SHIELD

17 Oct

kwonyuri,ohsehun,yulhun,exoyul

Title : SHIELD

Author : Christina Minhee

Main Cast :

–        Kwon Yuri

–        Oh Sehun

Genre : cari sendiri aja yah ^^

Length : Oneshot

Rating : T

Author Note : aloo.. author kambek ni dengan oneshot againn.. maapkan daku yang masih belum melanjutkan im sorry.. yhaa mungkin uda gada yang minat baca lagi ya kyanya gara-gara ga di lanjut-lanjut wkwkwk

selamat baca aja deh ya!

Jdan angan lupa RCL Ok!

“kau bisa melepaskan tanganmu, sehun” ucap yuri tenang

Aku menatapnya tidak percaya “bagaimana mungkin, nanti aku mati!!” teriak ku.

Setelah itu hening, bahkan napasku terasa sangat berisik di tempat yg sangat hening ini. Aku melihat kebelakang dan memperhatikan yuri yg tengah menatapku sambil tersenyum. Sepertinya dia senang dengan keadaan ku yang seperti ini

“yuri!!! Apa yang kau lakukan?!!” aku berteriak sekuat tenaga pada yuri.

“melihat mu~” jawab nya pelan, aku melihat pada ekspresinya yang terlihat sangat tenang, Padahal aku sedang berada di ambang kematian.

Aku berpegangan makin erat pada akar pohon yang sejak 1 jam yang lalu menjadi penyelamat hidupku. Tapi aku tau ini hanya sementara. Ketika aku lelah atau pun lengah sedikit saja, ajal akan datang menjemputku. Dan aku masih tak habis fikir dengan yuri yang membiarkan ku bergelantungan dari tadi sedang kan jurang yang sangat dalam berada tepat di bawah ku.

“yuri..” panggil ku.

“ya sehun.. ada apa..?” yuri datang menghampiriku. Bukan menggunakan kakinya seperti ketika dia menghampiriku di daratan. Dia terbang. Menggunakan sayapnya yang cantik dan menyilaukan.

“bukankah kau bilang kalau kau malaikat pelindung ku?” tanya ku sabar, dalam hati aku sudah sangat membenci yuri yang membiarkan ku tersiksa seperti ini.

“ya, kau benar sekali sehun” yuri tersenyum sambil menatap ku.

“lalu kenapa kau tidak mambantuku?” tanya ku. darah segar mulai keluar dari telapak tangan ku karena aku terlalu keras memegang akar pohon besar itu.

“salah sendiri kau ceroboh” yuri tertawa renyah. Saat ini rasanya aku benar benar membencinya. Memang sih aku yang ceroboh sampai bisa terpeleset dan ‘hampir’ masuk ke dalam jurang seperti ini. Tapi sebagai malaikat pelindungku bukankah seharus nya yuri membantuku?

“kalau begitu kau pergi saja yuri. Tinggalkan aku dan biarkan aku mati disini” aku pasrah, hilang harapan untuk meminta bantuan yuri.

“jangan marah sehun.. hahaha.. apa yang kau ingin aku lakukan?” tanya yuri yang membuat ku ingin melompat senang, jika saja aku sedang tidak berada di atas jurang saat ini.

“cari bantuan.. tidak terlalu jauh dari sini pasti ada permukiman penduduk. Minta bantuan mereka dan bawa mereka kemari” tangan ku sudah sangat lelah.

“aku tidak bisa sehun. Bagaimana dengan sayap ku?” tanya yuri dengan wajah cemberut. “orang bisa melihat sayap ku”

“kau biasanya bisa menyembunyikannya.” Ucapku

“saat ini aku tidak bisa” yuri menggelengkan kepalanya cepat. Sepertinya dia bukannya tidak bisa, tapi dia tidak mau. Mungkin dia lebih ingin melihat ku mati disini.

“baiklah kalau begitu. Lagi pula permukiman penduduk masih lumayan jauh dari sini. Tanganku sudah sangat lelah. Mustahil aku masih bisa memegang akar pohon ini saat kau kembali nanti”

.

.

.

.

Hari sudah mulai malam, aku tidak tau tepat nya jam berapa. Sebenarnya aku ingin melihat pada jam tangan yang ada di pergelangan tangan kiriku. Tapi jika aku melepaskan tangan kiri ku, aku yakin 100% aku akan terjatuh. Tangan kanan ku sudah tidak cukup kuat lagi untuk memegang akar pohon itu sendirian.

“yuri kau benar-benar tak berniat membantuku?” tanya ku dengan sangat serius kali ini, mengharapkan reaksi serius juga dari yuri yg masih di sebelah kiriku sejak tadi, dia sekitar satu meter jauhnya dari ku.

“aku mau membantumu” yuri lagi-lagi tersenyum. Tapi bukan senyum tulus yg kulihat. Melainkan senyum pura-pura yg menyebalkan. Tapi aku berusaha menahan emosiku untuk tidak marah, bagaimana pun hanya yuri harapan terakhirku untuk tetap hidup.

“kalau begitu, apa yg harus aku lakukan sekarang?” tanya ku.

“kan tadi aku sudah bilang.. kau bisa melepaskan tangan mu”

“apa kau akan menangkap ku dan membawaku terbang bersama mu?” tanya ku bersemangat. Yuri menggeleng sebagai jawaban.

“sayap ku tidak cukup kuat untuk menopang tubuhmu”

“atau kau akan membuat pelindung di bawah jurang? Sehingga ketika aku jatuh aku tidak akan terluka?”

“aku tidak bisa melakukan itu. Kau pikir jurang ini ketinggian nya berapa? Meskipun aku memberikan berlapis-lapis kasur empuk atau apa pun di bawah sana, itu tidak akan berfungsi. Tulang mu pasti akan patah”

“lalu apa yang akan kau lakukan jika aku melepaskan tangan ku?”

“aku akan membiarkan mu” yuri tersenyum manis di sampingku, tangan kanan nya bergerak menghapus keringat yang mengalir di dahiku. Aku menggerakkan kepalaku menjauhi tangan nya. Pertanda bahwa aku tidak mau di sentuh olehnya. Dia tertawa renyah. “kau marah?” tanyanya. aku sama sekali tidak berniat menjawab pertanyaan nya.

“aku akan jatuh” gumam ku. tangan ku sudah terlalu lemah dan perih. Aku tidak sanggup lagi berpegangan.

“baguslah. Seharusnya kau menyerah dari tadi”

Aku mulai meregangkan genggaman ku pada akar pohon kasar yang sekarang sudah di penuhi dengan darah dari tanganku.

Lalu aku benar-benar melepaskannya aku bisa melihat yuri yang tersenyum senang sebelum Aku menutup mata ku sangat erat, aku berharap ketika aku jatuh nanti aku tidak perlu merasakan rasa sakit nya dan langsung mati saja. Angin menerpa wajah dan seluruh tubuhku sangat kencang sehingga ku kira kepala ku akan terlepas dari tubuh ku.

Setelah cukup lama, aku masih belum membuka mataku. “kenapa aku tidak merasakan sakit?” pikir ku. akhirnya aku memberanikan diri untuk membuka mataku perlahan. Dan ketika mataku sudah sepenuhnya terbuka. Aku menatap takjub pada apa yang ada di sekeliling ku. yuri tepat berada di depan ku. dia menatap ku, bibir nya yang tipis tersenyum pada ku.

“yuri… kau!!!” aku berteriak tidak percaya.

“kau harus lebih mempercayaiku sehun.” Yuri terbang lebih dekat padaku.

“ketika aku meminta mu untuk melepaskan tangan mu. Disitu hanya ada 2 kemungkinan” yuri menghentikan kalimatnya.

“pertama, aku akan membuat mu bisa terbang, atau kedua.. aku akan memberikan mu sepasang sayap” dia mengangkat bahu di akhir kalimat nya.

aku menggeleng tidak percaya.. yuri memilih kemungkinan pertama… dan aku sedang terbang. Yuri memang benar-benar malaikat pelindung ku..

END

4 Responses to “SHIELD”

  1. nabila tauhida October 23, 2015 at 11:38 am #

    yaelah! jd dr td ujung”nya cuma gitu?
    tpi keren bgt

  2. Lulu KEG October 30, 2015 at 5:17 am #

    aduuh aku berharap banyak banget sama FF ini, sumpah ceritanya keren ini greget tadi nya dari awal baca…. yhaaa thooor sayang banget ending nya kurang(?)..tapi aku suka banget

    • The Blackpearl November 16, 2015 at 1:26 am #

      kurang apaaa?? endingnya kurang apa?? kasih tau donggg ^^

  3. Cynthia November 30, 2015 at 10:27 am #

    Wooww keren ya mending bs terbang drpd punya sayap.. Hehehehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: