I Love U Mom (part 2/End)

21 Jun

yuri,kwonyuri,ff,yultif,blackpearl

Yuri berjalan di lorong sekolah sendirian , saat ini masih terlalu pagi sehingga temannya belum ada yg datang.

Hari ini memang berbeda dari biasanya, karena kali ini dia berangkat sekolah tanpa memberitahu eommanya atau orang2 yg ada di rumah. Dia berangkat sekolah dengan mengendap-endap seperti seorang pencuri lalu menyetop taxi dan pergi ke sekolah.

Kenapa dia melakukan itu? Karena hari ini adalah hari ulangtahunnya yg ke-17, dia tidak ingin kejutan pagi dari eommanya, dia hanya menunggu kado terbesar yg dia yakin akan dia terima nanti.

Yuri tersenyum membayangkannya. Di dalam pikirannya sudah terbayang-bayang kira2 mobil apa yg akan eommanya berikan padanya.

“pasti yg terbaik..” gumam yuri, lalu duduk di kursi dalam kelas dan berusaha menyibukkan diri. Sampai teman2nya satu per satu datang.

“jadi bagaimana hari ini? merasa lebih baik?” Tanya Jessica sambil melempar tasnya ke meja di samping meja yuri, di tempat duduknya.

“tentu saja.. aku merasa sangat baik hari ini..” yuri tersenyum

“ciee yg umurnya 17 tahun sekarang. Chukkae ne” sooyoung ikut nimbrung

Yuri tertawa. “gomawo”

“hey teman-teman… hari ini kwon yuri ulang tahun loh..” teriak sooyoung di depan kelas.

“jinjja??” hara memandang yuri memastikan. Yuri menatap tidak suka pada sooyoung lalu mengangguk dan tersenyum pada hara.

“traktiraaannnn…” seru teman2 sekelasnya sambil mengantri menjabat tangan yuri dan mengucapkan selamat ulang tahun.

“nanti aku traktir di kantin waktu istirahat.. aku yg akan bayarin makanan kalian semua..” ucap yuri

“jeongmal??? Sepertinya kau senang sekali hari ini yuri.. biasanya butuh sedikit pemaksaan agar kau mau mentraktir kami.. hahahaha” minhyuk tertawa renyah.

“tentu saja.. hari ini kan ulang tahunnya yg ke 17. Dan katanya eommanya akan mebelikan dia mobil baru..” jelas jessica

“whoa, chukka lagi deh…” ucap mereka semua ikut senang. Yuri tertawa, dia merasa sangat senang sekali hari ini.

*******

“Happy birthday to u.. happy birthday to u.. happy birthday, happy birthday, happy birthday to u…”

Tiffany, yuri,Jessica,taeyeon dan sooyoung bernyanyi, di sebuah restoran tempat yuri sedang duduk bosan sendirian.

Tiffany yg membawa kue tart, dia meletakkannya di hadapan yuri yg sekarang tersenyum senang.

“buat permintaan lalu tiup lilinnya..” ucap Jessica berkata, sekarang dia, sooyoung, taeyeon dan tiffany sudah duduk manis di depan yuri.

Yuri menutup matanya membuat permohonan. Beberapa detik kemudian dia membuka matanya dan meniup lilin.

“gomawo..” ucapnya lalu memeluk sahabat2 nya itu satu per satu.

“jadi dari tadi kau belum pulang ke rumah?” Tanya Jessica

Yuri menggeleng “belum. Aku ke rumah sooyoung dari tadi”

“aku dan Jessica pesan makanan dulu ya..” ucap sooyoung lalu pergi untuk memesan makanan. Sementara taeyeon permisi ke toilet.

“hai yuri.. bagaimana perasaan mu hari ini?” Tanya tiffany

“aku?? Tentu saja aku sangat senang hari ini. dari dulu aku menantikan hari ini.”

“semoga kau mendapatkan mobil impianmu itu yah..” tiffany tersenyum

“aku pasti mendapatkannya unni..” yuri tertawa

”oh ya.. aku ingin memberitahumu, kalau mungkin hari ini terakhir kita bisa bertemu dan makan bareng seperti ini..”

“wae?” yuri mengerutkan keningnya

“aku sudah mendapat pekerjaan sekarang, dan letaknya di luar kota.. tapi mungkin sesekali aku akan datang ke seoul untuk mengunjungi mu. Atau kau yg kesana untuk mengunjungiku..”

“kenapa unni mau pindah ke sana? Unni cari pekerjaan yg di sekitar seoul saja..”

“tidak perlu. Unni juga ingin keluar kota biar suasana baru.. unnii bosan di sini.. hehehe” tiffany tertawa garing

“berarti nanti kita bakal jarang ketemu dong. memang jauh ya tempatnya?” tiffany mengangguk sebagai jawaban lalu Jessica, sooyoung dan taeyeon datang sambil membawa nampan yg berisi makanan mereka.

“yuri, dan tiffany unni bisa ambil makanannya sendiri ya.. kami hanya punya dua tangan untuk memegang makanan kami jadi tidak bisa mengambilkan untuk kalian”

“oh ayolah.. taeyeon unni tolong ambilkan makanan kuu~~~ hari ini kan ulang tahun ku, kau harus memperlakukan aku seperti putri” yuri memohon sambil menatap taeyeon. Taeyeon menarik napas keras lalu Dengan berat hati dia pergi lagi untuk mengambil makanan yuri.

“ kalau kau tidak berulang tahun hari ini. aku tidak akan melakukannya” ucap taeyeon sebelum dia pergi lagi.

 

*****

Yuri berjalan masuk ke dalam rumahnya dengan perasaan yang campur aduk. Dia tersenyum sepanjang jalan. Tapi ketika dia masuk ke dalam rumah nya dia tidak melihat eomma nya datang menyambut nya. Tapi yuri tidak perduli, dia berjalan masuk ke ruang makan dan benar saja di sana sudah ada banyak sekali makanan kesukaannya dan sebuah kue ulang tahun biru yang di atasnya tertancap lilin 17. Yuri duduk di kursi lalu menunggu.

“kau sudah pulang..” tiba-tiba yuri mendengar suara eomma nya. Yuri menoleh dan mendapati eomma nya memegang sebungkus kado yang tidak terlalu besar. Yuri tersenyum lalu mengangguk.

“ayo tiup lilin nya sayang..” eomma yuri memanggil seorang pelayan untuk menghidup kan lilin. Lalu yuri menutup matanya untuk membuat permohonan lalu meniup lilin.

“ayo makan dulu..” yuri menurut, dia memakan beberapa makanan yang ada di atas meja walaupun sebenarnya dia sama sekali tidak bernapsu lagi untuk makan. Dia sangat ingin melihat hadiah nya.

Setelah mereka berdua selesai makan, eomma yuri memberikan bungkusan kado yang tadi dia pegang.

“yuri sayang.. eomma hanya ingin memberikan ini untuk kado ke-17 tahun mu.. eomma ingin kau semakin dewasa dalam Tuhan dan memiliki sikap yang rendah hati dan tulus.. di dalam bungkusan ini ada sebuah buku keajaiban yang akan sangat berguna bagi hidup mu kelak”

Yuri yang awalnya tersenyum mulai merasa agak kesal. Dia sudah tau dengan pasti apa yang ada di dalam bungkusan itu.

“bertumbuhlah menjadi anak yang lebih baik. Eomma menyayangimu” eomma yuri memeluk putri satu-satunya itu. Tapi yuri hanya membalas pelukan eommanya sebentar dan langsung melepaskan nya. Ada perasaan kecewa yang sangat besar dalam dirinya. Yuri pamit dan pergi ke kamarnya dengan sebuah bingkisan di tangan kanannya.

“apa ini? buku keajaiban? Aku tidak mengininkan ini eomma!! “ yuri berteriak tapi suaranya hanya bisa terdengar di dalam kamarnya saja.

“kenapa eomma tega sekali pada ku. aku sudah mengatakan jauh sebelum nya bahwa aku hanya menginginkan sebuah mobil di ulang tahun ku. eomma bukan orang yang miskin, dia sangat kaya tapi kenapa dia tidak membelikan mobil yang aku ingin kan padaku? Hanya sebuah mobil yang ku ingin kan.tak perlu bagus, aku hanya ingin mobil..”

Yuri menangis, rasa kecewanya terlalu besar. Selama ini dia sudah terlalu percaya diri bahwa eomma nya akan membelikannya mobil. Dada yuri sesak, dia masih tidak bisa menerima nya. Apa yang akan dia katakan pada teman-temannya besok jika mereka bertanya tentang mobil yuri”

Yuri melirik pada bungkusan yang sekarang tergeletak di atas meja belajar nya. Dia sama sekali tidak berniat untuk membukanya. Kenapa? Karena dia sudah tau apa isi dari kotak itu. Tentu saja. sebuah alkitab.

*****

“yuri.. apa yang kau lakukan disini? Sekarang jam 2 pagi astaga” tiffany menggeleng tidak percaya begitu melihat yuri di depan rumahnya. Tanpa menjelaskan apa-apa yuri masuk ke dalam rumah tiffany dia membawa sebuah koper besar bersama nya. Yuri melepas kaca mata hitam yang dia kenakan. .

“astaga.. kau menangis.. mata mu bengkak sekali” tiffany menyentuh wajah yuri,

“eonnie.. aku ingin ikut dengan mu pagi ini ke luar kota. Aku tidak perduli sejauh mana tempat itu. Yang pasti aku tidak mau lagi tinggal disini. Dan unni.. aku mohon jangan Tanya ‘mengapa?’ pada ku”

Tiffany mengangguk mengerti, dia tidak bertanya apa-apa sama sekali kepada yuri walaupun dia sangat bingung.

******

3 tahun kemudian

“unni… aku pakai mobil mu ya hari ini.. aku benar-benar tidak bisa naik bus.. aku harus cepat-cepat ke kampus” yuri berteriak di depan pintu rumah sambil mengikat tali sepatunya. rambutnya di kucir kuda, dia memakai baju lengan panjang berwarna putih yang di padukan dengan celana selutut berwarna hitam.

“tapi jangan lupa jemput aku di rumah sakit jam 4 sore oke?” tiffany berjalan menghampiri yuri yang terlihat buru-buru. Yuri mengangguk lalu berlari dan masuk ke dalam mobil lalu dalam sekejap dia sudah menghilang dari pandangan tiffany.

Tiffany menggeleng lalu masuk lagi ke dalam rumah, dia pergi ke dapur dan membuat segelas susu untuk dirinya. Sekarang sudah 3 tahun sejak yuri ikut dengan nya pindah ke luar kota. Dan dia sama sekali tidak pernah kembali ke seoul untuk menemui eomma nya. Tiffany bahkan sudah sering menasihatinya untuk menemui ibunya, tapi jika tiffany melakukan itu yuri akan langsung berlagak tidak mendengarkannya dan masuk ke dalam kamar. sejak 2 bulan terakhir tiffany selalu mendapatkan telepon dari pembantu rumah yuri, dia mengatakan kalau eomma yuri sedang sakit keras dan ingin bertemu yuri. Tiffany sudah menceritakan pada yuri tetapi yuri hanya tersenyum simpul dan berkata kalau itu hanya trik saja supaya dia pulang ke rumah. Yuri terlalu sakit hati untuk kembali ke rumah itu lagi. Mungkin ini terdengar sedikit berlebihan tetapi begitu lah sifat yuri. Dia jarang menginginkan sesuatu yang sangat dia inginkan seperti itu, tetapi jika dia sudah sangat menginginkannya dia harus mendapatkannya. Bahkan yuri sudah memberitahu eommanya ribuan kali untuk membelikannya mobil tetapi apa yang sangat dia inginkan malah tidak dia dapatkan, dia sudah terlalu sakit hati dan malu untuk bertemu teman-temannya lagi.

 

Setelah tiba di kampus yuri langsung berlari untuk masuk ke dalam kelasnya. 5 detik saja dia terlambat dosen nya pasti akan mengusirnya keluar.

“hei, kenapa kau buru-buru sekali” teriak seorang pria di belakang yuri. Yuri menoleh dan mendapati lay sedang menatapnya sambil tersenyum menampilkan lesung pipit di pipinya. Yuri membeku apakah itu benar2 dia? Lay?. Begitu yuri sadar dari lamunannya, lay sudah berdiri di hadapannya.

“hai… lama tidak berjumpa.. aku merindukan mu yuri..” lay memeluk yuri yang masih membeku. Dia sudah tidak perduli lagi akan ketinggalan mata kuliahnya.

*****

Kringg..kriing..kringg… *anggap bunyi telepon rumah.

“yuri tolong angkat teleponnya, aku sedang makan” tiffany berteriak pada yuri yang sedang menonton TV tepatnya bukan menonton tv tapi menghidupkan TV sedangkan dia hampir tertidur di sofa. Yuri berjalan dengan malas lalu mengangkat telepon.

“yeobseyo..” yuri terdiam sebentar, dia dengan teliti mendengarkan suara orang yang berbicara di seberang sana. Lalu telepon yang ada di tangan nya terjatuh, dia shock dan langsung duduk di lantai. Pikirannya kosong.

“yuri.. kau kenapa?” tiffany menghampiri yuri dengan khawatir sambil membawa mangkuk nasinya. Yuri tidak menjawab, raut wajahnya terlihat sangat suram.

“unni.. kita harus ke seoul, aku harus pulang.. aku mau pulang!! Unni!!” tiffany mengerutkan keningnya bingung.

“apa kau gila? Ke seoul jam 2 pagi? ceritakan dulu.. ada apa sebenarnya ?”

“eomma.. eomma ku… eomma.. dia.. dia..” yuri tidak bisa melanjutkan kata-katanya, dia langsung menggenggam tangan tiffany, tapi walaupun yuri tidak melanjutkan kata-katanya dia sudah tau apa yang terjadi. “unni.. kumohon kita harus pergi”

*****

Yuri tiba di rumahnya pukul 11 pagi. Disana sudah ramai oleh orang2. Yuri masuk ke dalam rumah, dan melihat eommanya sudah ada di dalam peti, wajahnya pucat. Yuri berjalan lebih dekat, dia tidak perduli tatapan orang lain terhadapnya. Dengan air mata yang mengalir yuri menyentuh kening eommanya. Dingin. Sangat dingin. Air mata yuri menetes mengenai pipi dingin dan pucat eommanya.

“eomma bangun..” bisik yuri dia mengguncang tubuh eommanya menyuruh nya untuk bangun, tapi eommanya tidak juga bangun. Tiffany melihatnya dengan sedih lalu berjalan mendekatinya dan menariknya ke lantai atas.

“ganti dulu bajumu.. kau harus mengenakan pakaian yang sopan” tiffany mendorong yuri yang berlinangan air mata masuk ke dalam kamarnya dulu.yuri mengunci pintu kamarnya dan memperhatikan kamarnya, sama sekali tidak ada yang berubah sejak terakhir kali dia di kamar ini. wanginya pun masih tetap sama, dengan itu yuri sadar bahwa eommanya pasti selalu membersihkan kamarnya dan memberikan pengharum ruangan yang sama walaupun tidak ada yang menempati kamarnya itu. Kenyataan itu membuat yuri semakin merasa sangat bersalah.

Yuri membuka lemari bajunya dan mengeluarkan dress hitam yang biasa dia gunakan jika ada kerabat yang meninggal. Dia memakai dress itu lalu menyisir rambutnya. Dan secara Tak sengaja pandangannya jatuh ke meja belajarnya, yuri meletakkan sisirnya lalu mulai berjalan ke meja belajar dan mengambil kotak kado yang dulu di berikan eommanya. Itu kotak kado yang belum pernah dia buka, kotak kado yang sangat dia benci ketika dia melihatnya dulu.

Perlahan yuri membuka kotak itu dan benar saja isinya adalah sebuah alkitab perjanjian lama dan baru. Yuri membuka lembar demi lembar secara acak dan merasakan ada yang mengganjal di lipatan kertas alkitab itu. Yuri membuka lembar paling bawah dan menemukan sebuah amplop di sana. Yuri membuka amplop putih itu dan menangis ketika mengetahui isinya, air mata turun sangat deras dari kedua matanya.

Yuri mengambil sebuah kunci mobil dari dalam amplop itu beserta kuitansi pembayaran tunai sebuah mobil ferary berwarna putih. Yuri jatuh terduduk, dia mengangis sangat kencang. Dia sadar betapa bodohnya dia selama ini, dia bahkan belum membuka kadonya dan langsung pergi tanpa permisi, dia membenci eommanya tanpa alasan dan dia membuat banyak kesalahan fatal yang sangat menyedihkan.

Yuri membuka lipatan kertas kecil yang terselip di antara kuitansi tadi.

Yuri-ah..

Happy birthday sayang..

Ini adalah kado yg sangat kau inginkan bukan?

Eomma sengaja tidak memberitahukan apa-apa

Eomma ingin memberikan kejutan untukmu

eomma menyayangi mu

yuri menggenggam kartu ucapan itu dan memeluknya.

“eomma!!! Mianhae!!!” yuri berteriak, rambutnya yg tadi sudah dia sisir kembali berantakan, dia berlari ke lantai bawah, dan menangis di depan peti eommanya, dia memegang peti eommanya lalu terduduk.

“eomma mianhae.. eomma..hiks….eomma..hiks..hiks.. jeongmal mianhae eomma..” yuri tidak bisa berhenti menangis, semakin dia mencoba untuk tidak terlalu ribut, maka suara tangisannya akan semakin keras. Dia sangat terpukul membayangkan bagaimana dulu dia sangat membenci eommanya yang sangat menyayanginya sepenuh hati. Sekarang sudah terlambat, yuri tidak bisa meminta maaf lagi, dia sudah kehilangan banyak hal. Hanya penyesalan yang tersisa.

*****

Yuri masuk ke kamar mendiang eommanya, dia baru saja pulang dari pemakaman eommanya, keadaannya sekarang benar-benar kacau. Yuri masuk ke kamar dan mulai menangis lagi, sambil memperhatikan kamar itu, yuri berjalan kea rah sebuah rak yang dulunya adalah sebuah rak yg berisi buku-buku renungan eommanya, sekarang buku-buku itu sudah dig anti dengan kotak-kotak kaset yang di urutkan berdasarkan tanggal. Di lemari itu di tempel sebuah tulisan

“untuk Yuri. Putri ku”

Yuri mengambil salah satu di antara kaset itu yg bertanggal 7 desember 2011. Ini adalah 2 hari setelah kepergiannya. Yuri memutar kaset itu di sebuah dvd player yang ada di samping rak dan mulai menonton. Dan beberapa detik kemudian dia melihat video rekaman eommanya di sana.

Halo yuri..

Ibu tidak tau apa yang salah dengan mu. Kenapa kau pergi eoh? Apa kau tidak suka dengan mobil yang eomma berikan? Padahal itu mobil terbaru yang eomma tau. Apa jelek? Maaf eomma tidak tau yuri.

Tapi tidak apa-apa, eomma memaafkan mu. Mungkin kau ingin bersama dengan tiffany yg sangat kau sayangi itu jadi eomma membiarkan mu.

Dan mulai sekarang eomma akan membuat video ini 1 bulan 1 video. Supaya kau tidak kesepian jika merindukan eomma, dan eomma sudah tidak ada disini.

Setelah itu mati. Yuri mengambil kaset itu dan memasukkannya kembali. Lalu dia mengambil kaset paling depan yang merupakan video terakhir yang eommanya rekam sebelum dia meninggal. Yuri memperhatikan TV ketika wajha eommanya muncul di layar. Eomma yuri benar-benar berubah dia terlihat sangat pucat dan batuk-batuk terus.

 

Hei yuri..

Eomma pikir ini adalah video terakhir yang bisa eomma rekam.

Mian.. eomma hanya merasa sangat tidak enak badan

Bagaimana kabar mu hari ini? tidak terasa 3 tahun sudah berlalu.

Apa kau senang tinggal bersama unni tiffany mu itu? Ngomong2 dia selalu memberitahukan perkembangan tentang mu pada eomma. Jadi eomma tidak perlu khawatir, dan eomma juga tau sepertinya dia benar2 menyayangimu sebagai dongsaengnya.

Hmm,, ibu sangat ingin melihatmu yuri.. ibu ingin memeluk mu..

Ibu ingin tahu seberapa jauh kau sudah bertumbuh sekarang?

Apa kau punya banyak teman di sana? Siapa teman terdekatmu? Apa kau kesepian? Dan hmm.. apa kau sudah mempunyai seorang kekasih?? eomma yuri tersenyum menggoda. tapi kemudian dia terdiam, lalu beberapa detik kemudian dia memasang eskpresi sendu.

Yuri.. eomma sebenarnya ingin sekali melihatmu bekerja.. lalu menikah dengan suami yg tampan.. dan memiliki seorang anak yang lucu.. tapi sepertinya eomma tidak bisa.

Saranghae yuri.. saranghae..saranghae..saranghae..

Eomma selalu menyayangi mu yuri..

Jangan pernah menangis jika kau tidak bisa melihat eomma yg seperti dulu lagi ne..

Annyeong. Di akhir video eomma yuri menangis.

 

Yuri pun tanpa sadar menangis. Air mata sudah mengalir deras di pipinya.

Mianhae eomma…” bisik yuri. Hanya kata penyesalan itu yang mampu yuri katakan sekarang.

***END***

Selesaiii..!!! Yehet!! Hehehehe

Oiya ff im sorry nya baru ku lanjutin dikit, soalnya bingung mau bikin yuri sama siapa. Bagusnya sama siapa?? Komen dong. Kalo udah tau yuri sama siapa ntar. Baru bisa lanjutin lagi. Yah tapi ga bisa cepet2 banget nge post nya

5 Responses to “I Love U Mom (part 2/End)”

  1. meirina June 21, 2014 at 10:30 am #

    Wuahhhh daebak, ini pelajaran yg sangat berharga banget. Fighting ne buat ff2 yg lebih daebak2 lg.

    • christinaminhee July 5, 2014 at 2:27 am #

      kece kan ff nyaaa..daebakk kan?? pasti doongg.. sapa dulu yang bikin *kibasrambut

  2. kwon hyerin July 2, 2014 at 7:32 pm #

    Authorrrrrrrrrrrrrrrr huaaaaaaaaaaaaaaaaaa aku sampe nangis baca ya😥 tapi bagus thor ff nya jeongmal :’) aku suka

    • christinaminhee July 5, 2014 at 2:29 am #

      jangan nangiiisss dooonnggg.. aku kan jadi ikut sedih /lap ingus/

  3. liliknisa October 10, 2014 at 7:37 am #

    Ah kasian banget.
    Sedih deh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: