GIFT

7 Dec
jackson,got7,kwonyuei,snsd,yuri,birhday

jackson,got7,kwonyuri,snsd,yuri,birhday

Title : GIFT

Main Cast : Wang Jackson (of Got7) – Kwon Yuri (of SNSD)

Genre : im not sure(?)

Length : Drabble

Author : christinaminhee

******

Kertas-kertas kado di tata dengan rapi di atas sebuah meja besar yang hanya di peruntukkan untuk kertas kado saja. Ku rasa apa pun jenis kertas kado yang kau ingin kan akan ada di sana. Aku melihat beberapa kertas kado yang ku sukai dengan teliti untuk menentukan mana kertas kado yang akan ku beli. Tapi percum juga sih kalau aku ingin membeli kertas kado yang aku suka , toh nantinya kado ku akan ku berikan kepada orang yang akan bertukar kado dengan ku tanggal 6 Desember besok malam.

“tidak bisa tuan.. kadonya sudah di bungkus.. kau tidak bisa mengembalikan kado ini lagi.maaf”

“tapi kan aku baru beli kado nya 1 menit. Terus baru sadar kado yang itu tidak ada di daftar kado yang harus ku beli. Terus juga kan kau baru bungkus..robek saja kertas kadonya.. aku akan membayar untuk itu”

“tidak bisa tuan.. maafkan kami”

 

Aku melirik ke kiri sebentar pada seorang pemuda dengan rambut coklat yang sedang mencoba untuk bernegoisasi dengan seorang pelayan untuk mengembalikan kado yang sudah terlanjur dibungkus, dia berada sekitar 7 meter di sebelah kiriku. Terlihat frustasi sekali sepertinya, dan ekspresinya itu membuat ku sedikit tersenyum

“itulah kenapa kau harus teliti ketika ingin membeli sesuatu” ucap ku sangat pelan lalu tangan ku menyentuh kertas kado berwarna putih dengan banyak gambar cangkir kopi kecil-kecil. Kalau di lihat dengan seksama menurut orang lain pasti kertas kado ini tidak ada bagus-bagus nya. Tapi berhubung yang melihat adalah aku, kwon yuri aku sangat menyukainya. Kenapa? Karena ada gambar kopinya. Aku sangat menyukai kopi.

Aku memberikan topi santa dan kertas kado ku kepada pelayan toko yang satu lagi dan membiarkannya membungkus kadoku dengan cantik. Sedangkan pelayan yang satu lagi masih di sibukkan membungkus kado dari pria yang tadi ingin menukar kadonya. Dia membeli banyak kado, mungkin sekitar 6 atau 7 buah kado.

Sambil menunggu kado ku selesai aku bersandar pada meja pelayan toko menghadap ke rak-rak berisi berbagai macam kado sekitar 2 meter di depanku. Aku melirik ke kiri ku dan mendapati pria itu sedang menatap ke arah ku dia tersenyum lalu menunduk sopan padaku. Aku juga tersenyum dan melakukan yang sama seperti yang dia lakukan.

“nona kado mu sudah siap” pelayan yang melayani ku memberikan sebungkus kado cantik yang di masukkan ke dalam plastik putih transparan . Aku membayar kado ku dengan kartu kredit lalu keluar dari toko itu.

Tangan ku bergerak membenarkan syal coklat yang ada di leher ku supaya udara dingin desember tidak menusuk kulit leher ku. aku berjalan ke sebuah coffee shop, dan memesan secangkir kopi panas untuk ku bawa dalam perjalanan pulang ke rumah. Aku menunggu sebentar sambil melihat salju yang turun di luar jendela sampai Seorang pelayan datang dan memberikan secangkir kopi yang kuminta, dia tersenyum ramah lalu kembali ke tempatnya. Aku mengambil kopi ku lalu berjalan keluar.

Tangan kanan memegang plastik kado dan tangan kiri memegang secangkir kopi panas yang menyegarkan. Entah kenapa aku merasa diriku terlihat keren jika sedang memegang secangkir kopi seperti ini. Pemikiran bodoh memang. Tapi itulah yang ku rasakan.

Aku berjalan cepat untuk menghilangkan rasa dingin yang rasanya mulai menembus sweater tebal yang sedang ku gunakan.

Brakkk..

Aku menabrak seseorang.

Atau seseorang itu yang menabrak aku.

Aku tidak tau, yang pasti sekarang yang aku lakukan adalah terjatuh di tanah. Orang itu yang ternyata adalah seorang pira juga terjatuh di samping ku. untung nya aku tidak terjatuh dengan posisi menimpa atau ditimpa pria itu -kau tau kan? Seperti dalam drama-drama korea yang membosankan.

Aku buru-buru berdiri kembali, plastik kado masih ada di tangan ku dan untung nya kado ku masih di bungkus dengan cantik tidak terpencet atau apapun. Tapi kopi berhargaku..

“maafkan aku…” ucapku lalu menunduk 180 drajat. Pria itu sibuk mengumpulkan dan memasukkan kadonya ke dalam plastik, dia membawa banyak kado. Tunggu, dia membawa banyak kado? Itu pria yang tadi, yang membeli banyak kado di tempat yang sama dengan ku. aku memasang wajah bersalah lalu mengigit bibir bawah ku, menunggu dia selesai dengan kado-kadonya yang berserakan, tanpa ada niat untuk membantu.

“hei.. gadis yang tadi kan??” pria itu menunjuk wajahku sambil tersenyum lebar, mungkin dia belum sadar dengan mantel putihnya yang basah oleh air kopi ku.

“ngomong-ngomong kau tidak perlu minta maaf non, aku yanag menabrak mu. Jadi maafkan aku” pria itu mengangkat tangan kanan nya membentuk jari telunjuk dan jari tengahnya menjadi sebuah peace.

Aku tersenyum kaku lalu menunjuk mantel putihnya. Dia melihat pada arah yang ku tunjuk lalu mulai mengoceh dengan suara keras.

“yaahhh.. mantelku, aku baru saja mencucinya.. kenapa kopi mu pergi ke mantelku sih.. kok bisa.. duh bagaimana ini” pria itu bergerak membuka mantelnya dan memberikannya padaku.

“kau ambil kopimu dari mantel ini dong!” aku masih bengong dengan apa yang dia lakukan, kami sedang berada di pinggir jalan dengan salju yang turun perlahan, tentu saja cuaca saat ini sangat dingin dan dia melepaskan mantelnya. Aku baru berfikir selama 5 detik untuk membawa mantel itu saja tapi pria itu menarik lagi mantelnya dari tangan ku.

“dingggiiiinnnn!!!!” teriaknya lalu memakai kembali mantelnya. orang yang berada di dekat kami, semua melihat ke arah ku dan pria ini , mereka memberikan tatapan simpati ketika melihat pria itu tapi ketika melihat ku mereka menatapku seolah-olah aku yang membuat pria yang ada di depan ku ini terlihat begitu tersiksa.

Tidak tahan dilihat dengan tatapan menuduh aku menarik pria itu dan membawanya masuk ke dalam coffee shop yang hangat. Dan memesan dua cangkir kopi panas untuk kami berdua.

Kami berdua duduk berhadapan di samping jendela sambil menunggu pesanan datang. Pria itu menatapku dengan tatapan menuduh.

“apa?” tanyaku

“mantelku kotor. Kopi mu disana, jadi kotor deh” ucap pria itu dia memasang ekspresi kekanankan yang di tunjukkan anak kecil ketika ibu mereka tidak membelikan balon atau permen kapas untuk mereka.

“hei pak, bisa tidak kau menggunakan bahasa yang baik dan benar. Kata-katamu membingunkan sekali” aku menggelengkan kepalaku. Dia menatapku kesal lalu mulai mengoceh dengan bahasa yang tidak aku mengerti, sepertinya dia sedang mengataiku dengan bahasa lain supaya aku tidak bisa mengerti apa yang dia katakan.

“ngomong apa sih?” aku mengerutkan kening bingung

“aku itu chinese.. chinese.. kau tau chinese tidak? Korea itu bukan aku” akhirnya aku bisa mengerti lagi apa yang dia katakan tapi bahasa korea nya sungguh berantakan.

“ohh begitu.. memang sudah berapa lama sih kau di korea? Kenapa bahasa korea mu masih sejelek itu”

“ini sudah bagus non. Teman ku bambam, ngobrol pun tidak bisa dengan orang. Parah sekali dia”

Seorang pelayan yang tadi mengantarkan kopi ku datang menghampiri kami lalu memberikan 2 cangkir kopi yang di letakkan di depan ku dua duanya. Aku sedikit menggeser kopi yang satu lagi ke hadapan pria itu dan menyuruhnya untuk meminum kopi itu.

“nama ku jackson, 1 tahun disini, korea. Nama mu siapa non? Aku kan sudah kasih tau. Kau juga..” Dia memegang cangkir kopi nya lalu meniup perlahan.

“aku kan tidak bertanya. Kenapa aku harus kasih tau” aku mengangkat bahuku lalu mengangkat cangkir kopiku dan mulai meniup, mengikuti apa yang dilakukan jackson. Jackson menatap ku tidak suka, dia mengerutkan keningnya. Cukup lama dia menatapku sampai aku tidak tahan

“baiklah baiklah.. aku kwon yuri..”

“senang bertemu dengan mu kwon yuri” jackson mengambil tangan kanan ku untuk bersalaman dengan nya padahal aku tidak mau.

“kau harus menambahkan ssi di belakang nama ku”

“senang bertemu dengan mu kwon yuri-ssi” ulang jackson dengan sepenuh hati, suasana hati pria ini cepat sekali berubah sepertinya baru saja dia marah-marah padaku beberapa menit yang lalu dan sekarang dia menjabat tangan ku dengan sepenuh hati dan mengucapkan kata-kata dari mulutnya dengan nada ceria dan sangat ramah.

“bukan berarti kau harus mengulanginya sih”

“oke batalakan yang pake ssi tadi deh” ucap jackson yang membuat ku memutar mataku.

“sweatermu harus berikan padaku. Kau cuci mantelku dulu, nanti ketemu lagi aku ambil mantel ku deh” jackson mengulurkan tangan nya meminta sweater ku. dengan berat hati aku memberikan mantel ku bagaimana pun kopi yang ada di mantel jackson adalah kopi ku dan aku harus bertanggung jawab. Jackson mengambil sweater dari tangan ku dan mengenakan nya aku mengambil mantelnya dan mengenakannya meskipun bau kopi memenuhi mantel ini, tapi tidak apa aku suka kopi bau kopi di mantel tidak apa-apa. Aku berusaha berfikir positif agar aku tidak tergoda untuk membuang mantel ini di tong sampah sekarang juga.

Setelah puas dengan sweater baru yang dia dapatkan dari ku jackson meminum habis kopinya dengan perasaan bahagia, berkebalikan sekali dengan ku.

I can tell you’re looking at me I know what you see

Any closer and you’ll feel the heat GG..

You dont have to pretend..

“yeobseyo..” jackson mengangkat ponselnya yang berdering dia mengobrol sebentar dengan bahasa inggris lalu merapikan kadonya dan berdiri.

“kapan-kapan kita bertemu lagi ya.. bye..” jackson berlari menuju pintu keluar sebelum aku sempat mengatakan apapun tapi dia menghentikan langkahnya lalu berlari lagi ke arahku.

“ini untuk mu.. terimakasih sudah menjadi teman yang baik.. bye”

“tapi..” aku berteriak, tapi dia sudah tidak ada di dalam coffee shop lagi “kita belum menentukan dimana akan bertemu lagi” lanjutku dengan suara sangat pelan

Aku melihat kado yang di tinggalkan jackson yang dibungkus dengan bungkus kado yang sama seperti yang aku pakai untuk membungkus kadoku. Bungkus kado yang kusuka. Aku tersenyum lalu merobek nya.

Isinya adalah sebuah kotak musik cantik berwarna putih yang jika aku buka langsung muncul sepasang balerina wanita dan pria yang berdansa diikuti alunan musik yang lembut.

“cantik sekali” ucapku lalu menutup kembali kotak musik nya dengan pelan, aku bergerak membereskan barang-barangku. Kotak musik nya ku masukkan kembali ke dalam kotak pembungkus nya dan memasukkan nya ke dalam plastik yang sama dengan plastik kado ku.

“kado pertama yang ku dapatkan hari ini” ucapku lalu berjalan menuju rumah. Aku sudah tau teman-teman ku pasti sedang menyiapkan surprise party dirumah ku dengan ibu. Aku tidak mungkin lagi untuk merasa kaget karena mereka pasti selalu melakukan hal yang sama setiap tahun nya. Yah Meskipun cara nya terkadang berbeda sih.

 

***END***

Haloo readers.. maafkan aku untuk FF yang tidak jelas ini hehehe

dan ini pertama kalinya aku memakai cast anak got7 yaitu jacksoonn.. jeng…jeng..jeng..

aku pilih dia jadi cast karena menurut aku  dia yang paling cocok karena dia lucuuu~~

ff ini aku bikin spesial untuk ultah yuri 5 desember kemaren. telat 2 hari ngepost nya wkwk

dont forget to leave your review guys ^^

 

5 Responses to “GIFT”

  1. Choi soo gun December 7, 2015 at 11:06 am #

    Keren, .aku jga ska sma couple ini, coz sjak aku liat dating alone aku ska bgt liat yuri+jackson, .dtnggu ff lain’y, .fighting

    • The Blackpearl December 26, 2015 at 2:53 am #

      ciee suka jugaa.. samaan kita.. tos dulu sini~

  2. Widya syc December 8, 2015 at 6:12 am #

    Critanya bagus, q suka🙂 d.tnggu ff brktnya thor ^^

  3. Choiindah December 12, 2015 at 11:33 am #

    Wah jackson moodnya berubah ubah nih.Sequel dong thor keren ffnya

    • The Blackpearl December 26, 2015 at 2:55 am #

      untuk sequel kayanya aku belom bisa deh..
      proyek ff ku uda terlalu banyak dan gada yang uda selesai aku aja frustasi ngeliat kumpulan ff terlantarku …
      hehhehee…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: