doakan siapa saja yg ingin kau doakan..” eomma yuri melipat tangannya lalu menutup mata.

Awalnya yuri bingung. Tapi dia ikut menutup matanya dan mulai berdoa. Dia berharap supaya di hari ulang tahunnya yg ke -17 nanti dia bisa mendapatkan mobil nya.

Yuri membuka matanya, dia sudah selesai berdoa, ketika menoleh ke kiri dan melihat eommanya sedang tersenyum manis menatapnya

“kau sudah berdoa…apa kau mendoakan teman2 mu juga??”

Yuri mengangguk sebagai jawaban

“ bagaimana dengan musuhmu? Atau orang yg paling kau benci? Apa kau juga mendoakan mereka”

“tentu saja tidak.. untuk apa aku mendoakan musuhku” yuri mengerutkan keningnya

“yuri.. kau itu harus mendoakan setiap orang sayang. Setiap orang yg dekat dengan mu, setiap orang yg kau benci, setiap orang yg memusuhimu.. kau harus mendoakan mereka supaya menjadi lebih baik”

“shireo, aku tidak mau. Kalau aku mendoakan mereka, belum tentu mereka mendoakan aku. Lagi pula doa dariku tidak akan membuat musuhku berubah menjadi baik padaku”

“siapa yg bilang seperti itu?? Jika kau terus berdoa dengan tulus. Pasti nanti mereka akan berubah. Walaupun mungkin di butuhkan waktu bertahun-tahun, atau berpuluh tahun”

Yuri menatap mata eommanya. Eommanya itu memang sangat rajin kegereja, dia selalu aktif dalam kegiatan gereja walaupun fisiknya sudah tidak terlalu kuat lagi. Beda sekali dengan yuri. Walaupun dia masih muda, yuri selalu menganggap ke gereja satu kali seminggu itu sudah cukup, dia tidak mau terlibat aktif dalam kegiatan gereja.

“arrasseo eomma.. nanti aku akan berusaha untuk mendoakan musuhku”

Eomma yuri tersenyum lagi, dia mendekap putrinya yg sangat dia sayangi itu.

“eomma sangat menyayangi mu yuri.. apa pun yg terjadi, jangan pernah tinggalkan eomma ne..”

“tidak akan pernah eomma” yuri membalas dekapan eomma nya.

 

TO BE CONTINUE….

One Response to “I Love U Mom (part 1)”

  1. liliknisa October 10, 2014 at 7:28 am #

    Suka suka
    lanjut ditunggu kelanjutannya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: