MINE

17 Jan

kaiyulfanfiction,jongin,kwonyuri

Title : Mine

Author : Christina Minhee

Main Cast :

  • kwon yuri
  • kai/kim jongin

Genre : Romance,friendship yg lainnya cari sendiri ^-^

Length : Oneshoot

Rating : T

Author Note :hello kalian.. author comeback again..bawa ff oneshot lagi castnya kai yuri, soalnya kemaren ada yg request minta ff kaiyul, jadi di bikinin deh nih.. oiya buat ff yg belum kelanjut maap yaa.. author sedang sibukkk.. dan juga hampir gila karena pelajaran yang sjfkasjfndfsahkdfjdsf. sangkin gabisa di deskripsiin jadi begtu nulisnya. pokonya pelajarannya sangat slfjfldfjelfjebnkfnel lah.. gabisa baca? ga ngerti author ngomong apa? sama author juga ga ngerti sih. *ini kenapa jadi gajelas-_-. oke deh happy reading aje dah buat readers. dan jan lupa tinggalkan jejak kalian okeey!!

******

“aku mau pulang..” ucap yuri yang sudah mulai bosan, tetapi teman-temannya masih tetap bermain kartu bersama. Yuri berjalan ke arah seohyun lalu menarik lengan kirinya

“seohyun-ah.. aku mau pulangggg” yuri mengulangi kalimatnya tadi. Seohyun yang tidak perduli masih tetap serius bermain kartu bersama lay, suho, xiumin dan daehyun.

“hei kalian, tolong dengarkan akuuu!? Aku mau pulangg” yuri lagi-lagi berbicara tanpa ada yang perduli

“yasudah pulang saja” ucap xiumin lalu mengeluarkan kartunya

“kalau aku bawa mobil sudah ku lakukan dari tadi xiumin bodoh!!” yuri mengerucutkan bibirnya lalu memperhatikan sekeliling.

“AKU MAU PULAAAAAAANNGGG!!!!!” yuri berteriak sangat keras sampai2 ke empat temannya langsung menutup kuping takut nanti mereka budeg.

“tapi kami masih ingin main yuri. Kau tidak bisa bersabar dan tetap di sini saja hah?” tanya lay

“aku bosan lay.. “ yuri duduk dengan tampang tidak sukanya.

“kalau begitu aku akan menyuruh adikku mengantar mu” ucap seohyun. “yeeaayy!!” yuri melompat senang.

“kaaaaiiiiiiii!!!!” seohyun berteriak memanggil adik lelakinya. “kemana dia?” gumam seohyun ketika tidak ada jawaban dari kai.

“kai dimana?” tanya seohyun pada salah seorang pelayannya yang sedang mengantarkan jus kepada seohyun dan teman teman.

“kai sedang berenang di belakang” jawab pelayan itu lalu pergi. Seohyun menoleh pada yuri yang sedang memakan biskuit.

“yuri, kau saja yang panggil kai. Aku sedang sibuk”

“lah?? Kok aku??” tanya yuri dengan mulut penuh. Suho tertawa memperhatikan yuri yang terlihat seperti orang bodoh.

“ya kau lah.. kan kau yang minta pulang” seohyun memutar matanya lalu menggeleng. Dan dengan berat hati yuri bergerak dan berjalan menuju bagian belakang rumah. Yuri berjalan ke pinggir kolam.

“kai…”panggil yuri sambil perlahan mengitari kolam renang

“dorrr!!! Aku disini” tiba2 kai berteriak sambil memegang bahu yuri dengan tangannya yang basah. membuat yuri berteriak karena kaget. Yuri memutar badannya melihat kai yang tertawa senang melihat dia hampir kehilangan nyawanya karena kaget.

“dasarrr kai jelekkk, nyebelinn, begoooooooo!!!!!” yuri berteriak lalu menarik rambut coklat kai yang masih sangat basah.

“sakiiiitttt.. lepaskannnnn..” kai berteriak sambil berusaha melepaskan tangan yuri dari rambutnya. “nuna.. jebal.. sakit. Kau terlalu keras menjambak rambutku” kai memukul tangan yuri pelan.

“ya!! Kalau aku tarik rambut mu pelan2, bukan ngejambak namanya” yuri melepaskan tangannya dari rambut kai. “sekarang cepat ganti bajumu dan antar kan aku pulang” suruh yuri. Kai mengelap rambutnya lagi lalu menjawab “aku tidak mau”

“ya! Kau mau mati hah!!!” yuri menjambak rambut kai lagi.

“nuna!!! Memang kenapa aku harus mengantarkan mu. Aku ingin main bersama teman ku. Aku tidak ada waktu” kai meringis dan memegang pergelangan tangan yuri

“kau harus. Aku tidak mau tau. Kau harus mengantarkan aku.” yuri keras kepala. “kalau kau tidak mau aku akan menjambak rambut mu sampai besok. Aku tidak akan bosan karena menyenangkan melihat mu kesakitan.”

Kai menggigit bibir bawahnya“arrasseo..arrasseo.. aku mau. Sekarang lepaskan aku mau ganti baju” akhirnya kai mengalah membuat yuri tersenyum senang mendengar jawaban kai. “oke. Kutunggu di depan . dalam 15 menit kau harus sudah ke depan kalau tidak aku akan menjambak rambut mu sampai semua nya rontok” ancam yuri lalu berjalan ke tempat teman2nya sedang bermain kartu. Dia berjalan ke samping lay dan mengambil tas kecilnya di situ.

“aku kira tadi sudah terjadi pembunuhan berantai di kolam renang ku” ucap seohyun. “belum terjadi. Tapi hampir” yuri berkata lalu berjalan keluar

“aku pergi duluan.. jangan merindukan ku ya…”

.

.

.

.

“katanya tadi kau mau pulang. Kenapa kita sekarang ada disini?” tanya kai sambil berjalan di samping yuri. Yuri berhenti berjalan lalu melipat tangannya di dada. “aku berubah pikiran. Aku mendadak ingin mampir ke mall dulu. Ada yang harus ku beli”

“tapi aku harus pergi. Aku ada kencan sebentar lagi” kai memberi alasan.

“kencan mu bisa menunggu..”

“tidak bisa”

“bisa”

“tidak bisaaaa!!” kai berteriak seperti anak kecil, membuat yuri tertawa

“jangan berteriak seperti itu bodoh, kau membuat kita menjadi pusat perhatian. Mana ada namja seusiamu berteriak seperti itu”

“ayo temani aku” yuri menarik tangan kanan kai

“shireo!!!” kai menjawab ketus seperti anak2.

“astaga kai. Apa benar kau ingin kencan ?”
“iya nuna”

“kasihan sekali yeoja yang akan kencan dengan mu. Sifat mu saja masih seperti bocah umur 6 tahun”

Kai melipat tangannya di dada, mengikuti gaya yuri tadi. “aku tidak seperti anak kecil”

“arrasseo..arrasseo.. nanti nuna akan membelikan mu ice cream”

“aku tidak mau ice cream. Aku mau pergi” kai menggeleng

“kalau begitu akan kubelikan permen lopipop dan balon yang besar”

“haisshh nuna.. kau kira aku apaan hah?” kai berjalan pergi. Membuat yuri menyipitkan matanya lalu berlari menyusul kai. Yuri menarik lengan kai. “ayolah kai. Aku tidak ada teman. Temani aku , sebentar kok. Aku Cuma mau beli boneka buat kado ulang tahun lay sebentar lagi”

Kai berhenti berjalan “ memang lay hyung mau ultah?” kai mengerutkan keningnya. Yuri mengangguk sebagai jawaban. “dan kau memberi dia kado boneka?” Yuri mengangguk lagi.

“nggak sekalian kau belikan dia barbie?” kai tertawa, yuri mengerucutkan bibirnya sambil memandang kai, tangannya bergerak mencubit perut kai. Membuat kai berhenti tertawa dan meringis kesakitan.

“apa aku belikan topi saja ya..” yuri berkata pada dirinya sendiri. “itu lebih baik dari pada boneka. Boneka kan yeoja style” komentar kai. Yuri menarik tangan kai ke sebuah toko besar yang ada di dalam mall tersebut, toko itu cukup besar dan banyak yang di jual disana seperti baju, celana, boneka, dan banyak lagi. Yuri berjalan ke arah kumpulan topi dia mulai memilih. “Menurut mu mana yang bagus? “ tanya yuri pada kai yang sedang melihat-lihat topi tidak jauh darinya. “itu, itu, itu” kai menunjuk 3 topi yang ada di rak paling atas. Yuri menatap pada topi itu, dia berusaha mengambilnya tapi tidak bisa karena dia tidak cukup tinggi. Kai yang melihat yuri kesusahan hanya menertawakannya, lalu setelah puas tertawa baru dia membantu yuri mengambilkan 3 topi itu.

“kau tinggi sekali nuna” ejek kai. Yuri hanya memutar matanya lalu mengambil ketiga topi yang kai pegang.

“mana ya, yang paling cocok untuk lay” yuri bergumam sendiri sambil sibuk memperhatikan topi yang dia pegang dengan detail. “kalau menurut aku bagusan yang itu” kai menunjuk pada topi yang ada di tangan kiri yuri yang berwarna coklat.

“apa lay akan suka ini?” tanya yuri lalu menaruh kedua topi yang lain secara asal di rak.

“tentu saja. Semua orang pasti suka topi seperti ini. Aku juga suka” kai nyengir

“itu kode?” tanya yuri “untung aku tidak peka” yuri mengalihkan tatapannya dari kai.

“oke aku akan ambil yang ini. Ehm.. dan aku mau ke sana sebentar” yuri menunjuk pada kumpulan boneka dan mulai berjalan kesana, kai mengikuti di belakangnya tanpa rasa tertarik sedikit pun. Yuri melihat selama beberapa saat, tapi tidak ada boneka yang menarik perhatiannya. Dia berbalik dan melihat kai yang masih memperhatikan sebuah boneka kepala Rilakkuma coklat yang lumayan besar.

“nuna, belikan ini untuk ku” kata kai pada yuri sambil menunjuk boneka itu.

“shireo. Kenapa aku harus membelikan mu” yuri berjalan mendahului kai. Kai mengerutkan keningnya. Lalu dia mengambil boneka itu dan menaruhnya di tangan yuri, membuat yuri berhenti berjalan. “pokoknya belikan, anggap saja sebagai hadiah ulang tahun ku. Kan sebentar lagi aku ulang tahun setelah lay hyung ulang tahun, kami hanya berbeda beberapa minggu saja”

Pletak!! Satu jitakan mendarat dengan mulus di kening kai. “nuna waeee??” kai mengelus elus keningnya.

“beberapa minggu katamu? Kalian beda 14 minggu bodoh” kai menatap yuri tidak percaya

“daebak!! Kau menghitungnya cepat sekali” kai menatap yuri dengan tampang takjub, tapi beberapa detik kemudian tatapannya berubah menjadi tatapan memohon “ayolah nuna , belikan aku boneka ini”

“kenapa kau tidak membeli sendiri?”

“untuk apa membeli kalau aku bisa mendapatkan nya secara gratis?” pletak!!! Sekali lagi yuri menjitak kening mulus kai.

“nuna kalau kau menjitak ku sekali lagi maka kau akan dapat piring cantik” ucap kai kesal yang langsung mendapatkan satu jitakan lagi dari yuri.

“nunaaaa..” kai memasang tampang cemberutnya

“jangan memasang ekspresi seperti itu. kau benar-benar jelek.” Yuri tertawa “oke karena aku sudah cukup puas menjitak mu , aku akan membelikan boneka itu. tapi ketika kau ulang tahun nanti aku tidak akan membelikan kado lagi untuk mu. Oke?”

Kai mengangguk semangat sebagai jawaban.

*****

“yuri-ah, kurasa kau harus belajar me-makeup dirimu sendiri. Masa setiap kali akan ke acara seperti ini , aku harus selalu mendandanimu” seohyun protes sambil menaburkan(?) bedak di wajahku, aku sendiri sedang duduk manis sambil melihat wajah ku dicermin.

“hei, seharusnya kau bersyukur bisa jadi tukang make up pribadiku. Cuma kau yang boleh megang2 wajah mulus ku ini” aku tersenyum ke depan kaca. Seohyun memang luar biasa soal make up. Dia memang sudah terlatih jadi gadis sejak kecil.

Aku memang sedang di rumah seohyun, supaya kami bisa sama2 make up sebelum pergi ke acara ulang tahun chanyeol di hotel “Moonlight”. Sekarang seohyun sedang sibuk mendandani aku, sedang kan dia sudah selesai berdandan sejak tadi. “kai ikut?” tanya ku pada seohyun.

“tentu saja, dia kan teman chanyeol juga.. bahkan , dia nanti yang akan menjadi supir kita” ucap seohyun. Aku mengerucutkan bibirku. “dia memang cocok jadi supir” ucapku yang membuat seohyun tertawa.

“kalian pasti sedang membicarakan ku” tiba-tiba kai datang entah dari mana, dengan sebuah apel di tangannya. “tidak..” seohyun berbohong.

“tidak salah lagi” aku berkata jujur.

Kai memutar matanya lalu menggigit apel merah yang ada di tangannya. Dia melihat seohyun yang masih sibuk mendandaniku. “sekarang jam berapa?” tanya ku pada kai

“entahlah.. jam 6.30 kurasa” kai duduk di kursi yang ada di samping kursi ku, dia memegang peralatan make up seohyun yang ada di atas meja rias yang besar.

“selesaiii~~ yuhuuu~~” seohyun berteriak senang. “Sekarang kita hanya perlu ganti baju lalu pergi. Acaranya jam 7, berhubung hotel Moonlight juga tidak terlalu jauh. Kita bisa datang tepat waktu” seohyun keluar dari ruang make up di kamarnya mungkin dia ganti baju. Dan aku di tinggalkan berdua dengan kai yang menatap ku dengan pandangan jail.

“wae?” tanya ku was was.

“tidak ada apa-apa.. kau terlihat norak dengan make up seperti itu” komentar nya. “tidak juga. Aku merasa aku cantik dengan make up seperti ini” ucapku, sambil melihat ke kaca yang ada di depanku.

“norak” kai menatapku

“tidak” aku balas menatapnya

“norak!” kai meninggikan suaranya

“tidak!” aku juga meninggikan suara ku.

“norakkkkk~~!!?!!” kai berteriak

“tidakkkkk~~~!?!!!” aku balas berteriak

Kai mengangguk, dia mengambil kotak make up seohyun dan membukanya. Sepertinya dia mengalah, jadi aku tidak perduli lagi dan sibuk dengan ponselku.

“kauu norakkk~~” tiba-tiba kai sudah berdiri di belakang ku dengan tampang horror dan telapak tangannya penuh make up dengan campuran warna pink,orange,merah entahlah yang pasti banyak warna. Sebelum aku sempat berfikir apa yang akan dia lakukan, dia sudah meletakkan tangannya yang penuh dengan campuran make up ke wajahku. Kai dengan santai mengusapkan telapak tangannya ke pipiku.

“karyaku..kai. kau bodoh” seohyun berkata sedih tidak jauh di belakang ku, dari pantulan kaca aku melihat dia sudah memakai gaunnya dan terlihat sangat cantik.

“kaaaaaiiiiiiiiiiiiiiiii…!!!!!!siaalaaaaaannnnnn!!!!!!” aku berteriak keras sekali, tidak perduli kalau aku sedang di rumah seohyun. Toh orang tua seohyun sudah terbiasa dengan teriakanku jika bertemu kai. Aku mencubit kedua tangan kai yang masih di pipiku. Lalu berdiri “kaiiii!!!!!!!” sekali lagi aku berteriak geram. Kai yang tadinya tertawa senang, mulai takut melihatku yang sudah seperti singa ngamuk(?)

“siaaalaaannnn!!!!” aku memukuli badan kai dan beberapa kali mencubitnya sepenuh hati.

“stoppp kaliannnn!! Kita nanti terlambat” teriak seohyun yang membuat ku sadar kalau aku masih harus ke pesta lay

“bagaimana..bagaimana..bagaimana…” aku memegang kepalaku frustasi. Make up ku sudah hancur di buat kai sialan itu. Wajah ku sudah seperti badut yang suka berada di taman bermain saat ini. Aku menatap kai yang sedang menahan tawanya melihatku. Aku mendekatinya lalu aku mencubit perutnya membuat dia berteriak, tidak mampu lagi bahkan untuk menahan tawa melihatku.

“yuri, kau harus menghapus semua make up di wajahmu, cepat ke kamar mandi, lalu pakai dress mu. Aku akan memakaikan ulang make up mu, tapi tidak akan bisa sebagus tadi” seohyun berusaha menghibur ku, dia memberikan gaun ku. aku pergi ke kamar mandi dan berganti baju secepat mungkin, ketika aku kembali lagi ke ruang make up, kai sudah tidak ada di sana. Aku tidak perduli dia kemana, kalau bisa kuharap dia kepeleset dari tangga dan kakinya patah sehingga dia harus ke rumah sakit, dan aku tidak perlu melihat wajahnya lagi untuk sementara waktu.

Seohyun hanya bisa memberikan make up tipis dan lipstick yang membuat bibir ku berwarna pink. Aku memakai gaun berwarna putih sedang kan seohyun berwarna biru, kami memakai gaun yang hampir mirip, karena kami memang membelinya bersamaan. Rambut hitamku, ku gerai begitu juga seohyun, tapi seohyun terlihat lebih elegan dan cantik dari pada aku. “Ini semua karena kai. Bocah sialan itu” pikirku geram. Seohyun masuk ke kursi penumpang, jadi mau tidak mau aku duduk di depan bersama kai“kau lebih cantik seperti ini nuna. Terlihat lebih natural” puji kai, tapi sama sekali tidak ku indahkan, aku hanya menatap lurus kedepan. Aku masih merasa sebal kepadanya. Aku tidak tau semurung apa wajah ku, tapi ku lihat kai sepertinya merasa bersalah padaku.

.

.

.

.

“Kalian telat 10 menit 47 detik”lay menyambut kami sambil melihat pada jamnya.

“Maafkan kami. Ini semua karna bocah menyebalkan ini” aku menunjuk kepala kai yg berdiri di sampingku. Lay tertawa “kenapa yuri?” Tanya lay lalu berdiri di antara aku dan seohyun, dia merangkul kami berdua dan masuk ke tempat duduk yang sudah dikhususkan buat kami.

“Bocah ini selalu mencari masalah denganku” ucapku sambil memasang tampang cemberut. Aku menyipitkan mata pada kai yg duduk di depan ku dia mengetukkan jari jari tangannya pada meja yg bulat.

“Kau duluan yang cari masalah nuna!”

“Tidak! Kau duluan” aku tetap tidak mau kalah.

“Tolong hentikan, bersenang senang lah di pestaku. Kalian bisa lanjut bertengkar lagi di rumah nanti” lay menengahi kami, dia tersenyum manis menampakan lesung pipitnya yg terlihat sempurna.

“Lay, kau tampan sekali. Sungguh” pujiku tanpa malu-malu. Toh dia sahabat ku, kenapa aku harus malu memuji sahabat ku.

“Benarkah? Kalau begitu maukah kau jadi pacarku?” Tanya lay yang membuatku terdiam seketika, begitu juga kai dan seohyun. Aku melihat pada ekspresi kai yg terlihat tidak suka, sedangkan seohyun yang tadinya tersenyum langsung menjadi diam.   Ada apa dengan mereka. Ini kan cuma bercanda.

“Lay! Bercanda mu lucu sekali” ucapku lalu tertawa. Lay juga tersenyum menatapku, begitu juga dengan seohyun. Tapi tidak dengan kai, ekspresinya masih serius seperti tadi. Lalu ketika kami sudah duduk diam semua dan ruangan sudah di penuhi oleh teman2 yg di undang lay. Lay maju kedepan, dia meniup lilin lalu memotong kue. “Berikan first cake mu pada orang yang paling kau sayang” ucap tiffany yang menjadi MC wanita. “Benar sekali.. ayo berikan”suho selaku MC pria mendukung apa yang dikatakan tiffany. Lay tersenyum lalu mengangguk, dia meletakkan sepotong kue ke atas sebuah piring kecil putih.

“Berhubung, kedua orang tua ku sedang pergi ke paris, jadi aku tidak bisa memberikan pada mereka. Tapi aku akan memberikan potongan kue ini pada orang yang aku sayang” ucap lay di depan lalu tersenyum. Dia berjalan perlahan ke kursi kami. Dia mendekatiku, lalu menyuapkan sepotong kecil kue nya pada ku, tidak mungkin kan aku menolaknya, jadi aku hanya mengunyah nya sambil tersenyum, ketika kulihat ekspresi seohyun, dia terlihat murung, tapi lay belum selesai, dia bergeser sedikit ke tempat duduk seohyun lalu menyuapkannya juga. Dan seketika ekpresi seohyun menjadi berbeda 180 drajat dengan yang tadi. Dia langsung tersenyum senang, terlihat sangat bahagia.

“aku tidak dapat?” tanya kai, begitu lay sudah selesai menyuapkan seohyun.

“aku tidak menyayangimu kai” canda lay lalu berjalan kembali kedepan

“okee.. untuk teman-teman, kalian bisa memakan makanan yang tadi sudah di siapakan oleh pelayan di setiap meja.” instruksi suho lalu dia pergi ke tempat duduk nya bersama tiffany
*****

“seohyun-ah.. kau suka lay ya?” tanya ku, kami berdua sedang duduk-duduk di pinggir lapangan basket, sambil memakan ice cream di tangan masing-masing. Dia duduk membelakangi ku. “tidak” jawabnya sambil menggelengkan kepalanya.

“bohong.. kau menyukainya.. aku tau” aku berdiri lalu duduk di sampingnya, aku menarik lengan seohyun sehingga kami berdua duduk berhadapan sekarang.

“tapi dia menyukaimu” seohyun menunduk, tidak mau menatap mataku.

“siapa bilang?” tanyaku

“terlihat jelas yuri. Dia menyukai mu” seohyun masih menunduk

“belum tentu, dia kan sahabat ku. tidak mungkin dia menyukai ku” aku menepuk pundak seohyun, membuat dia mengangkat wajahnya menatap ku.

“tenang saja seohyun.. kalau pun dia menyukai ku, aku tidak akan berpacaran dengannya.. aku menyukainya, tapi sebagai sahabat ku.. jadi kau tidak perlu khawatir.. aku nanti akan membantu mu untuk mendekati dia” aku menyemangati seohyun, yang sekarang menjadi berbinar-binar di depan ku.

“jinjja?” tanya nya tidak percaya. Aku tersenyum lalu mengangguk sebagai jawaban.

“gomawo yuri-ah~~ kau memang sahabat terbaikku” seohyun memelukku erat.

“oiya yul, tadi kai mencari mu” ucap seohyun masih sambil memelukku.

“benarkah? Kenapa?” tanyaku lalu melepaskan pelukan seohyun. Seohyun menggeleng sebagai jawaban dari pertanyaan ku.

“oke, kalau begitu aku mau mencarinya dulu, kau kembali saja duluan ke kelas.” Ucap ku pada seohyun, lalu berjalan meninggalkannya.

Dimana ya bocah sialan itu.. kenapa dia mencariku pikirku, lalu berjalan ke kantin. Berhubung ini jam istirahat jadi ku duga kai masih di kantin bersama teman-temannya, dan benar saja. Begitu aku menjejakkan kakiku di lantai aku langsung melihat batang hidungnya, dia sedang memakan roti dan sekotak susu bersama teman-temannya.

“kai, kenapa kau mencariku?” tanya ku ketika sudah berada di dekatnya.kai memberhentikan makannya lalu berbisik di telingaku “aku ada perlu” bisiknya. Aku mendorong wajah kai menjauh dari telingaku “cepat katkan!” ucap ku.

“nanti saja nuna, aku mau menghabiskan makan ku dulu.” Kai mulai memakan rotinya lagi dengan lamban. teman-teman nya yang tadi duduk di sampingnya sudah pergi satu per satu.

“cepat habiskan!” aku mulai menaikkan suaraku.

“kalau cepat-cepat nanti aku tersedak nuna” kai memberikan alasan, terlihat sekali kalau dia sedang mengerjai ku. aku menarik napas dalam lalu menghembuskannya secara kasar. “oke. Kalau begitu” aku tesenyum, lalu mengambil seluruh roti yang ada di tangan kai dan memakannya dengan sangat cepat. Setelah semua tertelan habis. Aku menatap kai “ apa kau juga harus menghabiskan susu mu?” tanya ku pada tampang kai yang terlihat bodoh sekaigus takjub melihat kemampuan memakan ku yang cepat. Kai menggeleng. “ ku anggap itu iya” ucapku lagi lalu membuka susu kotak kai dan menghabiskannya. Kai masih terpaku melihat ku ketika aku menarik kemeja sekolahnya pergi dari kantin.

“sekarang katakan, kenapa kau mencariku, kalau sampai kau memberikan alasan yang tidak penting, aku akan menjambak rambutmu” ancam ku setelah kami berdua duduk di taman sekolah yang sedang sepi.

Kai menggaruk rambutnya, lalu nyengir menatap ku. “ kenapa dengan mu? Cepat katakan ada apa!!?” aku berteriak, mulai tidak sabar dengan bocah yang ada di hadapan ku ini.

“arrasseo nuna. Kau cepat sekali marah” kai mengerutkan kening nya lalu ekspresinya mulai berubah serius.

“ kau tau.. sebenarnya lay hyung memang benar-benar menyukai mu. Saat di pesta ulang tahunnya waktu itu, itu bukan bercanda. Dia benar-benar ingin memintamu untuk menjadi pacar nya” jelas kai dengan tampang sok seriusnya yang menyebalkan.

“jangan sok serius gitu deh” aku menjitak kepalanya.

“nuna! Aku serius. Aku mendengarnya ketika lay dan suho hyung sedang bercerita di kelas waktu itu” lanjut kai lagi. Aku menjewer telinga kanannya “oohhh.. jadi kau jadi tukang nguping ya sekarang??”

“nunaaaa!!! Aku seriusss.. tolong dengar kan aku. Dan tolong lepas kan tangan mu dari telinga ku. itu sakit” kai merengut menatap ku, membuat aku nyegir kuda(?) lalu melepaskan tangan kanan ku dari kupingnya yang sudah memerah.

“dan lay hyung, berencana untuk menyatakan perasaannya lagi padamu.. di sekolah, agar di lihat oleh siswa-siswa lain”

“apaaaaa???” teriakku tidak percaya, ku kira kai hanya bercanda. Sungguh. “kau serius kai?” tanya ku memastikan, biasanya kan bocah ini sangat tidak bisa dipercaya.

“ya nuna.. dan sebenarnya, seohyun nuna sangat menyukai lay hyung. Aku tidak mau dia patah hati. Jadi kumohon jangan pernah berpacaran dengan lay hyung.. ne.. aku sangat menyayangi seohyun nuna. Sungguh” kai menatap ku dengan tampang memelas yang membuatku ingin tertawa, tapi aku sadar sekarang bukan saat yang tepat untuk tertawa, yang ada aku dibunuh oleh kai jika menertawainya di saat serius seperti ini.

“tenang saja kai, aku tidak akan pernah menerima lay untuk menjadi kekasihku. Aku memang menyukainya. tapi sebagai sahabat ku bukan kekasih” aku menepuk bahu kai seperti yang tadi ku lakukan pada seohyun.

“tapi nuna.. aku ragu kau akan berani menolak lay hyung jika dia menyatakan perasaannya di depan banyak orang. Kau pasti tidak ingin dia merasa malu sehingga kau akan menerima dia.”

“itu tidak akan terjadi bodoh” aku memutar mataku, tidak habis pikir dengan kebodohan bocah yang ada di hadapan ku ini

“tidak nuna.. aku serius, bagaimana kalau kau iba dan menerimanya, aku tidak mau menerima kemungkinan itu. Bayangkan seberapa sedihnya nanti seohyun nuna”

Kai, kau lebay sekali pikir ku “ baiklah.. jadi apa yang kau ingin kan?” tanya ku, dari pada kai merengek tidak jelas nanti.

“begini nuna, aku punya rencana.. bagaimana kalau kita berdua berpacaran??” tanya kai dengan tampang tanpa berdosa. “Apaaaaaaa!!!!” aku menjitak kening kai dengan keras, membuat dia meringis sakit. Tapi dia tidak berteriak. Tumben sekali.

“aku tidakk sudiiii!!” teriakku didepan wajah kai, membuat dia menutup kupingnya dengan kedua tangan.

“ayolah nun, hanya untuk sementara.. jika kau berpacaran dengan ku, otomatis lay hyung tidak akan jadi menyatakan cintanya padamu. Dan perlahan dia akan menjauhimu. Setelah dia lebih dekat dengan seohyun nuna kita bisa putus. Kumohonn” kai turun dari bangku taman lalu berlutut memohon pada ku. aku memandangi bocah bodoh ini tidak percaya. Tapi ketika kau memikirkan seohyun, benar juga apa yang kai katakan. Cara ini mungkin bisa berhasil. Aku menghembuskan napas berat. Ini keputusan yang sulit, membayang kan aku akan berpacaran dengan kai membuatku ingin menangis.

“arrasseo kai! Sekarang berdiri! Tapi ada syaratnya. Kau harus rajin mentraktir ku makan. Eotte?” tanya ku, bagaimana pun, aku harus mengambil keuntungan dari apa yang akan aku lakukan nanti.

Kai mengangguk setuju “ aku akan menyatakan perasaan ku besok.

“mwo? Besok? Bagaimana”

“rahasia.. pokoknya besok kau harus menjawab ‘mau’ tau ‘iya’ oke??”

******

Terima! Terima! Terima! Terima!

Sekarang satu sekolah kurasa bergemuruh menyuruh ku untuk menerima kai sebagai kekasih ku. Aku melirik pada kai yang masih berlutut sambil memberikan setangkai bunga mawar merah padaku. Jika aku mengambil bunga itu maka aku menerimanya, jika aku tidak mengambilnya berarti aku menolaknya.

Eottokkhae…eottokkhae…eottokkhae..

Aku mau gila rasanya, aku memang suka di perhatikan, tapi aku tidak suka menjadi pusat perhatian banyak sekali orang seperti ini, apa lagi karena hal memalukan ini. Kenapa bocah bodoh ini menyatakan cintanya seperti ini. Membuat malu saja.

Tadi ketika aku sedang di loker, tiba-tiba 2 orang namja menarikku dan memasangkan ku penutup mata, aku sempat berontak tapi percuma saja, tenaga mereka lebih besar. Lalu setelah aku tiba di lapangan basket penutup mata ku di lepas dan tiba-tiba anak-anak dari eskul dance sudah menari di depan ku dengan lagu just the way u are dari Bruno.Mereka keren, aku akui itu. Kemampuan dance mereka luar bisa. Dan aku pun mulai menyadari siapa biang keroknya(?). Tanpa ku sadari anak-anak dari berbagai kelas yang kebetulan melintas berhenti dan memperhatikan kami

“Kai jangan bikin malu. Kumohon”

Pikir ku, walaupun aku tau kai pasti tidak akan bisa mendengarnya. Setelah lagu selesai teman-teman kai pergi, dan kai masih melakukan aksi dance nya sambil berjalan mendekati ku,dia masih memakai topengnya. Para penonton wanita mulai histeris ketika kai membuka topengnya sambil membawa sebuah bunga yang entah dia ambil dari mana.

“Nuna would you be mine?” Tanya kai sambil berlutut. Aku bengong seperti orang bodoh. Bocah yang ada di depan ku ini memang benar-benar suka membuatku malu. Aku tidak tau sudah berapa menit berlalu dan ekspresi mulai khawatir karena aku tidak juga mengambil bunga mawar dari tangannya. Sekali lagi aku memandang sekeliling ku. Aku menangkap mata lay di antara sekian banyak siswa2 yg menjadi penonton aksi kai, lay terlihat muram.entahlah. Dengan berat hati aku mengambil mawar itu

Setelah aku mengambil mawar dari tangannya, kai langsung berdiri lagi lalu merangkul ku, “terimakasih” bisiknya di telingaku. Lalu dia membawa ku pergi dari tengah-tengah lapangan ke kantin. Dia membelikan ku sup ayam dan menyuruh ku menghabiskannya, tentu saja aku langsung memakan sup itu, aku kelaparan belum makan sama sekali sejak tadi.

“ya!! Kim jongin!! Kwon yuri!!!” seohyun berteriak di belakang ku, aku mengigit bibir bawah ku, apa yang harus aku katakan padanya. Masa tiba-tiba aku menjadi kekasih kai, padahal kami selalu bertengkar di setiap kesempatan yang ada(?).

Seohyun duduk di antara aku dan kai, “kalian berdua…bagaimana kalian bisa…”

Aku menatap seohyun dengan takut-takut, takut dia marah sudah berpacaran dengan adiknya.

“tapi, chukkae~~~ aku senang kalian berdua berpacaran!!!” seohyun berteriak senang. “itu yang aku harapkan” lanjut seohyun

“apa? Jadi kau tak marah?” tanya ku, sup ku sudah ku lupakan.

“ kenapa aku harus marah? Adikku berpacaran dengan sahabat terbaikku.. aku malah sangat senang..” seohyun tersenyum lalu merangkul aku dan kai.

“kau adalah teman ku yang sangat berharga seohyun, aku tidak akan pernah bisa kehilangan mu” ucap ku dalam hati

*****

“hei, kai.. chukkae” ucap lay hyung di koridor ketika kami berpapasan, aku ingin kekelas ku dan dia ingin keluar. aku berhenti berjalan lalu menatapnya sambil tersenyum. “thanks hyung”, lalu aku melanjutkan berjalan. Tapi lay menghentikkan langkahku dengan kata-katanya.

“kai-ah, hanya karrena kau sudah memilikinya. Bukan berarti aku menyerah” ucap lay yang membuat ku tertegun. Dia menepuk bahuku dan tersenyum. Lalu dia pergi.

 

***END***

4 Responses to “MINE”

  1. AqwinaKwonYul January 18, 2015 at 8:55 am #

    hehe…mereka cute banget ya thor ><

  2. nadia February 14, 2015 at 7:00 am #

    waah rupanya lay belum menyerah. ckckck. udah deh lay sama seohyun aja. tp seriusan deh thor ini butuh sequel banget. aku msh bingung sama perasaan kai dan yuri. mereka itu sebenarnya saling suka gak sih? kok aku ngerasa mereka blm saling suka yaa. jd plis dong thor di buat sequel. pst konfliknya lbh seru. di tunggu ff kamu yg lain. klo bs bnyakin kaiyul ya. soal nya ff kaiyul msh jrang bget. yulhun dan yulhan juga. gomawo thor. fighting^^

  3. Hara_Kwon December 8, 2015 at 11:28 am #

    Wihh.. Keren kak ff nya😀 Ihh Kai jail banget deh, dia suka ngegodain Yuleon sampek teriak2 gitu.
    Dan Lay.. Dia tidak akan menyerah walaupun Yuleon udah jadi miliknya Kai, wihh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: