Lovely Nuna

13 Dec

yulhun+minyul+yuri+luhan

Author Name : christina Minhee

Title       : Lovely nuna

Cast       : – Kwon Yuri
– Luhan

– Jung krystal

– Choi Minho

Genre      : family, school, romance, and other u can find it urself

Rating      : Teen

Author Note : maaf yang sudah menghilang sekian lama dan tak pernah kembali/? Author sekarang kelas 12, jadi sibuk ini-itu gabisa buka blog dan bikin2 cerita deh. Tapi kemaren pas author lagi belajar sampai hampir gila, akhirnya author memutuskan untuk istirahat sebentar dan lanjutin cerita ini.

Semoga pada suka ya, maaf kalo typo bertebaran..

Happy reading my lovely readers..

*****

Aku berjalan dengan gontai. Ku biarkan air hujan yang deras.membasahi seluruh tubuh ku dan mebuat ku sangat kedinginan. Minho sudah pergi, dia lebih memilih mengejar krystal dari pada aku. Aku tidak menangis Tetapi Hatiku terasa sangat sakit. Tentu saja. Minho adalah namjachinguku selama 4 bulan ini, dan barusan saja aku melihatnya bersama dengan yeoja lain. Yeoja itu adalah adik kelas ku di sekolah. Dia memang terkenal karena kecantikannya, tapi aku tak menyangka kalau minho ternyata tertarik kepadanya.

Air mata ku menetes. Tapi tentu saja tidak ada yang tau. Air hujan membasahi wajahku membuat air mata yg menetes bersatu dengan air hujan yang dingin.

Dinginnya air hujan di tambah angin kencang membuat tubuhku serasa membeku, sedangkan rumahku masih cukup jauh akhirnya aku memilih berhenti di sebuah minimarket. Aku langsung mengambil sebuag ramen gelas dan membayarnya lalu menuangkan air panas kedalam gelas ramen ku. Aku terlalu lapar sampai tangan ku bergetar ketika menyendokan ramen ke dalam mulutku. Seragamku benar2 basah sedangkan rambut panjang lepek oleh air hujan.

“Kenapa kau tidak naik mobil noona?” Seseorang berkata di belakangku. Aku membalikkan badan dan melihat seorang adik kelas ku. Aku tidak tau siapa namanya tapi aku pernah beberapa kali melihatnya bermain basket bersama minho.

Aku tidak menjawab pertanyaannya dan melanjutkan makan ku. Namja itu berjalan dan berdiri tepat di sebelahku. Dia memandangiku sambil meneguk sebotol coca cola ditangannya.

“Aku bisa mengantarkan mu. Kalau kau mau” namja itu berbicara lagi. Aku tak tau kenapa dia ingin membantuku padahal kami sama sekali tidak saling mengenal.

“Aku tidak mengenalmu” ucapku lalu pergi dari mini market itu. Hujan masih turun dengan deras, tapi aku tak perduli yang penting aku tidak berjalan di bawah hujan dengan perut lapar.

Tidak beberapa lama aku tiba di rumah ku dan langsung masuk ke dalam aku tidak perduli dengan lantai yg basah karena tetesan air dari seragam ku yg basah. Aku masuk ke kamar dan berganti baju, seragam basahku, ku lempar secara asal ke dalam kamar mandi.

Aku bergelung di atas kasur dengan selimut yang menutupi hampir seluruh tubuhku. Sangat dingin. Aku kedinginan.

*****

“Ya!! Wake up!! Palli!!” Luhan memukul tubuh yuri yang masih tertidur lelap dengan bantal. “perggi sanaah” yuri menendang tak tentu arah. Matanya masih tertutup.

“Cepat kau harus sekolah bodoh!” Luhan menarik selimut yuri, menampakan tubuh yuri yg masih terbungkus piama mickey mouse putih nya. Luhan memperhatikan wajah yuri

“Astaga yuri. Wajahmu pucat sekali. Kau kenapa?” Luhan duduk di samping tempat tidur yuri dia menggerakkan tangan kanannya menyentuh kening yuri yg pucat.

Yuri membuka matanya perlahan dia melihat wajah luhan yang panik. “Aku kedinginan” ucap yuri pelan.

Luhan buru buru menyelimuti tubuh yuri lagi dengan selimut.

“Ayo kau harus ke dokter yuri. Astaga pasti kemarin kau hujan hujanan ya.” Luhan menggelengkan kepalannya. Dia memperhatikan tubuh yuri yg lemas. “Ayo. Kau harus ke dokter” yuri mengangkat yuri dari kasur. “Ayo jalan” ucapnya. Tapi yuri tidak bisa, dia terlalu lemas, kepalanya juga sangat pusing “aku pusing” ucap yuri pelan matanya setengah terbuka.

Akhirnya dengan susah payah luhan menggendong yuri di punggungnya. Luhan berjalan menuju garasi dia menuruni tangga dengan perlahan lalu memasukkan yuri ke kursi penumpang. Luhan berjalan dengan terburu buru dia menyetir mobilnya hati hati agar yuri yg tidur di kursi penumpang bisa merasa nyaman.

Luhan mengendarai mobilnya menuju rumah sakit ayah mereka yang ada tidak terlalu jauh dari sana.

.

.

.

.

Aku terbangun dengan kepala yang sangat sakit. Butuh beberapa menit untuk menyadari aku ada dimana. Luhan tertidur disamping tempat tidur ku dengan posisi duduk, aku yakin dia pasti menunggu ku hingga tertidur di sini. Aku mengenal tempat ini. Ini rumah sakit ayahku. Aku tau karena kamar ini adalah kamar yang di desain untuk ku dindingnya dipenuhi gambar mickey mouse tak jauh dari tempat tidurku juga ada sofa dengan warna abu-abu yang aku suka. Sedangkan sepray, meja yang ada di samping tempat tidur ku pun bergambar mickey mouse. Aku melihat pada jam dinding mickey mouse yang sekarang menujuk pada angka 2. Sekarang jam 2 malam dan aku terjaga. Apa yang akan ku lakukan jam segini. Perutku berbunyi. Aku kelaparan.

“Luhan..” bisikku, sebenarnya aku tidak ingin membangunkannya tetapi aku tidak punya pilihan, aku terlalu lapar dan aku tidak bisa berjalan jauh untuk mencari makanan.

“Luhan. Aku lapaar. Bangunn..”

Aku mencoba membangunkan luhan lagi. Luhan bergerak dia menatap ku yg juga sedang menatapnya.

“Aku laparr” ucapku lalu nyengir lebar. Luhan sedikit bingung lalu beberapa detik kemudian dia sudah berdiri dari tempat duduknya dan memegang kening ku. “Kau sudah tidak panas lagi. Baguslah” ucapnya lalu kembali duduk

“Aku laparr.. belikan aku makanan.. tolonggg…” aku memasang tampang kelaparan ku. “Jam segini? Memang masih ada yang buka?” Luhan mengucek matanya. Aku menatap luhan dengan tampang cemberut.

“Ah baiklah. Aku akan mencarikan makanan untuk mu.” Luhan berdiri dia mengambil ponselnya dari meja di samping tempat tidur ku lalu berjalan keluar “tunggu sebentar nuna” aku mengangguk.

Aku menunggu luhan, adikku itu lama sekali baru kembali lagi saat ku lihat ternyata sudah ja 3 lewat ketika luhan datang lagi dengan membawa sekotak bubur di tangannya.

Aku melirik kotak bekal itu, itu adalah salah satu dari banyak kotak bekal yang ada di rumah ku. Ternyata luhan pulang ke rumah. Luhan membuka kotak bekal itu dan memberikannya padaku. Isinya adalah bubur. Aku menyendok perlahan lalu mulai memakannya. “Astaga luhan. Kau membangunkan kyungsoo ya?” Tanya ku karena aku tau, bubur ini terlalu enak jika dimasak sendiri oleh luhan. Luhan nyengir sebagai jawaban.

“Kau tega sekali membangunkannya jam segini?” Aku menggeleng tidak percaya.

“Aku tidak membangunkannya kok. Dia sedang main game ketika aku menelpon dan menyuruhnya memasak bubur untuk mu” luhan berkata dengan santai. “lagian juga sebagai teman kan dia harus membalas budi karena sering menginap di rumah kita dengan cara memasak untuk mu.. hehehe” .

Hanya butuh waktu beberapa menit untuk menghabiskan bubur ku, buburnya masih hangat dan sangat enak sehingga aku cepat sekali menghabiskannya. Aku mengelap bibirku dengan baju lengan panjang dari rumah sakit. Luhan membereskan kotak makan ku dan membungkusnya lagi dengan rapih.dia terlihat lelah. Ada lingkaran hitam di bawah matanya, aku jadi merasa bersalah sudah menyuruhnya mencari makanan untuk ku tadi.

“luhan, kau harus tidur, kau terlihat lelah” aku menunjuk wajah nya yang terlihat lelah, dia menggeleng.

“aku tidak lelah yuri. Kau yang harus beristirahat, aku akan menjagamu”

“kau tak perlu menjaga ku luhan. Aku sudah lebih baik sekarang. Sana tidur atau aku akan memusuhimu.” Ucapku. Sesaat luhan terlihat bingung tapi beberapa detik kemudian dia berjalan menuju sofa yang tidak jauh dari sana. Dia menarik sofa itu sehingga sejajar dengan tempat tidur ku. Lalu dia tertidur di sana. Dia tidur di samping tempat tidur ku, di atas sebuah sofa.

*****

Aku berjalan pelan menuju kelas ku, hari ini luhan yang membawa mobil jadi aku berangkat lebih pagi, karena kalau luhan yang membawa mobil itu berarti dia akan menjemput yeojachingunya dulu baru ke sekolah, sehingga dia harus mengantar ku ke sekolah ku dulu baru pergi menjemput yeojachingunya dan pergi ke sekolahnya. Dia belum punya mobil sendiri, karena dia menolak ketika appa ingin membelikkannya mobil di hari ulang tahunnya. Katanya dia bisa menggunakan mobil ku jika ingin pergi.

Luhan adalah adikku, umurnya hanya 1 tahun di bawah ku dan sejak bayi hingga berumur 13tahun kami tinggal di Los Angeles di sebuah perumahan besar sehingga dia terbiasa memanggil ku dengan “yuri” tanpa menggunakan kata “nuna” tapi aku tidak perduli, kalau di lihat-lihat kami tidak begitu jauh berbeda, jika orang2 melihat kami mereka pasti mengira umur kami sama.

Sejak pertama kali pindah ke korea dan tinggal bersama appa, kami tidak pernah berada di sekolah yang sama. Luhan tidak pernah mau satu sekolah dengan ku, entah kenapa. Aku juga bingung.

Tanpa aku sadari aku sudah duduk di kursi ku. Sendiri. Teman2 ku baru beberapa orang saja yang sudah datang. Aku merasa bosan, ku ambil ponselku dari kantong jaket putih yang sedang aku gunakan. Jari ku, ku gerakkan untuk menyentuh keyboard dari ponsel, tetapi aku mengurungkan niatku dan memasukkannya kembali ke dalam kantong jaket. Lalu minho datang dan duduk di kursi yang asa di belakang ku. Seolah-olah tidak ada yg terjadi di antara kami. Aku akhirnya mengeluarkan ponselku lagi.

To : luhan

Hei, nanti pulang sekolah kau ada acara atau tidak?

Aku mengirimkan sms itu pada luhan. Tidak butuh 1 menit untuk mendapatkan jawaban darinya.

From : luhan

Aku akan pergi berkencan dengan suzy. Ada apa?

Aku memonyongkan bibir ku kecewa ketika membaca balasan dari luhan, lalu tanpa semangat aku mulai mengetik lagi

To : luhan

Tidak apa apa. Aku hanya ingin mengajak mu makan direstoran yang ada di dekat rumah sakit appa. Sudah lama tidak ke sana. Tapi kalau kau tidak bisa tidak apa apa. Aku akan ke sana sendiri naik taxi.

Setelah itu tidak ada balasan, ku pikir luhan sudah mulai belajar di sekolahnya. Jadi aku memainkan ponsel ku sambil menunggu guru datang.

.

.

.

Aku hendak mencari taxi ketika luhan muncul dan menyuruh ku untuk naik mobil bersama nya.

“Loh.. tadi katanya kau mau kencan dengan yeojachingu mu.” Ucapku ketika sudah di dalam mobil.

“Aku membatalkannya.” Jawab luhan santai lalu mulai menjalan kan mobil perlahan menuju restoran yang ada di dekat rumah sakit.

.

.

.

Yuri dan luhan hendak masuk ke dalam restoran ketika yuri melihat minho dan krystal ada disana. Sedang makan berdua sambil bercanda. Yuri tersenyum sinis melihat mereka berdua lalu berbalik ingin pergi. Tapi luhan menahannya.

“Hey.. bukankah itu pujaan hatimu?” Goda luhan, padahal dia tau yuri sangat membenci minho saat ini.

“Ucapkan itu sekali lagi dan aku akan membunuh mu.” Ancam yuri. Luhan tertawa . “Ayo masuk. Kau harus tunjukan kalau bukan dia saja yang bisa punya yeoja lain” yuri mengerutkan keningnya bingung, tidak mengerti dengan apa yang di katakan luhan. Tapi sebelum dia sempat bertanya, luhan sudah merangkul bahunya dan masuk ke dalam restoran, luham memakai sebuah topi sekarang. Aku tak tau kapan dia mulai memakainya. Aku dan luhan berjalan melewati minho dan krystal aku yakin mereka berdua pasti melihat ku. Kamu mengambil kursi yang ada di seberarang krystal dan minho sehingga kami bisa melihat satu sama lain dengan mudah. Sebenarnya aku tidak suka dengan posisi kami , membayangkan makan dan mereka ada di sana membuatku kesal sendiri.

Luhan memesankan makanan untuk kami berdua lalu dia melepas jaket nya dan memperlihatkan seragam nya yang berbeda dari seragam ku.

Aku tertawa sendiri ketika menyadari apa yang luhan katakan tadi, dan luhan mengangkat bahu sambil tersenyum di depan ku.

“Ayo nuna. Kita harus terlihat sangat dekat. Supaya dia sadar bukan hanya dia yang bisa punya yeoja lain, lagi pula dia tak akan mengenaliku, kau kan belum pernah mengenalkan dia padaku jadi dia hanya bisa tau kalau aku dari sekolah yang berbeda dengan mu.” Ucap luhan dengan tampang puas.

“Arrasseo.. ayo kita lakukan itu..” aku tersenyum senang. Beruntung sekali aku punya dongsaeng seperti luhan.

Begitu makanan datang aku langsung memotong makanan ku kecil2 lalu menyuapi luhan begitu juga sebaliknya. Kami saling tertawa dan bercanda. Aku bisa melihat minho yang sering melirik ke arahku. Tapi aku tidak perduli, saat ini dia hanyalah namja menyebalkan bodoh di mata ku.

Karena aku dan luhan sangat dekat, dan kami juga suka suap suapan, pukul pukulan, marah marahan, tendang tendangan sehingga kami bisa suap suapan seperti ini tanpa rasa canggung. Tentu saja. Dia kan adikku. Adikku yang sangat ku sayang.

Aku melirik pada ekspresi wajah minho yang terlihat heran, bingung, atau entahlah, aku tidak pernah melihatnya dengan ekspresi seperti itu sebelumnya. Aku tersenyum memandang luhan, dalam hati sangat berterimakasih padanya, Luhan menyuapkan sepotong puding padakub , aku membuka mulut dan mengunyah puding yang dia suapkan sambil tersenyum.

“luhan-ah.. gomawo”

*****

Luhan menjauhiku. Dia masih menyapa ku jika di rumah, tapi ku rasa dia semakin menjauhiku. Kami tidak sering mengobrol dan berbagi ceita lagi, padahal biasanya kami selalu saling berbagi cerita tentang apa saja yang kami alami di sekolah atau dimana pun. Entah itu tentang pelajaran, guru, atau kekasih nya. Tapi sekarang dia selalu mengurung dirinya di kamar, dan saat berangkat ke sekolah dia tidak bersama ku lagi, dia lebih memilih pergi dengan supir kami.

Aku melirik pada luhan yang duduk di kantin sekolah cukup jauh dariku, dia duduk bersama minho, krystal, sulli, JB, Jackson,sehun, hyeri dan masih ada lagi yang aku tidak tau siapa namanya.

Yah,..jadi luhan sekarang satu sekolah dengan ku. Entah apa yang terjadi padanya di sekolah yang lama sehingga dia meminta appa untuk pindah sekolah ke sekolah ku.

“nuna.. di sekolah nanti. Kita pura-pura tidak mengenal ya.. aku tidak ingin anak-anak yang lain tau kalau kita kakak-adik”

“waeyo? Memangnya kenapa? Berikan aku alasan”

“aku hanya ingin punya banyak teman baru, kalau aku bersama nuna nanti, aku pasti tidak akan berbaur dengan teman2 yang lain tapi hanya bermain dengan nuna saja. Jadi kita pura-pura tidak mengenal saja kalau di sekolah. Dan aku juga akan pergi di antar supir tidak bersama mu. Oke?”

Aku masih ingat apa yang di minta luhan, dan itu yang aku lakukan sekarang, di sekolah kami tidak pernah saling menyapa sama sekali seolah-olah kami memang benar-benar tidak mengenal. Seandainya saja luhan tidak meminta permintaaan aneh seperti itu, pasti sekarang aku sudah menariknya dari kerumunan orang-orang menyebalkan itu. Aku tidak ingin luhan berteman dengan penghianat seperti minho. Tapi apa boleh buat, di sekolah luhan bukan adikku. Dia bukan orang yang aku kenal ketika kami berdua berada di sekolah.

Aku melihat bagaimana luhan tertawa dengan lelucon yang dibuat jackson, dia terlihat senang sekali, mungkin dia menyuruh ku untuk menjauhinya jika di sekolah karena dia ingin berada di geng populer itu sedangkan geng itu tidak menyukai ku.

Tadi nya ku kira jika luhan pindah ke sekolah ku , maka aku akan punya teman yang menyenangkan, yang terjadi malah sebaliknya. Luhan lebih memilih bermain dengan geng populer itu dan meninggalkan ku.

“dia tampan sekali ya..” tiba-tiba yoona sudah berdiri di sebelah ku dia membawa nampan dengan penuh makanan di tangannya. Ternyata yoona tadi memperhatikan aku yang sedang menatap ke luhan. Yoona berjalan lalu duduk di kursi yang ada di depan ku, dia meletakkan nampan nya yang penuh dengan makanan di atas meja.

“wah.. ternyata kau juga suka memperhatikan adik kelas kita ya..” yoona tersenyum menggodaku

“kau suka dia yaaa??” yoona lagi2 menggoda ku sambil memasukkan sesendok ramen ke dalam mulutnya. Aku melotot ke arahnya “ apa sh yang kau katakan. Tentu saja tidak”

“masaaa… terus kenapa dari tadi kau melihat ke arah anak baru itu? Aku tau loh siapa namanya. Mau tau tidak?? Namanya luhan” kali ini yoona melihat ke arah luhan yang masih berbincang seru cukup jauh dari tempat kami duduk.

“lihatlah… bukankah dia sangat imut? Rasanya aku akan meleleh jika melihat senyumnya. Dia tampan sekali..” yoona mengucapkan kata-katanya dengan sedikit memekik sangkin senang nya dia.

“astaga yoona..” aku menggelengkan kepala.

“wae?? Dia tampan tau.. pokoknys nanti aku akan mendekatinya”

*****

3 bulan kemudian.

Sekarang aku semakin jarang berbicara dengan luhan. Tapi setidaknya jika di rumah kami masih, yah.. sedikit mengobrol lah walaupun tidak seperti dulu. Jika di rumah luhan berbicara pada ku seperti biasa. Seolah-olah tidak pernah ada apa-apa di antara kami, yah memang tidak ada apa-apa sih, tapi kalau di sekolah dia berbeda sekali, dia terihat sama sekali tidak mengenal ku jika di sekolah, jika berpapasan pun kami berdua hanya diam dan tidak saling menyapa, bahkan saling tersenyum pun tidak.

Luhan juga semakin dekat saja dengan geng populer itu. Mereka sering keluar bersama. Sedangkan aku masih saja seperti biasa bermain dengan teman-teman ku yg biasa.

Aku berjalan ke dekat jendela kamar ku, dari sana aku bisa melihat luhan yg sedang berlari masuk ke dalam mobil krystal lalu mobil mereka menghilang. Tadi luhan memang sudah bilang bahwa dia ingin pergi berjalan-jalan dengan teman-temannya. Dan lagi-lagi aku ditinggal sendirian.

.

.

.

Aku menemani krystal untuk membeli beberapa baju di sebuah mall besar. Kami masuk ke dalam sebuah butik yang kata krystal sudah menjadi butik langganan dia. Dia langsung berjalan ke deretan dress selutut dan mengambil beberapa. Aku mengikutinya sambil tersenyum. “nuna benar-benar tidak tau bagaimana cara berpakaian yg benar sebagai seorang gadis” pikir ku. karena jika aku berbelanja dengan yuri nuna, dia tidak pernah membeli dress meliriknya pun tidak mau. Dia lebih tertarik pada celana pendek,kemeja dan baju kaos biasa.

“kau tunggu disini ya” ucap krystal sebelum masuk ke dalam kamar pas. Aku menunggu sambil memainkan handphone ku. lalu beberapa menit kemudian dia keluar dari kamar pas dengan dress selutut berwarna coklat yg cantik.

“eottokhae?” tanya nya, meminta pendapat padaku. Aku tersenyum lalu memberikan kedua jempol tangan ku sebagai jawaban. Dia memang terlihat cantik dengan dress itu.

Krystal tersenyum senang di depan ku, lalu dia menggandeng tangan ku dan mengajakku ke tempat lain.

“kemana kita sekarang?” tanya ku.

“biosko. Aku ingin ke bioskop ada film yg ingin ku tonton”

“baiklah. Kita ke bioskop” ucap ku lalu kami masuk ke dalam bioskop, krystal ingin menonton film Mockingjay, aku menurutinya saja karena aku juga suka film itu. Krystal memegang sebungkus popcorn di tangannya, kepalanya dia sandarkan pada bahuku. Senang? Tentu saja. Aku sedikit demi sedikit sudah mulai berhasil mendapatkan nya.

*****

Aku sedang makan di kantin bersama krystal, ketika minho tiba-tiba datang lalub duduk di depan kami berdua. Dari ekspresinya yg tidak bersahabat aku sudah tau apa yang akan dia bicarakan pada kami.

“ada apa minho oppa??” tanya krytsal dengan ekspresi imutnya. Minho hanya tersenyum kecut lalu memandangi krystal dan aku dengan tajam. Matanya menatap pada mata krystal “ jadi bagaimana dengan film Mockingjay nya? Apa bagus? Aku belum sempat menonton nya, jadi bisa kah kau menceritakan kepadaku tentang filmnya?”. Ekspresi krystal yang tadinya ceria langsung murung. Aku sendiri hanya diam memperhatikan pasangan di dekatku mulai bertengkar.

Minho melihat ke arahku, ketika aku sedang meneguk sekotak jus jeruk yang tadi ku beli “ jadi bagaimana? Kurasa krytal lebih menyukai mu sekarang” ucap nya. Aku mengangkat bahu ku “kan terserah dia mau menyukai siapa” ucap ku sambil mengocok kotak jus yang masih ku pegang.

“kau tau kan kalau dia itu kekasih ku? kenapa kau mendekatinya? Kau! Teman macam apa kau ini” aku tidak menjawab ucapan minho dan memilih diam sambil mengatukkan kotak jus ke atas meja.

“kau, dasar kau cewek murahan! Di dekati sedikit kau langsung jatuh untuk dia.” teriak minho di depan krystal membuat seisi kantin menatap kami sekarang. Aku melihat Krystal yg shock tidak bisa berkata apa-apa, kurasa dia tak habis pikir dengan apa yang minhokatakan kepadanya. aku menggertakkan gigiku, lalu membanting kotak jus yang ada di tangan kua ke lantai.

“ya!! Bagaimana bisa kau mengucapkan kata-kata seperti itu pada kekasihmu hah?” aku sudah berdiri sekarang. Sedangkan minho masih duduk didepan krystal.

“kekasih? Oh, dia sudah bukan kekasih ku lagi sekarang. Aku tidak mau punya kekasih murahan sepertinya”

Bukkk!!!

Satu pukulan melayang pada pipi minho, aku memukulnya. Tentu saja, menurutku dia sudah kelewatan saat ini. Minho berdiri dengan marah, dia memegang pipinya yang terkena pukulan ku.

bukkk!!!

dia membalas pukulan ku kepadanya. “cukuupppp!!!!” teriak krystal pada kami berdua lalu berlari pergi. Aku melepaskan cengkraman ku di kerah baju minho lalu berlari mengejar krystal.

.

.

.

Akhirnya aku menemukan krystal sedang duduk sendiri di sebuah kursi panjang. Melamun. Perlahan aku duduk di sampingnya. Aku diam saja, aku tidak tau apa yang harus ku katakan untuk menghiburnya. Tapi tiba-tiba dia memelukku erat.

“setidaknya aku masih memilikimu oppa. Aku tidak butuh minho oppa” ucap krystal. Aku tersenyum

“bagaimana kau bisa bilang begitu. Mungkin tadi dia Cuma marah makanya mengatakan hal seperti itu”

“aku tidak mau minta maaf. Dari awal, aku juga tidak benar-benar ingin minho oppa untuk jadi kekasih ku. aku hanya ingin menyakiti hati mantan kekasihnya. Yuri eonnie, karena dulu dia pernah merebut orang yang berharga bagiku”

Aku mengerutkan kening. Bagaimana bisa krystal begitu tega melakukan hal seperti itu.

“orang yang berharga?” tanya ku.

“iya, jadi dulu aku dan minho oppa lumayan dekat karena kami berada di klub dance di luar sekolah yang sama, tapi kemudian dia bertemu yuri eonnie di sekolah ini dan sejak itu setiap aku bersama dengan minho oppa , dia selalu berbicara tentang yuri. Tapi ketika aku memutuskan untuk sekolah disini , aku jadi lebih dekat lagi dengan minho oppa. Apalagi kami sekelas, jadi aku berusaha mendekati minho oppa lagi, supaya yuri eonnie itu sadar kalau dia tidak boleh merebut sesuatu yg bukan miliknya.”

“tapi itu berarti kau menyukai minho kan?”

“tidak. Aku tidak menyukainya lagi. Aku menyukai mu. Luhan oppa” krystal memelukku makin erat. Tapi aku tidak membalas pelukannya. Aku memikirkan betapa sakit hatinya yuri nuna ketika minho meninggalkannya, hanya karena gadis yang memelukku ini iri kepadanya.

*****

“hei.. jadi bagaimana? Apa kau sudah balikkan lagi dengan minho oppa?” tanya krystal padaku, ketika aku membawa nampan berisi makanan, ingin melewatinya. Aku berhenti dan menatapnya dalam diam.

“sepertinya tidak.. kau balikan lagi dengannya. Aku sudah tidak membutuhkannya lagi” aku mengerutkan keningku. Masih tidak mengucapkan apa-apa.

“kau kan sangat menyukai dia. kau tinggal memohon saja padanya, maka kau akan menjadi kekasihnya lagi” krystal tersenyum dengan bangganya. Aku tersenyum manis “kau sampah” ucapku dengan penuh penekanan.

“ya!!” krystal berteriak padaku, lalu dia menjatuhkan nampan yang sedang ku pegang, membuat kuah sup dan nasi berceceran di lantai.

“Apa kau tidak tau bagaimana cara bersikap dengan kakak kelas mu hah?? Murahan.”

“kau yang murahan!!! Ya!!kau itu gadis bodoh!! Bahkan memeprtahankan kekasih mu saja tak bisa!”

Plakk!!

Aku menamparnya, maafkan aku. Tapi emosi ku sudah meluap aku tidak bisa menahannya lagi. Ini pertama kalinya kau menampar seseorang apalagi di depan banyak orang seperti ini.

“ya!! Kau murahan!!!” krystal mengangkat tangannya akan menamparku. Aku sudah menutup mataku, bersiap-siap untuk tangannya yg sebentar lagi kurasa akan memerahkan pipiku. Tapi aku tidak merasakan ada apa pun yang menyentuh pipiku, perlahan aku membuka mataku. Entah dari mana, tiba tiba luhan sudah ada di samping krsytal, dia menahan tangan krystal yang akan menamparku.

“luhan..” ucapku pelan.

“apa yg akan kau lakukan?” tanya luhan pada krystal dengan ekpresi marahnya yg menakutkan. Ku rasa ini pertama kalinya krystal melihat luhan marah.

“luhan oppa.. sakit..” krystal meringis karena cengkraman luhan pada tangannya. “yuri eonnie.. dia mengatai aku tadi.. dia jahat sekali” krystal mulai menangis di hadapan luhan. Aku tersenyum kecut “acting yg keren” ucapku pelan, tapi kurasa luhan masih bisa mendengar ku.

“kau kira aku bodoh? Aku tau kau duluan yang cari masalah dengan yuri nuna” ucap luhan, masih dengan ekspresi marahnya.

“dengar oppa.. dia itu yeoja jahat. Jangan membela dia”

“yuri nuna tidak jahat! Dengar! Kau, jangan pernah lagi menjelek-jelekkan yuri nuna atau aku tidak akan berbicara dengan mu lagi”

“kenapa kau membelanya? Dia kan bukan siapa-siapa mu” teriak krystal

“dia adalah siapa-siapaku. Aku menyukainya lebih dari pada aku menyukaimu, jadi jangan pernah menjelek-jelekkannya lagi” aku melihat ekspresi krystal yang terlihat marah, kesal sekaligus bingung. Aku menyukai ini. Tapi semakin lama, Kami dikerubungi makin banyak murid lain. Aku menunduk sekarang, aku tidak suka menjadi pusat perhatian, ini membuat perasaan ku menjadi tidak enak, keringat dingin mulai mengucur di dahiku, aku tidak tau seperti apa sudah ekspresiku sekarang. Aku benar2 tidak bisa lebih lama disini. Aku melihat pada luhan, yang saat ini sedang menatap ku. dia melepaskan tangannya yg di pegang oleh krystal lalu menggenggam tangan ku dan membawa ku keluar dari kerumunan.

“kau! Jangan pernah mengganggu nunaku”. Aku masih meginat kata-kata terakhir yg luhan ucapkan pada krystal yg membuat krystal mematung.

“luhan oppa!!” aku masih bisa mendengar krystal memamnggil luhan dengan nada jengkel.

“terimakasih” ucapku pada adikku itu, ketika kami sudah tiba di tempat yang lebih sepi

*****

Hari ini, Aku mengantar luhan ke bandara. Dia ingin kembali ke rumah kami di Los Angeles. Aku tidak bisa membayangakan akan sekesepian apa aku nanti jika tidak ada dia. tapi aku tidak bisa melakukan apa apa untuk mencegahnya pegi, dia sudah memutuskan jadi aku hanya bisa menurutinya saja.

“nuna” ucap luhan tiba-tiba ketika kami sudah hampir sampai di tempat petugas untuk memeriksa tiket pesawat.

“hei, tumben sekali akhir2 ini kau mau memanggilku nuna.. biasanya kau lebih suka memanggil ku yuri saja” ucap ku. luhan nyengir lalu aku mengacak rambutnya yg sekarang berwarna hitam. Dia semakin tampan dengan rambut hitamnya.

“yasudha cepat sana, nanti kau ketinggalan pesawat” aku mendorongnya menuju petugas bandara. “tunggu” luhan berbalik menghadap ku. lalu sebelum aku sempat berkata apa-apa

Cup..

luhan mengecup bibir ku cepat, lalu berlari menuju petugas bandara yang berada sekitar 10meter dari kami, sementara aku masih diam dan mencerna apa yg baru saja terjadi, jarakku dengan luhan sekarang sekitar 8meter, dia membelakangi ku. Sepertinya dia malu.

“luhan~~” panggilku. Tapi dia tak menoleh “mianhae nuna~~” ucapnya yg masih bisa ku dengar.

“ya! Kau tidak perlu meminta maaf” teriakku, membuat dia langsung menoleh ke arah ku. dan benar saja mukanya merah sekarang.

“hahahahaaa” aku tertawa lalu menghampirinya.

Plakk~ aku memukul pundaknya pelan

“ aku tidak marah bodoh. Kita kan saudara, anggap saja yg tadi itu hadiah buat adikku yg tersayang. ” aku memeluk luhan erat. Luhan juga membalas pelukan ku. “kalau begitu boleh aku lakukan sekali lagI?” tanyanya masih di dalam pelukanku

“coba saja lakukan sekali lagi, maka kau akan mati di tangan ku” ucap ku lalu melepaskan pelukan ku padanya. Dia tersenyum senang mendengar ancaman ku.

“cepat sana pergi, sebelum aku berubah pikiran dan marah pada mu” luhan mengangguk lalu menarik kopernya pergi. “goodbye nuna~” teriak luhan yg sudah lumayan jauh dari ku sekarang

“bye luhan..” balas ku

***END***

10 Responses to “Lovely Nuna”

  1. Riska Dewi December 13, 2014 at 7:02 am #

    FFnya bagus Thor^^
    Sebenernya sih pengen YulHan, tapi mereka kakak adik yahhh mau gimana lagi
    Ditunggu karyamu yang selanjutnya Thor^^

    • yurikwonfanfic January 17, 2015 at 2:45 pm #

      aku juga pengennya yulhan/? eh tapi yulhan uda kebanyakaaannn.. hehe

  2. nabila tauhida December 13, 2014 at 12:20 pm #

    sequel pls
    buat mrk bukan saudara kandung dong

  3. nadia December 18, 2014 at 1:47 am #

    suka sama ceritanya, tebakan aku tentang alurnya meleset. keren thor. luhan so sweet bget deh tp syg disni yulhan saudaraan. hikz!! cuma kya nya luhan beneran suka sama yuri.haha.. btw org yg bertemu yuri di mini market itu siapa? aku kira awalnya luhan, tp ternyata smpai skrg blm terungkap identitasnya huft. cuma sih aku berharapnya itu kai. buat sekuel dong thor.^^

    • yurikwonfanfic January 17, 2015 at 2:48 pm #

      ciee meleseeett(?) gomawo buat pujiannya yaa… iya nih, luhan kan sayang yuri, coba tebak siapaaa?? pengennya siapaa?? kok kai si. ngmong2 aku ada ff baru castnya kai sama yuri.. jan lupa baca yaaaa

  4. yunnie_PCY_D.O_Minyul February 4, 2015 at 2:37 pm #

    Keyeeeeenn chingu…tapi minho koq jahat sihhhh…uuhh sebel ama si krys…
    Aku belum sempet baca semuanya…
    Lanjutkan perjuangannya nulis ff chingu…
    Jangan lupa req akyuuu ya…:ahahaha
    ^_^

    • The Blackpearl November 7, 2015 at 2:43 am #

      emangg keyennn.. wkwkwk
      gapapa sekali2 bikin minong jadi jahat. uda keseringan jadi orang baik dia mah wkwkwk

  5. Hara_Kwon March 4, 2016 at 12:48 pm #

    Ahh yaampun..
    Aku suka sekali sama ff kakak😀
    kyaaaaa~ ini pertama kalinya aku baca ff yg cast nya Luhan tapi mereka perannya kakak-adik.
    Yaampun..aku blum bisa menghilangkan momen2 mereka diotakku. Suka sekali aku kak sama cerita mu❤❤❤
    Iihh..Luhan knapa dia mau kembali ke LA?? Kan kasihan Yul di sini sendirian, nggak ada yg melindungi Yul dehh.😦
    Ah aku suka sama momen mereka yg di bandara😀 aaaa aku senyum2 sendiri bacanya❤
    Kak, bikin sequelnya ya?? Pasti seru kalo dibuat sequel.. Hehehe
    Ditunggu karya2 kakak yg lainnya ya! Semangat!!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: